NovelToon NovelToon
Dangerous Obsession : Undercover Love

Dangerous Obsession : Undercover Love

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Mafia / Diam-Diam Cinta
Popularitas:110.9k
Nilai: 5
Nama Author: Hais Tauahh

Elara Sterling, seorang agen lapangan CIA yang tangguh dan perfeksionis, mengemban misi paling berbahaya dalam kariernya: mendekati dan menghancurkan Dante Moretti, pewaris tunggal kekaisaran mafia Moretti yang kejam dan sulit diprediksi.

Rencana Elara sederhana menyusup, mengumpulkan bukti silsilah keluarga yang ilegal, lalu menghancurkan organisasi Dante dari dalam. Namun, saat Elara terjerat dalam situasi hidup dan mati di tengah udara, di mana pengkhianatan muncul dari rekan terdekat Dante sendiri, garis batas antara musuh dan sekutu mulai kabur.

Dante Moretti bukanlah monster tanpa hati seperti yang digambarkan oleh laporan agensinya. Ia adalah seorang pria yang jiwanya telah dipaksa mati oleh kekejaman ayahnya sendiri, Franco Moretti. Di balik ancaman senjata dan rahasia kelam masa lalu yang menghantui mereka, Elara menemukan bahwa dirinya bukan hanya sekadar mengamati target, melainkan terjebak dalam obsesi yang membakar.



Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hais Tauahh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 16 | Lift Menuju Obsesi

Pagi itu Elara mencoba melarikan diri dari bayang-bayang Dante. Ia bangun sebelum matahari terbit, mengenakan tudung jaketnya serapat mungkin, dan berharap bisa keluar dari gedung apartemen sebelum sang monster terbangun. Ia tidak ingin melihat Dante, tidak ingin mendengar suaranya, dan terutama, tidak ingin membiarkan pria itu melihatnya rapuh.

Namun, keberuntungan tidak pernah berpihak pada orang yang diburu.

Saat ia melangkah menuju lift, pintu logam itu berdenting terbuka. Di dalamnya, Dante berdiri dengan pakaian yang sama persis dengan yang ia kenakan semalam—kemeja hitam terbuka sedikit di bagian atas, memberikan aura bahaya yang kental. Ia terlihat seperti predator yang baru saja menyelesaikan perburuan malamnya.

Elara mematung. Dante mengangkat alisnya, seolah sudah menunggu momen ini.

"Kau pergi pagi sekali," suara Dante berat, memecah kesunyian lift yang steril.

" Tidurmu tidak nyenyak?"

Elara mencoba bersikap dingin, berjalan masuk dengan langkah yang dipaksakan tegak.

" Bukan urusanmu."

Dante menekan tombol lantai dasar.

"Jadwal kuliahmu dimulai pukul sepuluh pagi, Elara. Mengapa terburu-buru? Apakah kau mencoba menghindari hal yang tidak bisa kau hindari?"

Dunia Elara seakan berhenti berputar. Bagaimana Dante tahu jadwalnya? Ia mencengkeram tas kuliahnya hingga buku jarinya memutih.

"Bagaimana kau tahu? Apa yang kau lakukan? Meretas sistem akademik universitas hanya untuk mengawasi seorang mahasiswi?"

Dante melangkah mendekat, mengikis jarak hingga Elara terpojok di sudut lift yang dingin. "Bagi orang sepertiku, informasi adalah napas. Aku tahu kapan kau makan, apa yang kau pelajari, bahkan berapa detak jantungmu saat kau menyadari aku sedang mengawasimu."

Elara menatap pria itu dengan kebencian yang mendalam. "Kau pria yang sakit. Obsesimu ini akan menghancurkanmu."

Dante tertawa pelan, suara tawa yang tidak memiliki kehangatan. Ia mengulurkan tangan, jemarinya yang kasar menelusuri garis leher Elara dengan gerakan yang sangat intim namun mengintimidasi.

"Hancur? Elara, aku sudah hancur sejak lama. Kau hanyalah bagian dari reruntuhan yang ingin aku simpan untuk diriku sendiri."

Pintu lift terbuka di lantai basemen. Elara segera menyentak tubuhnya menjauh, keluar dari lift dengan langkah terburu-buru menuju mobilnya. Ia bisa merasakan tatapan Dante masih menembus punggungnya, sebuah tatapan yang terasa seperti rantai tak terlihat yang terus menariknya kembali.

"Elara!" suara Dante bergema di area parkir yang sunyi.

Elara berhenti sejenak, namun tidak berbalik.

"Rahasia hanyalah topeng yang menunggu untuk dibuka," teriak Dante dengan nada yang tenang namun menusuk. "Dan aku memiliki semua kunci untuk membukanya."

Elara masuk ke dalam mobil, menyalakan mesin, dan memacu kendaraannya keluar dari parkiran dengan kecepatan tinggi. Di spion tengah, ia melihat Dante hanya berdiri diam di sana, menatap mobilnya menjauh dengan senyum tipis yang penuh kemenangan.

Sesampainya di kampus, Elara mencoba fokus, namun pikirannya terus kembali ke percakapan di lift. Ia merasa seperti tikus yang sedang dipermainkan oleh kucing besar yang tidak terburu-buru untuk membunuhnya.

Tiba-tiba, Ponselnya bergetar. Bukan panggilan, melainkan sebuah pesan singkat dari nomor yang tidak dikenal, namun ia tahu siapa pemiliknya.

Perpustakaan pusat, lantai tiga. Rak buku sejarah kuno. Aku punya sesuatu yang menarik untukmu, Letnan.

Elara merasa darahnya membeku. Dante tidak pernah berbohong. Ia menatap ke sekeliling perpustakaan yang tenang, merasa seolah setiap mahasiswa di sana adalah mata-mata Dante yang sedang memperhatikannya.

Ia berjalan dengan perasaan waspada menuju lantai tiga. Di antara lorong rak buku yang sunyi, ia menemukan sebuah amplop cokelat yang diletakkan di atas meja. Elara membukanya dengan tangan gemetar.

Di dalam amplop itu terdapat dua foto. Satu foto dirinya saat sedang menyusup ke gudang senjata Moretti minggu lalu tindakan yang seharusnya menjadi rahasia agensinya. Foto kedua adalah foto Dave, rekannya, yang sedang berjalan keluar dari apartemennya pagi tadi.

Sebuah catatan tertulis di balik foto itu dengan tinta hitam yang tegas:

Mainkan peranmu dengan baik, atau aku akan memastikan orang-orang terdekatmu menghilang dari peta dunia ini.

Elara terduduk di kursi, napasnya tersengal. Ia baru saja menyadari bahwa ini bukan lagi soal Dante yang ingin memilikinya. Ini adalah soal Dante yang sedang memegang kendali penuh atas hidup, mati, dan kariernya. Dante telah mengetahui identitas Dave, dan itu berarti Dante memegang nyawa rekannya di tangan kirinya, dan nyawa Elara di tangan kanannya.

Dante Moretti tidak hanya seorang mafia; dia adalah pemain catur yang sudah berada lima langkah di depan Elara. Dan di papan catur ini, Elara bukan lagi seorang agen. Ia adalah bidak yang siap dikorbankan.

●●●●

1
Anonim
😍😍😍
Anonim
lanjut😍😍
ada saja
ciee cemburu😍😍😍
ada saja
😍😍😍
Anonim
lanjut😍😍😍
Anonim
hmmm 😍😍😍
Anonim
next😍😍😍😍
Anonim
lanjut😍😍😍
Anonim
pokoknya😍😍😍
Anonim
lanjut deh
Anonim
lanjut😍😍😍pokoknya
Anonim
lanjut😍😍😍
Anonim
makin gemes😍😍😍
Tiara
next😍😍😍
Tiara
lanjut😍😍😍
Tiara
lanjut😍😍😍p0ki🤭
Tiara
lanjut😍😍😍
Anonim
lanjut
Anonim
lanjut😍😍😍pokoknya
Anonim
lanjut😍😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!