NovelToon NovelToon
Sang Penggali Makam

Sang Penggali Makam

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Hantu / Romansa Fantasi
Popularitas:4.5k
Nilai: 5
Nama Author: D.P. Auzora.

Bejo Mulyorejo pemuda berusia 18 tahun, dia hidup sendirian di Desa Krajan jauh dari hiruk-pikuk kota. Dia mendapatkan warisan dari leluhurnya menjadi Penggali Makam melanjutkan peninggalan sang kakek buyut.

Kehidupan sehari-hari Bejo terbilang cukup, dia selalu hemat dalam pengeluarannya. Walaupun sesekali dapat bantuan dari orang tak terduga tapi dia berusaha membuka usaha kecil-kecilan, akan tetapi perjalan panjang Bejo sedikit sulit.

Bukan kesulitan tentang kebutuhan tapi kesulitan dalam menghadapi segala penampakan setelah menggali makam, dia yang memiliki mata peka dan terbiasa dengan makhluk gaib namun dia juga memiliki rasa takut tersendiri.

Bagaimana kehidupan Sang Penggali Makam ini, kita lanjutkan dalam perjalanan panjangnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon D.P. Auzora., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Diskusi Keputusan

 Diskusi panjang telah di lakukan Bejo, Dinda dan Intan sepakat mengikuti setiap langkah Bejo. Mereka akan mendukung segala keputusan terbaik bagi Bejo, setelah selesai melakukan diskusi panjang, "ya sudah kalau begitu, aku mau lanjut kasih makan ayam dulu" pamit Bejo.

"Semangat ya sayang.. apapun keputusanmu aku akan mendukungnya" ucap Intan.

"Yap betul. Kita berdua pasti mendukungmu," imbuh Dinda.

Bejo tersenyum kecil, lalu melambaikan tangan pada mereka berdua. Dinda dan Intan tersenyum lalu mematikan panggilan video.

"Din?"

"Hmm.."

"Aku sangat rindu sama Bejo" ucap Intan.

"Astaga kamu ini, belum seminggu udah rindu aja" balas Dinda.

"Kamu kan tau sendiri selama ini aku sangat jauh sama dia"

"Intan! Kamu tenang ya, kita doakan Bejo dengan baik disini. Kita harus fokus kuliah agar nanti bisa membantu Bejo di desa"

Dinda memegang bahu Intan, ia berkata dengan mata penuh dukungan. Intan menghela napas panjang, ia tersenyum pada Dinda lalu memeluknya.

Dua wanita hebat akan berusaha semaksimal mungkin untuk mendukung satu pria yang berjuang di desa, Dinda memejamkan matanya. Ia juga sangat merindukan Bejo, air mata jatuh saat membalas pelukan Intan.

"Cintamu sangat besar lebih dariku, apa aku sendiri yang salah di hubungan kalian selama ini" dalam hati terdalam Dinda.

Terasa berat mengukir kisah hidup dengan satu pria di bagi dua, apapun alasannya akan memberikan dampak jika salah satu sulit untuk berbagi. Tidak semua wanita mau di madu.

Bejo telah sampai di rumah pemilik tanah, ia mengetuk pintu rumah Abah Acan yang kenal dekat dan baik pada mendiang ayahnya.

"Assalamualaikum bah?"

Tok..

Tok..

Tok..

"Waalaikumsalam. Sebentar!"

Bejo menunggu di depan.

Tidak berselang lama, Abah Acan membuka pintunya.

"Ohh.. nak Bejo toh, silahkan masuk"

Bejo masuk kedalam setelah bersalaman.

"Duduk dulu Jo, Abah bikinkan minum"

"Gak perlu repot-repot bah, air putih ini sudah cukup"

Abah Acan tersenyum, ia kemudian duduk tidak jauh dengan Bejo.

"Ada apa kamu kesini?," tanya Abah Acan.

"Hmm.. saya mau bertanya pada Abah, apa tanah di sebelah itu di jual?"

"Tidak. Kenapa emangnya?"

"Saya minat bah, saya mau membelinya jika di jual"

"Kan kamu sudah punya rumah, untuk apa membeli tanah?"

"Punya rumah iya bah tapi kan tanahnya bukan milik sendiri"

Abah Acan menghela napasnya, ia memandang wajah Bejo. Ia tau bagaimana kehidupan sehari-hari Bejo, di kenal pemuda baik tapi kehidupannya serba kecukupan.

"Emang kamu punya uang berapa?"

"Tapi Abah jangan cerita ke siapa-siapa kalau aku memiliki uang" Bejo takut jika dirinya memiliki uang segitu banyaknya akan di curigai warga desa.

"Iya nak"

"Sepuluh digit ada bah," jelas Bejo.

Abah Acan yang sedang minum seketika tersedak, ia memalingkan wajah melihat Bejo. Dari ujung rambut sampai bawah di pandang lekat-lekat oleh Abah Acan, Bejo sendiri menggaruk kepalanya.

Walaupun tidak gatal tapi dia takut jika di nilai hasil mencuri uang itu.

"Dapat darimana kamu uang segitu?"

"Saya menjual peninggalan ayah yang baru di temukan di bawah tanah"

"Apa itu?"

"Emas batangan bah, tapi aku juga tidak menyangka kalau mendiang ayah tidak memakai warisan itu"

Bejo menelan ludahnya, ia merasa alasan yang di berikan terasa tidak cukup dan mengada-ada.

Abah Acan memandang menyipitkan matanya, ia merasakan aneh di dalam jawab Bejo.

"Tidak haram kan uang yang kamu dapat?"

"Tidak bah,"

"Hmm.. baiklah. Dulu Abah beli tanah itu dari seseorang dengan harga sangat murah, tapi itu mahal di zaman dulu. Kalau mau beli silahkan, Abah tidak akan memasang harga kamu beri tawaran saja" ucap Abah Acan.

Bejo menghela napasnya, ia menenangkan diri sebelum menawar tanah. "Kalau enam ratus bagaimana bah?" Bejo menawar dengan jantung berdebar-debar.

Abah Acan diam dulu, lalu menelfon semua anaknya sebelum mengambil keputusan. Bejo menunggu dengan keringat dingin, takut terlalu murah dengan tawarannya.

"Baik nak Bejo. Semua anak-anak saya sudah setuju dengan harga itu, tapi mereka ingin pulang untuk mengetahui pembelinya"

"Alhamdulillah. Boleh bah, saya juga sudah lama tidak bertemu bang Jali" ucap Bejo.

"Kok tau kalau bang jali yang ingin bertemu!"

"Aku cuman tebak aja bah. Soalnya dulu bang Jali pernah bilang kalau mau beli tanah, beli aja di sebelah rumahku. Begitu bah" jelas Bejo.

"Hmm.. pantesan dia mau jual, soalnya warisan panggil besar ya milik Abang Jali."

"Bang Jali akan pulang besok, kemungkinan malem atau pagi baru sampai" ucap Abah Acan.

"Siap bah. Kalau Bang Jali pulang kasih tau saya bah"

Abah Acan mengangguk pelan, lalu Bejo berpamitan untuk pulang. Transaksi akan di lakukan nanti setelah Abang Jali pulang kerumah, sedangkan Bejo duduk di gardu.

Matanya berkaca-kaca, ia melangkah kembali ke salah makam. Dimana itu adalah makam Sinta, tangis Bejo pecah pada makam Intan. Rasa syukur atas bantuannya, kerinduan nyata dalam kesejukan hati.

"Makasih Sinta makasih!"

Bejo menangis tersedu-sedu, ia tak tau jika Sinta selama ini juga menyukainya. Entah apa sebenarnya dari semua kebaikan yang di berikan padanya, rasa syukur Bejo sangat berterima kasih sekaligus tak menyangka.

Di sebuah sudut tak jauh dari Bejo, samar-samar terlihat sosok yang sedang menangis. Lalu hilang di telan semilir angin, Bejo pulang kerumah. Ia membersihkan diri sebelum pergi kerumah orang yang memiliki tanah yang di tempatinya.

Bejo mengambari Dinda dan Intan.

Sore hari yang sangat cerah, secerah harapan satu manusia yang kini mulai berjuang untuk mencapai tujuannya. Senyum bahagia, tangis kebahagiaan terlihat begitu jelas.

Dinda dan Intan yang berada di kota ikut senang mendengar kabar dari Bejo, mereka menangis bahagia saat mendengarkan kabar itu. Bejo juga selesai menemui orang pemilik tanah di rumahnya, walaupun tidak masalah tapi ada orang yang terus ikut campur.

***

Ke esokan harinya.

  Bejo duduk di teras rumah, menikmati kopi dan pisang goreng. Teman satu desanya ternyata tidak melanjutkan kuliah, ia bekerja di salah satu tempat sebelumnya akhirnya berhenti karena satu orang.

"Kok bisa sih ton lu di fitnah, baru juga sehari masuk kerja kemarin?"

"Taulah Jo. Mau buktikan cctv tapi dia memiliki orang dalam, jadi ya keluar aja daripada pusing,"

"Kalau begitu kerja bareng gua aja, mau gak?"

"Kerja apaan?"

"Tengok di belakang rumah dan samping rumah,"

Anton pergi melihat kebelakang rumah, alangkah terkejutnya ia melihat satu krat telur ayam di sana. Lalu di samping rumah Bejo ada ikan lele yang sudah mulai sedikit besar, Anton tak menyangka ternyata Bejo diam-diam sudah mulai membuat usaha.

"Gila lu. Sejak kapan ada ayam petelur dan kolam ikan?"

"Dua atau tiga mingguan"

"Kalau lu mau, setiap hari anter tuh telur ke toko barokah"

"Mau lah, daripada diem aja di rumah"

"Oke sip. Soal gaji aku kasih 35ribu setiap hari, makan bebas di rumah. Pekerjaannya simpel, kasih makan sama bersihkan kandang ayam. Kalau cek ayam nanti aku ajarin"

"Siap Bos Muda"

Bejo tersenyum, lalu mereka berdua berbincang-bincang santai. Menikmati kopi, pisang goreng dan rokok.

Tepat sore hari, menjelang malam Bejo mendapat kabar kalau Bang Jali baru sampai rumah. Setelah mendapatkan kabar itu, Bejo buru-buru kesana meninggalkan Anton di rumah.

"Mau kemana?.. sudah ayok kerumahmu" seru Bang Jali.

"Baru juga mau kesana bang, malah Abang yang kesini"

"Di rumah gak ada orang, jadi kesini saja aku"

"Lah.. siapa nih Jo?," tanya Anton.

"Masak lu gak kenal!," jawab Bejo.

Anton memandang lekat-lekat wajah pria muda di samping Bejo, ia seperti mengenalinya tapi sedikit lupa.

"Masih berak di celana gak lu Ton?," tanya Bang Jali.

Saat pertanyaan itu meluncur dari mulut bang Jali, seketika itu Anton ingat siapa pria di depannya. Kemudian Anton memeluknya, ia tak menyangka melihat Bang Jali kembali ke desa Krajan.

1
Purbalingga Jos
jangan kelamaan dong
D.P. Auzora.: Lama apanih kak 🤭🤭
total 1 replies
CeliaVespera.
Bagus bersih-bersih makam. 😊
CeliaVespera.
akhirnya, Bejo tau kebenaran yang selama ini penuh misteri. Tapi masih terlihat ada sesuatu yang belum selesai dengan sempurna. Semangat Jo, pecahkan semuanya 🤔🤔💪
CeliaVespera.
tenang Jo, sabar dulu yak 😂
CeliaVespera.
Yang kuat ya Jo, sabar aja pokoknya. Mungkin dia memiliki maksud yang sulit di jelaskan, semangat Jo. 💪😊🥹
CeliaVespera.
Rumah siapa itu Jo 😱
CeliaVespera.
Pasti like, saya menghargaimu. Seburuk apapun sebaik apapun itu pasti aku like, karena menulis novel itu susah dan banyak menguras ide. Semangat Thor 💪💪😊
CeliaVespera.
Hmmm.. kumat nih authornya, apa authornya memiliki istri lebih dari satu ya? 🤔🤔
CeliaVespera.
Bejo di bikin bingung sendirian, hati-hati Jo 😂
CeliaVespera.
hayo apaan itu Jo 😂
CeliaVespera.
Hayo Jo! siapa itu yang bersihin rumahmu 😂
CeliaVespera.
Tuh pocongnya gabut apa gimana sih, ganggu aja. Orang lagi berduaan malah ikut campur 😂😂
CeliaVespera.
Kalau makan di lihat Jo, tar sendoknya ketelen 😂😂
CeliaVespera.
Genderuwo lagi nih Thor?, bikin takut lagi 😱😱
Purbalingga Jos
pendek amat Thor?
D.P. Auzora.: apanya nih yang pendek 🙏
total 1 replies
Eliermswati
lnjut lg thor up nya😍
herupratama_
kenapa pocong nya gak ganti cewe thor 🤣
D.P. Auzora.: Nanti ada, tapi di bab selanjutnya. Dia sosok yang belum lama ini tiada, ada sebuah misteri atas kematian. Jadi Bejo akan memecahkan masalah itu, tunggu ya!! mungkin di bab 23 nanti 😊🙏
total 1 replies
Eliermswati
lnjut lg thor seru nih 😍😍smngt thor up nya
Eliermswati
smngt thor up nya lnjut lg dong cerita seru bngt g klh seru sm cerita aldi enk buat d bc nya😂😂
Eliermswati
ih ko serem banget sih thor cerita nya, tp q suka walaupun ad rasa takut klo mau bc gmn dong q g mau kelewatan walaupun 1 bab😂😂😂smngt thor up nya
Andi Akhasay: baca ceritaku kak
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!