Devano Garendra, merasa bosan dengan pernikahannya bersama sang istri hingga membuatnya bermain perempuan di luar sana.
Sebagian Alice, yang baru saja memulai kehidupannya yang baru harus kembali di pertemukan dengan sosok yang cukup lama bersamanya.
Akankah mereka kembali mengulang masa lalu yang pernah di lewati bersama?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tessa Amelia Wahyudi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 03
Rendra sudah duduk di kursi kerjanya, tapi dia belum melihat wujud dari sekertaris-nya itu pagi ini.
Menekan intercom-nya, Rendra menghubungi pihak HRD untuk mencari tau.
"Maaf, Pak. Alice sekertaris baru bapak sudah mengundurkan diri. Saya juga baru menerima surat pengunduran dirinya." jawab pihak HRD tersebut membuat Rendra mencengkram penanya.
"Antarkan ke ruangan saya sekarang!" titahnya tak terbantahkan.
Tatapannya terlihat bagitu tajam, seolah-olah siap untuk menelan siapapun yang berada di depannya saat ini.
Tak lama kemudian,kepala HRD tadi mengantarkan surat pengunduran diri Alice.
Di remasnya surat pengunduran diri tersebut dan dia langsung bergegas meninggalkan ruangan kerjanya saat itu juga.
"Pergi ke komplek Anggrek Ancubic Harmoni, Nomor 21D." titah Rendra setelah mengetahui alamat Alice.
"Baik, Pak." jawab supirnya.
Mereka langsung menuju tempat tujuan setelah melapor lebih dulu. Rendra menekan bel pintu rumah teebajt bahkan mengetuk pintunya juga. Namun tidak ada jawaban apapun dari dalam rumah tersebut.
Mengerti akan kode dari bosnya, membuat sang supir mencari tau informasi tentang pemilik rumah tersebut.
"Bagaimana?" tanya Rendra setelah menunggu supirnya.
"Pihak office bilang, pemilik rumah tersebut menyewa, dan sudah mengembalikan kuncinya. Tidak tau kemana perginya." Rendra marah.
Dia benar-benar marah saat ini. Dulu Alice juga pernah mempermainkannya dan hilang begitu saja saat dia pergi ke Amerika.
Lalu, kini dia mengulangi hal yang sama. "Jika dulu aku membiarkan mu pergi, maka jangan harap kali ini aku membiarkan mu pergi lagi!" gumam Rendra.
Mereka pergi meninggalkan tempat tersebut. Tujuan utamanya kembali ke kantor. "Cari tau dimana keberadaan wanita yang ku kirim ke ponsel mu! namanya Alice. Cari dia dan bawa padaku!" titahnya pada seseorang yang berada di balik teleponnya.
Dia kembali membuka ponselnya, dan melihat foto-foto Alice yang masih tersimpan rapi di ponselnya. Karena selama ini dia tidak pernah benar-benar meninggalkan wanita itu. Hanya saja waktunya tidak tepat untuk dia melawan dulu. Maka dia membiarkan semuanya begitu saja.
"Jangan berpikir kali ini kamu bisa lolos, Alice!" ucapnya marah setelah mengetahui jika wanita itu kembali pergi meninggalkannya.
Pikirannya kembali berputar ke masa lalu.
Flashback
Dulu, 6 tahun yang lalu. Rendra terpaksa meninggalkan sugar baby-nya, Alice karena terpaksa kembali ke Amerika untuk menuruti keinginan papanya.
Tapi sebenarnya, dia tidak pernah benar-benar pergi meninggalkan Alice.
"Gimana, udah ada kabar dari sih om?" tanya Rina saat melihat Alice yang hanya diam di apartemen mewah tempat tinggalnya bersama Rendra.
Alice hanya menggelengkan kepalanya saja. Dia belum mendustakan kabar apapun dari laki-laki beristri tersebut.
"Mungkin nanti ada kabar." timpal Nita yang ikut merasakan kasihan dengan Alice.
Tak lama, ponselnya bergetar menandakan sebuah notifikasi akun bank miliknya, dan sebuah pesan masuk tak lama setelah itu.
"Saya rasa uang itu cukup untuk biaya hidup kamu. Saya tidak tau kapan baru kembali. Tapi kamu bisa tetap tinggal di apartemen selama yang kamu mau!" tulis Rendra dalam pesan tersebut.
Alice hanya bisa menghela nafasnya dengan berat setelah membaca pesan tersebut.
"Apa kata sih, Om?" tanya mereka penasaran.
Alice hanya memberikan ponselnya pada mereka dan membacanya.
"Gila, banyak banget Alice. Sih om kirim lu duit 2M?" gumam mereka tidak percaya melihat itu.
"Lu mau apain duit ini? Terus gimana sama keadaan lu sekarang?" tanya Rina yang merasa kasihan dengan Alice.
"Gak tau, gue gak tau harus gimana." katanya menatap penuh prihatin pada dirinya sendiri.
Beginilah nasib wanita simpanan? Di butuhkan kalaupun dia mau, di tinggalkan sesuka hatinya.
"Jangan sedih. Kita cari sugar Daddy baru gimana?" tanya Nita to the point' membuat Rina melotot ke arahnya.
"Sinting lu ya!" umpatnya pada Nita.
"Gue gak mau jadi wanita simpanan lagi. Gue gak tau harus apa sekarang. Gue-" dia tidak sanggup melanjutkan perkataannya lagi, dan Rina langsung memeluknya di ikuti Nita.
Mereka saling berpelukan memberi semangat untuk teman mereka.
***
Jangan lupa like, komen, dan kasih bintang 🌟🌟🌟🌟🌟 Ya guys 🫶🏼