NovelToon NovelToon
Menggembala CEO Pemalas

Menggembala CEO Pemalas

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Crazy Rich/Konglomerat / Konglomerat berpura-pura miskin / Romantis
Popularitas:481
Nilai: 5
Nama Author: Althea Shalmaira

Menjadi sekretaris di KALUMPERRI CORP seharusnya menjadi puncak karier Aulia Putri yang elegan. Namun, realitanya jauh dari ekspektasi. Alih-alih mengurus agenda bisnis bernilai triliunan, pekerjaan Aulia lebih mirip seorang peternak: menggembala Khatyr Ali Fatih, sang CEO super malas!

Khatyr itu jenius, tapi moto hidupnya adalah rebahan. Ia hobi bolos rapat, sembunyi di bawah meja, dan tidur di gudang arsip. Saat dewan direksi mulai gerah dan mengancam posisi Khatyr, sebuah kesepakatan rahasia terjalin. Aulia menjadi "otak" di balik layar, sementara Khatyr menjadi tameng korporatnya.

Di antara kejar-kejaran kocak di lorong kantor dan intrik politik perusahaan, Aulia sadar bahwa di balik kemalasan Khatyr, ada kejeniusan berbahaya yang siap melindungi dirinya. Mampukah Aulia menjinakkan bos ajaib ini, atau justru ia yang ikut terperangkap dalam pesona santainya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Althea Shalmaira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tameng Pelindung

Aulia mengepalkan tangannya erat-erat di bawah meja kerja, tersembunyi dari pandangan Vania. Situasi ini sangat kritis. Vania tidak memiliki bukti hukum yang kuat, namun kecurigaannya yang sangat logis dan jeli ini sudah cukup untuk memicu penyelidikan internal dari dewan komisaris jika ia melaporkannya kepada Pak Haryo.

"Bu Vania," suara Aulia mendadak berubah menjadi sangat dingin dan berwibawa, memangkas seluruh keramahan profesionalnya.

"Tuduhan Anda sangat serius. Anda sedang menuduh bahwa CEO Kalumperri Corp tidak melakukan tugasnya dan mendelegasikan keputusan strategis kepada sekretaris pribadinya. Tanpa bukti yang sah, tindakan Anda ini bisa dikategorikan sebagai pencemaran nama baik pimpinan tertinggi perusahaan yang berujung pada pemecatan sepihak."

Vania menyipitkan matanya, sedikit terkejut dengan keberanian dan ketegasan Aulia yang tidak terduga dari seorang sekretaris baru.

"Aku tidak menuduh tanpa dasar, Aulia," bisik Vania pelan, suaranya sarat akan ancaman.

"Aku hanya sedang melakukan riset internalku sendiri. Dan percayalah, cepat atau lambat, aku akan menemukan bukti bahwa kamu adalah 'otak' di balik layar dari CEO pemalas kita. Dan saat hari itu tiba, kalian berdua akan tersingkir dari lantai empat puluh dua ini."

Dengan senyum dingin yang penuh ancaman, Vania menarik kembali map transparannya, lalu berbalik dan melangkah pergi menuju lift eksekutif, meninggalkan Aulia yang berdiri mematung dengan jantung yang berdegup kencang karena kepanikan yang mendalam.

Begitu pintu lift eksekutif tertutup rapat membawa Vania pergi, Aulia langsung berbalik dan mendorong pintu ruangan CEO dengan tergesa-gesa.

Brak!

Khatyr yang sedang asyik meminum kopi premiumnya langsung tersentak kaget hingga kopinya hampir tumpah ke atas celana jasnya. "Aulia! Ada apa? Kenapa mukamu pucat sekali? Apa Tiffany datang membawa ibuku lagi?"

"Ini jauh lebih buruk daripada Tiffany, Pak Khatyr!" ujar Aulia panik, menutup pintu ganda kayu jati itu rapat-rapat dan menguncinya dari dalam.

Ia melangkah cepat menuju meja Khatyr dengan napas yang memburu. "Rahasia kita... rahasia 'CEO Bayangan' kita mulai bocor."

Khatyr langsung meletakkan gelas kopinya, wajah jenakanya seketika berubah menjadi sangat serius. "Bocor? Bagaimana bisa? Siapa yang tahu?"

"Vania Larasati," jawab Aulia dengan suara bergetar. "Dia menemukan salah satu lembar Cheat Sheet kita yang tertinggal di mesin fotokopi beberapa hari lalu. Dia mencocokkan metode analisis risiko di lembaran itu dengan gaya penulisan skripsi saya saat kuliah dulu. Dia tahu saya lulusan terbaik kampusku, dan dia menyadari bahwa kejeniusan mendadak Anda di ruang rapat tiga minggu terakhir ini adalah hasil rancangan saya."

Aulia meremas kedua tangannya yang gemetar karena takut.

"Dia mengancam akan mencari bukti fisik lainnya untuk melaporkan kita kepada dewan komisaris dan Pak Haryo. Jika mereka tahu... kita berdua akan tamat, Pak. Anda akan kehilangan posisi CEO Anda karena kelalaian tugas, dan saya... saya akan dipecat dengan tidak hormat dan nama baik saya akan di-blacklist dari seluruh industri bisnis."

Melihat kepanikan yang luar biasa dari sekretarisnya yang biasanya selalu tampil galak, tenang, dan tak terkalahkan, Khatyr perlahan bangkit berdiri dari kursi eksekutifnya.

Ia melangkah memutari meja kerja besarnya, lalu berdiri tepat di hadapan Aulia. Tanpa ragu, Khatyr mengulurkan kedua tangan kokohnya, meraih bahu Aulia yang gemetar dengan lembut namun sangat mantap, memaksanya untuk menatap lurus ke dalam sepasang mata gelapnya yang kini menyala dengan intensitas fokus dan kekuatan yang luar biasa tenang.

"Aulia, tatap mataku. Tarik napas dalam-dalam," perintah Khatyr lembut, nada suaranya terdengar begitu kokoh dan menenangkan, bagaikan batu karang di tengah badai ombak yang dahsyat.

Aulia menatap sepasang mata elang Khatyr, mencoba mengikuti instruksinya untuk menarik napas dalam-dalam dan mengembuskannya perlahan. Perlahan-lahan, debaran panik di dadanya mulai sedikit mereda karena kehangatan dari genggaman tangan Khatyr di bahunya.

"Dengar ya, Partner," ujar Khatyr dengan senyum tipis yang penuh percaya diri.

"Vania tidak memiliki bukti apa pun. Dia hanya memiliki lembar coretan spidol dan kecurigaan akademis yang konyol. Di dunia korporasi, kecurigaan tanpa bukti fisik yang sah seperti tanda tangan dokumen ilegal atau rekaman suara... itu sama sekali tidak bernilai apa-apa di depan dewan komisaris."

Khatyr memajukan wajahnya sedikit, memotong jarak di antara mereka hingga Aulia bisa merasakan embusan napas hangatnya yang menenangkan.

"Dan yang paling penting adalah, kamu tidak sendirian menghadapi ini. Aku adalah CEO-mu. Aku adalah pemilik terbesar kedua dari seluruh saham di gedung ini. Aku tidak akan pernah membiarkan siapa pun, termasuk Vania, Paman Haryo, atau seluruh anggota dewan komisaris sekalipun menyentuh, mengancam, atau merusak reputasi profesional gembala terbaikku."

Sorot mata Khatyr yang begitu tajam dan protektif memancarkan aura seorang "Alpha" pemimpin sejati yang sangat dominan, membuat Aulia tertegun diam dengan debaran jantung yang kini berubah menjadi debaran manis yang memabukkan.

"Lalu... lalu apa yang harus kita lakukan sekarang, Khatyr?" tanya Aulia pelan, secara tidak sadar memanggil nama pribadi bosnya seperti malam kemarin.

Khatyr tersenyum lebar, sebuah senyuman penuh kelicikan jenius yang sangat khas. Ia melepaskan genggaman tangannya dari bahu Aulia, lalu merapikan kerah jas biru dongkernya dengan gaya yang sangat menawan.

"Jika Vania ingin bermain detektif-detektifan dan mencari bukti, maka kita akan memberinya sebuah umpan palsu yang sangat indah," bisik Khatyr dengan binar mata penuh kemenangan yang berbahaya.

"Kita akan membuat sebuah dokumen analisis strategis palsu yang sengaja dirancang agar terlihat seolah-olah kamu yang membuatnya, namun di dalamnya kita selipkan satu kesalahan logika fatal yang hanya bisa dideteksi olehku di depan dewan direksi nanti. Ketika Vania dengan bangga menunjukkan dokumen itu untuk menuduh kita... aku yang akan mematahkan tuduhannya secara langsung di depan umum dan mempermalukannya hingga dia tidak memiliki pilihan selain mengundurkan diri dari perusahaan ini."

Khatyr menepuk kepala Aulia dengan sangat lembut dan penuh kasih sayang, mengacak-acak sedikit rambut cokelatnya yang rapi.

"Sekarang, tenangkan pikiranmu, Sekretarisku yang galak. Buatkan aku segelas kopi hangat dari pantry luar, bersikaplah seolah-olah tidak terjadi apa-apa di depan Murni, dan biarkan aku yang menyusun desain perangkap untuk Vania sore ini. Ingat, kamu adalah otak di balik layar... tapi aku adalah tameng baja yang akan selalu melindungimu dari setiap peluru di luar sana."

Aulia Putri menatap bosnya yang kini kembali berjalan menuju kursinya dengan langkah tegap penuh karisma, merasakan kehangatan dan rasa aman yang luar biasa murni mengalir masuk dan memenuhi seluruh sudut hatinya yang sempat diliputi ketakutan.

Di dalam dunia KALUMPERRI CORP yang penuh dengan intrik, pengkhianatan, dan politik kotor, Aulia menyadari bahwa aliansi rahasia di antara sang sekretaris galak dan sang CEO pemalas kini tidak lagi sekadar tentang transaksi bisnis.

Ikatan itu telah menjelma menjadi sebuah komitmen tak kasat mata untuk saling melindungi jiwa dan masa depan satu sama lain, selamanya.

1
falea sezi
nyimak klo bagus q ksih hadiah thor🤭
Althea Shalmaira: semoga suka kak/Smile//Whimper/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!