NovelToon NovelToon
My Fake Knight

My Fake Knight

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Roman-Angst Mafia
Popularitas:5.9k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Di bawah langit Las Angeles, Scarlett Langford bertarung melawan kemiskinan dengan kecerdasan dan percaya diri.

Demi mempertahankan harga dirinya di High School, gadis yatim ini nekat menciptakan sebuah kebohongan besar sebagai kekasih rahasia Millian Vale-Knight—Pria yang tak pernah ia temui.

Namun, takdir gemar bercanda.

Saat bekerja paruh waktu sebagai pelayan pesta borjuis, Scarlett terlibat bentrokan sengit dengan seorang pemuda kaya yang angkuh dan bermata heterochromia.

Tanpa rasa takut, Scarlett memaki pria tersebut seraya berteriak bahwa ia hanya takut jika pria itu adalah Millian Vale-Knight .

Scarlett tidak pernah tahu bahwa pria 'brengsek' yang baru saja ia maki di depan mukanya justru adalah Millian yang sesungguhnya.

Ketika tameng kebohongan menabrak realitas, akankah kepalsuan ini berubah menjadi jerat cinta, atau justru menjadi awal dari kehancuran Scarlett?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#15

Permainan Two Truths and a Lie yang menegangkan di dekat api unggun telah berakhir beberapa jam yang lalu.

Kebisingan di lapangan utama perlahan surut, digantikan oleh simfoni sunyi angin malam yang berdesir di antara pucuk-pucuk pohon pinus.

Sebagian besar mahasiswa baru sudah merangkak masuk ke dalam kantong tidur mereka, menyisakan keremangan cahaya lampu teplok bertenaga baterai yang berpendar temaram dari balik dinding-dinding tenda parasut.

Di dalam tenda kelompok B-4, suasana justru mendadak heboh, meski volume suara sengaja dikecilkan setengah berbisik agar tidak mengundang teguran dari mentor yang berpatroli.

Delaney dan Scarlett duduk berhadapan di atas matras lipat, melipat kaki mereka rapat-rapat.

“Demi Tuhan, Scarlett... Maafkan aku! Aku benar-benar hampir percaya kalau kau dan Kak Millian memang berpacaran sungguhan,” ucap Delaney dengan raut wajah yang dipenuhi rasa bersalah yang teramat sangat.

Gadis pirang itu memegangi kedua tangan Scarlett, matanya berkedip penuh penyesalan.

“Aku sungguh merasa sangat malu pada dirimu atas kejadian gila tadi pagi di dalam bus.”

...oOo...

Beberapa waktu lalu, sebelum mereka memutuskan untuk bersiap tidur, Delaney akhirnya memberanikan diri mengucapkan permintaan maaf yang tulus.

Ia merasa sangat bodoh dan tak tahu malu karena dengan penuh rasa percaya diri sempat membanggakan dirinya—mengira dirinya dipilih oleh Millian—tepat di hadapan Scarlett, yang saat itu ia yakini sebagai kekasih asli dari Pangeran Knight.

“Aku benar-benar tidak tahu kalau kau adalah kekasih rahasia Millian sejak satu tahun yang lalu,” lanjut Delaney berbisik heboh, masih merujuk pada drama pembalikan takhta di lapangan tadi.

Scarlett menatap lekat mata Delaney.

Melihat ketulusan dan kepolosan gadis kaya di depannya, pertahanan ego Scarlett perlahan melunak. Dengan kesadaran penuh dan tanpa ada niat untuk memperpanjang sandiwara rumit ini, Scarlett menarik napas dalam-dalam lalu memutuskan untuk berkata jujur.

“Delaney, dengarkan aku baik-baik,” bisik Scarlett, mendekatkan wajahnya.

“Hubungan backstreet itu... itu juga sebuah kebohongan besar. Aku tidak pernah berpacaran dengan Millian Vale-Knight. Tidak pernah, bahkan tidak satu detik pun.”

Mendengar kalimat yang meluncur tenang dari bibir Scarlett, Delaney langsung membeku.

Matanya membulat sempurna, mulutnya sedikit terbuka tanpa mampu mengeluarkan kata-kata.

Ekspresi wajahnya saat ini benar-benar mendefinisikan apa yang disebut dengan istilah 'sik shak shok'—sebuah guncangan mental akibat plot twist yang terlalu ekstrem untuk dicerna oleh otaknya.

(Hanya otak Readers yang bisa mencernanya 🤭🤣)

Setelah mengonfirmasi bahwa seluruh drama satu tahun itu hanyalah taktik tameng harga diri Scarlett di sekolah lamanya, tingkat kedekatan di antara kedua gadis ini mendadak melesat tajam.

Sebagai seorang teman yang baru saling mengenal selama dua hari, Delaney merasa ikatan emosional mereka telah melampaui batas formalitas.

Dasar sifat asli Delaney yang ternyata adalah tipe orang yang gemar melakukan over-sharing, ia pun mulai membuka seluruh kotak pandora kehidupan pribadinya kepada Scarlett.

Tanpa diminta, Delaney bercerita panjang lebar mengenai masa lalunya.

Ia mengisahkan bagaimana dirinya pernah diselingkuhi secara tragis oleh mantan kekasihnya di Los Angeles, bagaimana ia dikhianati oleh lingkaran pertemanan lamanya, hingga dinamika keluarganya yang rumit.

Delaney mengoceh tanpa henti, mengekspresikan kekesalannya dengan gerakan tangan yang heboh namun tetap menjaga ritme suaranya agar tidak melengking.

Hingga tidak terasa, jarum jam sudah bergeser jauh melewati tengah malam selama mereka mengobrol di dalam tenda yang hangat.

...° ° °...

Di tengah-tengah ceritanya yang mulai mereda, Delaney tiba-tiba menopang dagunya dengan kedua tangan, menatap Scarlett dengan pandangan menyelidik yang penasaran.

“Kau sendiri bagaimana, Lett? Maksudku... jika kau tidak berpacaran dengan Millian, apa kau memiliki mantan kekasih yang terburuk juga di San Marino? Kalau aku, sepertinya tidak ada istilah mantan terburuk, karena semua mantanku semuanya payah! Hahaha!”

Delaney tertawa kecil secara spontan, namun buru-buru membekap mulutnya sendiri untuk mengecilkan volume suaranya agar tidak mengganggu teman-teman di sekitar tenda lain yang sudah terlelap.

Scarlett menyunggingkan senyuman tipis, lalu menggelengkan kepalanya dengan santai.

“Aku tidak punya mantan kekasih, Delaney. Aku belum pernah berpacaran seumur hidupku.”

“Apa?!” Delaney tersentak kaget bukan main. Ia kembali membulatkan matanya dengan ekspresi dramatis yang dalam penilaian visual Scarlett terlihat sangat berlebihan, mirip dengan reaksi karakter di serial drama televisi.

Delaney memajukan tubuhnya, memastikan ia tidak salah dengar.

“Seriusan kau tidak pernah berpacaran? Sekali pun? Di usia sembilan belas tahun ini?”

Scarlett mengangguk pasti tanpa ada beban sedikit pun di wajahnya.

“Oh my God, Scarlett! Aku benar-benar tidak percaya gadis secantik dan seanggun dirimu tidak memiliki kekasih atau setidaknya satu mantan. Bagaimana mungkin hal itu bisa terjadi di dunia ini?” tanya Delaney dengan nada frustrasi yang menggelikan.

“Kenyatannya aku memang tidak pernah tertarik untuk berpacaran,” jawab Scarlett singkat, merapikan letak kantong tidurnya.

Delaney terdiam sejenak, meneliti figur Scarlett dari ujung kepala hingga ujung kaki.

Di mata Delaney, Scarlett mungkin terlihat sebagai tipe gadis yang sangat pendiam, mandiri, dan menutup diri dari pergaulan luar.

Namun, jika menyangkut urusan asmara, apakah mungkin ada orang dengan visual sesempurna Scarlett yang tetap melajang di usia sembilan belas tahun sekarang?

“Tidak... tidak mungkin, Lett. Kau pasti sedang berbohong padaku,” selidik Delaney dengan mata menyipit jenaka.

“Pasti banyak sekali laki-laki yang mencoba mendekatimu dulu di high school, kan?”

“Tidak banyak juga,” sahut Scarlett jujur. “Namun, ya... ada satu atau dua orang yang mencoba mendekatiku dulu saat sekolah. Tapi tidak ada yang kuladeni.”

Delaney menghembuskan napas panjang, menatap Scarlett dengan binar mata yang dipenuhi rasa kagum yang tulus.

“Kau memang benar-benar luar biasa, Lett. Aku sangat kagum pada prinsipmu.”

Mendengar pujian itu, taring kepercayaan diri Scarlett yang tinggi kembali mencuat ke permukaan.

Ia mendongakkan dagunya dengan gaya angkuh yang sangat menawan.

“Aku memang sudah sangat luar biasa sejak dulu, Delaney. Skala kepercayaan diriku ini bahkan berada di tingkat yang setara dengan artis-artis papan atas di serial drama.”

“Woahhhh, Scarlett... I don't believe it! Tingkat kepercayaan diri seperti inilah yang benar-benar membuatku sangat iri padamu,” ucap Delaney terkekeh, menggeleng-gelengkan kepalanya takjub.

“Lalu, apa alasan utamanya? Kenapa kau tidak mau berpacaran?”

Scarlett mengubah posisi duduknya menjadi bersandar pada tas ransel besarnya. Tatapan matanya menerawang menembus atap tenda, merefleksikan pemikiran dewasanya yang matang.

“Menurutku, berpacaran di usia muda tidak terlalu penting, Delaney. Ujung-ujungnya sebagian besar hubungan itu akan berakhir putus, dan dalam banyak kasus, kita sebagai wanitalah yang akan selalu berada di pihak yang dirugikan secara emosional,” jelas Scarlett dengan nada suara yang tenang namun sarat akan ketegasan.

“Lagi pula, mayoritas pria di usia kita pasti akan bertingkah sangat kekanak-kanakan. Mereka suka merajuk, menuntut perhatian berlebih, dan penuh dengan drama tidak bermutu. Aku sangat tidak suka dengan pria kekanak-kanakan. Dan sampai detik ini... aku belum pernah bertemu dengan satu pun pria yang memiliki tingkat kedewasaan yang sesuai dengan standarku.”

“Jadi... kau lebih menyukai tipe pria yang usianya jauh lebih tua darimu?” tanya Delaney polos, menyimpulkan dengan cepat.

“Tidak, bukan begitu maksudku,” koreksi Scarlett dengan cepat.

“Aku lebih menyukai tipe pria yang memiliki rasa tanggung jawab yang besar, bukan dalam artian dia harus lebih tua secara usia dariku. Aku menyukai pria yang tidak suka menyombongkan diri atau memamerkan kekayaannya secara norak. Dan... secara spesifik, aku punya tipe pria idaman dengan artian 'tolong sakiti aku'.”

Delaney mengangguk-angguk paham, mendengarkan dengan saksama analogi rumit Scarlett tentang pria yang menantang dan tidak mudah tunduk.

Namun, detik berikutnya, rasa penasaran Delaney beralih pada topik yang jauh lebih sensitif. Ia berdeham kecil sebelum berbisik sangat rendah.

“Itu artinya... kau masih virgin, Scarlett?”

Scarlett langsung melotot kecil, pipinya mendadak terasa sedikit hangat. “Oh, astaga, Delaney! Itu adalah area privasi!”

“Oh, ayolah... kita sudah mengobrol hampir dua jam dan aku sudah menceritakan seluruh rahasiaku padamu. Kasih tahu aku sedikit,” rengek Delaney dengan gaya manjanya yang khas.

Scarlett menghela napas, lalu memutuskan untuk membalikkan arah pembicaraan terlebih dahulu.

“Kau sendiri bagaimana?” tanya Scarlett balik, menaikkan sebelah alisnya.

“Aku?” Delaney menjawab dengan sangat santai, tanpa ada beban moral sedikit pun di wajah khas benua Amerikanya.

“Aku sudah tidak lagi virgin sejak usiaku tujuh belas tahun, saat masih bersama mantan kekasih pertamaku dulu.”

“Dan kau baik-baik saja dengan fakta itu?” tanya Scarlett, rasa penasarannya sebagai gadis yang tumbuh dengan didikan disiplin dari San Marino mendadak terusik.

Delaney mengangguk dengan ekspresi wajah yang netral. “Ya, aku baik-baik saja. Di lingkunganku, itu hal yang biasa selama dilakukan atas dasar suka sama suka. Jelas itu bukan masalah besar bagiku.”

Delaney kemudian memajukan kembali duduknya, menepuk lutut Scarlett.

“Oh, ayolah, jangan mencoba mengalihkan pembicaraan, Lett! Katakan padaku yang sejujurnya... kau sendiri masih memilikinya? Kau masih virgin?”

Melihat desakan yang tak kunjung berhenti dari teman barunya,

Scarlett akhirnya menyerah. Ia mengembuskan napas pendek lalu menjawab dengan anggunan yang tetap terjaga,

“Tentu saja aku masih virgin, Delaney. Aku menjaga diriku dengan sangat baik.”

“What????” Delaney memekik tertahan, buru-buru menutup mulutnya sendiri dengan kedua telapak tangan agar suaranya tidak menembus dinding tenda sebelah.

Matanya berbinar penuh takjub.

“Kau benar-benar luar biasa, Scarlett! Kau benar-benar membuatku sangat iri pada tingkat kesempurnaan dirimu. Di umur sembilan belas tahun di tengah kota seperti ini, kau masih menjaganya dengan sangat utuh dan baik. Tolong, jangan pernah berbuat konyol untuk menyerahkannya pada pria sembarangan yang bukan merupakan tipe idealmu tadi, okay?”

Delaney mendekatkan telinganya, seolah bersiap menerima wejangan suci.

“Beritahukan padaku, bagaimana caramu menjaga jarak aman dan membentengi dirimu dari godaan para pria selama ini?”

Scarlett menyunggingkan senyuman tipis yang sarat akan ketegasan prinsip hidupnya.

“Cara mengerjakannya cukup sederhana, Dani,” jawab Scarlett tenang.

“Aku selalu menjaga jarak fisik dan emosional yang sangat ketat sejak awal. Aku selalu berkata dan bersikap sangat ketus, dingin, serta tidak bersahabat pada setiap laki-laki yang mencoba mendekatiku secara agresif. Dan juga, aku tidak terlalu memikirkan hal-hal romantis. Aku sangat benci dengan tipe pria yang selalu saja merengek mengajak berkencan di akhir pekan, aku selalu benci pria yang mendadak membuat rencana mengajak liburan secara spontan hanya untuk pamer, dan aku paling benci dengan pria yang memiliki emosi tidak stabil atau gampang mengamuk.”

Scarlett menjeda kalimatnya, membayangkan sebuah konsep hubungan yang ideal di dalam kepalanya.

“Bagiku, mengajakku pergi ke arena balapan mobil mungkin akan terasa jauh lebih baik dan menyenangkan daripada mengajakku pergi berjalan-jalan membosankan di tepi pantai. Aku sangat menyukai kecepatan dan adrenalin,” lanjut Scarlett dengan binar mata yang hidup.

“Aku juga lebih suka memfokuskan energiku untuk mendekati dan mengenal lingkaran keluarganya terlebih dahulu. Menghabiskan waktu luang bersama calon ibu mertuaku, berkebun atau sekadar minum teh di rumahnya, itu jauh lebih bermakna. Dan satu hal yang paling krusial bagi diriku: aku adalah tipe wanita yang sangat suka mendengarkan cerita.”

Scarlett tersenyum manis, sebuah ekspresi ketulusan yang jarang ia perlihatkan pada dunia luar.

“Apalagi jika suatu saat nanti, kekasih sejatiku bersedia duduk di sampingku dan menceritakan bagaimana masa kecilnya yang berharga, bagaimana perjalanan panjang hidupnya menghadapi rintangan, dan semacamnya... aku sangat menantikan untuk mendengar semua cerita tentang jati diri pria itu langsung dari mulutnya sendiri tanpa ada yang ditutupi. Aku... hanya akan menyerahkan segalanya pada pria yang seperti itu.”

Deg.

Suara detak jantung yang berdegup kencang secara mendadak itu sama sekali bukan berasal dari dalam dada Delaney yang sedang terpukau mendengar penuturan Scarlett.

Melainkan... itu adalah suara debaran jantung milik Millian Vale-Knight.

Di luar tenda yang gelap gulita, siluet tinggi besar Millian berdiri mematung bak patung batu di bawah bayangan pohon pinus.

Sebagai mentor utama yang bertanggung jawab atas keamanan, ia malam ini sedang melakukan rutinitas pengecekan jam malam, berjalan mengitari barisan tenda kelompok B-4 untuk memastikan seluruh mahasiswa baru sudah tidur dan mematikan lampu.

Langkah kaki taktisnya semula terhenti di dekat tenda Scarlett karena ia mendengar sayup-sayup suara bisikan heboh dari dalam sana, berniat untuk memberikan teguran keras karena mereka telah melanggar aturan jam malam.

Namun, setiap bait kalimat, setiap kata, dan setiap detail prinsip hubungan yang baru saja diucapkan oleh Scarlett Langford dari balik dinding parasut tipis itu masuk dengan sangat jernih ke dalam pendengaran Millian.

Kata demi kata itu menghantam kesadaran Millian layaknya sebuah kejutan listrik yang sangat kuat.

Pria itu berdiri kaku di tengah kegelapan malam, dengan sepasang mata heterochromia-nya yang melebar sempurna menatap kain tenda oranye di depannya.

Seluruh kriteria, seluruh kebencian terhadap drama wanita, preferensi arena balapan daripada pantai, kecintaan pada kecepatan, keinginan untuk menghabiskan waktu bersama keluarga dan mommy, hingga kerinduan untuk duduk tenang menceritakan kisah masa kecil secara jujur...

Semua hal yang baru saja dijabarkan oleh Scarlett sebagai tipe pria idealnya, adalah refleksi cermin yang SAMA PERSIS dengan isi sumpah dan prinsip hidup rahasia yang dipikirkan oleh Millian sendiri.

Gadis dari San Marino yang selama ini ia cap sebagai musuh dan pelayan gila yang penuh kehaluan fiktif, ternyata memiliki belahan jiwa dan frekuensi berpikir yang identik dengan dirinya sendiri.

Dan fakta yang paling meruntuhkan arogansinya: gadis itu baru saja mengaku bahwa dirinya masih sepenuhnya virgin.

Di bawah siraman cahaya bulan yang dingin, Millian Vale-Knight merasakan detak jantungnya bergolak dalam ritme yang tidak lagi bisa ia kendalikan.

1
Mita Paramita
lagi Thor yang banyak 😈😈😈
Rosdianah 🌷: Author sibuk dunia nyata 🙏🏾🫶🫶 besok Double Up 🥰
total 1 replies
Ainun Mahya
gk doble up nih kak🤭?
Rosdianah 🌷: huhu maapin author 🫶 author Sibuk dunia nyata 🙏🏻
total 1 replies
Ainun Mahya
halloooo kak, mana lanjutannya nih???
Rosdianah 🌷: author Up hari ini ya kak🫶
total 1 replies
Debu Nakal
thor... daku lagi mager bgt hari ini
apa bisa up yg banyak biar aku semakin mager
pleaseeee
Rosdianah 🌷: Huhuhu author Hari ini ada acara keluarga. ada si Di Draff nanti author up ya kak. ma'aciww banget kak Readers undah selalu tungguin up🫶🏻🫶🏻🥰
total 1 replies
Mita Paramita
pasti ibu scarlet udah diculik Nene lampir nih😈😈😈
Rosdianah 🌷: Author silent 🤭🤣
total 1 replies
Ainun Mahya
😍😍😍😍 bagusssss
Rosdianah 🌷: Ma'aciww kak 🫶🥰
total 1 replies
Ainun Mahya
lanjut terus, doble up🤭
Rosdianah 🌷: Huhuhu blm bisa double Up untuk Minggu ini kak🙏🏻🫶
total 1 replies
Mia Camelia
nah gitu dong mereka akur😂🤣
Rosdianah 🌷: sesuai maunya kak Readers 🤭
total 1 replies
Mita Paramita
wah udah mulai Deket nih pasangan ini🤣🤣🤣 tinggal nunggu jadian aja
Rosdianah 🌷: wkkwkw 🤣
total 1 replies
nayla tsaqif
Pulang kamp scarlett ketempelan,, masak titisan setan ketempelan,, jd yg titisan setan siapa sebenernya🤭
Rosdianah 🌷: entahlah author mau menghilang 🤣
total 1 replies
Ayusha
sekalian modus si kadrun😄
Rosdianah 🌷: modus terus dia 🤣
total 1 replies
Ayusha
kadrun beraksi 🤭
Rosdianah 🌷: plish dia harus dibawa pulang 🤣
total 1 replies
Mita Paramita
first kiss dua dua nya nih😍😍😍
tinggal ketahap talking stage 🤣🤣🤣
Rosdianah 🌷: uhu🥳🤣
total 1 replies
Ayusha
bukan nya "ayo pergi ke altar" /Sleep/
Rosdianah 🌷: Hihihi 😅
total 1 replies
Ayusha
yaelah, belom juga digigit udah sarimaman aja
Rosdianah 🌷: wkwk🤣
total 1 replies
Ayusha
tak kasih tau ya, bajing an itu hewan sejenis dg tupai 🤣🤣
Rosdianah 🌷: ya Ngakak 🤣🤣
total 1 replies
Mita Paramita
Scarlett - millian gak bosen main peran sandiwara cinta gini🤣🤣🤣 mending pacaran beneran aja sih
Rosdianah 🌷: Besok ya kak🫶
total 3 replies
Mita Paramita
maksud sih millian mau bikin scarlet mupeng liat bibir ny mau dicium 🤣🤣🤣 blom tau kalo scarlet otak ny lurus 🤨
Rosdianah 🌷: ngakak loh aku kak🤣
total 1 replies
Mita Paramita
🤣🤣🤣udah berprasangka buruk aja nih scarlet
Rosdianah 🌷: maklumlah kak🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Ayusha
jilat apa hayoo😄😄
Rosdianah 🌷: Scarlett Ndak bagi mimpi kak🤣🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!