NovelToon NovelToon
TRANSMIGRASI AURORA: JERAT GAIRAH LIAR SANG TIRAN KAELEN AZRAEL

TRANSMIGRASI AURORA: JERAT GAIRAH LIAR SANG TIRAN KAELEN AZRAEL

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Mafia / Mengubah Takdir
Popularitas:12.4k
Nilai: 5
Nama Author: namice

Aurora—seorang montir bar-bar dan hacker genius dunia bawah—tewas mengenaskan lalu bertransmigrasi ke raga Aletheia Elixir. Aletheia adalah istri figuran yang diabaikan dan ditakdirkan mati di tangan suaminya sendiri, Kaelen Azrael—Raja Mafia bermata merah, penguasa dunia, sekaligus pria tertampan yang dirumorkan impoten.

​Enggan mati konyol, Aurora langsung menghapus riasan menor buruk rupanya, mengungkap kecantikan aslinya yang secantik Dewita malam, lalu menyodorkan surat gugatan cerai tepat di depan wajah sang tiran!

​Namun, Aurora salah perhitungan. Sifat bar-barnya yang menolak tunduk justru menyulut ego sang tiran. Dan yang paling mengerikan... tepat saat mata merah Kaelen menatap pesona Aurora yang mencoba menolaknya, penyakit impoten sang tiran sembuh.​

Gairah Kaelen yang telah mati bertahun-tahun meledak dengan begitu liar dan haus darah.
​Bukannya bebas, Aurora justru ditarik paksa ke atas sofa. Surat cerai terhempas berantakan, digantikan kukungan penuh kuasa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon namice, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

AMARAH SANG PENGUASA DUNIA DAN JANTUNG SINGA

​Malam di perimeter Sektor Luar mendadak berubah menjadi panggung kecemasan yang luar biasa. Helikopter militer hitam milik Vane Oligarchy mendarat dengan guncangan keras di atas landasan pacu beton sebuah markas rahasia bernuansa gotik modern. Angin badai berskala penuh menyapu raga ramping Aurora saat dia melangkah turun dari kabin helikopter. Kemeja hitam longgar milik Kaelen yang membalut tubuhnya berkibar liar terkena terpaan angin malam, namun sepasang mata cokelat madunya tetap memancarkan kilat ketenangan murni seorang ratu hacker kelas dunia.

​Di belakangnya, Regulus Vane berjalan dengan langkah tegap aristokrat-nya yang sedikit goyah. Bahu kirinya masih merembeskan darah segar, menodai mantel bulu abu-abu gelapnya yang mewah akibat hantaman brutal Kaelen di penthouse tadi. Pria bermata kelabu itu menyunggingkan senyuman predator yang teramat puas, mengabaikan rasa perih di tubuhnya demi menatap raga Rae yang kini berada di dalam wilayah kekuasaannya.

​"Selamat datang di rumah barumu, Ratu Kecilku," bisik Regulus, suara baritonnya yang halus namun berat bergaung di antara deru mesin helikopter yang mulai mati.

​Rae tidak membalas dengan kata-kata. Dia hanya menoleh sedikit, memberikan senyuman miring tiraninya yang teramat seksi dan sarat akan intrik mematikan. Jemari lentiknya mendekap erat laptop taktis spesifikasi monster di dada, sementara hatinya diam-diam menghitung sisa waktu sebelum badai kehancuran yang sesungguhnya tiba. Di balik ketenangannya, dada Rae sebenarnya berdenyut nyeri setiap kali mengingat raga Kaelen yang bersimbah darah di balkon penthouse. Cinta yang mulai tumbuh di hatinya untuk sang suami membuat Rae semakin bertekad untuk segera mengobrak-abrik tempat ini dari dalam.

​"Jangan terlalu cepat merayakannya, Tuan Vane," cetus Rae dingin sebelum melangkah masuk ke dalam markas, mengabaikan tatapan mata pirang Evadne yang berdiri di sudut landasan dengan kegelapan dendam gila yang membakar jiwanya.

​Pada saat yang sama, di pusat kota bawah tanah Sektor Tiga, hegemoni dunia bawah tanah global benar-benar terguncang hebat.

​Penthouse mewah milik Kaelen Azrael kini telah dikepung oleh ratusan kendaraan militer taktis berlapis baja. Langit di atas penthouse dipenuhi oleh puluhan jet tempur siluman bercabang internasional yang melesat membelah awan badai. Amarah Kaelen Azrael malam ini tidak lagi berskala lokal; dia telah mengaktifkan seluruh jaringan militer internasional tertinggi milik Azrael Corps. Pria paling berkuasa di dunia itu tidak akan membiarkan satu tikus kecil pun di Sektor Luar tetap bernapas setelah berani menyentuh aset eksklusif miliknya.

​Brak!

​Pintu pusat komando taktis di dalam limosin komando dihantam keras oleh tangan besar Kaelen yang kasar. Pria raksasa itu berdiri tegak tanpa memedulikan luka robek di pelipisnya yang masih mengucurkan darah segar. Kemeja hitamnya yang tak berkancing mengekspos dada bidangnya yang kokoh berurat, memancarkan aura tirani level tertinggi yang sanggup mereduksi pasokan oksigen di dalam ruangan menjadi nol.

​Sepasang mata merah maut Kaelen berkilat oleh keliaran amarah iblis yang teramat mengerikan. Rahangnya mengeras sempurna, dengan urat-urat biru yang menonjol di pelipisnya. Kebucinan ekstremnya yang berpadu dengan kepemilikan mutlak yang posesif telah mengubahnya menjadi monster yang siap meratakan seluruh isi bumi.

​"Kunci koordinatnya sekarang juga!" perintah Kaelen, suara bariton rendahnya sedingin es namun bergetar hebat oleh luapan cemburu gila yang menakutkan.

​"Tuan Besar, sinyal pelacak dari kalung platinum Nona Aletheia telah terkunci di perimeter terluar Sektor Luar!" lapor kepala pengawal divisi bayangan dengan tubuh gemetar ketakutan setengah mati. "Namun, wilayah tersebut dilindungi oleh dinding pertahanan siber frekuensi tinggi milik Oligarchy."

​Kaelen menyunggingkan senyuman predatornya yang paling kejam, sebuah kekehan tiran yang teramat berdarah dingin. Dia menatap layar radar holografik yang menampilkan titik merah kecil yang berkedip di leher porselen istrinya dari kejauhan.

​"Dinding siber?" Kaelen tertawa rendah, sebuah suara yang sanggup membekukan darah siapa pun yang mendengarnya. "Gunakan sistem satelit kuantum global. Kerahkan seluruh armada divisi udara satu dan dua. Aku tidak butuh penangkapan yang rapi. Ratakan seluruh Sektor Luar menjadi abu dalam hitungan jam! Jika aku tidak melihat ratuku kembali di dekapanku sebelum matahari terbit, aku sendiri yang akan memastikan seluruh dinasti Vane membusuk tanpa sisa!"

​Kembali ke dalam markas rahasia Vane Oligarchy.

​Rae telah digiring masuk ke dalam sebuah ruangan interogasi mewah berlantai marmer hitam. Di hadapannya, Regulus Vane duduk di atas kursi kebesarannya setelah mendapatkan pengobatan darurat dari tim medis pribadi. Mantel bulu abu-abunya telah diganti dengan kemeja beludru kelabu yang senada dengan warna netranya yang licik.

​Di samping Regulus, Evadne melangkah maju dengan langkah aristokrat-nya yang dipenuhi kebencian gila. Wanita pirang itu menatap kemeja hitam longgar milik Kaelen yang masih membalut tubuh murni Rae dengan rasa iri yang mendalam.

​"Regulus! Mengapa kau membawa jalang ini ke markas utama kita?!" teriak Evadne histeris, suaranya parau menahan amarah. "Dia adalah mata-mata Kaelen! Dia sengaja membiarkan dirinya ditangkap untuk menghancurkan kita!"

​Regulus tidak memedulikan teriakan Evadne. Dia hanya menatap Rae dengan sepasang mata kelabunya yang seputih porselen, memancarkan obsesi baru yang teramat mengerikan. Pria itu memajukan tubuh tegapnya, memberikan tekanan wibawa yang kuat.

​"Katakan padaku, Aletheia," ujar Regulus, suara baritonnya yang halus bergaung di ruangan tersebut. "Mengapa seorang ratu hacker segenius dirimu membiarkan radar gerbang barat penthouse suamimu bocor sebanyak sepuluh persen? Kau sengaja memancingku masuk, bukan?"

​Rae yang duduk bersandar dengan santai di kursi kulit mendadak menyunggingkan senyuman miring tiraninya yang teramat seksi. Jiwa montir jalanan-nya yang bar-bar sama sekali tidak terintimidasi oleh kemegahan tempat ini. Dia membuka laptop taktis spesifikasi monster-nya di atas meja, membiarkan pendaran cahaya hijau menyinari wajah murninya.

​"Kau pintar juga, Tuan Vane," cetus Rae seksi, jemari lentiknya mulai menari dengan kecepatan luar biasa di atas papan ketik. "Aku memang sengaja membiarkanmu masuk. Tapi bukan karena aku ingin menjadi barang rampasan mu yang berharga."

​"Lalu apa mau mu, jalang?!" potong Evadne gila, wajah anggunnya mengeras sempurna penuh dendam.

​Rae melirik Evadne dengan tatapan muak yang teramat tawar. "Mau ku?" Rae kembali menatap Regulus dengan kilat mata cokelat madunya yang sarat akan keliaran intrik mematikan. "Aku membiarkanmu masuk agar pertempuran di penthouse berhenti, dan agar aku bisa berdiri tepat di jantung pertahananmu sekarang juga. Aku datang untuk mengobrak-abrik seluruh sistem pertahanan siber Oligarchy dari dalam, sebagai hadiah perpisahan untuk suamiku."

​Bip. Bip. Bip.

​Layar laptop taktis Rae mendadak memancarkan barisan kode enkripsi kuantum tingkat tinggi yang langsung meretas mainframe utama markas Oligarchy dalam hitungan detik. Seluruh lampu di dalam markas berkedip merah secara massal. Sistem logistik dan radar luar Sektor Luar mendadak lumpuh total di bawah kendali mutlak Aletheia Protocol milik Rae.

​Regulus Vane tersentak gila, senyuman miring aristokrat-nya langsung memudar seketika. Dia melihat grafik pertahanan markasnya runtuh satu per satu di layar monitor dinding.

​"Kau..." desis Regulus, rahang kokohnya mengeras sempurna menahan rasa takjub sekaligus syok yang luar biasa gila.

​"Aku sudah katakan tentangnya, Regulus," ujar Rae seksi sembari menyentuh liontin safir hitam di leher porselen-nya—tempat di mana kalung pelacak kuantum pemberian Kaelen masih memancarkan sinyal merah kecil yang terhubung langsung dengan armada militer internasional Azrael Corps di luar sana. "Aku adalah dewi perang, dan suamiku adalah tiran yang menguasai seluruh dunia ini. Gerbang neraka telah resmi terbuka lebar untuk menyambut kehancuran dinasti mu."

​Tepat saat kata-kata Rae selesai diucapkan, suara gemuruh dahsyat dari ratusan jet tempur siluman milik Kaelen terdengar membelah langit malam Sektor Luar, siap menjatuhkan bom pembantaian pertama untuk menjemput sang ratu kembali ke dalam dekapan posesif absolut-nya.

1
Nur Janah
suka ceritanya.....👍👍Rea tangguh n bar bar,,
namice: 😘😘😘, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku dan suka 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
namice
🤣🤣🤣🤣 terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
Sulati Cus
sekalinya hidup🤔
namice: 😘😘😘, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Sulati Cus
hukuman ranjang yg extrem🤣
namice: 🤣🤣🤣... terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Sulati Cus
astaga kebayang nggak sih 10ronde🤔 pertama melakukan alamat ...
namice: 🤣🤣🤣 terimakasih banyak ya kak baca novel ku 🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Sulati Cus
lanjut langsung tak favorit
namice: 😘😘😘, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku, aku sudah update satu bab lagi kak... 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!