cewek kere, apes, mulut pedas ketiban rejeki nomplok karena ketabrak CEO ganteng
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fira Lmj, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Godaan sebelum Hari H
Dimas Anggara kini tengah sampai di kantor Aditama Group, terlihat Mr Thomas dan juga sekretarisnya Nadia kini nampak sedang asik mengobrol dengan Hendra dan juga papa Leonel.
" Selamat siang Mr Thomas" ucap Dimas sambil tersenyum
" Selamat siang Mr Dimas, senang bisa bertemu lagi dengan anda" ucap Mr Thomas
" Saya juga senang bisa berjumpa lagi dengan anda Mr Thomas, silahkan duduk" ucap Dimas
" Oh ya tadi ayah anda memberitahukan saya kabar pernikahan anda yang akan di laksanakan Minggu depan" ucap Mr Thomas
" Iya Mr Thomas, saya mengharapkan kehadiran anda dan juga istri anda di hari bahagia saya Minggu depan Mr." ucap Dimas
" Baik Mr, saya dan juga istri saya akan datang di acara bahagia anda, sekali lagi selamat" ucap Mr Thomas dengan berjabat tangan dengan Dimas Anggara
Setelah 1 jam kemudian kini Mr Thomas beserta sekertarisnya telah meninggalkan kantor Aditama.
Di dalam ruangan kini hanya tersisa Leonel, Dimas, Bagas dan juga Hendra. Mereka kini nampak sibuk mengerjakan deadline kerajaan mereka untuk 1 Minggu kedepan.
Karena akhir Minggu ini acara pernikahan Dimas dan Azizah akan berlangsung, dan pekerjaan mereka harus selesai sebelum acara tersebut terlaksana.
" Dimas yang nikah aku yang sengsara" gumam Hendra sambil mengacak-acak rambutnya.
"Eghemmm... Fokus kerjanya" ucap Dimas
Hendra menjawab ucapan Dimas hanya dengan delikan mata.
Sedangkan Bagas dan Leonel kini telah berpindah tempat ke ruangan mereka sendiri.
Kriiing.... Kring....
Suara dering ponsel milik Dimas memecahkan keheningan yang melanda, terpampang jelas nama mama Casandra yang kini tengah menghubunginya.
" Heem..." ucap Dimas
" Dimas, cepat ke sini mama dan Azizah sedang ada di toko perhiasan buat cari cincin pertunangan plus pernikahan kalian" ucap mama Casandra
" Maaa aku sedang sibuk ada deadline kerjaan yang harus aku selesaikan sebelum hari pernikahanku ma" ucap Dimas
" Dimas mama tidak tau ukuran jarimu seberapa mama takut cincinnya gak muat sama jarimu" ucap Casandra
" Pilih saja yang menurut mama cocok buatku ma, nanti kalau gak muat ya beli lagi" ucap Dimas dengan entengnya
" Ya sudah mas pakai jari tanganmu saja untuk mewakili anak saya mengukur cincin pernikahan ini" ucap Casandra kepada pelayan toko perhiasan tersebut
" Iya ma pakek jari mas ini saja toh dia juga masih muda dan ganteng" ucap Azizah
" Mbaknya juga cantik kok, cantik banget malah jangankan mewakili mencoba cincin ini mewakili ijab qobul pun aku siap mbak" ucap pelayan tersebut
Mendengar ucapan seseorang dari sambungan telepon tersebut, yang dengan terang-terangan menggoda Azizah membuat emosi Dimas seketika meledak.
" Sharelok sekarang!" ucap Dimas
" Gak usah nak, pelayan ini saja sudah cukup" ucap Casandra yang sudah mengerti bahwa Dimas kini di landa kecemburuan
"Sherlock sekarang mama!" ucap Dimas sambil menyambar kunci mobil dan meninggalkan pekerjaannya begitu saja
" WOI..!!! Mau kemana Lo! Kerjaan masih tinggal segunung jangan berani-berani kabur dari tanggung jawab!" ucap Hendra
Tapi Dimas terus berjalan keluar dari ruangan yang menyisakan suara menggelegar Hendra yang terdengar begitu frustasi, sampai sumpah serapah pun di layangkan untuk Dimas si bos durhaka.
" Persetan dengan ucapan Lo Hendra gue gak perduli, masa depan gue sedang di pertaruhkan" ucap Dimas sambil terus berlari menuju parkiran dan segera tancap gas menuju lokasi dimana Casandra dan Azizah kini berada.