NovelToon NovelToon
Legenda Pendekar Mata Pedang Hijau

Legenda Pendekar Mata Pedang Hijau

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Fantasi / Komedi
Popularitas:7.2k
Nilai: 5
Nama Author: Nugraha

"Bagaimana jika kau tahu rahasia kehancuran dunia, tapi kau tidak boleh memberitahu siapa pun?"

Di masa depan, Wei Changqing adalah legenda tertinggi dunia persilatan—sang Mata Pedang Hijau yang ditakuti sekaligus dihormati. Namun gelar itu tak ada artinya ketika ia berdiri di atas puing-puing dunia yang hancur oleh perang agung, memeluk jasad wanita yang setia menantinya hingga akhir hayat.

Mengorbankan seluruh tingkat latihannya, Changqing memutar balik roda waktu dan terbangun di dalam tubuh mudanya yang berusia 19 tahun. Kembali menjadi pendekar mentah yang belum memiliki reputasi apa pun.

Kali ini, tujuannya hanya satu: Mencegah perang berdarah itu terjadi dan menyelamatkan wanita yang ia cintai.

Namun, merubah takdir memiliki harga mahal. Setiap peristiwa yang ia cegah melahirkan musuh baru yang lebih mengerikan. Lebih buruk lagi, demi menyatukan sekte-sekte yang egois agar tidak saling berperang, Changqing mungkin harus menelan fitnah terbesar dalam sejarah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nugraha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21 : Satu Tebasan Besi Hitam

Matahari siang membakar lantai marmer putih arena Utama Lembah Anggrek. Putaran kedua turnamen resmi dimulai, menyisakan dua ratus lima puluh pendekar muda terbaik dari seluruh benua.

Namun, suasana di zona tunggu barat terasa tegang dan panas.

Akibat intrik dan pengaruh Jiang Chen dari Sekte Pedang Langit, undian pertandingan telah diatur secara rahasia. Pada pertarungan ketiga putaran kedua, Chen Wu diundi menghadapi murid elite Sekte Pedang Langit bernama Wang Bao yang berada di Pendekar Menengah Tahap 5.

Pertandingan itu berlangsung brutal. Meskipun Chen Wu bertarung dengan sangat tenang menggunakan jurus Bambu Menunduk Badai, Wang Bao menyerang dengan kejam dan tidak sportif. Ia sengaja mengincar mata dan persendian kaki Chen Wu setelah wasit meneriakkan tanda berhenti!

Walaupun Chen Wu berhasil memenangkan pertandingan dengan menendang jatuh pedang lawan ke luar arena, ia menderita luka memar berat di dada akibat benturan tenaga dalam.

"Sialan!" umpat Zhou Hao sambil memapah Chen Wu kembali ke bangku tunggu sekte mereka. "Mereka sengaja ingin melukai kita sampai cacat! Sekte Pedang Langit macam apa itu? Perilaku mereka tidak jauh berbeda dari perampok jalanan!"

Paman Guru Lin mengusap salep herbal ke dada Chen Wu dengan wajah muram. "Sekte besar memiliki keangkuhan yang tidak boleh disenggol Hao. Mereka sengaja menekan kita."

Changqing berdiri di sebelah Chen Wu, menatap luka memar ungu di dada sahabat seperguruannya itu. Mata hitam Changqing dingin.

‘Jiang Chen,’ batin Changqing melirik ke arah tribun keemasan Sekte Pedang Langit. ‘Kau tidak berubah sedikit pun dari kehidupanku yang dulu. Sombong, licik, dan menghalalkan segala cara demi ego.’

"Pertarungan Keduabelas arena Barat!" wasit kembali berseru. "Wei Changqing dari Sekte Lembah Bambu Biru melawan Zhao Kang dari Sekte Pedang Langit!"

Mendengar pengumuman itu, suasana tribun penonton bergemuruh. Zhao Kang adalah murid penegak hukum peringkat keempat di bawah Jiang Chen, seorang jenius yang telah menembus tingkat Pendekar Tinggi Tahap 1!

Di zona tunggu Sekte Teratai Salju, Shen Yue langsung berdiri dari kursinya, wajah indahnya menyiratkan kecemasan yang nyata.

"Kakak Senior Liu Fang," bisik Shen Yue khawatir. "Zhao Kang terkenal kejam di arena. Dia sering mematahkan tulang lengan lawannya. Pemuda dari lembah bambu itu cuma berada di Pendekar Menengah... dia bisa terluka parah!"

Liu Fang menggeleng kan kepalanya pelan. "Itu risiko turnamen, Adik Shen Yue. Pemuda itu harus tahu batas kemampuannya."

Di atas arena marmer, Zhao Kang sudah berdiri menunggu dengan senyum mengejek. Pedang keemasannya berkilau silau memantulkan terik matahari.

Saat Changqing menaiki anak tangga marmer dan berdiri di depannya, Zhao Kang menurunkan suara agar hanya terdengar oleh mereka berdua.

"Bocah lembah miskin," desis Zhao Kang dengan mata kejam. "Kakak Senior Jiang Chen melihatmu berduaan dengan Nona Shen Yue di taman siang tadi. Dia pesan padaku... kau tidak boleh turun arena ini dengan dua kaki yang utuh. Aku akan mematahkan lututmu agar kau tahu diri!"

Changqing menatap Zhao Kang dengan datar. Tangan kirinya memegang sarung pedang besi hitam kusam di pinggangnya.

"Apakah hukum di Sekte Pedang Langit mengajarkan bahwa kehormatan pedang digunakan untuk menjadi anjing pesuruh yang mematahkan kaki orang lain?" tanya Changqing tenang.

"Bocah cari mati!" Zhao Kang murka.

"Mulai!" teriak wasit.

Jdharr!

Ledakan tenaga dalam tingkat Pendekar Tinggi Tahap 1 meledak dari tubuh Zhao Kang. Lantai marmer di bawah kakinya sedikit retak. Ia melesat seperti kilat emas, melancarkan jurus mematikan kebanggaan sektenya: Pedang Langit Membelah Awan!

Gelombang energi pedang keemasan meluncur deras mengunci seluruh jalur penghindaran Changqing. Angin badai menyapu arena. Penonton menjerit histeris melihat serangan yang begitu dahsyat!

Di tribun barat, Shen Yue menutup mulutnya menahan teriak.

Namun di mata Changqing, jurus yang membanggakan itu penuh dengan lubang busuk. Aliran energi Zhao Kang kasar, dan niat membunuhnya terlalu berlebihan hingga merusak keseimbangan pedangnya sendiri.

‘Menghadapi anjing sombong yang berniat mematahkan kaki orang,’ batin Changqing dingin. ‘Kelembutan dua jari sudah tidak lagi pantas.’

Sring!

Untuk pertama kalinya di panggung turnamen Lembah Anggrek, pedang besi hitam kusam di pinggang Changqing dicabut penuh dari sarungnya!

Suara cabutan pedang itu tidak meledak kencang, namun bagi para Grandmaster yang duduk di tribun kehormatan, suara itu terdengar seperti jeritan naga kuno yang terbangun dari tidur panjangnya.

Changqing melangkah maju satu inci. Dantian-nya di tingkat Pendekar Menengah Tahap 5 berputar sempurna digabungkan dengan sehelai inti pedang Nirwana.

Ia tidak menangkis gelombang emas Zhao Kang. Ia mengayunkan pedang besi hitamnya lurus dari atas ke bawah dalam Satu Tebasan Vertikal yang sangat sederhana.

Wuuush... Trang!

Kilatan kelabu membelah udara.

Tidak ada ledakan api, tidak ada badai yang berputar. Yang terjadi adalah keajaiban keakuratan mutlak!

Ujung pedang besi hitam kusam milik Changqing tepat membelah di tengah pusaran energi pedang keemasan Zhao Kang seperti pisau panas memotong buah buahan, lalu membentur tepat pada titik rapuh di tengah bilah pedang emas berkilau milik Zhao Kang!

Kraaak! Prang!

Pedang emas kebanggaan Sekte Pedang Langit yang berharga ratusan keping emas itu hancur berkeping-keping menjadi puluhan serpihan logam di udara!

"A-Apa?!" mata Zhao Kang melotot seolah hendak copot dari tempatnya.

Sebelum serpihan pedang itu jatuh ke lantai, bagian datar dari bilah pedang besi hitam Changqing telah berputar dan menghantam telak ke arah dada Zhao Kang dengan kekuatan tenaga dalam yang pas dan terukur.

Buagh!

Zhao Kang muntah darah. Tubuhnya terlempar melayang setinggi empat meter menyeberangi batas garis arena marmer, lalu jatuh tersungkur di luar arena dekat kaki tangga tribun Sekte Pedang Langit, ia pingsan dengan tulang rusuk memar sangat parah tanpa satu pun tulang kakinya patah!

Satu tebasan pedang besi kusam. Menghancurkan pedang emas dan menerbangkan pendekar tingkat Pendekar Tinggi ke luar lapangan!

Arena berkapasitas ribuan orang itu mendadak senyap bagaikan kuburan. Bahkan para Ketua Sekte di tribun kehormatan berdiri dari kursi mereka dengan mata membelalak dengan terkejut!

"B-Besi biasa... mematahkan pedang baja emas tingkat tinggi?!" gumam salah satu tetua wasit dengan bibir gemetar.

Di zona tunggu Sekte Teratai Salju, Shen Yue menghela napas lega yang amat panjang, matanya bersinar terang penuh rasa kagum yang tak terbendung.

Changqing berdiri di tengah arena marmer yang retak. Ia menyekat bilah pedang hitamnya ke udara sesaat, lalu menyarungkannya kembali.

Tanpa melihat Zhao Kang yang tergeletak pingsan, Changqing mengangkat kepalanya dan menatap lurus ke arah balkon keemasan Sekte Pedang Langit—menatap tepat ke mata Jiang Chen yang kini berdiri dengan wajah hitam pekat oleh kemarahan dan keterkejutannya.

Tatapan Changqing jernih dan tajam, mengirimkan pesan tak bersuara yang bergema di kepala Jiang Chen:

"Jika kau ingin bermain kotor, turunlah sendiri ke arena ini."

1
Arman Jaya
alur ceritanya bagus..
lanjutkan Thor.....👍👍🙏
Celestial Quill: Terimakasih
total 1 replies
Jhon
mantap thor👍
Suhartini Wahono
suka jg.....😍👍
Celestial Quill: Terimakasih
total 1 replies
Jimmi
Aku sangat menyukai cerita ini😍😍😍
Celestial Quill: Terimakasih
total 1 replies
Fatih Al
lanjut lagi🙏🙏
Fatih Al
mantap thor💪
Budi Xiao
Lanjut, semangat thor👍
Celestial Quill
Jangan lupa tinggalkan like, komentar, vote supaya novel ini semakin dikenal dan semangat author untuk update juga semakin besar. Terimakasih sudah membaca🙏
Raju: ta akan lupa thor...
terimakasih atas cersil mu.
semoga cersil ini menjadi rate 3 teratas.
total 1 replies
Fatih Al
Cerita bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!