Sedang tahap revisi🙏
HARAP BIJAK DALAM MEMILIH BACAAN .❗❗
Kisah cinta dari
Anak seorang petani & Pewaris tunggal.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anggika15, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps 11
Hari demi hari pun terus Nabila jalani seperti biasanya , namun saat ini ada banyak perubahan di hidup Nabila , ketika Bayu meminta gadis itu menjadi menantu nya.
Sifat Aldrich kini sudah tak sedingin dulu pada nya , begitu pun dengan Nabila yang sudah mulai terbiasa dan mulai akrab dengan laki-laki yang tiba-tiba saja akan menjadi suami nya itu.
Tok..
Tok..
Tok..
Aldrich mengetuk pintu kontrakan Nabila.
" Nabila " Panggil nya.
Sedikit lama Nabila membuka kan pintu untuk nya , manik nya menatap sekeliling yang, sudah banyak ibu-ibu yang kini tengah memperhatikan nya.
" Nabila " Panggil nya kembali dengan suara sedikit berteriak.
Crek..
Pintu terbuka.
" Iya iya , sebentar aku mandi dulu " Terlihat gadis itu sudah berpakaian rapi namun dengan handuk yang masih menggulung di kepala nya.
" Kau ini , sudah ku bilang . tinggalah di apartemen ku , agar aku tidak lagi berurusan dengan ibu-ibu yang menatap ku seperti kucing melihat ikan " Aldrich terus menerus menggerutu kepada Nabila.
" Iya , jangan bawel " Nabila pun sedikit menutup kan pintu nya.
" Cepat lah ini sudah siang " Cecar nya sambil melihat jam di tangan nya.
" Iya . Aku sudah selesai , ku bilang juga tuan tunggu saja di mobil ,tidak usah turun " Jelas Nabila , tangan nya terus menggosokan handuk di kepala nya.
" Nabila , jangan memanggil ku dengan sebutan itu terus , belajar lah memanggil ku dengan sebutan yang sedikit romantis " Raut wajah Aldrich pun terlihat sedikit kesal.
" Aku harus memanggil apa ?" Tanya Nabila sambil menyisir rambut nya.
" Saya juga tidak tau , tapi cobalah tidak memanggil ku tuan kembali " Aldrich frustasi.
"Sudah-sudah , ayo kita berangkat , perjalanan menuju kampung ku cukup jauh " Jelas Nabila .
" Apa ibu mu sudah tau kita akan berkunjung ?" Tanya Aldrich.
" Belum" Sahut Nabila , sambil berjalan meninggal kan Aldrich yang masih berada di dalam.
" Cepatlah , aku harus mengunci nya , apa anda mau saya kunci dari luar ?"Titah nya kepada Aldrich .
" Kau ini semakin hari semakin berani padaku "Gerutu nya sambil berjalan ke arah Nabila yang kini tengah menunggunya di ambang pintu.
" Memang nya kenapa ? bukan kan tuan calon suami saya ?" Nabila menatap Aldrich lalu tersenyum.
-Deg
Aldrich pun terdiam mendengar perkataan Nabila , mata nya menatap seseorang yang berada di hadapan nya.
" Eheumm " Nabila memangling kan wajah nya berusaha menghilang kan kegugupan pada dirinya.
Seperti Nabila yang kini merasa gugup setengah mati , sama hal nya dengan Aldrich ia pun berusah menetral kan perasaan gugup nya.
" Cepatlah , aku akan menunggu mu di mobil " Aldrich pun beranjak pergi meninggal kan Nabila.
Setelah selesai mengunci pintu , Nabila pun segeda menyusul Aldrich yang sudah terlebih dulu menuju mobil.
Langkah nya selalu menjadi perhatian orang-orang yang berada di sana .
-Brugh
Nabila pun memasuki mobil .
" Kau ini memang lamban sekali " Lelaki di sebelah nya kembali mengomeli nya.
" Seperti nya anda memang tidak menyukai saya ?" Ucap Nabila , mata nya menatap Aldrich sedikit kesal.
" Tidak juga " Singkat Aldrich.
" Tapi anda selalu mengomeliku tuan " Nabila melirik ke arah Aldrich yang kini tengah mengemudi.
" Berhentilah memanggil ku tuan " Mohon Aldrich.
" Nah kan , anda mengomel lagi "
" Sudah ku bilang berkali-kali , berhentilah memanggil ku seperti itu tapi kau sangat keras kepala "
" Baiklah , aku harus memanggil anda apa ?" Nabila bertanya.
"Terserah kau saja " Sahut Aldrich.
" Mmmmmm , om ?" Bisik Nabila , namun Aldrich terlihat sangat tekejut lalu melihat ke arah nya.
" OM ? " Aldrich menatap nya penuh tanya.
" Iya , anda lebih tua dari ku bahkan sampai dua belah tahun " Jelas gadis yang duduk di sebelah nya , lalu terlihat sedikit tersenyum.
" Apa di depan ibu mu kau akan memanggil ku dengan sebutan itu ?"
" Tidak , aku akan memanggil nama saja , seperti saat di hadapan papih dan mamih " Sahut Nabila.
Aldrich pun hanya terdiam mendengar jawaban dari Nabila , ia hanya pokus kedapan melihat jalanan kota yang sedikit padat dan ramai hingga menimbulkan kemacetan yang sedikit panjang.
Setelah tiga jam menempuh perjalanan , mobil mewah berwarna hitan yang Aldrich kemudikan kini sudah sampai di kampung halaman Nabila.
Mata Aldrich melihat sekitar, hamparan kebun yang sangat luas , masih banyak sekali pepohonan rindang sehingga membuat udara sekitar menjadi lebih sejuk dan segar, belum terlihat rumah mewah , hanya terlihat rumah sederhana namun terlihat sangat nyaman.
" Di mana rumah mu ?" Aldrich menoleh le arah Nabila.
" Sebentar lagi kita sampai " Nabila pun tersenyum ke arah Aldrich.
Mobil pun terus berjalan dengan kecepatan cukup pelan , hingga tiba-tiba Nabila memerintah nya untuk masuk ke dalam halaman rumah yang cukup sederhana.
" Mobil nya parkir disini saja " Titah nya ketika berhenti di depan rumah nya.
" Apa ini rumah mu ?" Aldrich menatapa wajah Nabila.
" Iya , memang tidak se mewah rumah anda , tapi rumah ku bersih dan rapi jadi anda tidak usah khawatir " Nabila berbicara dengan mata yang juga menatap Aldrich.
" Tidak , justru desa ini terlihat lebih baik dari pada kontrakan yang berada di kota milik mu " Jawab nya kembali.
Ketika sedang berbincang , terlihat ada seorang wanita sedikit berumur , keluar dari dalam rumah menatap mobil yang terparkir di hadapan rumah nya dengan tatapan penuh tanya.
Nabila pun bergegas keluar dari mobil.
" Ibu " Panggil Nabila , raut wajah nya tak henti memancar kan senyum.
" Nabila ?" Ayu menatap putri sulung nya penuh tanya.
" Ibu sehat ?" Nabila menghambur ke pelukan sang ibu.
" Itu siapa ?" Tanya Ayu ketika melihat seorang laki-laki keluar dari mobil dengan setelan celana hitam dan kemeja putih dengan lipatan lengan kemeja sampai sikut.
" Itu Aldeich , dia ingin bertemu ibu " Nabila tersenyum kepada Ayu.
" Selamat sore " Sapa Aldrich kepada wanita yang kini tengah di peluk Nabila.
" Sore " Mata nya terus menatap seorang yang berbadan tegap dan tampan di hadapan nya. " Mari masuk " Ajak Ayu ramah kepada tamu nya itu.
Aldrih pun mengangguk , bibir nya memperlihat kan sedikit senyuman , lalu mengikuti langkah dua wanita di hadapan nya.
Ketika Aldrich sudah memasuki rumah , manik nya menatap sekitar rumah yang sangat sederhana namun terlihar rapi dan nyaman.
" Duduklah , maaf ke adaan rumah nya memang seperti ini " Ayu tersenyum ramah .
" Terimakasih " Aldrich pun duduk bersebelan dengan Nabila.
" Sebentar ibu ambilkan minum dulu " Ketika Ayu akan beranjak menuju dapur Aldrich pun menahan nya.
" Bu duduklah , saya mau bicara " Titah nya.
Ayu pun berbalik , lalu kembali duduk berhdapan dengan Aldrich.
" Baiklah , apa yang ingin kalian bicarakan " Ayu menatap Aldrich lalu Nabila.
Seketika Nabila pun menatap Aldrich.
" Saya Aldrich bu , saya kesini berniat meminang putri ibu " Jelas nya sehingga membuat Ayu terdiam.
" Nabila ?" Ia malah menatap nya penuh tanda tanya.
" Iya bu , mas Aldrich datang kesini dengan tujuan baik " Sahut Nabila.
Aldrich pun langsung menatap nya , ketika mendengar Nabila menyebut nya dengan sebutan Mas.
" Apa uang yang kau kirim kan kepada ibu terus bertambah karena kamu menjual diri " Ayu menatap Nabila dengan raut wajah kecewa.
-Deg
" Ti tidak bu , Nabila tidak mungkin seperti itu " Pekik Nabila , suara nya terbata-bata ketika melihat ada sedikit kemarahan di mana ibu nya.
Aldrich pun tersenyum ke arah Ayu yang kini juga sedang menatap nya.
" Tidak bu , saya memang mencintai anak ibu " Jawab nya spontan tanpa memikir kan apapun.
-Deg
APA DIA MEMANG MULAI MENCINTAI KU ? ATAU HANYA SEDANG MEMBELA KU SAJA . Gumam nya dalam hati.
Ketika ke adaan sedang serius , tiba-tiba saja dua orang anak berseragam merah putih dengan keringat bercucuran, memasuki rumah.
" Kami pulang bu " Ucap si kembar bersamaan.
Tatapan dua anak kembar itu pun beralih kepada Aldrich , lalu menatap Nabila.
" Kaka pulang " Teriak mereka , lalu berjalan ke arah Nabila.
Nabila pun tersenyum , lalu menyambut mereka dengan pelukan hangat.
Aldrich yang melihat pemandangan di samping nya hanya terdiam , ada rasa kagum di hati nya pada seorang gadis berusia delapan belas tahun namun sudah bisa membiayai adik dan ibu nya.
"Ini siapa ?" Tanya Rara.
" Ini ka Al Ra " Nabila pun tersenyum.
" Hallo , nama kalian siapa " Sambut nya ramah , tak pernah Nabila melihat Aldrich seperti ini sebelum nya.
" Aku Rara "
" Da aku Riri "
" Kalian persis sekali , ka Al jadi bingung " Jelas Aldrich.
" Riri lebih tinggi dari Rara padahal Rara adalah kaka nya " Jawab Nabila.
Aldrich pun tersenyum hangat ke arah adik kembar nya , hari ini Aldrich terlihat berbeda , mungkin karena ia adalah anak tunggal , jadi ketika ada seorang anak kecil ia terlihat sangat menyukainya.
" Kalian masuk kamar dulu ya , mandi ,udah itu belajar " Titah sang ibu lalu di jawab anggukan oleh ke dua putri nya.
"Nak Al , apa kau bersungguh-sungguh ingin melamar anak ku ?" Tanya Ayu.
" Saya serius bu , tinggal beberapa minggu lagi kita akan tunangan , maka datang lah ke kota " Jawab Aldrich.
" Kenapa orang tua nya tidak ikut datang ? apa hubungan kalian di tentang ?" Cecar nya kembali.
" Mereka akan menemui ibu ketika ibu di kota nanti " Jelas Nabila.
" Nabila adalah pilihan orang tua ku bu , jadi tidak mungkin kalo mereka tidak menyetujui kami " Jelas nya kembali , walau memang Sinta masih menentang nya .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
TBC.
JANGAN LUPA LIKE & VOTE.
saat aldrick salah, dia dibuat menderita lama dulu, tidak mudah dimaafkan, dia dibuat berjuang keras untuk mencari istrinya
tapi saat nabila buat salah semudah itu dimaafkan, malh nabila tidak berjuang sama sekali, merasa diabaikan dia malh pergi dan ujung2 aldrick lagi yang mengalah dan berjuang
semua novel itu bagus tapi tidak semua novel itu bisa bersikap adil
lihat pada bab aldrick melakukan kesalahan reader kompak menghujat dan melaknat aldrick
tapi pada saat bab nabila melakukan kesalahan, mereka diam, membela nabila dan malh mereka membenarkan tindakan nabila
wahai reader2 egois inilah kesalahan nabila
nabila seorang istri yang murahan dan tidak punya harga diri, dia pergi dan tinggal berdiaan dengan pria lain dan dia ketawa bahagia berduaan dengan pria lain dalam satu rumah,
sadar2
nabila perempuan egois dia tidak mau memaafkan suaminya dan pergi dari rumah tapi tidak sadar kesalahannya lebih menjijikan sebagai seorang istri yang pergi dengan lelaki lain dan berduaan dengan lelaki lain didalam rumah, istri tidak ada harga dirinya sama sekali dan dia mau dimaafkan begiti saja, tidak respeck untuk wanita dan istri yang tidak bisa menjaga kehormatannya
Kim Seokjin
min yoongi
Jung Hoseok
Park jimin
Kim Taehyung
jeon jungkook
punya sya maap mbak Sarah cari yg lain aja