NovelToon NovelToon
The Last Golden Rose: Kebangkitan Putri Terbuang

The Last Golden Rose: Kebangkitan Putri Terbuang

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Romansa Fantasi / Mengubah Takdir
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: SweetMoon2025

​"Bagaimana setangkai mawar membalas dendam saat kelopaknya ditarik habis?"

​Dicap kutukan karena berambut red wine dan bermata storm silver, Annaline diusir dan kamarnya dibakar oleh keluarga kandungnya. Namun, pelarian ke Imperium Aethelgard justru membangkitkan rahasia darah 400 tahun lalu: Thread Magic, sang Sihir Benang Takdir.

​Bersama prajurit misterius bermata perak yang menyimpan otoritas tertinggi, Annaline mulai merajut jaring perang dan bisnis lewat butik barunya.

​Siapakah pria itu sebenarnya? Dan rahasia kelam apa yang akan terkoyak saat sang putri terbuang mulai menarik benang kehancuran mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SweetMoon2025, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

1. Duka Saat Kelulusan

​"Lihat si Rambut Anggur itu. Nilainya memang tertinggi, tapi untuk apa? Dia tetap saja aib berjalan bagi House of Golden Rose."

​Cibiran tajam itu menusuk tepat di telinga Annaline Ruby Roselyn Virelle, mengisi keheningan halaman belakang Akademi Mode Volcalia. Annaline tidak menoleh sama sekali pada mereka yang sengaja mengolok dari belakang tubuhnya. Jemarinya semakin erat mendekap selembar sertifikat kelulusan dengan predikat terbaik di tangannya.

​"Kudengar Lady Veronica, sengaja tidak datang karena muak melihat wajahnya yang mirip penyihir hitam," bisik suara bangsawan lain, disusul tawa renyah yang meremehkan dari segerombol siswi lain yang sengaja berhenti untuk melihatnya dan berlalu begitu saja.

​Annaline menarik napas dalam, merapatkan tudung jubah kumalnya demi menyembunyikan rambut berombak warna red wine yang menyala serta netra storm silver miliknya.

Di Kerajaan Volcalia yang masih ortodoks, memiliki fisik yang berbeda adalah sebuah kutukan rasis tak terbantahkan. Kebanyakan manusia di negeri ini berambut cokelat gelap dan bermata cokelat. Sedangkan dia? Memiliki kulit putih pucat bagai mayat hidup dengan warna rambut dan mata yang menciptakan rumor jahat bahwa dia adalah titisan ratu sihir hitam yang kini rumornya dikurung di menara kekaisaran.

​Namun, bukan kepedasan mulut mereka yang membuat dada Annaline sesak hingga air matanya menetes di atas map sertifikat yang ada di tangannya. Melainkan sebuah fakta pahit yang baru ia terima tadi pagi. Satu-satunya sosok yang menganggapnya ada, satu-satunya manusia yang memanusiakannya di dunia ini, sosok itu baru saja mengembuskan napas terakhir.

​"Mama ...." lirih Annaline, suaranya tercekat di tenggorokan.

​Mama Rosa alias Rosalia Virelle, nenek dari pihak ayahnya telah tiada. Neneknya meninggal mendadak tepat di hari kelulusannya beberapa waktu lalu. Di hari bahagianya yang tidak bahagia sepenuhnya ini, rasanya dunia Annaline ikut mati terkubur di dalam tanah.

​Dengan langkah gontai dan hati yang hancur berkeping-keping, Annaline berjalan cepat meninggalkan area akademi. Dia tidak pulang ke bangunan utama kediaman Duke Virelle yang megah dengan dinding marmer putih dan jendela kaca tinggi. Pintu utama itu bukan tempat untuknya. Dia berjalan memutar melewati pintu samping, lurus menuju paviliun belakang, sebuah bangunan tak terurus dengan satu kamar pengap, lapuk, dan terisolasi yang berada di dekat gudang. Kamar dimana dia tumbuh, tempat dia dikucilkan sejak kecil.

​Cklek.

​Annaline menutup pintu kayunya yang mulai rapuh dan menguncinya dari dalam. Kegelapan langsung menyambutnya, hanya menyisakan sebuah lampu minyak redup yang menari lambat di sudut meja kayu.

Sejak saat itu, ​Annaline mengurung diri sendiri. Dia tidak punya siapa-siapa lagi di dunia ini. Tidak seperti kakaknya Helena, yang di puji oleh setiap orang yang melihatnya sebagai sosok gadis cantik keluarga Virelle. Yang dia punya hanya beberapa barang pemberian rahasia dari mendiang neneknya selama ini, serta tumpukan kain perca yang diam-diam dia pungut dari lantai ruang praktek akademi dan dia bawa pulang ke kamar ini.

​"Aku tidak boleh mati bersama rasa sedih. Nenek sudah mengajariku banyak hal dan aku yakin dia tidak mau aku terus terpuruk seperti ini," bisik Annaline pada dirinya sendiri. Dia menghapus air matanya dengan kasar, menolak untuk terlihat lemah bahkan di depan bayangannya sendiri.

​Dia duduk di kursi kayu yang berderit. Otaknya yang jenius dalam mendesain langsung bekerja cepat. Annaline sangat pintar dalam urusan akademis seperti menulis, membaca, berhitung, dan menggambar sketsa. Selain itu, ia juga mahir menjahit dengan tangan dengan rapi. Tumbuh di keluarga pengusaha fashion kelas atas membuatnya menyerap banyak ilmu secara alami dari mendiang neneknya.

​Jemari lentiknya mulai bergerak lincah. Dia memilih beberapa kain utama pemberian terakhir neneknya, memadukannya dengan kain sisa dari akademi agar terlihat cantik dan pas di tubuhnya. Di bawah temaram lampu minyak yang bergoyang ditiup angin malam, Annaline menumpahkan seluruh rasa duka dan kesepian jiwanya ke dalam tiap tusukan jarum.

"Mama, aku akan membuat gaun yang cantik."

​Hari demi hari berlalu, hingga selembar gaun sederhana namun memiliki potongan yang sangat elegan mulai terbentuk. Gaun itu begitu indah, menyatu sempurna dengan lekuk tubuhnya. Tinggal beberapa sentuhan akhir di bagian dada, dan karya pertamanya akan selesai. ​Namun, tiba-tiba gerakan tangan Annaline mendadak terhenti.

KRETEK!!!

"Yah, patah. Mama, jarum yang aku punya patah?" tanpa terasa air mata mengalir di kedua pipinya. Rasa rindunya tiba-tiba datang. Dia ingin sekali memeluk mendiang dan berakhir tidur dalam pelukannya.

Jarum jahit yang selama ini dia gunakan tiba-tiba patah menjadi dua karena mungkin juga sudah terlalu tua. ​Annaline menghela napas lelah dengan air mata masih berlinang melihat kenyataan itu. Dia menoleh ke arah lemari pakaian kayunya yang lapuk sambil menyeka air matanya dengan kasar.

Di sudut terdalam lemari pakaiannya, tersembunyi sebuah kotak kayu usang peninggalan Mama Rosa. Kotak itu diberikan sebulan lalu dengan pesan misterius agar Annaline membukanya jika sudah tidak ada lagi tempat untuk bersandar. Ia tahu di sana ada jarum jahit tua milik neneknya beserta beberapa peralatan lain, tapi dia belum menyentuhnya sama sekali hingga detik ini.

​"Sudah terlalu larut untuk aku lanjutkan. Lampu minyak ini juga mulai habis," gumamnya beralasan sambil melihat api yang meredup. Dia memutuskan untuk melipat gaun perca itu dengan rapi, menyembunyikannya ke dalam lemari, dan bermaksud mencari kotak peninggalan neneknya esok hari saja. Dia rasa ini waktunya untuk dia membuka kotak itu.

​Namun, tepat saat tangannya baru saja menutup pintu lemari kayu tua di kamarnya—

​BRAKKKK!!!

​Pintu kamarnya didobrak secara paksa dan terbuka begitu saja dari luar. Engsel kayunya langsung patah, menghantam lantai dengan suara dentuman keras yang memecah keheningan malam.

​Annaline tersentak mundur, jantungnya berpacu dengan cepat dan dari balik pintu yang hancur, muncul sesosok wanita paruh baya dengan gaun tidur sutra mewahnya. Wajahnya yang dilapisi riasan tebal tampak mengeras, dipenuhi kilat amarah yang begitu mengerikan.

Iya, itu ​Ibunya sendiri, ibu kandung dari Annaline. Lady Veronica Virelle, malam ini tatapannya jauh lebih mematikan daripada sekadar tatapan jijik yang biasa ia terima sehari-hari.

​"Apa yang kau lakukan disini, hah?!" teriak Lady Veronica berapi-api, suaranya menggema keras di dalam kamar pengap itu.

​Annaline berdiri dengan kaku, bibirnya bergetar melihat sang ibu melangkah maju dengan tangan seolah siap menamparnya sampai memar dan berdarah.

"I-Ibu ... ada apa?"

​"Jangan panggil aku Ibu! Aku tidak sudi memiliki anak iblis sepertimu!" Lady Veronica menunjuk wajah Annaline dengan telunjuknya yang gemetar karena amarah yang memuncak.

"Dasar jalang sialan! Kenapa kau berani menggoda tunangan kakakmu sendiri?!"

1
Anne Soraya
lanjut
Razi Maulidi
awal bab yang indah kk.... ceritanya bikin sedih di awalnya.... semangat....
Sweet Moon |ig:@sweet.moon2025: Terimakasih kak 🫶🤗
total 1 replies
WidBy
Lanjut kak 🤭
Mutiara
Kok belum up lagi?
Mutiara
5 bab Thor? keren bnget. besok 5 bab LG kan? 🤭
WidBy
lanjut thor
한스 HANSEN (HiAtus SEmeNtara)
aku hadir mom!
Sweet Moon |ig:@sweet.moon2025: Yes, dear. Thankyouuu 🫶🫶🫶
total 1 replies
Vhin Ananta
Sweet yang nggak Sweet karena bikkn mewek 🫣..
lanjut yaaaaa
Sweet Moon |ig:@sweet.moon2025: Terimakasih Kak Vhin 😘😘😘
total 1 replies
Mutiara
makin seru ni. keren la pokknya. jadi cermin itu apa y?
WidBy
Aetan mulai tertarik ke Ana ya? 🤭
Cutiepie18
Di bab awal udah sedih banget ya, di tambah di akhir makin kena fitnah, pasti ini cewek kuat banget ngadepin semua itu, dan pas waktu perkataan itu, gue penasaran, siapasih tunangan yang di rebut itu. emgnya dia pantas direbutkan?... lanjuuut...😍
Cutiepie18: sama2 kakak, 😍😍😍... keren bgt novel novel kakk👍
total 2 replies
Mutiara
Aku mau saputangana 😍
Mutiara
wih paman Paul keren banget Weh. ternyata ya ternyata 👍🤭
WidBy
rumah siapa y? ayo bangkit An, tunjukkan k keluarga Virelle
Asley Naynay
makin penasarn rumah siapa yg di tempati? semoga aja mary sm paul g jahat
Sweet Moon |ig:@sweet.moon2025: Rumah siapa ya hmmm ikuti terus ya, Kak 😆🫶
total 1 replies
Asley Naynay
Nyonya Rosa 😭🫶🏼 bikn trharu
Asley Naynay
siapa yang sangka ternyata Paman Paul 😱👍💪
Mutiara
sialan. apes banget jadi Analin. lawan ayo lawan
Mutiara
anjg di usir. pdhl anak kandung. woilah
Sweet Moon |ig:@sweet.moon2025: Sabar, Kak sabar 😆🫶
total 1 replies
Mutiara
bab satunya seru. kasian banget analin y. jahat keluarganya
Sweet Moon |ig:@sweet.moon2025: Iya ya, Kak 🥲 baca terus bab seru lainnya ya 🫶
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!