NovelToon NovelToon
Diremehkan Kakaknya, Kunikahi Adiknya

Diremehkan Kakaknya, Kunikahi Adiknya

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Pengantin Pengganti / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cinta Seiring Waktu / Identitas Tersembunyi / Keluarga
Popularitas:220.5k
Nilai: 5
Nama Author: uutami

“Kamu mau lamar aku cuma dengan modal motor butut itu?”
Nada suara Dewi tajam, nyaris seperti pisau yang sengaja diasah. Tangannya terlipat di dada, dagunya terangkat, matanya meneliti Yuda dari ujung kepala sampai ujung kaki—seolah sedang menilai barang diskonan di etalase.

"Sorry, ya. Kamu mending sama adikku saja, Ning. Dia lebih cocok sama kamu. Kalian selevel, beda sama aku. Aku kerja kantoran, enggak level sama kamu yang cuma tukang ojek," sambungnya semakin merendahkan.

"Kamu bakal nyesel nolak aku, Wi. oke. Aku melamar Ning."

Yuda tersenyum lebih lembut pada gadis yang tak sempurna itu. Gadis berwajah kalem yang kakinya cacat karena sebuah kecelakaan.

"Ning, ayo nikah sama Mas."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon uutami, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 35

“Mas, tadi Ning ditanyain Bu Siti…” suara Ning terdengar pelan begitu Yuda baru saja menutup pintu kontrakan.

Yuda yang sedang melepas jam tangannya refleks menoleh. “Ditanyain apa?”

Ning berjalan pelan mendekat, kruknya berbunyi pelan di lantai. “Katanya rumah kita sering ada tamu. Kadang subuh, kadang malam. Ning sampai bingung, soalnya Ning enggak pernah lihat siapa-siapa.”

Jantung Yuda berdegup lebih cepat. Sekejap wajahnya berubah, alisnya terangkat, tangannya berhenti bergerak. Dalam kepalanya, bayangan pelayan khusus yang datang silih berganti untuk membersihkan rumah dan memastikan Ning aman berkelebat cepat.

“Oh… itu,” katanya sedikit terlalu cepat, lalu terkekeh kecil, pura-pura santai. “Itu... Teman-teman komunitas Mas di ojek. Mereka memang suka kemari kok.”

Ning menatapnya beberapa detik, seolah menimbang-nimbang. “Subuh-subuh? Ning kok enggak tau ya.”

Yuda mengusap tengkuknya, berpura-pura berpikir. “Iya, itu... Kayaknya pas ini deh. pinjem duit. Kamu lagi tidur. Mas enggak enak mau bangunin kamu.”

Pipi Ning bersemu merah, "Itu kan karena mas minta abis subuhan..."

Yuda terkekeh kecil. "Dingin dek. Jadi ya..." yuda melirik sambil menggaruk rambut belakang. "Udahlah enggak usah dipikir yang itu.."

Ning tersenyum tipis. “Ning kepikiran karena bu Siti tanya. Ning aja enggak tau, tapi tetangga malah tau.”

"Tetangga rese tuh, kepo banget."

Ning tertawa seraya memukul lengan suaminya pelan. Begitu saja, tak ada lagi yang di bahas. Dan Yuda menghembuskan napas lega dalam diam. Ia mendekat, meraih tangan Ning. “Kalau nanti tetangga tanyain lagi, bilang aja teman ojek mas gitu. Teman mas kan banyak dimana.”

Ning mengangguk pelan. “Iya, Mas. Ning percaya sama Mas.”

Kalimat itu seperti menampar dan menenangkan Yuda sekaligus. Ia tersenyum, tapi dalam hati bertekad, aku harus lebih hati-hati. "Sialan Bu Siti. Harus diapain dia? Lama-lama malah bocor juga dia..."

****

Malam itu, saat mereka duduk berdampingan di sofa, Yuda tiba-tiba berkata, “Ning, besok Mas mau ajak kamu ke dokter.”

Ning langsung menoleh. “Dokter? Buat apa?”

“Periksa kaki kamu.”

Ning menghela napas pelan, bahunya sedikit turun. “Mas… buat apa? Dari dulu juga hasilnya sama. susah disembuhin. Mending duitnya buat yang lain.”

Yuda menatapnya serius. “Itu dulu. Sekarang teknologinya beda. Dokter juga beda dari yang kemarin. Lagian, enggak ada mending-mendingan. Yang bener, kakimu dibawa ke dokter.”

Ning terdiam. Ada lelah di matanya. “Ke dokter butuh biaya enggak sedikit, Mas.”

Yuda menggenggam tangannya lebih erat. “Enggak. Sekarang ada layanan dari pemerintah yang lebih murah, gratis malah. Di pangkalan, Mas ada kenalan dokter, waktu mas cerita kaki kamu, dia tertarik banget. Kebetulan, dia lagi butuh pasien buat praktek.”

Keheningan menggantung beberapa detik.

"Gratis kata nya."

Diam lagi, lalu Ning mengangguk pelan. “Ya sudah. Kalau Mas mau, Ning ikut.”

Senyum Yuda merekah. “Terima kasih.”

***

Esok paginya.

Rumah sakit itu besar dan terang. Ning harus menjalani berbagai pemeriksaan: rontgen, MRI, hingga konsultasi dengan dokter ortopedi senior. Yuda setia duduk di sampingnya, tak sekalipun meninggalkannya.

Setelah hampir seharian, dokter menutup map di tangannya. “Kondisi kaki Ibu Ning memang mengalami kerusakan saraf dan tulang akibat kecelakaan dulu. Tapi… masih ada harapan.”

Ning menegang. “Harapan?”

“Dengan operasi bertahap dan terapi intensif, peluang untuk membaik cukup besar. Tidak instan, tapi bukan mustahil.”

Mata Ning berkaca-kaca. Ia menoleh ke Yuda yang tersenyum lebar, matanya penuh keyakinan.

“Kita jalani,” kata Yuda tegas.

Ning mengangguk, air matanya jatuh tanpa suara. Setelah dua tahun, harapan itu terasa nyata.

*****

Di tempat lain, Dewi menangis histeris di hadapan Bu Sumi.

“Mas Ridho jahat, Bu! Dia enggak percaya sama aku. Harusnya ini kabar bahagia!” ratap Dewi sambil memeluk bantal.

Bu Sumi mengusap dada, kesal bercampur khawatir. “Ya Allah… kok bisa begitu. Kamu itu istrinya. Kehamilan pertama ini, dia harusnya bahagia.”

"Enggak tau, buk. Mas Ridho udah berubah."

Bu Sumi mengepalkan tangan, "Kenapa dia bisa berubah?"

“Itu semua karena Ning!” Dewi mendongak. “Sejak ketemu dia, Mas Ridho berubah!”

Bu Sumi langsung berdiri. “Apa? Ning? Anak itu lagi. Padahal dia udah nikah sama tukang ojek. Masih aja mau ganggu kebahagiaan kamu!"

Dewi menangis semakin mendramatisir.

"Ibu enggak akan diam saja. Ibu mau ngomong sama Bu Pur,” katanya. "Setelah ini, kita selesaikan urusan sama perempuan nakal itu!"

Di rumah Bu Pur, suasana jauh lebih tenang. Bu Pur menyuguhkan teh hangat sambil mendengarkan cerita Bu Sumi yang menggebu-gebu.

"Ibu besan udah dengar kalau Dewi hamil?"

"hamil?"

"iya!" ucap Bu Sumi menggebu seraya menunjukan tespack Dewi.

Bu Pur hanya diam, datar saja.

"Dewi hamil anak Ridho! Cucu kita! Tapi, apa reaksi Ridho?" bu Sumi makin menggebu. “Bu Pur harus bicara sama Ridho. Masa istrinya hamil malah dicurigai.”

Bu Pur mengangguk pelan. “Kenapa Ridho sampai curiga? Apa yang bikin Ridho curiga? Apa yang dewi lakukan?”

“Loh, kok malah ke Dewi sih?” suara Bu Sumi meninggi. “Yang bermasalah itu Ridho! Ridho begitu habis ketemu sama Si anak pelakor itu! Ning!”

Bu Pur tersenyum tipis. “Loh bukannya itu anak ibu juga?”

"Bukan!" bu sumi mendelik, "Dia bukan anak ku, cuma anak haram yang terpaksa aku tampung karena suami! Dia cuma bawa sial aja! Buktinya sekarang! Gara-gara dia, Ridho enggak percaya lagi sama istrinya. Ibu besam harus ambil tindakan!"

Bu Pur sebenarnya malas menanggapi, tapi sudalah, dia dengarkan saja.

Suara mobil berhenti terdengar di garasi rumahnya.

"Itu... Suara mobil Mas Ridho," kata Dewi.

Tak lama, Ridho masuk. Wajahnya lelah, tapi sorot matanya dingin.

Begitu masuk, ia langsung dicecar.

“Ridho, kamu kenapa ke Dewi?” tanya Bu Sumi tajam.

“Ibu dengar Dewi hamil anakmu,” sambung Bu Pur. "Benar? Kamu enggak kasih tau ibu."

Ridho meletakkan kunci, lalu menatap mereka satu per satu. “Kata Dewi begitu. Dia hamil.”

Dewi tersentak. “Mas… Aku memang hamil.”

“Kalau begitu,” kata Ridho datar. “Ayo USG sekarang. Ibu berdua sekalian, ikut saja. Biar jelas kondisi bayinya.”

Bu Sumi tampak lega. “Nah, itu baru benar.”

Bu Pur mengangguk setuju.

Hanya Dewi yang pucat. Tangannya mengepal, jantungnya berdegup tak karuan. Ia tahu, itu bukan ajakan tulus. Itu jebakan.

Ridho menatapnya lama, tatapan yang membuat Dewi takut.

1
Ariany Sudjana
katanya keluarga konglomerat, tapi buat terapi Ranu, kok harus sama Ning? kan bisa bawa ke rumah sakit, dan terapi sama dokter. kalau gini jangan salah kalau Yuda bercerai dengan Ning, karena kehadiran Ranu
Yensi Juniarti
caba tor sesekali kasih paham ranunya biar GK selalu bergantung sama bini orang...
jengkelin saya bacanya 🙏🙏🙏
Yensi Juniarti
hati hati yud...
sipat egois itu bisa menghancurkan segalanya...
hanya karena kakak mu Ranu km mengorbankan kebahagiaan km sendiri dan istrimu...
🥰Ary Ambar Kurniasari Surya🥰
ceritanya kok smakin gak asik gini, knp hrs ning yg terapis kan banyak d9kter dkk nya, kok kesanya ning yg hrs dikorbankan, cerita apa ini, kok rmh tangga yuda dan ning yg hrs dirahasiakan in knp, aneh in cerita, mulek udh mulai gak asik, mau hapus ae
muthia
ibunya egois😭
nunik rahyuni
knp smasih saja di jadikan umpan...kasiankau ning...
klo tentang yuda apkh bukan ank kandung ya kok katanya pewaris sesungguhnya sdh sadar🤔🤔🤔🤔
dan apa yg di lakukan ortunya seolah2 g terlalu memikirkan perasaan kening dan yuda...🤔🤔🤔jd seolah olah yuda balas budi betul g ya
Arin
Nah kan semangat Ranu buat sembuh makin besar itu bagus.....
Tapi semangat dia itu karena jatuh cinta ke Ning yang mendorong untuk segera bangkit lagi. Mending kasih tau sekarang, daripada semakin dalam dia jatuh cinta ke Ning....
Sri Rahayu
wah gawat kl Ranu jatuh cinta sama Ning...nanti bisa berantem sama Yuda 🤩🤩🤩...tp cinta nya Ning kan buat Yuda😍😍😍...lanjut Thorr😘😘😘
Nifatul Masruro Hikari Masaru
kasian yuda
nunik rahyuni
rasa rasanya kok sebel aq sm yuda sekelg..
ning ayo pulang kermh q saja jgn mqu sam yuda lg kli yuda g bisa tegas dan jujur
Agunk Setyawan
anggun ini orang tua egois
mama
sumpah,..aq berharap setengah kebohongan terungkapkan ning pergi jauh biar anggun dan Yuda kelimpungan nyari.. klu perlu yg jauuuh sekalian ning..biar Yuda kepook,greget sm author ny juga dari kmrin gantung ajj ni cerita gk ndang sat set,.kmrin aj soal pk tio sat set sekarang makin kesini mkin greget
Sri Rahayu
kamu hrs ngomong ma mama mu Yuda...Ning istri mu tdk bisa terus menerus mengurus Ranu....mama nya jg gitu....uda saatnya kshtau Ranu kl Ning istrinya Yuda 🙃🙃🙃...lanjut Thorr😘😘😘
Ma Em
Mama Anggun juga Yuda lbh baik bilang terus terang sama Ranu bahwa Ning adalah salah strinya Yuda ,daripada ditutupi malah nanti Nanti malah jadi ribet .
sutiasih kasih
mm anggun... gmn sih... kn ning sdh mnikah... dan suami ning jg ankmu...
jujurlah mulai skrg mm anghun n yuda... jgn lah kalian jdikn ning umpan...
ranu jga jdi manusia kok g tau diri... klo mau smbuh kn g harus sll ning yg mndampingi terapi...🙄🙄
Nana Geulise
mama anggun salah kalau tetap menyembunyikan semuanya terhadap ning..jgn muntang2 ranu br bangun dr koma yuda dan ning yg menderita.yuda juga harus jujur kalau g mau kehilangan ning..
Arin
Mama Anggun-Yuda cobalah jujur. Apa perlu Ning yang kasih tau Ranu tentang status Ning dan Yuda. Ranu dulu cuma kasih pesan cari orang yang telah di tabrak karena merasa bersalah. Kalau sekarang Yuda menikahi Ning apa salahnya???
bibuk Hannan & Afnan: iya ih gregettttt gemesh banget sama mama Anggun dan Yudha knp gak jujur aja sedari awal Ranu sadar dr koma wkt ngenalin Ning dgn status yg sebenarnya klo Ning istrinya Yudha,
ini kak othornya pinter banget dah ahhhh bikin para reader penasaran gregettttt,
total 1 replies
Asiu Asiu
bikin ning nya pergi ninggalin yuda .
setelah ning tahu ning hamil anak yuda.
ning kecewa sama yuda karna tidak bisa tegas sama ranu juga mama nya...
sunaryati jarum
Jadi males baca
sunaryati jarum
Sekali lagi jika rumah tangga Ning dan Yuda hancur emak kecewa , padahal Ning sudah memberi signal tidak suka pada Ranu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!