NovelToon NovelToon
Sistem Gacha: Jaminan 100%

Sistem Gacha: Jaminan 100%

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Sistem / Mengubah Takdir
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: UrLeonard

Tak memiliki apa pun selain namanya, Kenzo bertahan hidup di dunia yang kejam. Bagi orang lain, mimpi adalah sesuatu yang bisa dikejar. Baginya, mimpi hanyalah kemewahan yang selalu direnggut oleh kenyataan.

Hingga suatu hari, sebuah antarmuka emas muncul di hadapannya.

Sistem Gacha.

Jaminan 100%.

Setiap putaran selalu menghadiahkan sesuatu yang nyata. Kemampuan, artefak, teknik, bahkan kekuatan yang sanggup mengubah takdir. Dengan sistem itu, Kenzo tak lagi sekadar bermimpi. Ia akan menapaki jalan menuju puncak dan menyingkirkan siapa pun yang berani menghalangi langkahnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon UrLeonard, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 11

Angin malam berembus kencang di sekitar gudang pengalengan daging yang sudah lama terbengkalai di pinggiran kota. Di sanalah Kenzo berdiri, bersembunyi di balik tumpukan kontainer karat yang berjejer rapi.

Dari balik kegelapan di bawah sepatunya, bayangan hitam tampak bergetar gelisah.

"Kenzo, biarkan aku memakan mereka," bisik sebuah suara anak kecil yang terdengar sangat dekat di telinganya. "Satu gigitan saja. Tempat ini akan bersih."

Kenzo menggeleng pelan, pandangannya tidak bergeser dari pintu besi di ujung area luar gudang.

"Kita sudah sepakat, Azzy," sahut Kenzo lewat bisikan pelan. "Kau hanya menonton dari dalam sana. Ini adalah ujian pertamaku."

Terdengar dengusan malas di dalam kepalanya sebelum bayangan itu kembali tenang.

Ia menyentuh dada kirinya, merasakan tekstur halus dari Zirah Rajut Kinetik yang tersembunyi di balik jaket usangnya. Di pinggang belakang, Pistol Taktis Phantom terasa dingin namun pas dalam genggaman. Tiga bilah pisau lempar perunggu juga sudah terselip di saku bagian dalam.

Dua penjaga berseragam hitam tampak berjaga di depan pintu masuk. Keduanya memegang senjata laras panjang sambil sesekali menguap bosan.

Melesat maju, Kenzo memanfaatkan kecepatan fisik tingkat perak miliknya. Langkah kakinya nyaris tidak terdengar di atas aspal basah. Ketika jarak tersisa sekitar 5 meter, ia menarik dua pisau lempar sekaligus.

Wush! Wush!

Dua kilatan hitam memotong udara malam tanpa suara. Satu menancap tepat di bahu penjaga sebelah kiri, sementara yang lain merobek paha penjaga kanan. Jeritan mereka tertahan ketika Kenzo sudah berada di depan wajah mereka, menghantam rahang keduanya dengan kepalan tangan yang diperkuat energi perak.

Dua tubuh kekar itu ambruk seketika ke atas tanah.

"Bagus," gumam Kenzo, lekas mengambil kembali pisau lemparnya yang berlumur darah tipis. "Sangat sunyi."

Ia mendorong pintu besi yang tidak terkunci itu, merayap masuk ke dalam ruang utama gudang.

Bau anyir darah hewan bercampur karat langsung menusuk hidung. Di tengah ruangan, puluhan pekerja bersenjata sedang memindahkan peti-peti kayu. Di sudut jauh, deretan sel kaca berukuran besar menampilkan beberapa orang yang lemas terduduk di lantai, persis seperti yang ada dalam ingatan Kenzo.

Kenzo melangkah keluar dari kegelapan tiang penyangga tanpa ragu. Untuk memancing perhatian, ia sengaja menendang kaleng kosong di dekat kakinya hingga menggelinding bising.

Prang!

Seketika, sunyi melanda ruangan besar itu. Puluhan pasang mata langsung tertuju ke arahnya.

"Ada penyusup!" teriak salah satu penjaga yang berdiri paling dekat.

Rentetan tembakan langsung menyalak memecah keheningan malam.

Kenzo melompat ke balik tumpukan peti kayu terdekat. Peluru-peluru tajam merobek kayu, menyebarkan serpihan tajam ke udara. Detak jantungnya berpacu cepat, namun kepalanya terasa dingin. Refleks tingkat perak membuatnya mampu membaca arah moncong senjata musuh dengan sangat jelas.

Satu peluru nyasar melesat cepat, menembus sudut peti kayu dan menghantam tepat di rusuk kanan Kenzo.

Jantungnya seolah berhenti berdetak sesaat. Namun, rasa sakit yang ia bayangkan tidak kunjung datang. Zirah Rajut Kinetik di balik pakaiannya mendadak mengeras sekeras dinding baja dalam hitungan milidetik, menyerap seluruh daya dorong proyektil tersebut dan menyebarkannya ke seluruh tubuh.

Ia hanya terdorong selangkah, menyisakan sensasi tumpul yang tidak berbahaya.

'Alat ini benar-benar gila,' batin Kenzo puas.

Sambil tersenyum tipis, ia menarik Pistol Taktis Phantom dari pinggang belakangnya. Ia mengarahkan moncong hitam itu kepada penembak terdekat.

Bum!

Tidak ada api. Tidak ada ledakan mesiu yang memekakkan telinga. Hanya terdengar suara letupan udara yang sangat padat. Sesaat setelah pelatuk ditarik, Kenzo merasakan energi tubuhnya tersedot sedikit, digantikan oleh lesatan peluru udara transparan yang menghantam dada sang penjaga hingga terpental sejauh 3 meter ke belakang.

"Senjata yang hebat," gumam Kenzo, lalu bergerak memutar dari balik perlindungan peti.

Ia menembak lagi dan lagi. Setiap letupan udara padat selalu mengirim satu musuh ke lantai dengan tulang yang patah atau napas yang sesak. Gerakan Kenzo sangat lincah, berputar di antara tiang besi layaknya hantu malam yang tidak bisa disentuh.

Dalam waktu kurang dari 5 menit, hanya tersisa genangan darah tipis dan erangan kesakitan di lantai gudang. Kenzo berdiri tegak, napasnya sedikit memburu akibat staminanya yang terkuras untuk mengisi amunisi pistol taktis tersebut.

Tepuk tangan lambat terdengar dari arah tangga besi di lantai atas.

"Sangat menarik," ucap sebuah suara berat yang dingin.

Seorang pria jangkung dengan mantel panjang berbulu abu-abu melangkah turun. Di tangan kanannya, ia menggenggam sebuah tongkat besi panjang yang ujungnya berkilau perak. Sepasang matanya yang tajam menatap meremehkan ke arah Kenzo.

"Kau tikus yang berani mengacau di tempatku," lanjut pria itu, menghentakkan ujung tongkatnya ke lantai beton.

Seketika, gelombang kejut transparan menyapu lantai, menghancurkan peti-peti kayu di sekitar Kenzo menjadi serpihan kecil. Kenzo meloncat mundur, merasakan tekanan udara yang sangat berat di sekitarnya. Ini adalah sang pengendali energi kinetik, bos dari fasilitas ini.

"Aku tidak punya waktu untuk bermain denganmu," kata si pria jangkung, langsung melesat maju dengan kecepatan yang tidak kalah dari Kenzo. Ujung tongkat besinya mengarah lurus ke dada Kenzo, membawa pusaran angin kinetik yang siap menghancurkan apa saja yang disentuhnya.

Kenzo menyilangkan kedua tangannya di depan dada, bersiap menahan hantaman tersebut menggunakan seluruh kekuatan fisik peraknya dan perlindungan zirah kinetiknya.

Benturan keras tak terhindarkan terjadi, menciptakan dentuman yang menggetarkan seluruh isi gudang.

1
Hadi Hadi
up up🤭🤭
Hadi Hadi
lanjut
Hadi Hadi
semangat
Hadi Hadi
bunuh
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
penggemar_Uangkecil?!
👍
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
Hadi Hadi
mantap😄😄
Hadi Hadi
mantap💪💪
Hadi Hadi
bantai💪💪💪
Hadi Hadi
up up💪
Yui
aku tunggu insectnya kak/Determined//Determined//Determined/
Ironside: Tidak ada hal seperti itu Kak /Scare/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!