Dark romance !!
Cewek polos lugu x gangster kejam bengis !!
Tidak untuk anak-anak, ada adegan spicy !!
Latar belakang luar negeri, dengan nilai moral berbeda yang Indonesia.
Rosalie Ivy Dhelpine, seorang wanita cantik yatim piatu yang tidak memiliki keluarga, dan hidup dalam kemiskinan. Suatu malam dia di usir dan di cerai oleh suaminya, setelah melahirkan anak untuk Keluarga Cornelius.
Rosalie terpaksa pergi tanpa sepeser uang, tanpa rumah dan hanya sendirian. Di tengah udara malam yang dingin, seseorang tiba-tiba mendatanginya, dan menodongkan pistol ke arah kepalanya.
“Jadi ibu susu dan perawat untuk anakku, atau mati disini ?!” Ancam lelaki itu dan membawa paksa Rosalie ke rumahnya karena menolak perintahnya.
Anehnya, Aurelion, putra sang pria kejam itu justru menyukai Rosalie, dan menerima wanita itu. Bahkan Aurelion cocok dengan ASI yang diberikan Rosalie, hingga membentuk hubungan tak kasat mata antara Rosalie dan Aurelion.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agnes Fetrika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
11. bekal dari Rosalie
Rosalie mengajak Aurelion di taman, untuk berjemur di pagi hari. Bayi itu terlihat memandangi sekeliling, beberapa tanaman bunga-bunga yang berwarna-warni terlihat sangat indah, sementara pakaiannya sengaja di lepas, agar kulitnya bisa menyerap sinar matahari yang bagus untuk tubuhnya.
Rosalie menatap Aurelion yang mulai tumbuh dengan sehat, tubuhnya mulai berisi akibat asupan susu yang selalu di berikan Rosalie secara rutin. Rosalie tersenyum senang, mengamati wajah manis nan menggemaskan putranya itu.
Disisi lain.
Jude yang hendak pergi berangkat bekerja, tiba-tiba seorang pelayan (Bukan Nia) mendatanginya dengan sopan, dan memberikan sebuah kotak makanan, lalu berbicara dengan sopan.
“Tuan Jude, tadi Nyonya Rosalie menitipkan ini pada saya, untuk di berikan pada tuan.” Ujar pelayan itu, menyerahkan kotak makanan.
Jude menerimanya dengan perasaan bingung, “Apa ini ??” Tanyanya dengan curiga.
“Nyonya Rosalie, membuat bekal makan siang untuk anda tuan.”
Jude kemudian membuka kotak bekal itu, terlihat roti sandwich yang berisikan telur, bacon, dan juga sayuran hijau, di potong menjadi dua. Lalu beberapa butir buah anggur, juga kentang goreng yang di sediakan. Lengkap dengan sebuah kertas yang bertuliskan beberapa kalimat.
Semangat bekerja Tuan Jude.
Aurelion menunggu anda disini.
Sebuah kalimat yang tertulis di sana, Jude tersenyum kecil. Dia menyadari sesuatu dari tulisan itu, di antara kata Aurelion dan menunggu, terdapat tulisan kecil yang masih bisa dia baca.
Ada kata ‘dan aku’ dengan huruf yang sangat kecil, seakan sengaja agar Jude tidak bisa membacanya. Lelaki itu terkekeh pelan, dia menutup kotak bekal itu. Sang pelayan sedikit bingung, takut juga karena ekspresi Jude berubah.
Tadi lelaki itu terlihat dingin, dan datar, kini memperlihatkan senyuman kecil yang menunjukkan sedikit rasa senang, yang dia rasakan.
“Terima kasih, katakan kepada Rosalie, aku mungkin tidak pulang untuk makan siang.”
“Baik tuan.”
Pelayan itu perlahan ikut tersenyum, merasakan sisi yang berubah dari atasannya yang mulai menunjukkan ekspresi yang jarang sekali dia tunjukkan. Jude lalu pergi dari sana, dengan langkah yang terasa lebih ringan dari sebelumnya.
...
“Apa ?! Ka.. Kau bercanda ?!”
“Tidak tuan, bahkan semua pelayan dan orang-orang yang bekerja disini memanggilnya dengan sebutan ‘Nyonya’.”
Terdengar geraman di sana, Nia mendengarkan suara rendah dan lirih, tapi memberikan penekanan.
“Segera selesaikan tugasmu, dan kembali kesini !! Lalu tunjukkan hasil rekaman dari kamera pengawas di bajumu !!”
“Baik tuan.”
...
Jam menunjukkan pukul 12 siang, Rosalie yang sudah selesai meny*sui Aurelion, kini menaruh bayi mungil yang tertidur pulas itu di dalam box bayinya.
Dia sudah terbiasa menaruh Aurelion sendiri di dalam kamar, saat jam makan siang. Tapi entah kenapa hari ini, perasaannya tidak nyaman. Haruskah dia membawa makanan kesini ?? Tapi jika ada bau makanan, di ruangan ini, dia takut Jude akan marah.
Karena bau makanan akan mengundang tikus atau hewan lainnya masuk ke dalam. Di sela rasa bingung itu, tiba-tiba saja seseorang mengetuk pintu kamar, dan membuka pintunya.
“Nyonya Rosalie, anda bisa makan siang sekarang. Tuan Jude tidak akan pulang siang ini, karena ada meeting dengan para pemegang saham.” Ujar Alendo mengingatkan Rosalie untuk jadwal makan siang, agar tidak terlambat.
Rosalie tersenyum saat melihat Alendo.
“Alendo, bisa aku meminta tolong padamu ??” Ujar Rosalie, membuat Alendo bingung.
“Ada apa, Nyonya ??”
“Bisakah kau menjaga kamar ini, selagi aku makan siang ?? Entah kenapa firasatku sedikit tidak nyaman saat ini, jika meninggalkan putraku sendiri.”
Alendo menganggukkan kepalanya, “Baik Nyonya, saya akan mengawasi ruangan ini.”
Hubungan batinnya sangat kuat, bahkan bisa membaca sesuatu yang akan terjadi ke depannya batin Alendo, dia tahu jika Nia sedang berusaha melakukan rencananya, dan mungkin itulah yang di rasakan oleh Rosalie.
“Baiklah, terima kasih Alendo.” Ujar Rosalie, dia kemudian melangkahkan kakinya ke arah pintu, Alendo membukakan pintu itu untuk atasannya. Dan setelah Rosalie keluar dari kamar, barulah Alendo masuk ke dalam kamar bayi itu.
Rosalie melangkahkan kakinya ke arah meja makan, yang sudah tersedia beberapa makanan dengan porsi agak besar. Di masa meny*sui seperti ini, Rosalie makan dengan porsi cukup besar, jadilah Jude memberikan porsi jumbo untuk makan pagi, siang dan malamnya.
Rosalie duduk dengan anggun, dan mulai menikmati makanannya, dengan mengambil beberapa masakan di depannya, dan memasukkannya ke dalam piring di depannya.
Sementara di kamar, Alendo sengaja bersembunyi di dalam kamar mandi dengan waktu yang lama, dan benar saja. Pintu kamar bayi itu terbuka, membuat Alendo menahan nafasnya di dalam. Dia bahkan sengaja menyalakan shower di dalam, agar Nia tidak curiga atau panik. Sebaliknya Alendo sengaja membiarkan Nia melaksanakan rencananya.
Nia berdiri di depan box bayi itu, menyiapkan sebuah pinset dan plastik kecil. Dengan perlahan, dia segera meraih salah satu helai rambut bayi itu dengan pinset.
Lalu suara shower itu seketika berhenti, membuat detak jantung Nia berdegup lebih kencang, dengan perlahan dia mencabut salah satu rambut, membuat ekspresi Aurelion yang tadinya tidur tenang, kini sedikit berubah.
Nia menahan nafasnya, dan tubuhnya membeku, tapi kemudian Aurelion kembali tenang. Nia menghela nafas lega, dan memasukkan sehelai rambut itu ke dalam plastik. Dan memasukkan alat-alat itu ke dalam sakunya.
Lalu suara gagang pintu kamar mandi bergerak, dan terbuka secara perlahan, hingga sosok Alendo keluar dengan ekspresi seolah-olah baru saja mencuci mukanya di shower. Dia keluar dan menatap bingung ke arah Nia yang berpura-pura sedang merapikan beberapa boneka di pojokan.
“Nia ??”
“Eh ?? Iya ??” Nia menoleh dan tersenyum kecil, seakan tidak ada apapun.
“Apa yang kau lakukan disini ??”
“Err menata boneka ??”
Alendo tertawa di dalam hatinya, dia merasa Nia adalah perempuan yang kurang cerdik dalam mempertahankan ekspresi. Lihat saja, Alendo masih bisa menatap wajah gugup di depannya, tapi dia bertingkah seolah percaya pada perkataannya.
“Begitu ?? Tapi bukannya aku sudah mengatakan untuk tidak masuk ke dalam, jika ada Tuan Muda Aurelion di sini ??” Ujar Alendo sekilas sedikit tidak suka dengan keberadaan dari Nia di dalam kamar.
“Maafkan aku, tapi disini aku juga ingin berpamitan sebentar dengan Nyonya Rosalie dan Tuan Jude.”
“Kenapa ??”
“Keluargaku sakit, dan memintaku untuk menjenguk mereka di kampung halaman.”
Tatapan Alendo menyipit, “Bukankah kau baru saja datang dan masuk ?? Kenapa tiba-tiba kau ijin keluar begitu saja ??”
“Maafkan aku, tapi ini di luar kendali saya.” Ujar Nia menundukkan wajahnya, Alendo menghela nafasnya berat.
“Kapan kau akan keluar ??”
“Jika boleh, sore ini.”
“Hmm~ Katakan saja pada Tuan Jude nanti sore, saat dia pulang bekerja.” Ujar Alendo, membuat Nia mengangkat wajahnya dan tersenyum kecil.
“Terima kasih.”
🩷🩵🩷🩵🩷🩵🩷
Ciee Jude mulai salah tingkah nih, di kasih bekal sama ayang Rosalie 😏😏
Nah, Nia sudah berhasil melaksanakan tugasnya, gimana ya reaksi si Ernes itu, kalau tahu Rosalie dapat jabatan sebagai Nyonya di rumah Jude 😏😏
tapi kasian juga harret hidup tanpa ayah, jdi gimana nih thor, 😔
anak jude tumbuh sehat karena dipenuhi semua kebutuhan ny lagian rosaline juga bahagia tinggal dsana