NovelToon NovelToon
Teman Tapi Menikah

Teman Tapi Menikah

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:16.9k
Nilai: 5
Nama Author: elaretaa

Setelah tiga tahun lulus kuliah, Aira merasa hidupnya hanya sebagai beban. Di saat teman-temannya sukses dengan pekerjaannya, Aira harus menerima kenyataan jika hidupnya sangat menyedihkan.

​Di tengah frustrasinya, teman kuliahnya yang paling cuek, tiba-tiba menelepon Aira. Berawal dari obrolan malam dan lamaran yang dikira candaan, teman prianya mendadak muncul di depan rumah Aira bersama keluarga besarnya untuk melamar Aira.

Bagaimana cerita selanjutnya? Apa Aira akan menerima lamaran tersebut? Mengapa pria itu tiba-tiba melamar Aira?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elaretaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Nyonya Arsenio

​"Nggak seburuk yang kamu takutkan, Ra. Malah rasanya cukup hangat," ujar Arsen, mendongak menatap Aira yang masih berdiri kaku di dekat pintu seperti patung selamat datang.

​"Sini," Arsen menepuk ruang kosong di sebelahnya.

​Aira menelan ludah, melangkah ragu lalu duduk dengan jarak beberapa jengkal dari Arsen. Rasa canggung yang selama ini ada diantara mereka kembali memuncak, berkali-kali lipat lebih pekat karena status mereka yang kini bukan lagi sekadar teman.

​"Kenapa kamu setuju sama omongannya Pak De, Sen? Kamu tahu kan mereka cuma mau manfaatin kamu?" tanya Aira lirih, matanya kembali berkaca-kaca menatap jemarinya yang saling bertautan di atas pangkuan.

​Arsen menghela napas panjang. Tanpa aba-aba, tangan besarnya bergerak meraih kedua tangan Aira dan mengurungnya dalam genggaman yang hangat dan kokoh. Kali ini, Arsen sengaja mempersempit jarak duduk mereka hingga bahu mereka saling bersentuhan.

​"Aira, dengerin aku," suara bariton Arsen terdengar begitu dalam dan penuh penekanan.

"Aku ini Arsen, nggak akan ada satu orang pun di dunia ini yang bisa memaksa aku mengambil keputusan kalau aku sendiri nggak mau. Aku setuju nikah hari ini, karena aku emang mau kamu jadi istriku. Detik ini, besok atau bulan depan, hasilnya bakal tetep sama. Bedanya, hari ini aku punya alasan buat jauhin kamu dari orang-orang yang berniat jahat sama kamu," jawab Arsen.

​Aira mendongak dan terpaku menatap ketegasan di wajah suaminya, ia tidak bisa berkata apa-apa lagi dihadapan pria yang sudah menjadi suaminya ini.

Arsen menarik ibu jari Aira, mengusap punggung tangan yang terasa agak kasar akibat peluh di ladang sawi. "Mulai hari ini, kamu nggak usah kerja ya. Urusan nafkah baik kamu atau Ibu, semuanya sudah berpindah ke pundakku. Paham, Nyonya Arsenio?" ucap Arsen.

​Aira hanya bisa mengangguk pelan, wajahnya memerah sempurna. Panggilan baru itu terdengar begitu asing, namun entah mengapa, perlahan mengikis rasa frustrasi yang menggelayuti hatinya selama ini.

Malam kian larut di kaki Gunung Semeru, rinai hujan sisa sore tadi masih menyisakan hawa dingin yang merayap menembus celah-celah dinding anyaman bambu.

Di dalam ruang makan yang merangkap dapur sederhana itu, sebuah lampu bohlam kuning lima watt menggantung pasrah, memayungi tiga orang yang kini duduk melingkar di hadapan meja kayu yang permukaannya sudah mulai memudar.

​Arsen duduk dengan santai, melipat kakinya yang panjang di atas tikar. Penampilannya malam ini jauh dari kesan direktur muda, ia hanya mengenakan kaus oblong putih polos dan celana training hitam panjang. Pakaian itu adalah milik Dimas, suami Anggi si tetangga sebelah, yang buru-buru dipinjam oleh Aira karena suaminya itu sama sekali tidak membawa selembar pun pakaian ganti di dalam mobilnya.

Meski kaus itu tampak sedikit ketat di bagian dada tegap Arsen dan celananya agak menggantung di pergelangan kaki, pria itu sama sekali tidak terlihat risih.

​Aira berulang kali menautkan jemarinya di bawah meja, matanya melirik cemas pada piring seng yang tersaji di depan Arsen. Di sana hanya ada nasi putih hangat yang mengepul tipis, sepiring sambal korek yang merah membara, tempe goreng garit dan sayur bening kelor hasil petikan Ibu Astri di pekarangan belakang sore tadi.

​"Maaf ya, Sen... menunya cuma ada ini. Di desa kalau malam-malam begini pasar sudah tutup, jadi Ibu cuma bisa masak seadanya," bisik Aira, suaranya sarat akan rasa tidak enak hati.

Bukannya mengeluh, Arsen justru mengulas senyum tipis. Ia meraih sendok, lalu menyendok nasi, sayur kelor dan secuil tempe goreng yang dicocolkan ke sambal korek.

​"Ini sudah lebih dari cukup, Ra. Malah aku sudah lama nggak makan yang kayak gini," sahut Arsen tenang.

​Tanpa ragu, Arsen menyuapkan makanan itu ke dalam mulutnya. Aira menahan napas, memperhatikan kunyahan suaminya dengan saksama. Detik berikutnya, mata tajam Arsen sedikit melebar saat rasa pedas sambal korek pedesaan yang beringas membakar lidahnya.

Namun, bukannya berhenti, Arsen justru mengangguk-angguk puas dan kembali menyendok nasinya dengan lahap. Arsen bahkan menambah porsi nasinya satu kali lagi, membuat kekhawatiran di dada Aira menguap begitu saja dan berganti dengan rasa hangat yang menggelitik hatinya.

​"Nak Arsen ini makannya pinter ternyata, lahap sekali," puji Ibu Astri tersenyum teduh, gurat lelah di wajah tua itu seolah sirna melihat menantu barunya tidak bersikap manja.

​"Masakan Ibu enak sekali, sambalnya mantap," jawab Arsen sopan setelah meneguk air putih dari gelas kaca tebal.

​"Ah, bisa saja kamu, Le. Oh iya, Arsen... besok pagi-pagi, Ibu mau ke rumah Pak RT sebentar, mau minta tolong diantarkan ke KUA kecamatan buat tanya berkas apa saja yang harus disiapkan dari pihak desa," ujar Ibu Astri telaten.

​"Nggak usaha, Bu. Besok pengacara saya dari Surabaya juga akan datang ke sini untuk mengurus semuanya," sahut Arsen runtut.

​Aira yang sedang mengunyah tempe tiba-tiba mendongak, "Kamu serius, Sen? Sampai sewa pengadaan segala? Apa nggak berlebihan? Kita kan bisa urus sendiri ke kecamatan," seloroh Aira polos.

​Klak!

​Ibu Astri tiba-tiba mengetuk punggung tangan Aira dengan ujung sendok kayu yang dipegangnya, membuat Aira tersentak kaget dan refleks mengusap tangannya.

​"Astagfirullah, Aira! Kamu ini bagaimana, toh?" tegur Ibu Astri dengan nada suara yang sengaja ditegaskan, matanya menatap tajam putri sulungnya.

​"Kenapa, Bu? Aira salah ngomong ya?" tanya Aira bingung, mengerjapkan matanya yang bulat.

​"Kamu itu sekarang sudah jadi istri, ndak boleh panggil suamimu cuma pakai nama 'Sen-Sen' begitu! Ndak sopan, ndak elok didengar orang lain!" cetus Ibu Astri, menggeleng-gelengkan kepala heran melihat kelakuan putrinya yang masih menganggap suaminya seperti teman kuliah di perpustakaan.

​Wajah Aira seketika memerah padam hingga ke leher, ia melirik Arsen yang kini justru menopang dagunya dengan satu tangan di atas meja dan menatap Aira dengan binar mata jenaka yang sangat kentara, pria itu tampak sangat menikmati momen istrinya diomeli mertua.

​"Tapi kan dari dulu di kampus Aira manggilnya Arsen, Bu... Teman-teman yang lain juga panggil begitu," bela Aira dengan suara cicit, mencoba mencari pembelaan.

​"Itu dulu waktu masih kuliah, waktu kalian masih jadi teman! Sekarang Nak Arsen ini suamimu, imammu di rumah ini. Harus panggil yang sopan, panggil Mas atau apa gitu yang pantas. Mengerti, Aira?" tegas Ibu Astri lagi, tidak mau dibantah.

​Aira menunduk dalam-dalam, menatap butiran nasi di piringnya dengan salah tingkah yang luar biasa. Lidahnya mendadak terasa kelu dan kaku hanya untuk membayangkan dirinya memanggil Mas di depan pria kulkas dari Fakultas Teknik ini.

.

.

.

Bersambung.....

1
erviana erastus
giliran mau minta uang baru ngakuin ank kandung hilman2 sakit jiwakau
Allfa Rizky
kok bisa ya Arsen sampe secinta itu sama Aira,, apa Arsen sudah jatuh cinta sama Aira pas masih kuliah ya
Allfa Rizky
sampai sekarang belum ada cerita bagaimana Arsen bisa langsung memilih Aira jadi istrinya
Aidil Kenzie Zie
ada-ada aja caranya Arsen agar bisa belah duren 🤣🤣🤣🤣gas lah Ra kasihan suamimu dianggurin 1bln lebih lo🤭🤭🥰🥰
Felycia Fernandez
ya kali blom malam pertama..
baru nikah di atas kertas donk namanya..
jangan di tunda lagi,mank malam pertama harus wow gtu keadaan dan tempatnya..
walaupun nikah dadakan tapi kan sudah saling Nerima...
salut aja udah sebulan 😆😆😆
Felycia Fernandez
bapak gila😡😡😡😡
mati aja sana...
udah nggak ada membantu anak,anak dapat suami kaya malah mau morotin...
Felycia Fernandez
good 👍
Felycia Fernandez
bawa gih Aira shopping ke mall Arsen
Felycia Fernandez
semoga nggak perselingkuhan ya kk Thor
Allfa Rizky
masih part gula-gula ya thor,, diabet aku🤭
Felycia Fernandez
dulu di buang suami,sekarang di muliakan menantu...💗
Aidil Kenzie Zie
penasaran Aira udah di unboxing belum ya🤔🤔🤔🤔
erviana erastus: jiwa kepoo meronta-ronta ya ka 🤭
total 1 replies
Allfa Rizky
manisnya Arsen kebangetan 🤭
Allfa Rizky
kisahnya bagus,, pahit d awal terus manis banget malah,, entah d tengah dan akhir cerita,, konfliknya jangan berat2,, apalagi d awal cerita siapa arsenio bagaimana masa lalunya belum ada cerita
elaretaa: Terima kasih atas dukungannya Kak🥰🥰🥰🥰❤️
total 1 replies
Allfa Rizky
manis banget🤭
Felycia Fernandez
gantian Bu,aku Yaang malah gugup ini,takut Aira tersakiti di jakarta...😞
Felycia Fernandez
Ntar jangan lupa renovasi rumah di kampung ini ya Arsen..
biar tambah panas hati para ibuk2 julidin🤣🤣🤣
Felycia Fernandez
udah unboxing blom nih Aira 🤣🤣🤭
partini
orang kamu udah out ganti orang kota behhhh Lebih serem 10000x lipat
hati" buanykkkkkk ular kadut menggatal
erviana erastus
semoga didepan nnt nggak ada aral melintang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!