"Mulai sekarang, setiap satu jam sekali, kamu harus mencium bibirku! Aku tidak akan menerima penolakan," tegas Nathan lagi. "Kamu wajib menciumku di mana pun kita berada, bahkan di dalam kelas atau di tempat umum."
Jenny mulai merasa panik, "Tu - tuan, tapi itu sungguh tidak masuk akal!"
"Jenny, jika ingin ibumu selamat dan semua alat medis tetap terpasang di tubuhnya yang lemah itu, turutilah apa mauku!" ujar Nathan dengan nada mengancam. Ancaman tersebut membuat lamunan Jenny terhenti seketika.
****
Jenny terkejut saat mendengar apa yang baru saja diucapkan Nathan, tuan muda culun yang menjadi murid terbodoh di antara 450 siswa di SMA Taruna. "Jadi, jika kamu ingin aku sembuh dari semua luka trauma yang ditimbulkan oleh ayahmu, mulai sekarang kamu harus menciumku setiap satu jam sekali," ucap Nathan tegas.
****
Jenny adalah seorang perempuan yang sedari kecil hidup penuh kebahagiaan, bahkan hidupnya nyaris sempurna.
Ia terlahir dengan paras yang cantik, hidup penuh kebahagia
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitria callista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 34.
"Apakah lo ingin berdiskusi dulu dengan sahabat lo itu? Sepertinya dia tidak setuju dengan penawaran yang lo berikan," tawar Galen.
"Gak usah urusin Tiara, sekarang gue tanya sama lo, mau gak hancurkan hidup Jenny bersama. Gue ingin dia dan si culun itu di kucilkan di sekolah ini, karena gue yakin seluruh murid yang ada di sekolah ini sangat takut dengan power yang lo miliki Galen. Gimana lo itu setuju kan dengan penawaran yang gue berikan?"
Galen terlihat mulia mengepalkan tangannya, tapi ia masih berusaha bersabar.
"Terus kalau gue tidak setuju dengan penawaran yang lo berikan!"
"Gue akan nyebarin ke seluruh sekolah perihal ibu kandung lo, bahkan gue juga akan menyebarkan berita tentang Jenny yang sekarang sudah hidup miskin dan juga melarat. Biar seluruh sekolah itu mem bully Jenny, dan gue akan buat nama lo itu hancur. Dengan menyebarkan fakta ibu kandung lo yang seorang kupu kupu malam itu, dan gue juga akan menyebarkan ini kepada semua media dan juga media sosial," jelas Kamila dengan suara penuh kemenangan.
Plakk!!
Galen terlihat menampar wajah Kamila dengan sangat keras, sampai membuat sudut bibir Kamila mengeluarkan darah.
"Gue gak akan pernah membiarkan lo itu bisa melancarkan semua rencana busuk lo itu!"
Kamila nampak menatap Galen dengan wajah takut sembari menggeleng gelengkan kepalanya.
"Ke - kenapa lo itu menampar gue Galen?"
Tanpa menjawab ucapan Kamila, Galen terlihat berjalan ke arah teman temannya.
"Teman teman sekarang terserah kalian berdua mau apakah dua gadis ini? Jangan lupa video kan mereka saat posisi tanpa sehelai benang, gue mau pergi dulu. Gue ada urusan!"
"Ta - tapi bos, apakah bos itu gak ikutan ingin memberi pelajaran pada mereka berdua," tawar Ricard.
"Gak, gue gak minat, mood gue buruk. Dari pada gue Makai tubuh gadis berhati iblis itu, lebih baik gue balapan motor. Enak saja dia mau mengancam seorang
Galen Kamajaya," kata Galen sombong lalu meninggalkan gudang kosong itu.
Teriakan dan juga Isak tangis Kamila maupun Tiara nampak menggema di dalam gudang kosong itu. Bahkan terdengar jeritan meminta ampun dari dalam gudang itu.
"Kamila, enak saja lo mau ngancam gue. Gue yang setelah ini akan mengancam lo dengan dengan foto dan video tubuh lo yang tanpa sehelai benang itu." gerutu Galen sembari berjalan meninggalkan area gudang kosong itu.
*****
****
***
Sementara itu, di dalam kediaman rumah mewah Jayde.
"Jenny ciuman mu itu kurang satu kali lagi!" ujar Nathan tiba-tiba.
Jenny tampak bingung, "T-tuan, tapi saya sudah mencium bibir Anda sebanyak empat kali. Bagaimana bisa masih kurang?" Jenny benar-benar merasa kebingungan.
"Tidakkah kau ingat? Aku sudah mengatakan kalau kamu harus mencium ku pada waktu yang telah aku tentukan!" tegur Nathan.
Jenny terlihat menoleh ke arah jam dinding milik Nathan, "Tapi, Tuan, ini baru setengah jam berlalu."
"Iya, bukankah kamu harus mencium ku setiap setengah jam sekali?" kilah Nathan, wajahnya tampak licik.
Jenny hanya bisa terkejut, ia merasa tidak mampu mengendalikan perasaannya. "Apa-apaan ini? Kenapa aku harus menciumnya lagi? Apa tadi saat di ruang kepala sekolah itu aku salah dengar? Sepertinya aku itu tidak salah dengar," batinnya, merasa terdesak.
Jenny yang masih asyik mematung, lagi lagi bola matanya di buat membelalak sempurna.
Mendadak, Nathan mencium bibir Jenny dengan begitu tiba-tiba, melumat bibirnya hingga Jenny merasa nafasnya tersengal-sengal.
"A-apa yang baru saja terjadi? Tidak! Tidak bisa! Bagaimana aku bisa membiarkan ini terjadi?" Desakan panik merayap dalam pikirannya, seolah-olah perasaannya ditelan oleh kekacauan tak bertepi.
Nathan terlihat begitu ahli dalam menciumnya, hingga bibir Jenny tak bisa bergerak lepas dari jebakannya.
Nathan terlihat melumat, lalu memasukkan bibir manis Jenny sampai tidak tersisa di dalam mulutnya.
Naluri Nathan seakan memaksanya untuk memegang dada Jenny.
Jenny reflek pun langsung menendang Kentung milik Tuannya.
kalo berkenan mampir juga ya😉