NovelToon NovelToon
Kebangkitan Kaisar Asura

Kebangkitan Kaisar Asura

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Fantasi / Mengubah Takdir
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: Yann_Story

Seorang pemuda dari Klan Lin, Lin Huang mencoba mencari jalannya sendiri di tengah keputusannya. Hingga suatu hari, kejadian tak terduga yang dia alami justru menjadi titik balik baginya untuk hidup di tempat yang hanya peduli pada kekuatan ini... Apa yang sebenarnya terjadi padanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yann_Story, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Puncak Arak

Dengan satu kalimat dari sang legenda, konspirasi awal faksi Iblis untuk menghancurkan Huang di hari pertama langsung hancur berantakan. Lin Huang telah berhasil mengamankan payung pelindung terkuat di akademi, dan dari puncak gunung yang sepi itu, dia siap mengasah taring warisan Asura-nya hingga cukup tajam untuk merobek seluruh Benua Barat.

Gu Mo berdiri mematung di tepi arena, wajahnya memerah padam menahan malu sekaligus ketakutan yang luar biasa. Di hadapan seorang master Ranah Transformasi Dewa seperti Penatua Jiu, dia tidak lebih dari sekadar sebutir debu. Dengan tangan gemetar, dia membungkuk dalam-dalam lalu mundur ke arah tribun faksi Gagak Hitam, memikul tatapan cemooh dari ribuan murid senior lainnya.

Di tribun Murid Dalam, Elysa mengembuskan napas lega yang panjang, sementara Mu menyilangkan dada sambil tersenyum tipis. "Bocah itu... keberuntungannya sama besarnya dengan nyalinya," gumam Mu.

"Ayo, Bocah. Tidak ada lagi yang menarik di sini," ujar Penatua Jiu santai sembari menepuk bahu Huang.

Sebelum Huang sempat merespons, Penatua Jiu menghentakkan kakinya. Jalinan Qi abu-abu yang tebal tiba-tiba membungkus tubuh mereka berdua, memicu distorsi ruang yang seketika melenyapkan mereka dari tengah arena alun-alun.

WUSH!

Saat pandangan Huang kembali jelas, rasa pening sempat menyerang kepalanya akibat perpindahan ruang instan. Udara di sekelilingnya mendadak berubah menjadi sangat dingin dan bersih, diiringi oleh aroma fermentasi buah yang manis namun memabukkan.

Mereka kini berdiri di puncak sebuah gunung melayang yang terisolasi dari area utama akademi. Tempat ini disebut Puncak Arak. Kontras dengan kemegahan batu putih di area inti akademi, puncak ini hanya berisi sebuah pondok bambu sederhana, hamparan kebun buah spiritual, dan sebuah air terjun kecil yang mengalirkan air sejernih kristal ke dalam sebuah kolam batu.

"Selamat datang di tempat tinggalmu yang baru, Lin Huang," kata Penatua Jiu, berjalan gontai menuju batu besar di tepi tebing lalu duduk bersila di atasnya. Dia meneguk kembali araknya, lalu menatap Huang dengan sepasang mata yang tiba-tiba kehilangan kesan malasnya, berubah menjadi setajam sembilan bilah pedang.

Tekanan spiritual yang tak kasat mata namun luar biasa masif mengunci tubuh Huang, membuat detak jantungnya berdegup kencang.

"Sekarang, tidak ada orang lain di sini," ucap Penatua Jiu dengan suara rendah yang berwibawa. "Katakan padaku, Bocah... dari mana kau mendapatkan sisa-sisa garis keturunan Iblis Agung Asura yang bersemayam di dalam Dantianmu?"

Huang tertegun. Jantungnya melewatkan satu detakan. Meskipun dia sudah menyembunyikan energinya menggunakan teknik penyamaran tingkat tinggi dari Ratu Tatiana, ternyata hal itu tetap tidak bisa mengecoh mata seorang kultivator Ranah Transformasi Dewa.

Huang mengepalkan tinjunya, menatap gurunya tanpa rasa takut. Di titik ini, berbohong hanya akan memicu bencana. "Murid terjatuh ke dalam jurang kematian di perbatasan Kota Batas Awan, Guru. Di dasar jurang itu, terdapat sisa-sisa sumsum tulang kuno yang menyatu dengan tubuh murid saat berada di ambang kematian."

Penatua Jiu menatap Huang dalam-dalam selama beberapa detik yang terasa seperti satu abad bagi Huang. Perlahan, tekanan spiritual di udara mencair, berganti dengan helaan napas panjang dari sang tetua.

"Garis keturunan Asura... sebuah berkah yang mampu mengguncang jagat raya, namun juga sebuah kutukan yang akan membuatmu dikejar oleh seluruh faksi ortodoks maupun hitam di benua ini jika identitasmu bocor," ujar Penatua Jiu, wajahnya tampak serius. "Alasan aku menerimamu bukan karena aku peduli pada Ras Iblis, melainkan karena aku benci melihat bakat murni dihancurkan oleh politik faksi yang busuk."

Penatua Jiu melemparkan sebuah gulungan kitab kulit tua yang tampak usang ke arah Huang. Huang menangkapnya dengan sigap.

"Itu adalah Kitab Pembalik Surga Sembilan Putaran," kata Penatua Jiu. "Teknik kultivasi kuno yang murni berfokus pada penguatan meridian fisik dan penyelarasan Qi asing di dalam tubuh manusia. Mulai malam ini, kau harus menggunakan teknik ini untuk menutupi dan memurnikan energi Asura-mu menjadi Qi Bumi Purba. Selama kau tidak memicu tato di dahimu, bahkan kepala akademi sekalipun tidak akan bisa mendeteksi rahasiamu."

"Terima kasih, Guru!" Huang membungkuk dalam-dalam, merasakan kehangatan yang tulus dari hadiah tersebut. Kitab ini adalah apa yang dia butuhkan untuk bisa bertarung dengan bebas di akademi tanpa takut memicu kecurigaan.

"Jangan senang dulu," Penatua Jiu menyeringai jenaka. "Menjadi muridku berarti kau tidak akan mendapatkan fasilitas gratis dari akademi. Kamar tidurmu adalah pondok bambu itu, dan jika kau butuh pil obat atau sumber daya kultivasi untuk menembus ke Ranah Formasi Inti, kau harus mencari Poin Kontribusi-mu sendiri di Paviliun Misi mulai besok!"

Huang menegakkan tubuhnya, seulas senyum penuh tekad terukir di wajahnya. "Itu yang justru murid harapkan."

Malam itu, di bawah taburan bintang Puncak Arak, Huang duduk bersila di tepi tebing, mulai mempelajari lembar demi lembar Kitab Pembalik Surga. Energi ungu Asura di dalam tubuhnya mulai berputar mengikuti jalur meridian baru yang diajarkan kitab tersebut, perlahan-lahan bertransformasi menjadi warna abu-abu keemasan yang sangat padat dan berat—sebuah samaran sempurna yang mengandung daya hancur luar biasa.

Lin Huang tahu, perlindungan Penatua Jiu memberinya waktu untuk bernapas, namun di balik kabut akademi ini, faksi-faksi musuh sedang mengasah senjata mereka di kegelapan. Dia harus bergerak lebih cepat, menjadi lebih kuat, dan bersiap menghadapi badai sejati yang kini tengah mengintainya dari balik bayang-bayang Benua Barat.

---

Tiga bulan berlalu di Puncak Arak dengan kecepatan yang luar biasa. Di bawah bimbingan keras Penatua Jiu, Lin Huang menjalani latihan yang mendekati penyiksaan fisik. Setiap pagi, dia harus bermeditasi di bawah hantaman Air Terjun Arak—air terjun khusus yang dialiri Qi berat yang mampu meremukkan tulang kultivator biasa. Setelah itu, dia akan mengedarkan Kitab Pembalik Surga Sembilan Putaran untuk menyerap energi alam.

Hasilnya sangat mencengangkan. Energi ungu Asura di dalam Dantiannya kini telah sepenuhnya terbungkus oleh lapisan Qi Bumi Purba berwarna abu-abu keemasan yang luar biasa padat. Secara lahiriah, jika Huang mengerahkan kekuatannya, orang lain hanya akan mengira dia adalah seorang jenius dengan atribut elemen bumi murni yang langka.

Lebih dari itu, "telur" energi di dalam lautan jiwanya kini mulai memancarkan retakan-retakan kecil. Huang tahu, dia berada di ambang batas mutlak Ranah Fondasi Jiwa Tingkat Akhir. Dia hanya butuh satu dorongan besar atau pil obat tingkat tinggi untuk memadatkan inti sejatinya dan melangkah ke Ranah Formasi Inti.

Namun, untuk mendapatkan sumber daya itu, dia membutuhkan Poin Kontribusi.

---

Siang itu, Huang turun dari Puncak Arak menggunakan token gioknya sebagai kunci transportasi melayang. Tujuannya adalah Paviliun Misi, jantung dari aktivitas seluruh murid di Akademi Empat Jagat.

Begitu melangkah masuk, atmosfer riuh langsung menyambutnya. Ratusan murid dari berbagai ras berkumpul di depan dinding-dinding batu giok raksasa yang menampilkan baris-baris teks misi yang menyala magis.

"Lihat, itu si Lin Huang, murid langsung Penatua Jiu!"

"Kudengar selama tiga bulan ini dia hanya mengurung diri di Puncak Arak. Mengapa dia tiba-tiba turun gunung?"

1
yos helmi
😍😍😍😍
yos helmi
🙏🙏🙏🙏
yos helmi
🤣🤣🤣🤣
Libz Adoel
👍👍👍👍👍
Libz Adoel
Mantappp 👍👍😍
Yann_Story: makasih😇
total 1 replies
yos helmi
🤭🤣🤣🤣
yos helmi
🙏🙏🙏🙏
yos helmi
😄😄😄😄
yos helmi
👍👍👍👍
yos helmi
💪💪💪💪💪
yos helmi
😍😍😍😍
yos helmi
bagus.. lebih bagus kalao sampe tamat n up minimal 3 bab / hari.. sy ng sayang kasih dukungan..
Yann_Story: siapp😇
total 1 replies
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣
yos helmi
🙏🙏🙏🙏🙏
yos helmi
😄😄😄😄😄
yos helmi
👍👍👍👍👍
yos helmi
💪💪💪💪
yos helmi
😍😍😍😍
yos helmi
🤣🤣🤣🤣
yos helmi
🙏🙏🙏🙏🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!