SUDAH SEPENUHNYA TAMAT, TIDAK AKAN DI LANJUTKAN KARENA SAYA LELAH DENGAN GENRE SISTEM, KALIAN BISA BACA KARYA SAYA YANG LAIN "PENGUASA SELURUH ALAM" APABILA ANDA TERTARIK
Genre: Action, fantasy, xianxia, reincarnation, overpower, system, comedy, adventure, easy going, mature, arrogant male lead, agresif male lead, faceslapping, Instan Training
Sub genre: Romance, tragedy, thriller.
Judul awal: Rebirth of The Ruler of Universe
Judul sebelumnya: Kelahiran kembali penguasa alam semesta
«Sinopsis»
Melampaui Sembilan Surga, menekan sepuluh ribu dunia, membunuh iblis dan dewa, sang Kaisar Abadi telah terlahir kembali! Dan bersama system, ia akhirnya menapaki jalan budidaya sekali lagi.
Ruang dan Waktu, Surga Tertinggi, Alam Semesta yang lu
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kang shitpost, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 10 - Jade Snake (Fix)
"Ular jelek! Mati!"
Salah satu orang yang berada di ranah Qi transformation puncak melompat ke atas sedikit lebih tinggi dari ketinggian 5 meter kepala ular itu dan menerjangnya dengan pedang miliknya.
Zssstt....
Ular itu berdesis dan mengangapkan mulutnya yang kemudian dari mulut si ular itu, sebuah serangan lurus berupa sinar yang berwarna merah kehitaman melesat dengan kecepatan tinggi menuju orang tersebut.
"Ular sialan! Aku akan membunuhmu!"
Orang itu mencoba menerima sinar yang ditembakkan ular itu dan menahannya dengan sekuat tenaga.
Prang!
Pedang itu patah saat sinar yang menghantam pedangnya, tidak kuat menahan serangan itu.
"Ahh!!"
Selain menghancurkan pedangnya, sinar itu juga membakar orang itu hingga tubuhnya terbakar menjadi gosong lalu jatuh ke tanah kemudian mati. Serangan yang ular itu keluarkan adalah salah satu kemampuan yang ular itu miliki yaitu, Fire Breath....
Melihat teman mereka mati begitu saja, rekan-rekan seperguruannya menjadi marah termasuk Chen Haoyi dan Tang Ruoyi yang merupakan pemimpin orang-orang itu sekaligus dua orang di ranah nascent soul lapis 2 dan 3 yang dibicarakan sebelumnya.
"Beraninya kamu ular terkutuk membunuh murid dari sekte Naga Kembar kami, aku, Chen Haoyi tidak akan melepaskanmu! Kamu harus membayarnya dengan kepalamu!" Seru Haoyi kepada ular itu.
Sedangkan, si ular jade snake hanya menatapnya dengan sinis seolah-olah dia tidak menganggap dan meremehkan mereka semua bagaikan semut yang dapat dibunuh dan diinjak kapanpun dengan mudah.
"Semuanya, serang dia secara bersamaan dengan kekuatan penuh yang kita miliki! Jika kita bisa membunuhnya, maka kita pasti akan mendapatkan hadiah dari tetua sekte! Bunuh dia!" Haoyi berseru kepada murid-murid yang lainnya.
Dan dengan begitu, mereka semua yang mendengar seruan ketua mereka, dengan senang hati, teriakan gemuruh semangat yang bergejolak dan penuh dengan perasaan percaya diri menyelimuti seluruh orang-orang itu
"Bunuh!!!"
Begitulah teriakan mereka.
Sedangkan, si ular hanya melihat mereka dengan ekspresi wajah yang terlihat heran dengan apa yang sedang mereka lakukan.
"Ayo!" Chen Haoyi memberikan komando.
Diikuti oleh rekan perempuannya, Tang Ruoyi dan murid-murid itu dengan segera menerjang ular itu dari berbagai sisi.
"Thunder seal!"
Sebuah serangan berupa petir penyegel telah mengikat ular itu dengan erat.
Berbagai macam serangan telapak tangan di tingkatan yang berbeda, teknik pedang yang bermacam bentuk dan kekuatan, serta serangan elemen berkumpul dan mengelilingi seluruh sisi ular itu dan dengan cepat meluncur menuju target.
Ini adalah saat-saat semua orang saling bekerja sama dan menggabungkan kekuatan mereka untuk melawan ular itu dengan kekuatan penuh dibandingkan menghadapinya secara individual.
Dan,
Sang ular jade snake menatap semua serangan mereka seolah-olah serangan mereka sangat lambat seperti siput.
Lalu, dia yang terlihat kesal dan marah karena orang-orang dari sekte naga kembar menyerangnya seperti itu, dia melebarkan matanya, yang kemudian matanya bersinar tiba-tiba, aura hitam padat menyebar ke area sekitarnya.
Serangan ini lebih seperti gelombang ultrasonik yang menyebar seperti suara radio, namun saat serangan ini mengenai benda atau makhluk hidup, mereka tiba-tiba mati dan lenyap.
Ini adalah kemampuan terkuat kedua setelah "Disintegration", yaitu "Death streak."
Pada saat itu, serangan yang dilancarkan murid-murid dari sekte Naga Kembar dihancurkan dalam sekejap.
Bersamaan dengan itu, saat gelombang mematikan ini mengenai orang-orang itu, mereka tiba-tiba terjatuh ke tanah tak berdaya dengan mata yang memutih seperti orang mati.
Pada dasarnya, mereka memang benar-benar sudah mati saat serangan itu mengenai mereka kecuali Chen Haoyi dan Tang Ruoyi yang berhasil bertahan hidup. Tetapi, mereka masih terlempar ke belakang dan menabrak benda-benda yang digusur oleh tubuh mereka sendiri.
Tidak hanya itu, mereka juga memuntahkan beberapa teguk darah yang membanjiri pakaian mereka.Tentu saja, luka fisik yang didapat juga tidak sedikit, mereka benar-benar dibuat tidak berdaya hanya dengan satu serangan.
Seperti yang diharapkan dari beast monster di ranah transcendent lapis 3, kekuatan mereka tidak bisa dianggap remeh.
Sekarang, saat ular itu melihat Haoyi dan Ruoyi yang masih tak berdaya, nampak dengan jelas ekspresi ketakutan di wajah mereka yang terlihat meminta pertolongan dari seseorang.
Sebagai sentuhan akhir, ular itu melebarkan mulutnya yang kemudian sebuah esensi api yang padat terkumpul dimulutnya. Ini sama dengan serangan sebelumnya yaitu nafas api dari ular itu sepertinya dia berniat mengakhiri hidup mereka.
Seluruh murid yang dibawanya telah mati dan hanya mereka berdua yang masih hidup karena kultivasi mereka yang cukup kuat meskipun masih ada dampak parah yang didapatkan dari gelombang tadi.
Hanya 1 pilihan yang mereka miliki, yaitu sebuah, "KEMATIAN!"
~
'Mereka semua kalah? Menyedihkan! Bahkan setelah mereka bersatu, mereka masih tidak mampu mengalahkan ular itu, aku sepertinya terlalu berharap pada mereka.'
Apakah karena mereka tidak tau kelemahan dari ular itu sehingga mereka kalah?
Jika itu penyebabnya, berarti mereka sangat bodoh karena berani melawan makhluk itu tanpa rencana dan persiapan apapun.
Kecuali jika beberapa kebetulan dapat terjadi seperti pertemuan yang tidak disengaja sehingga mereka tidak punya pilihan lain, itu artinya hanya terpaksa melawan dan bertahan hiduplah pilihan yang mereka punya.
Selain itu, meski bertubuh besar dan panjangnya mencapai 50 meter, ular ini tetaplah sangat gesit dan lincah saat melewati pohon seolah-olah hutan ini adalah taman bermain baginya.
Jika melarikan diri, mereka hanya akan menjadi target bergerak yang akan paling pertama diincar yang artinya lari sama dengan mati!
Sepertinya hal ini masih bisa dimaklumi.
'Haruskah aku menolong mereka? Kelihatannya mereka benar-benar berada pada situasi yang buruk...'
Namun, jika aku menyelamatkan hidup mereka dari bahaya, keuntungan apa yang akan kudapat?
Mungkin beberapa informasi?
'Ah benar! Aku bisa bertanya mereka tentang dimana letak gunung berapi di hutan ini. Mungkin mereka tahu. Kalau begitu...'
~
"Hisss!"
Menggeram dan mendesis, ular itu melepaskan sinar merah itu sekali lagi dan melesat menuju sasarannya.
Mereka yang ketakutan menjadi pucat, sehingga mereka hanya bisa menutup mata menunggu kematian.
Namun...
Ledakan!
Sinar itu tiba-tiba menghantam sesuatu yang tak dapat ditembus, apinya pun menyebar ke segala arah.
Apa itu?
Saat Haoyi dan Ruoyi membuka kelopak matanya perlahan karena penasaran kenapa mereka belum mati, mata mereka melebar karena terkejut mengetahui orang yang berdiri dihadapan mereka sedang menahan nafas api tersebut dengan satu tangan dan perisai energi berbentuk setengah bola menyelimuti mereka.
"A-apa yang...?!" Haoyi tercengang karena tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.
"Kalian diamlah disitu. Aku akan mengatasinya!" Kata Zhuo Li sambil tersenyum menatap dua kucing kecil yang tak berdaya, kemudian mengalihkan pandangannya ke arah ular tersebut.
"Eh?"
Mereka berdua yang melihatnya hanya mengeluarkan ekspresi wajah terheran-heran serta bingung dengan apa yang dia katakan.
"Kamu ular kecil yang masih ingusan berani bermain tuan dan pelayan dihadapanku?! Cari mati!" Zhuo Li mengutuk dengan marah saat menatap ular di depannya.
.....
ternyata memang menyebalkan...
asu... asu...!!!
menikmati kejayaan/ketenaran lebih dari 5 juta tahun..
gmna itungannya,coba'..!?? 😵