NovelToon NovelToon
Secon Chance

Secon Chance

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO
Popularitas:711
Nilai: 5
Nama Author: Austrea

Bagaimana jadinya jika kamu mengakhiri sebuah hubungan tanpa sebab lalu meninggalkan kekasihmu begitu saja karena suatu alasan?

Begitu pula dengan Serena, ia meninggalkan kekasih nya begitu saja hanya karena suatu alasan yang kurang jelas. Hingga suatu saat ia melamar pekerjaan disebuah perusahaan ternama milik mantannya dan bahkan saat ini seorang president.

apakah yang akan terjadi pada kehidupan Serena selanjutnya?

guyss mampir yuk, istirahat sebentar dinovel aku❤️❤️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Austrea, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

My Ex¹⁴

Pukul 2 siang.

Serena masih duduk di depan layar komputer.

Jemarinya bergerak pelan di atas keyboard, tetapi pikirannya terasa semakin sulit untuk fokus.

Kepalanya berdenyut hebat sejak tadi.

Baru saat itulah ia teringat bahwa dirinya belum menyentuh makanan sedikit pun sejak pagi.

Pantas saja tubuhnya terasa begitu lemas.

Serena memejamkan mata sejenak, lalu menyandarkan punggungnya ke kursi kerja.

"Kepalaku sakit sekali..." gumamnya lirih.

Pandangannya beralih ke jendela kaca di samping meja.

Pantulan dirinya tampak samar di permukaan kaca yang diterpa cahaya sore.

Wajahnya terlihat pucat.

"Aku harus segera menyerahkan laporan ini sebelum Tuan Dirga marah lagi."

Serena mengembuskan napas pelan sambil memejamkan mata sejenak.

Setelah memastikan berkas di tangannya telah rapi, ia bangkit dari kursi dan berjalan menuju ruang CEO.

Sesampainya di depan ruangan, Serena mengetuk pintu perlahan.

"Masuk."

Suara dingin dari balik pintu segera terdengar.

Serena mendorong pintu dan masuk setelah mendapatkan izin.

Namun, langkahnya seketika terhenti.

Di dalam ruangan itu selain Dirga, terdapat seorang wanita yang belum pernah ia lihat sebelumnya.

Wanita itu memiliki paras yang begitu menawan.

Rambut cokelat terang tergerai rapi di atas bahunya, sementara sepasang mata biru yang indah membuat Serena teringat pada seseorang.

Dirga.

Mereka memiliki warna mata yang sama.

Entah mengapa, pemandangan itu membuat dada Serena terasa sedikit sesak.

"M-maaf mengganggu waktunya, Tuan."

Serena segera menundukkan kepala dan menepis pikirannya.

Dirga tidak memberikan tanggapan.

Pria itu hanya menatapnya tanpa menunjukkan ekspresi apa pun.

Serena melangkah mendekat lalu meletakkan laporan tersebut di atas meja.

"Ini laporan yang sudah saya perbaiki."

Setelah mengatakannya, pandangan Serena tanpa sadar kembali beralih ke wanita yang duduk di samping Dirga.

Wanita itu tampak begitu anggun dan percaya diri.

Sangat berbeda dengannya yang saat ini terlihat pucat dan kelelahan setelah bekerja tanpa henti sejak pagi.

Untuk sesaat, Serena merasa tidak pantas berada di ruangan itu.

Dirga meraih laporan tersebut dan mulai memeriksanya dengan saksama. Ruangan itu seketika menjadi sunyi.

Serena hanya bisa berdiri diam sambil menunggu penilaian pria itu.

Sesekali ia melirik ke arah Dirga yang tengah membaca setiap halaman dengan ekspresi serius.

Beberapa saat kemudian, Dirga menganggukkan kepalanya pelan.

Melihat ekspresi itu, wanita yang duduk di sampingnya tertawa kecil.

Tanpa ragu, wanita tersebut mengulurkan tangan dan mencubit pipi Dirga dengan gemas.

Serena tertegun.

Dirga yang biasanya dingin dan sulit didekati justru tidak menunjukkan tanda-tanda keberatan.

Pria itu menoleh ke arah wanita tersebut lalu tersenyum hangat.

Senyum yang sudah lama tidak pernah Serena lihat.

Dengan lembut, Dirga menggenggam tangan wanita itu dan mengecup punggung tangannya sekilas.

Entah mengapa, dada Serena terasa sesak melihat pemandangan tersebut.

Ia segera mengalihkan pandangannya ke lantai.

"Laporannya sudah bagus."

Suara Dirga membuyarkan pikirannya.

Serena sedikit terkejut lalu mengangguk.

"Kalau begitu, saya permisi, Tuan."

Ia membungkukkan badan singkat sebelum berbalik menuju pintu.

Namun sebelum sempat melangkah lebih jauh, suara Dirga kembali terdengar.

"Tunggu, Serena."

Langkah Serena terhenti.

Dirga menyandarkan tubuhnya ke kursi.

"Bisakah kau membelikan makan siang untuk tunanganku?"

Deg.

Untuk sesaat, Serena merasa seolah kehilangan kemampuan bernapas.

Tunangan.

Satu kata itu menghantamnya jauh lebih keras daripada semua hinaan yang pernah Dirga lontarkan.

Perlahan, pandangannya beralih ke wanita yang duduk di samping pria tersebut.

Wanita itu tampak sempurna.

Cantik, elegan, dan berasal dari dunia yang sama dengan Dirga.

Sementara dirinya...

Serena menggenggam jemarinya erat-erat.

*Tunangan?*

*Jadi... sebentar lagi mereka akan menikah?*

"Serena, kau mendengarku?"

Suara Dirga kembali terdengar, membuyarkan lamunannya.

Serena tersentak.

"A-ah... baik, Tuan. Saya akan membelikannya sekarang."

Ia menundukkan kepala dalam-dalam agar tidak seorang pun melihat perubahan ekspresinya.

Lalu, tanpa berkata apa-apa lagi, Serena segera meninggalkan ruangan tersebut.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

...----------------...

Bersambung.....

Hai para readers kesayangan Author, terimakasih sudah menjadi para pembaca yang setia dan selalu menemani hari² author💞🌹 Love You buat kalian semua yang selalu tinggalkan jejak sehat dan bahagia selalu ya🍃

1
Lenny Utami
kannnnn kannnnn kannn bener....🤭 sok galak
Lenny Utami
ahhh masih cinta itu mah.😌
Lenny Utami
ohhh karena patah hati rupanya...
Lenny Utami
dirga...😬
Lenny Utami
sabar Serena. galaknya Abang satu nii...
Lenny Utami
balas dendam tidak akan menyelesaikan masalah 🤭
Lenny Utami
Serena mau kerja di kebon sawit, dr pada GK dapet² kan..
Lenny Utami
serena😭
Lenny Utami
semangat kaka
Lenny Utami
cantiknya serena
Lenny Utami
dih Dirga emosian🤭
Lenny Utami
sabar dirga sabar, Serena punya alasan tersendiri...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!