NovelToon NovelToon
Membangun Rumah Duka

Membangun Rumah Duka

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami
Popularitas:368
Nilai: 5
Nama Author: Nyta Yulaeha

Vayala seorang gadis berusia 29 tahun yang gagal menikah dengan mantan kekasihnya yang toxic dan memutuskan menikah dengan pria yang baru dikenalnya selama satu bulan.

impiannya membangun rumah tangga yang bahagia nyatanya hanya membangun rumah duka,pria yang terlihat baik,royal dan perhatian itu berubah menjadi kasar,perhitungan dan silent treatment sehingga membuatnya merasa kesepian dan sedih .

bagaimana Vayala menghadapi kehidupan rumah tangga yang membuatnya menderita itu...
apakah ia bisa bahagia dengan laki laki pilihan yang baru dikenalnya itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nyta Yulaeha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11 cincin Nikah

"Sayang daripada kamu dirumah mending ikut denganku bekerja,disana ada tempat wisata bagus dekat kantorku!"seru Mas Bram bersiap siap akan berangkat bekerja.

"memangnya enggak apa apa mas klo aku ikut ?"tanyaku merasa ragu.

"Ga papalah aku kan ke kantor cuma absen aja abis itu kelapangan sama anak buahku buat jualin produk internet itu,gimana?"tanyanya lagi.

"aku mau mas....!!!"sahutku merasa senang bergegas mengganti baju.

Tiba disana mas Bram memintaku untuk menunggunya di ruang tunggu kantor setelah selesai urusannya ia mengajakku ke sebuah tempat wisata yang beronamen cina yang tampak sepi,banyak ruko ruko yang sudah tutup dan hanya beberapa ruko yang buka menjual aksesories cina seperti lampion,baju Shanghai dan sebagainya.

"kita duduk disini sambil menunggu anak buahku,kamu mau makan atau minum apa pesan saja!"ucapnya mengambil beberapa gorengan yang baru saja matang.

Tanpa banyak berfikir akupun hanya memesan minuman segar karena sedaritadi aku merasa haus di tengah cuaca terik matahari.

Beberapa pemuda mengenakan seragam kerja yang sama dengan suamiku menghampiri kami,mereka berbincang bincang dan pergi.

"ayo sayang kita pergi dari sini,aku harus bekerja sekarang!"serunya mengajakku meninggalkan tempat wisata itu.

Kulihat mereka menunggu kami di tepi jalan sambil membawa setumpuk flayer untuk dibagikan."mungkin ini anak buahnya Mas Bram!"ucapku dalam hati yang hanya terdiam saja.

Mas Bram mengawasi anak buahnya menawarkan produk mereka kesetiap rumah kerumah dan ikut membantu menjelaskan.

"kamu liat kan gimana kerjaanku sekarang!"ucap Mas Bram .

"iya mas...!"."kamu coba tawarin juga nih kerumah itu kali mereka mau!"serunya memberiku beberapa flayer.

Aku yang tanpa gengsi mencoba ikut menawarkan produk ke beberapa rumah disana yang membuatku itu cukup sulit membuat orang untuk mempercayai dan mau berlangganan dengan produk yang dijual karena berbanding terbalik dengan aku yang tidak pandai berbicara dengan orang .

Cuaca semakin terik,setelah berkeliling komplek perumahan akhirnya mereka meminta izin kepada Mas Bram untuk beristirahat.

"Mas ..perutku lapar sekali dari pagi blm sempet makan!"ucapku berbicara kepadanya.

"iya nanti kita makan ya...!"sahutnya sambil mengendarai motor kami.

"Mas itu ada warteg..kita makan disitu yuk!"seruku menunjuk warteg yang ada dipinggir jalan.

"jangan disitu mahal...kita cari yang murah murah aja!"sahutnya terus melaju .

Aku menyarankan beberapa tempat makan yang kami lewati ,Mas Bram hanya menjawab nanti dan nanti,entah apa yang dicarinya padahal tempat makan itu bukan restoran mewah atau ternama hanya pajangan lauk yang ada di etalase depan rumah.

"Mas perut aku sudah perih dan haus..kamu mau cari apalagi si..."pekikku merasa pusing dan mual.

"iya iya...Kamu tuh ga sabaran banget si!!"serunya dengan kesal membelokkan stang motornya ke rumah yang menjual lauk pauk dan nasi.

"kamu tunggu disini aja..aku mau pergi sebentar....!".ucapnya bergegas pergi meninggalkanku sendiri di daerah yang tidak aku kenal.

"Sepertinya aku salah kalau harus ikut dengan Mas Bram kalau hanya membuatnya repot!"gumamku dalam hati memesan makan yang paling murah dan tidak lama mas Bram datang untuk menjemput ku dan menyelesaikan pekerjaannya sampai sore hari. ba'ad Maghrib kami pun tiba di rumah,aku segera mandi dan beristirahat dikamar setelah mengikuti Mas Bram seharian bekerja .

Keesokan harinya terdengan bunyi panggilan masuk dari handphoneku.

Vayala apa kabar ini mbak Dewi?

"Owh mbak Dewi alhamdulilah saya baik ..iya mbak ada apa?

Kamu mau ikut kerja nggak jadi SPG Event di tempatku lagi butuhin cuma sebulan aja produk pembalut yang kerjanya hanya di Jumat Sabtu Minggu?

Mau mbak...!!seruku dengan semangat.

Besok datang ke alamat kantor ini ya untuk interviewnya ...nanti bilang aja dari aku infonya..

Mendengar kabar itu aku sangat gembira karena aku ingin sekali punya penghasilan sendiri selain dari uang jajan yang dikasih mas Bram...bukan aku tidak bersyukur tapi sangat tidak enak mengandalkan dari suami yang serba pas Pasan kadang juga kekurangan apalagi Mas Bram tidak terbuka dengan gajinya,mungkin ini kesempatanku...

"Mas aku besok mau interview kerja sebagai SPG event..besok tolong anterin ya...kamu kan libur "ucapku kepadanya yang sedang bersantai menonton televisi.

"memang dimana kantornya?"tanyanya .

"didaerah jakarta...aku enggak tau dimananya tapi sudah dikirim alamatnya ".ucapku.

"kamu naik kereta ajalah,aku cape mau istirahat besok!".

"aku enggak tau tempatnya..lagipula aku enggak terbiasa naek kereta takut kesasar apalagi ke jakarta sendirian"sahutku lagi mencoba membujuknya.

"Hmm..yasudah!".

Dia hanya menjawab singkat dengan wajah seperti terpaksa mau mengantarku,kalau bukan karena aku tidak tau jalan ke jakarta aku tidak akan meminta antar padanya.

Disebuah kantor yang berada di jakarta aku dan Mas Bram tiba disana,terlihat beberapa wanita yang ikut interview pada hari ini,mereka terlihat cantik cantik dan pandai merias diri beda denganku yang memakai riasan apa adanya.

"Bismillah semoga diterima!"ucapku dalam hati melangkah masuk,sedangkan mas Bram menungguku di warung sebelah sambil menikmati rokoknya.

Setelah wawancara aku pun dinyatakan lolos tentunya dengan orang dalam yang sudah merekomendasikan ku .

Akhir bulan aku sudah diharuskan bekerja sesuai dengan kebutuhan toko dalam program event ini.

"gimana kamu mau kerja ...uangku sisa segini....belum buat makan,buat bensinku!"ucapnya pelan mendengar kabarku diterima bekerja .

"Tapi sayang mas klo engga di ambil,gajinya lumayan walau cuma sebulan!"sahutku.

Aku merasa sedih bagaimana bisa Mas Bram berkata seperti itu disaat ada kesempatan untukku menambah penghasilan,aku harus putar otak..

Tiba tiba Mataku tertuju pada cincin Emas pernikahan kami yang tersemat di jari manis,Mas kawin pernikahan ku dengan Mas Bram apa aku harus jual sedangkan aku sedang butuh uang untuk ongkosku bekerja.

"Hanya ini yang tersisa satu satunya harta yang ku miliki...aku tidak mungkin meminjam uang kepada ibuku!",gumamku dalam hati .

"Mas aku akan jual mas kawin ini,kamu enggak usah khawatir..lagipula aku enggak begitu suka cincin emas...klo ada rejeki kan bisa dibeli lagi"ucapku kepada mas Bram.

"Yaudah...klo gt!".

Sebenarnya aku merasa sedih dan berat harus menjual cincin nikah ini,sebuah lambang ikatan antara aku dan mas Bram tapi karena aku butuh pekerjaan ini aku ikhlas menjualnya...

\*\*\*\*\*\*

1
partini
nyesek sekali sinopsisnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!