NovelToon NovelToon
Istri Tengil Tuan Presdir

Istri Tengil Tuan Presdir

Status: tamat
Genre:Duda / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:542.8k
Nilai: 4.8
Nama Author: Kim99

Kiara Aleema Jaleela, 25 tahun. Perempuan berparas cantik yang memiliki penampilan urakan. Kiara terpaksa menikah dengan seorang pria pilihan ayahnya. Yups, karena sebuah perjodohan, Kiara dipaksa menerima duda yang umurnya 10 tahun lebih tua darinya.

Awalnya Kiara menolak perjodohan tersebut. Kabur dari rumah, sampai dia dipertemukan dengan pria gagah nan tampan yang sebenarnya adalah calon suaminya sendiri.

Singkatnya pernikahan itu terjadi, Kiara menjalani hari-harinya seperti biasa, jangan harap dia akan menurut kepada suaminya, karena itu sangat sulit.

Seiring berjalannya waktu, Kiara mulai menyukai sosok Habibie yang menjadi suaminya. Muncul benih-benih cinta dalam hatinya sampai dia bertekad untuk memenangkan hati Habibie.

Namun, sebuah fakta mengejutkan membuat Kiara menjadi ragu. Pria yang paham dan mengerti tentang agama itu nyatanya masih sangat mencintai istri pertamanya. Lantas, akankah Kiara berhasil meluluhkan hati sang suami? Atau justru sebaliknya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kim99, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11. Pernikahan

"Habibie itu adalah pria yang baik, dia sudah mapan, dan ayah yakin, Habibie akan biasa membimbing mu menuju surganya Allah. Kamu tahu, Nak. Ibu kamu pasti akan sangat bahagia kalau kamu menikah dengan Habibie. Dia adalah orang terpandang, keluarganya juga keluarga baik-baik. Bibit bobot nya sudah jelas. Insyaallah, kamu tidak akan kekurangan apa pun."

Kiara hanya bisa mendesah pasrah. Sebenarnya dia sangat takut untuk menerima perjodohan ini. Namun, bagaimana mungkin dia bisa menolak permintaan sang ayah. Selain karena permintaan almarhumah ibunya yang mengatakan jika Kiara harus menuruti apa pun yang ayahnya katakan, Kiara juga tidak ingi semua fasilitasnya diambil paksa. Tadinya dia sudah senang jika Habibie akan menjadi suaminya. Tapi setelah tahu jika pria itu adalah pria pilihan sang ayah. Kiara kembali tagu. Takut kalau ada konspirasi diantara orang-orang ini.

"Tapi kalau Kiara disuruh pakai hijab gimana Ayah? Kiara belum siap. Kiara masih mau main, mau seneng-seneng sama temen Kiara."

Amzar tersenyum untuk yang kesekian kalinya. Dia menunduk, menyamakan posisi kepalanya di samping wajah Kiara. "Enggak harus seperti itu, pelan-pelan aja! Nanti juga bisa kok."

"Tapi Ayah--"

"Sudah! Ayah mau keluar. Kamu tunggu di sini. Setelah ijab qobul, ayah bawa suami kamu ke sini ya!"

Kiara hanya bisa mendesah pasrah. Ingin kabur, tapi dia tidak bisa. Kiara tidak sanggup kalau harus hidup terlunta-lunta di jalanan. Apalagi jaman sekarang banyak orang-orang brengsek. Kiara tidak ingin harga diri dan kehormatannya hancur oleh manusia seperti itu. Memang, Kiara adalah gadis yang suka main ke tempat-tempat karaoke dan sejenisnya. Namun, dia tidak pernah tertarik untuk bermain api dengan laki-laki mana pun. Kiara terlalu takut.

"Cantik sekali anak Ibu!" ujar seorang wanita di belakang Kiara. Iya, Kiara memang sangat cantik dengan balutan gaun pengantin syar'i atas permintaan dari pihak laki-laki. Riasan wajahnya juga tidak terlalu mencolok.

"Terima kasih, Bu," ujar Kiara dengan senyum tipis di bibirnya. Wanita itu adalah istri kedua ayahnya. Amzar menikah dengan Sabina satu tahun setelah ibunya meninggal. "Tapi Kiara gak akan bisa dugem lagi, Bu. Gak asik akh!"

Sabina terkekeh, mengusap kepala Kiara dengan usapan yang sangat lembut. Sabina tahu, alasan Amzar buru-buru menikahkan Kiara adalah karena ini. Kiara bukan hanya nakal karena pakaiannya yang sangat tidak sesuai dengan syariat. Namun, Kiara juga sering main ke tempat-tempat kurang baik.

"Semoga bahagia, Sayang!"

"Aamiin. Kalau Kiara enggak bahagia, Kiara boleh balik ke rumah ini 'kan?"

Lagi-lagi Sabina terkekeh. Dia mengangguk meskipun rasanya dia sangat gemas terhadap Kiara. Anak manja ini sudah akan menikah, rumah pasti akan sangat sepi setelah kepergiannya.

"Saya nikahkan dan saya kawinkan, Ananda Habibie Kazeem Alqais bin Fawas Faruk Alqais dengan anak saya yang bernama Kiara Aleema Jaleela dengan mas kawin cincin berlian dua karat dan satu buah mobi Mercedes-Benz, tunai!"

"Saya terima nikah dan kawinnya Kiara Aleema Jaleela binti Amzar Dafir Gazlan dengan mas kawin tersebut, dibayar tunai.

"Sah?" tanya penghulu kala itu.

"Sah!" ucap semua orang serempak.

Kalimat puji dan syukur mereka ucapkan dengan penuh kelegaan. Apalagi untuk Amzar, melepaskan anak perempuannya bukan hal yang mudah. Namun, ini sudah menjadi sebuah kewajiban. Dia tidak bisa mengabaikan Kiara, anak itu terlalu sulit menurutinya, mungkin, bersama dengan Habibie, Kiara akan bisa berubah sedikit demi sedikit.

"Alhamdulillah, tabarakallah, Nak! Ayah serahkan anak ayah kepadamu. Sungguh, ayah sudah tidak memiliki hak apa pun terhadapnya. Baik itu di dunia atau di akhirat, keselamatannya tergantung padamu! Berbahagialah!" Amzar menepuk pundak Habibie beberapa kali. Laki-laki ini memang pria yang sangat tampan. Berwibawa dan memiliki etika yang baik. Dilihat dari segi manapun, tidak ada yang kurang dari seorang Habibie. Dia sudah menjadi CEO di usianya yang masih sangat muda kala itu, dan sekarang, usaha keluarga yang Habibie kembangkan pun maju dengan sangat pesat.

"Temuilah penggantimu!" kata Amzar. Habibie pu mengangguk. Dia dipersilakan untuk masuk kedalam sebuah kamar yang didalamnya tentu sudah ada mempelai wanita.

Kiara menunduk dengan tangan dan kaki yang bergetar hebat. Dia tidak tahu harus bersikap seperti apa. Kiara takut akan membuat masalah, terlebih laki-laki yang sekarang sudah menjadi suaminya adalah laki-laki yang taat dan cukup paham agama.

"Assalamualaikum!" satu kata terdengar menembus gendang telinga Kiara. Gadis itu mendongak, dia yang duduk di tepian ranjang mendadak beranjak. Tatapannya lurus kedepan, seorang pria, dengan setelah yang hampir sama sepertinya tengah berjalan mendekat. Kiara mematung untuk waktu yang cukup lama, hingga, saat Sabina menyenggol lengannya, barulah Kiara berkedip.

"Wa'alaikumssalam!" jawabnya kikuk. Ia langsung menunduk dengan wajah memerah. Keningnya mengerut setelah melihat wajah Habibie dari jarak yang sangat dekat. "Oh Tuhan, pria ini sangat tampan," batin Kiara bersuara.

Orang-orang yang menyaksikan kejadian itu ikut tersenyum. Kiara yang malu-malu, sedangkan Habibie terlihat sangat tenang. Keduanya adalah pasangan serasi, Kiara dengan wajah cantiknya, juga Habibie dengan paras yang sangat tampan.

"Ijinkan saya untuk membacakan do'a," pinta Habibie dan hanya dibalas anggukan oleh Kiara. Gadis itu memejamkan mata ketika telapak tangan besar pria itu diletakan di atas kepalanya. Setelah itu, barulah Kiara diminta oleh seseorang untuk mengecup punggung tangan Habibie juga Habibie diminta untuk mengecup kening Kiara.

Adegannya terasa sangat mendebarkan karena tingkah keduanya terlalu kaku. Amzar yang melihat kejadian itu malah menangis, dia tidak kuasa menahan bulir bening yang menyeruak membasahi kelopak matanya.

....

Selepas acara pernikahan selesai. Kiara langsung dibawa ke rumah suaminya. Dia duduk di tepian ranjang dengan jantung berdegup tak karuan.

"Bagaimana ini? Tuan Habibie memang sangat tampan. Tapi ... kalau hari ini aku harus melepaskan kehormatan ku untuknya, aku sama sekali belum siap."

Kiara mengigit ujung-ujung kuku di jari tangannya. Gadis itu berdiri, lantas duduk kembali. Suara guyuran air di dalam kamar mandi menambah suasana horor dalam hatinya. Apakah Habibie sedang bersiap untuk melakukan malam pertama? Oh tidak. Kiara membaringkan tubuhnya di atas ranjang tetapi tak lama setelahnya Kiara kembali duduk dan merapikan penampilan.

"Aku gak boleh bikin malu, Ayah!" gumamnya dengan wajah serius. Namun, detik berikutnya dia kembali meringis. Tubuhnya terlonjak kaget ketika mendengar pintu kamar mandi tertutup cukup kencang.

"Mas Habibie," gumam Kiara gugup, dia tidak berani untuk menatap wajah pria di depannya karena terlalu takut. "Mas anu, itu ... biasanya orang yang sudah menikah akan melakukan itu, tapi--"

"Jangan mengharapkan apa pun dari saya Kiara, saya menerima pernikahan ini karena saya menghormati keputusan Abi saya, bukan karena saya mau!"

1
$4D ALONE "-"
anjing banget Habibi kont*1
Ary hartini
novel udah lama.tp baru baca..lucu bikin ketawa..bikin nangis sedih juga.awalnya yg kiara pergi itu sempet kesel knp ketemu lg.pas yg pergi ke2 ikutan maki2 si abie.syukurin syukurin...
seru pokoknya bikin emosi naik turun..novel2 kim99 very good
Tunggul Nogo
Ngga ada terjemahan dr Sunda ke indonesia,, jadi bingung /Frown/
dhena
mata seperti nya kena bawang nieh bacanya sambil mewek
El Sazita
kok cerita nya sedih banget sih
jdi mewekk🥲
Amyy Amyy
/Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt/
Nurlaila Elahsb
kenapa juga ada si Humaira ,,ya KL mau bantu ya bantu aja lah Gibran gk usah juga di nikahi ,,si Abie juga rada sakit ya!!yg sudah berlalu ya sudah lah...hadeh..
Alyanceyoumee: Assalamualaikum. Thor permisi, ikut promo ya🙏.

Kaka, Jika ada waktu luang, boleh coba baca karya ku yang berjudul "PARTING SMILE" ya, siapa tau Kaka suka.

Berkisah tentang penyanyi religi yang terjerat pernikahan kontrak dan cinta masa lalunya yang sangat rumit. Ditambah dia tipe yang gengsian dan menyebalkan, hiih dah lah.

Insyaallah seru ka... xixi
di tunggu ya ☺️🙏
total 1 replies
Nurlaila Elahsb
jodoh kang Gibran dh ready say
Nurlaila Elahsb
kayak nya seru nih, baru mampir Thor
Alyanceyoumee: Assalamualaikum. Thor permisi, ikut promo ya🙏.

Kaka, Jika ada waktu luang, boleh coba baca karya ku yang berjudul "PARTING SMILE" ya, siapa tau Kaka suka.

Berkisah tentang penyanyi religi yang terjerat pernikahan kontrak dan cinta masa lalunya yang sangat rumit. Ditambah dia tipe yang gengsian dan menyebalkan, hiih dah lah.

Insyaallah seru ka... xixi
di tunggu ya ☺️🙏
total 1 replies
Priskha
jgn buat Kiara meninggal dong thor kasihan ijinkan dia hidup bahagia bersama klg kecilnya kasihan dia sdh lama hidup menderita tanpa kasih sayang
Priskha
wis tinggalin aja tuch si Habibie jd laki kok ndak tegas
Priskha
aq kok jengkel sm Habibie ya sdh diberi kesempatan 2x msh mau buat ulah lg pingin aq tonjok aja tuch mukanya ndak ada kapoknya
Priskha
gentleman kmu Gibran aq salut dg pengorbananmu demi keutuhan rmh tangga kakakmu kmu rela mempertaruhkan kebahagiaanmu
Priskha
pinter agama tp akhlak minim ndak rasa klau sdh nyakitin hati istrinya 🙄🙄🙄🙄
Priskha
anjayy ngakak hbs aq thor smp keselek terbatuk2 🤣🤣🤣🤣🤣
Priskha
pantesan aja ayahnya Kiara bludrek lihat kelakuan anaknya spt itu awas nanti jd Hypertensi trs stroke lho ayah...yg sabar aja anggap aja hiburan 😂😂😂😂
Nur Adam
smgt untuk krya mu thoor
Rita susilawati
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Maryana Fiqa
baru pertama baca sudah bikin sakit perut,betul betul kami kyara ya🤣🤣🤣
Martina Arvia
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!