Sinopsis: Mati konyol akibat tersedak tutup pulpen saat mencoba pamer trik sulap di depan kucingnya, Raditya dilempar oleh Dewa Administrasi yang burnout ke Aethelgard—dunia fantasi purba yang super kejam dan mematikan.
Bukannya dibekali pedang suci atau sihir penghancur masal, Raditya hanya diberi sebuah Sistem Survival yang hobi menghujat, bermulut sarkas, dan gemar memberikan hadiah absurd seperti panci aluminium. Tanpa kemampuan bertarung, Raditya terpaksa mengandalkan logika Bumi yang pas-pasan, keberuntungan yang aneh, dan adu bacot dengan sistemnya sendiri demi tidak mati untuk kedua kalinya di dasar rantai makanan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon D'Silent Novel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 25: Perjalanan Bisnis ke Luar Kota
Pagi hari di Oakhaven terasa sangat kontras. Di satu sisi, keramaian pasar masih menggila, namun di depan Warkop Sachet, suasana justru tampak sibuk dengan aktivitas pengepakan. Raditya berdiri di depan cermin sistemnya, menatap barisan statistik yang melayang di udara.
Ding!
[Status Profil Manajer Grosir v4.0]:
Nama: Raditya.
Level: 22.
Saldo Poin Survival: 5.850 Poin.
Gelar Aktif (Total 12): [Manajer Grosir Sachet], [Pedagang Licik yang Berguna], [Pedagang Sayur Berbahaya], [Manajer yang Mengubah Musibah Menjadi Profit], [Dewa Penukar Racun Menjadi Cuan], [Penyeduh Kopi yang Diberkati Kebetulan], [Pemasak Anti-Diare], [Pencipta Kopi Pedas Tanpa Sengaja], [Orang yang Membuat Musuh Mengeluarkan Modal untuk Keuntungan Kita], [Arsitek Kehancuran Reputasi Lawan melalui Media Kopi], [Duta Besar Kopi Sachet Lintas Wilayah] (Baru!), dan [Menantu Baron yang Terlalu Banyak Gaya].
Raditya memperhatikan deretan gelar yang kini menutupi separuh pandangannya. "Sistem, jelaskan manfaat dari gelar-gelar absurd ini selain sekadar pajangan di daftar status."
Ding!
[Komentar Sistem v4.0]:
Sarkasme Sistem: Jangan meremehkan estetika, Manajer. Setiap gelar memberikan aura pasif. Gelar [Pedagang Licik yang Berguna] membuat NPC pedagang lain cenderung memberi diskon 5% karena mereka takut Anda kerjai. [Duta Besar Kopi Sachet Lintas Wilayah] memberikan bonus karisma +20 saat bernegosiasi dengan penguasa wilayah baru. Sedangkan [Menantu Baron yang Terlalu Banyak Gaya]? Itu memberikan buff perlindungan hukum otomatis—setiap ksatria yang ingin menahan Anda akan berpikir dua kali karena takut berurusan dengan putri sang Baron. Anda bukan lagi pedagang biasa, Anda adalah bencana berjalan dengan hak imunitas diplomatik.
"Menarik," gumam Raditya sambil mengunci pintu kedai.
Di sampingnya, Nona Lira tampak sedang mengunci kotak penyimpan tongkat sihirnya. Dia memutuskan ikut bukan tanpa alasan. Setelah mencicipi sachet mi instan dan es teh tarik, Lira menyadari bahwa dunianya yang dulu berfokus pada mantra sihir yang membosankan kini terasa hambar. Dia secara resmi telah menjadi 'asisten operasional' yang terikat kontrak profesional—setengah dipaksa, setengah terobsesi dengan rasa sachet Bumi.
"Lira, kau yakin mau ikut?" tanya Raditya. "Dunia di luar sana tidak punya Lady Vivienne untuk menawar harga."
"Aku ikut karena kau berjanji akan membekali seluruh perjalananku dengan stok mi instan kornet," sahut Lira tegas. "Lagipula, tanpa sihir pendeteksi racun atau perisai daruratku, kedaimu yang gila ini mungkin sudah dibakar oleh serikat pedagang lain seminggu yang lalu. Anggap saja aku adalah asuransi kesehatan berjalan."
Raditya tersenyum. Kehadiran Lira memang sangat membantu, terutama untuk menetralkan situasi saat pelanggan mulai terlalu 'bersemangat' dengan kopi buatannya.
Mereka meninggalkan Oakhaven dengan kereta kuda besar yang ditarik oleh dua ekor Kuda Angin. Di dalam kereta, ribuan sachet kopi, teh, dan mi instan bertumpuk rapi. Misinya sederhana: memonopoli pasar minuman di kota pelabuhan besar, Azure Coast.
Di tengah hutan belantara, mereka dihadang oleh sekelompok bandit jalanan yang merasa diri mereka adalah penguasa jalur perdagangan.
"Berhenti! Serahkan semua barang berharga, atau nyawa kalian melayang!" teriak pemimpin bandit yang tampak sangat tidak terurus, matanya menatap rakus ke arah kotak-kotak kayu di kereta.
Raditya tidak turun dari kereta. Dia hanya membuka jendela kecil, mengeluarkan segenggam sachet Kopi Hitam Instan, dan melemparkannya ke arah para bandit. "Kalian terlihat sangat lelah dan kurang kafein. Ini, seduh sendiri kalau ingin berdebar jantungnya dengan cara yang benar."
Para bandit itu kebingungan. Namun, aroma kopi yang menguar dari sachet itu begitu kuat hingga mereka lupa akan niat merampok. Mereka membuka sachet itu, mencium aromanya, lalu... mereka malah berhenti merampok dan mulai berebut menyeduh kopi di api unggun mereka sendiri.
"Wah, rasanya enak sekali! Lebih baik daripada ramuan energi yang biasa kami curi!" teriak salah satu bandit.
"Lupakan merampok! Ayo kita buka kedai kopi sendiri di sini!" teriak bandit lainnya.
Ding!
[Sistem v4.0 Memberikan Komentar]:
Sarkasme Sistem: Luar biasa. Anda baru saja melakukan transmutasi perampok menjadi franchisee tidak resmi. Efek pasif dari gelar [Duta Besar Kopi Sachet Lintas Wilayah] membuat mereka secara otomatis menganggap Anda sebagai 'guru besar perkopian'. Anda benar-benar seorang pedagang yang sangat efisien dalam mengurangi tingkat kriminalitas melalui adiksi kafein. Selamat.
Raditya tertawa keras. "Lihat, Lira? Kekuatan sachet tidak mengenal faksi. Semuanya tunduk pada kenikmatan instan."
Lira hanya bisa geleng-geleng kepala. "Kau memang gila, Raditya. Tapi setidaknya, sekarang kita punya pengawal pribadi yang terobsesi dengan kopi."
Saat kereta mereka terus melaju menuju cakrawala, Raditya tahu bahwa ekspansi ini hanyalah permulaan. Dengan gelar baru dan saldo poin yang melimpah, dia tidak hanya ingin menjadi pedagang, dia ingin menjadi tangan tak terlihat yang mengendalikan ekonomi seluruh dunia Aethelgard melalui perut penduduknya.