NovelToon NovelToon
Pelayanku Sang Primadona Sekolah

Pelayanku Sang Primadona Sekolah

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Bad Boy / Idola sekolah
Popularitas:8.5k
Nilai: 5
Nama Author: Fitria callista

"Mulai sekarang, setiap satu jam sekali, kamu harus mencium bibirku! Aku tidak akan menerima penolakan," tegas Nathan lagi. "Kamu wajib menciumku di mana pun kita berada, bahkan di dalam kelas atau di tempat umum."

Jenny mulai merasa panik, "Tu - tuan, tapi itu sungguh tidak masuk akal!"

"Jenny, jika ingin ibumu selamat dan semua alat medis tetap terpasang di tubuhnya yang lemah itu, turutilah apa mauku!" ujar Nathan dengan nada mengancam. Ancaman tersebut membuat lamunan Jenny terhenti seketika.

****

Jenny terkejut saat mendengar apa yang baru saja diucapkan Nathan, tuan muda culun yang menjadi murid terbodoh di antara 450 siswa di SMA Taruna. "Jadi, jika kamu ingin aku sembuh dari semua luka trauma yang ditimbulkan oleh ayahmu, mulai sekarang kamu harus menciumku setiap satu jam sekali," ucap Nathan tegas.
****
Jenny adalah seorang perempuan yang sedari kecil hidup penuh kebahagiaan, bahkan hidupnya nyaris sempurna.

Ia terlahir dengan paras yang cantik, hidup penuh kebahagia

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitria callista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35.

"Jenny, astaga ini sangat sakit!" keluh Nathan kesakitan, bahkan sekarang ini ia terlihat terus memegang celananya. Karena Kentung miliknya itu terkena tendangan maut.

"Tuan saya mohon maafkan saya, saya seorang perempuan yang punya harga diri. Dan saya di sini hanya niat bekerja untuk membantu melunasi hutang keluarga saya, jadi tolong jangan lakukan hal yang kurang ajar seperti pada saya!" Jenny terlihat berdiri sembari memarahi tuannya itu dengan nada yang terdengar lumayan pelan dan suara yang terdengar begitu halus.

Karena bagaimana pun juga Jenny itu sadar diri dengan posisinya yang hanya sebagai pelayan. Jadi tidak mungkin ia itu terlalu berani atau pun terlalu kasar dengan tuannya Nathan.

"Maaf Jenny, tadi aku benar benar tidak sadar!"

"Iya tuan, tentu saja saya itu memafkan anda," sahut Jenny dengan senyuman kaku.

Hening.

Suasana canggung sekarang ini terasa di dalam kamar milik Nathan.

Bahkan keduanya terlihat diam mematung seraya fokus pada pikirannya masing masing.

Jenny nampak berdiri mematung, sedangkan Nathan memilih untuk melihat ke arah Jenny.

"Jenny!" panggil Nathan.

Jenny lantas pun menoleh. "Iya tuan."

"Kenapa berdiri di situ? Ayo duduk di ranjang di sini bersama ku," kata Nathan sembari menepuk nepuk ranjang yang ada di sampingnya.

Jenny nampak melongo, tiba tiba rasa takut menghampiri dirinya. Bayang bayang kelakuan tuannya padanya yang sudah di lakukan tuannya sebanyak dua kali hari ini begitu terbayang bayang di dalam otak dan juga pikirannya.

Bukanya menjawab apa yang barusan tuannya itu katakan, Jenny malah terlihat menggeleng gelengkan kepalanya.

Nathan yang melihat tingkah aneh Jenny pun lantas berjalan ke arahnya.

"Jenny, apa yang kamu lakukan?" tegur Nathan sembari memegang ke dua pundak Jenny.

Jenny hanya bisa tertegun, lalu ia menatap lekat ke arah dua bola mata tuannya dengan tatapan ketakutan.

"Ti - tidak tuan. Saya tidak apa apa, bukankah pelayan memang biasanya itu berdiri, saya berdiri tidak apa apa," sahut Jenny dengan nada terbata.

"Apa kamu masih takut? Kalau aku sampai melakukan hal kurang ajar lagi padamu, tenanglah Jenny! Aku tidak akan melakukan itu lagi padamu, aku berjanji, aku akan berusaha untuk menahan keinginan ku," kata Nathan dengan nada suara yang terdengar serius. Bahkan bola matanya yang berwarna hazel itu nampak menatap dalam ke dua bola mata Jenny yang berwarna hitam legam.

Jenny hanya bisa menjawab ucapan tuannya itu dengan anggukan kepala.

Nathan terlihat menarik pergelangan tangan Jenny, lalu membawanya untuk duduk di atas ranjang yang ada di dalam kamarnya.

Jenny terlihat menurut, ia mengikuti langkah kaki tuannya dan berjalan ke arah ranjang dengan kaki yang terpincang pincang.

Berkali kali tuan muda itu juga terlihat meringis serta mengigit bibir bawahnya, menahan rasa nyeri yang teramat dalam akibat Kentung miliknya yang di tendang oleh Jenny.

"Jenny, biar aku obati lagi kakimu lagi!"

"Ti - tidak perlu tuan, pasti nanti sembuh sendiri. Lagian kaki saya juga tidak terasa sakit kok," tolak Jenny secara halus.

"Bukan begitu, nanti malam akan ada perjamuan makan keluarga besar Jayde. Aku ingin datang kesana dengan mu, aku tidak mau jika meninggalkan mu di rumah ini sendirian." Nathan terlihat menarik kaki Jenny yang terluka.

Jenny hanya bisa memandang tuannya itu dengan sebuah pandangan yang sangat sulit untuk di artikan. .

Lagi lagi dengan penuh perhatian, tuan muda itu terlihat mengoleskan salep ke bagian kaki pelayannya, bahkan ia terlihat meniup niup kaki pelayan nya.

Jenny terlihat menatap ke arah tuan mudanya. "Maafkan aku Tuan, hidup seseorang yang sangat baik seperti anda harus berubah, karena sebuah masa lu dan luka trauma yang mendalam. Saya mohon maafkan semua kesalahan ayah saya." gumam Jenny dalam hatinya, ia terlihat menitihkan air mata, kala melihat perhatian yang di lakukan oleh Nathan.

Ceklek.

Pintu kamar Nathan terbuka, dan muncul sosok Vina, ibu kandungnya yang tiba tiba masuk tanpa mengetuk pintunya terlebih dahulu.

1
Alia Chans
Hadir thor, cerita nya seru like+ bunga🌹😉




kalo berkenan mampir juga ya😉
Fitria Callista: terimakasih banyak kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!