"Mulai sekarang, setiap satu jam sekali, kamu harus mencium bibirku! Aku tidak akan menerima penolakan," tegas Nathan lagi. "Kamu wajib menciumku di mana pun kita berada, bahkan di dalam kelas atau di tempat umum."
Jenny mulai merasa panik, "Tu - tuan, tapi itu sungguh tidak masuk akal!"
"Jenny, jika ingin ibumu selamat dan semua alat medis tetap terpasang di tubuhnya yang lemah itu, turutilah apa mauku!" ujar Nathan dengan nada mengancam. Ancaman tersebut membuat lamunan Jenny terhenti seketika.
****
Jenny terkejut saat mendengar apa yang baru saja diucapkan Nathan, tuan muda culun yang menjadi murid terbodoh di antara 450 siswa di SMA Taruna. "Jadi, jika kamu ingin aku sembuh dari semua luka trauma yang ditimbulkan oleh ayahmu, mulai sekarang kamu harus menciumku setiap satu jam sekali," ucap Nathan tegas.
****
Jenny adalah seorang perempuan yang sedari kecil hidup penuh kebahagiaan, bahkan hidupnya nyaris sempurna.
Ia terlahir dengan paras yang cantik, hidup penuh kebahagia
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitria callista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 6.
Jantung tuan muda rumah ini seakan berhenti berdetak, melihat gadis yang selama ini ia cintai berada di hadapannya.
Iya tuan muda kita Zionathan Vector Jayde sudah mencintai Jenny sejak sekolah di bangku SMP. Bahkan Tuan muda itu jatuh cinta pada Jenny pada pandangan pertama.
Namun saat itu, Vector sadar diri dengan dirinya yang mempunyai penyakit mental dan sebuah luka trauma yang mendalam. Yang kadang penyakit itu bisa kumat kapan saja.
Apalagi di tambah Jenny yang selalu menjadi primadona di sekolahnya, selain pintar secara akademik, Jenny termasuk jajaran gadis cantik populer di sekolahnya. Bahkan banyak sekali para murid laki laki yang menyatakan cintanya pada Jenny, namun tidak ada satu pun dari mereka yang di terima cintanya oleh Jenny.
Vector yang sadar diri dengan dirinya yang terkenal culun dan bodoh di tambah lagi penyakit mental yang ada pada dirinya, akhirnya memilih menjauh. Pada akhirnya ia memilih untuk menyimpan cintanya itu dalam dalam di dalam hatinya.
Vector terus saja menatap ke arah wajah cantik Jenny yang tertidur dengan pulasnya. Bahkan tanpa sadar, tangannya mengelus elus pipi mulus Jenny.
"Jenny, kenapa bisa Tuhan itu menciptakan gadis secantik dan juga sesempurna dirimu? Bahkan saat tidur pun kamu terlihat begitu cantik." gumam Vector dalam hatinya.
"Tapi ... Kenapa bisa Jenny berada di sini sekarang ini? Apakah aku berhalusinasi? Kenapa bisa Jenny itu seranjang dengan ku? Aku benar benar tidak ingat dengan apa yang terjadi semalam. Yang aku ingat, aku pergi makan malam bersama dengan Ayah dan juga Mamah di restoran yang biasanya kita datangi! Tapi ... Kenapa Jenny itu bisa berada di dalam kamar ku sekarang ini." gerutu Vector dalam hatinya. Lantas ia pun berusaha mengingat ingat apa yang terjadi semalam, namun saat ia memaksakan otaknya itu untuk berpikir dengan keras tiba tiba Vector merasakan rasa sakit yang tidak tertahankan di kepalanya.
"Tapi .. arggh kepala ku tiba tiba sakit!" teriak Vector sembari memegang ke dua kepalanya, kala dirinya berusaha untuk mengingat apa yang terjadi semalam. Karena dalam hatinya, ia masih begitu penasaran, kenapa gadis yang sedari dulu ia cintai dan juga ia idam idamkan bisa berada di dalam kamarnya? Bahkan Jenny sekarang ini sedang memeluknya.
Saat ada yang membicarakan perihal masa lalu, atau pun dirinya sendiri yang mengingatnya. Vector akan kesakitan seperti sekarang ini. Masa lalu itu begitu kelam dan juga menyakitkan untuk di alami oleh anak laki laki yang berumur 5 tahun.
Jenny lantas membuka ke dua kelopak matanya, karena ia merasa begitu terkejut saat mendengar ada orang yang berteriak di hadapannya.
"Tuan -- Tuan muda apa yang terjadi? Apakah kepala anda itu sangat sakit? Kenapa anda terus saja memegang kepala seperti itu?" tanya Jenny dengan wajah yang terlihat panik. Bahkan dengan spontan Jenny pun langsun bangun dan juga duduk. Ia berusaha sangat keras untuk menenangkan Tuan mudanya yang panik dan mulai histeris.
Sekarang Vector nampak menangis tersedu sedu seraya berteriak dengan histeris.
Jenny benar benar di buat panik.
Ceklek
Pintu kamar Vector pun di buka dari arah luar, menampilkan Vina, Riko dan juga seorang Suster yang memang berada di rumah ini.
"APA YANG TERJADI? Kau pasti menyakitinya!" tuduh Vina dengan amarah yang memuncak dan juga wajah yang nampak menyeramkan.
Sontak Jenny hanya bisa menggeleng gelengkan kepalanya, tanda jika ia tidak tahu apa yang terjadi dengan tuan mudanya.
Riko dengan cekatan pun mengambil alih anaknya dari pelukan Jenny, lantas ia pun memeluk anaknya. Lalu suster pun terlihat menyuntikkan sesuatu ke arah tangan Vector.
Dengan wajah marah, Vina nampak berjalan ke arah Jenny. Lalu ia menampar pipi mulus Jenny bagian kanan dan juga kiri dengan sangat keras.
Plak
Plak
Baru kali ini di sepanjang kehidupannya Jenny mendapatkan sebuah tamparan di ke dua pipinya langsung. Sebuah tamparan yang sangat menyakitkan.
Air mata pun luruh membasahi ke dua pipi Jenny, bahkan air mata itu terlihat mengalir dan membasahi area pipi yang habis terkena tamparan oleh Vina.
Perih
Sakit
Bukan hanya itu saja, Vina juga terlihat menarik tubuh Jenny yang masih berada di atas ranjang. Lalu menjatuhkan tubuh kurus Jenny ke lantai, tubuhnya pun tersungkur di atas lantai yang dingin.
Vina mengamuk dan terus saja mengomeli Jenny dengan kata kata yang terdengar begitu menyakitkan.
Akhirnya kesadaran Vector pun lambat lain kembali, ia melihat dari jauh bagaimana ibu nya itu menyiksa dan memarahi Jenny.
Lantas Vector pun berlari ke arah ibunya, saat ibunya itu akan menampar kembali ke dua pipi Jenny.
"Mah tolong! Jangan lakukan kekerasan ini padanya! Tadi bangun tidur kepala ku sakit, dia tidak melakukan hal buruk padaku. Tolong jangan hajar dia seperti sekarang ini! Aku mohon Mah! Kasihani lah dia!" Vector nampak memohon dan juga bersujud di kaki ibunya.
Riko pun lantas berjalan ke arah istrinya, lalu ia berkata, "Ayah tahu mengenai kebencian Mamah pada Antama dan juga keturunan nya. Tapi kan anak kita memang sering kumat seperti ini, tolong jangan salahkan Jenny mengenai hal ini! Dan kenapa Mamah itu malah melakukan kekerasan fisik padanya."
Vina nampak menghembuskan nafas dengan kasar, ia melihat Jenny dengan sebuah tatapan penuh kebencian, apalagi saat melihat suami dan juga anaknya itu malah membela Jenny. Sungguh kesumat dendam dan kebencian Vina sekarang ini seakan bertambah untuk Jenny.
Jenny sendiri hanya bisa terisak sembari terus memegang pipinya yang terasa begitu sakit, ia terlihat menundukkan wajahnya. Lalu Vector terlihat mengelus elus pundak Jenny, seraya berkata dengan lembut, "Maafkan Mamahku ya Jenny! Mungkin dia salah paham! Karena dia itu begitu menyayangi ku, makanya dia begitu mengkhawatirkan aku!"
Vina sendiri marah dan terlihat menghentak hentakkan kakinya, ia memilih untuk meninggalkan kamar putranya.
"Jenny tolong setelah ini kamu mandikan anak Om, Om akan pergi dulu untuk menenangkan istri Om yang sekarang ini sedang marah!" titah Riko dengan wajah bingung, ia memilih untuk segera keluar dari dalam kamar anaknya, guna menyusul istrinya yang sekarang ini pergi meninggalkan kamar anaknya dengan posisi marah.
"I - iya Tuan Riko .." sahut Jenny dengan suara terisak. Karena bagaimana pun juga ia pelayan di rumah ini, jadi seorang pelayan harus sadar diri dan tetap menjaga sopan santun. Saat di ajak bicara oleh majikannya harus tetap menjawab bagaimana pun keadaanya.
Tiba tiba ke dua bola mata Vector nampak membulat sempurna, setelah dirinya menyadari jika baju yang Jenny gunakan sekarang ini benar benar sexy dan juga kurang bahan. Bahkan belahan dada Jenny juga kelihatan. Sontak saja hal itu langsung membuat Kentung milik tuan muda itu berdiri tegak, bahkan tubuhnya benar benar di buat panas dingin.
Yang lebih parahnya lagi, pandangan Tuan muda itu langsung melihat ke arah seluruh tubuh Jenny, yang hanya mengenakan pakaian begitu minim. Bahkan celana dalam Jenny nampak kelihatan, punggung bagian bawah Jenny juga kelihatan.
"Ayo Tuan, kita langsung saja masuk ke dalam kamar mandi! Biar bisa segera saya mandikan! Saya takut kalau nanti kena amukan Nyonya lagi!" titah Jenny seraya bangkit berdiri
Vector yang melihat tubuh pelayannya yang semakin terlihat sexy saat berdiri hanya bisa menelan ludahnya yang kelu berkali kali, bahkan jakunnya juga terlihat naik turun.
"Bagaimana ini?" gumam Vector dalam hatinya sembari melihat ke arah celananya.
"
kalo berkenan mampir juga ya😉