NovelToon NovelToon
Bukan Salah Rasa

Bukan Salah Rasa

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta
Popularitas:37.6k
Nilai: 5
Nama Author: Ikha dito

"Cynta, kenalin ini Gama ... temen kampung gue" ucap Maya sambil meraih pergelangan tangan Cynta untuk berkenalan dengan seorang cowok yang terlihat dingin dan angkuh.

"Dan perlahan rasa itu datang dan tumbuh bersemi begitu saja tanpa bisa gue cegah ...." Cynta.

"Jangan salahkan dirimu jika rasa itu datang ... Karna rasa kita sama ...." Gama.

Bagaimana akhir kisah Gama dan Cynta, meski keduanya memiliki rasa yang sama akankah cinta mereka berlanjut di saat Cynta mengetahui bahwa Maya sangat mencintai Gama semenjak sahabatnya itu duduk di bangku SMP ...

Akankah Cynta tega menyakiti Maya ...???

Mampir yak ke lapak Gama and Cynta biar bisa tau kisah akhir ceritanya ...

Kita lanjut baca yukkk ...


Nama tokoh, tempat, alur cerita hanyalah kehaluan othor ... tidak ada sangkut pautnya dengan kehidupan real othor yakk ...

Selamat Membaca ...

Semoga syukak ... Tengyu so much for my beloved readers 😍😍😍

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ikha dito, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Frienster Time

"Cyntaaa ... kita di sini!!" teriakan seorang gadis dengan melambaikan tangan ke atas di taman dekat kantin kampus.

Cynta yang sedang celingak - celinguk mencari para sahabatnya, merasa namanya dipanggil oleh suara cempreng sahabatnya yang bernama Rara pun menolehkan kepala ke arah suara.

Cynta pun memutar langkah kakinya lalu berlari kecil menuju bangku taman di mana para sahabatnya sedang duduk berkumpul.

"Gue cari - cari dari tadi juga, eh lagi pada pewe rupanya." Cynta berkata dengan bibir mengerucut.

"Hehehe ... sorry Cyn ... elonya juga lama sih." Tere terkekeh.

"Jadi makan di luar?" Cynta to the point.

"Jadilah ... kita udah nungguin elo dari tadi, yang ditungguin keknya lagi asyik - asyikan sama Bapak dosen tampan." kali ini Rara yang bersuara.

"Gue kerja, gak asyik asyikan seperti yang elo bilang." Cynta menyentil pelan kening Rara.

"Ish.... elo main tangan, kadeerte itu namanya." Rara pura pura kesal.

"Emang!" Cynta dengan bibir tersenyum mengejek.

"Lapor sama cowok lo, biar ntar dikasih tau pasal apa aja yang musti dipakek buat laporin gue." ucap Cynta dengan terkekeh.

Rara memiliki kekasih yang kuliah di Jogja juga dengan mengambil jurusan hukum makanya Cynta sering menggodanya dengan pasal yang berkaitan dengan hukum.

"Tar gue diskusiin sana dia, biar ada alesan buat menginap di kosnya." sahut Rara dengan wajah tanpa dosanya hingga membuat Cynta kembali menyentil kening Rara kembali.

"Ishh... Cynta ih... sakit tauk." ucap Rara dengan mengusap keningnya.

"Elo yang mulai sih Ra." kali ini Tere menyahut.

"Jom kita langsung cuzz aja." kali ini Icha berangkat berdiri.

Mereka pun akhirnya melangkahkan kaki meninggalkan kampus mereka untuk menuju resto baru yang mereka ingin kunjungi.

🌹🌹🌹

"Hemm... tempatnya enak banget ya. Pemandangan seger, masih asri jauh dari polusi." Cynta dengan menghirup oksigen rakus, seakan gadis itu ingin memborong semuanya tanpa mau membagi dengan makhluk Tuhan yang lain.

Ucapan Cynta mendapat anggukan dari ketiga sahabatnya.

Keempat sahabat itu memang pergi ke sebuah restoran yang berada cukup jauh dari pusat kota. Letaknya lumayan jauh dipinggiran kota, namun semuanya terpuaskan dengan keindahan desain resto yang asri. Dan lagi resto yang mereka kunjungi tersebut adalah sebuah restoran baru yang belum lama dibuka. Setidaknya aneka makanan enak dan mewah bakal mereka cicipi di sini.

"Kita pesennya samaan nggak?" Tere dengan meraih buku menu di atas meja.

"Liat dulu menunya apa aja." Icha pun meraih lalu membuka buku menu yang masih tersedia di atas meja mereka.

"Gue mau yang ada sambelnya." Rara dengan membuka ponsel pintarnya.

Ck... Cynta berdecak.

"Sambel mulu, inget perut tuh... ntar kumat nangis lo."

Rara memang pecinta sambal, namun semenjak dirinya masuk rumah sakit karena perutnya mengalami peradangan akibat makan yang tidak teratur dan ditambah konsumsi sambel yang berlebihan, teman temannya selalu mengingatkannya. Terutama Cynta yang selalu saja cerewet mengenai hal itu.

"Udah sebulan ini gue makan teratur Ta, lagian gue belum nyentuh cabe sekalipun." sahut Rara dengan tanpa mengalihkan pandangan dari layar ponselnya. Rara memberi kabar pada sang kekasih jika dirinya sedang makan bersama temen gengnya.

Rara memang selalu seperti itu, sedikit sedikit selalu melapor pada kekasihnya. Pun demikian kekasih Rara. Mereka sama, dan tidak saling protes.

Ketiga sahabat Rara pun dibuat heran dengan sikap dan sifat pasangan itu. Seringkali para sahabat Rara itu bertanya, apakah nyaman menjalani hubungan seperti itu.

Dan di luar dugaan pasangan itu sama sama nyaman.

Sebuah kisah langka di tengah banyaknya pasangan yang terkesan menyembunyikan bahkan menutupi aktivitas mereka dari pasangannya dengan alasan butuh privasi.

"Lo makan bareng ajudan lo mulu po, mosok nggak pernah nyentuh cabe?" Icha dengan terkejut mendengar penuturan Rara yang sepertinya sangat tidak mungkin. Karena hanya dengan kekasihnya lah Rara mau mengerem kebiasaannya makan sambel.

Jadwal kuliah Rara dan kekasihnya banyak yang bentrok makanya Icha mempertanyakan kemungkinan tersebut.

"Iya." Rara mengangguk dengan meletakkan ponsel pintarnya.

"Sejak kejadian gue masuk rumah sakit waktu itu, dia sengaja ngimbangi jadwal gue. Dia berusaha menyempatkan makan bareng gue walau cuma beberapa menit." jelas Rara.

"Wow... so sweet... Belum juga nikah, udah protek aja, jadi pengen deh pacaran lagi..." Tere berseru dengan menggoda Rara.

"Elo suka punya cowok ngintil kek gitu?!" Icha menyenggol Tere dengan bahunya.

Tere memiliki sifat bebas nggak suka diatur ataupun dikekang, untuk itu Icha bertanya.

Hehehe... Tere terkekeh kecil.

"Sejatinya cewek itu suka diperhatiin kek gitu Cha, gue pun sama. Ditemenin kemana mana, apalagi kalau dibayarin terus... seneng kan... uang saku aman."

"Dasar!! Otak lo nggak mau rugi." Cynta dengan menyentil kening Tere.

Aouw... Tere mengusap kening dengan bibir mengerucut.

"Makanya lo tiap kali pacaran cuma tahan dalam hitungan hari, matre sih..." Rara mengejek.

"Iya... tukang porot, bikin anak orang miskin. Padahal tau cowok yang dikencani anak kos juga. Duit masih nodong sama orang tua." Icha menimpali dengan kekehan.

"Kita harus realistis girl, hidup butuh duit bukan cuma cinta doang. Lagian itu cowok biar biasa bertanggung jawab sama perempuan, entar kalau nikah nggak kaget kalau musti keluarin kocek banyak buat nafkahin anak isteri."

"Sok bijak lo." kali ini Icha dengan sikutan pada lengan Tere.

"Dalam proses menuju kriteria bakal calon isteri idaman hehehe...." Tere terkekeh tanpa mengambil hati ejekan teman temannya.

"Udah buruan pesen gih, laper nih..." Cynta pun memutus obrolan teman temannya dengan mengusap perut ratanya.

"Ck... kecil kecil karung beras lo!" Tere mengejek Cynta tapi tetap dengan kembali fokus memilih menu.

"Kita butuh energi buat beraktivitas." Cynta membela diri.

"Iya... iya... Kita pesen ini... ini... sama ini ya? Gimana?" Tere dengan menunjuk gambar menu yang akan di pesan olehnya.

Ketiga sahabatnya pun mendekat, merapatkan diri untuk memastikan pilihan Tere.

Keempat gadis itu memang sepakat mencoba berbagai menu yang terlihat menarik pada resto yang baru mereka kunjungi tersebut.

Sebagai anak kos yang merantau dan jauh dari orang tua, itu adalah salah satu cara mereka menikmati makanan mewah dengan tidak merogoh kocek yang dalam. Karena mereka bisa saling mencicipi.

Keempat sahabat itu mengakhiri makan siang mereka dengan cukup puas.

Aneka menu yang mereka cicipi cukup menggoyang lidah mereka. Terbukti dari piring saji yang ludes tanpa sisa.

"Kita pulang kan, nggak ada ngumpul - ngumpul lagi, iya kan?" Rara dengan merapikan penampilannya, hendak bersiap.

"Iya. Gue juga capek mau istirahat, gue mau puasin tidur." Cynta.

"Okelah... pulang kan Cha?" tanya Tere pada Icha uang notabene satu kos dengannya.

Icha mengangguk mengiyakan.

Keempatnya pun beranjak dari resto, berjalan beriringan menuju pintu keluar.

Baru saja beberapa langkah.

"Cyntaaa!!"

❤❤❤❤

Jangan Lupa Tinggalkan Jejak Ya Readers......😍😍😍

Jejakmu moodbosterku😉😉😉😉😉

1
Aftine
ditungguin up kak
Dina Vanti
kok nggak pernah up lagi to kak...lama amat
Anonim
kk gk mo update th lama aku nunggu kk nya update
Nur fadillah
Wadidadawww...Mas Es batunya sudah caiiir...😀😀🤣
Nur fadillah
Waduh...duh...bikin berabe neng Cynta...🤣🤣❤
Nur fadillah
Heemmm...kalau cinta sudah membara rasanya gimana gitu...love..love..😀😀❤❤❤
Nur fadillah
Pasti cembukuuurr....🤣🤣
Nur fadillah
waduh...wafuh...ciapa tuh...🤣🤣
Nur fadillah
Heehee...asyiik...
Nur fadillah
Heeheer...nah kan..kan...🤣🤣🤣
Nur fadillah
Heeheee...🤣🤣🤣
Nur fadillah
Semangat 45 Thooorrr....💪🏻💪🏻🔥🇮🇩
Leny Mariani
lanjut
Ida Nursanti
up nya kelamaan..jadi lupa ceritanya
nona damayanti
mana sambungan nya
Aftine
ingat gama cyn
septi 💎
aw aw aw gercep nih pak dosen 😁
Rhiedha Nasrowi
wihh pak dosen to the poin aja yak 😁😁😁
septi 💎
ya ketahuan 😂
Septi Husna
ih si dosen main tembak2 aj
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!