raina Larasati janda dengan 2 anak suaminya meninggal karna serangan jantung sekarang dia harus banting tulang untuk menghidupi anak anaknya, dari yang tidak biasa bekerja sekarang Raina harus mencari nafkah......
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adca_21, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 32
Hari yang ditunggu Arsen pun tiba Arsen menjemput Rania dirumah nya, Arsen membuka kan pintunya untuk Rania. Silahkan taun putri
"Ya..terimakasih, mas ko aku deg deg an ya"
"Kenapa sayang?"
"Aku takut mas" Arsen menggenggam tangan Rania.
"liat aku Rania kamu tenang saja gak usah takut orang tua ku tidak akan memakan mu jika nanti kamu takut genggam saja tanganku ya"
Mobil Arsen sudah sampai dirumah nya, Rania menggandeng tangan Arsen, rumah Arsen yang besar halaman yang luas membuat Rania melihat sekeliling nya ada perasaan tidak percaya diri karena semua nya begitu berbeda
ibu nya Arsen menyambut mereka
"Hay kamu kan sekertaris nya Arsen Rania menyalami ibunya Arsen"
"iya Tante saya sekertaris nya pak Arsen"
ibunya Arsen ingin meledakan tawanya benar kata suaminya ganteng nya tidak berguna sekarang saja Rania memanggil nya pak seperti bukan pasangan kekasih tapi seperti atasan dan bawahan
Tapi ibu nya Arsen berusaha menahan nya menjaga wibawa nya jangan sampai Rania terkejut dengan keluarga ajaib nya.
"Ayo sayang masuk kita ngobrol nya sambil makan siang aja ya"
Dan tibalah papah nya Arsen wajah tampan Arsen memang keturunan papah nya diusia nya yang tidak lagi muda tapi masih kelihatan tampan dan gagah Rania melihat nya sangat berwibawa.
Rania langsung menyalami papah Arsen selamat siang om, papah Arsen hanya berdehem. Arsen ingin menenggelamkan papah nya karna pura pura memasang wajah cool padahal aslinya bikin malu
'Ayo kita makan dulu ibunya Arsen sudah menyiapkan hidangan nya" Rania sudah berkeringat dingin karna respon papah nya Arsen seperti tidak menyukai nya.
Arsen begitu memperhatikan Rania ketika Rania mau duduk pun kursi nya Arsen geserkan, dalam hati papah nya so romantis di terima aja belum ingin menertawakan anak nya tapi dia juga harus mempertahankan wibawa nya.
"Kamu siapa nya Arsen? Tanya papah nya Arsen,
"saya sekertaris nya pak Arsen pak " buyar sudah wibawa yang tadi dia pertahankan karna sekarang papah Arsen sedang menertawakan anak nya.
Rania yang terkejut dengan perubahan sifat papah nya Arsen Rania bertanya tanya kenapa papah Arsen tertawa seperti itu apa ada yang lucu.
Ibu Arsen menepuk tangan suaminya sudah pak Rania kaget melihatmu tertawa tiba tiba,ibunya Arsen bisa melihat keterkejutan nya Rania sedangkan Arsen hanya bisa menepuk jidat nya kenapa kelakuan random papah nya suka muncul tiba tiba.
'Maaf maaf habis nya lucu mah orang biasa memperkenalkan dirinya sebagai kekasih nya ini malah sebagai sekertaris nya seperti sedang meeting dengan rekan kerja, apalagi masih memanggil nya bapak. papah Arsen kembali tertawa
"Pah udah dong jangan buat Rania malu"
"iya iya maaf kan saya Rania karena ketampanan anak saya tidak berguna apa di depan mu sepertinya yang kecintaan nya anak ku saja"
Rania tertegun bayangan Rania orang tua Arsen akan gila hormat angkuh sombong layak nya orang kaya tapi tidak dengan orang tua Arsen kelakuan nya di luar nalar manusia.
Arsen memegang tangan Rania sayang apa kamu tidak papa, papah Arsen malah tertawa lagi yang satu bapak yang satu sayang sungguh malang nasib mu nak .
Ibunya Arsen sudah ingin menutup mulut suaminya sungguh ajaib ada aja ucapanya yang bikin orang terkejut,sudah pah tutup mulutmu itu ibu Arsen sudah memberi isyarat.
Rania hanya mengangguk
"ayo sayang kamu makan saja dan kita pergi dari sini kalau kamu tidak nyaman dengan mereka"
"anak kurang ajar emang kita memperlakukan kekasihmu dengan kasar tidak kan"
"Maaf ya sayang kamu harus menyaksikan ini semua jujur mamah sudah membrifing papah nya Arsen supaya bicara nya jangan aneh aneh tapi itu di luar kendali mamah sayang"
Sekarang ibu nya Arsen mendramatisir nya, ayo sayang kamu makan habis itu kita pergi karna mereka tidak akan pernah berhenti berdrama, Rania yang baru pertama kali dalam situasi ini hanya bisa diam mengangguk
Rania sudah membereskan makan nya Arsen berpamitan ke orang tuanya ,maaf ya sayang kalau sambutan nya membuat mu terkejut tapi kamu tenang saja kami menerima mu apa adanya kapan kapan kita belanja ya kita habiskan uang kekasih mu itu.
Rania tersenyum dan berpamitan.