NovelToon NovelToon
Menikahi Duda Kaya Raya

Menikahi Duda Kaya Raya

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda / Cintapertama / Romansa Fantasi
Popularitas:6.8k
Nilai: 5
Nama Author: Yayalifeupdate

Dinzy Aurora, gadis berusia 21tahun yang hidup sebatang kara di Ibukota, mengadukan nasibnya berharap memiliki kehidupan yang layak. Saat ini Dinzy baru saja lulus dari kampus terbaik di kota tersebut, mendapatkan gelar cumlaude bukan berarti Dinzy bisa mendapatkan pekerjaan dengan mudah. Setalah 2 bulan menerima Ijazahnya, Dinzy belum juga mendapat panggilan wawancara kerja. Dan selama 2 bulan tersebut sambil tetap mencari pekerjaan baru, Dinzy masih bekerja di sebuah coffee shop. Selama Dinzy tinggal di Ibukota, Dinzy memang melakukan pekerjaan paruh waktu untuk menyambung hidupnya, meskipun Dinzy mendapatan beasiswa dan juga biaya hidup, namun itu tidak menghalangi Dinzy untuk tetap bekerja. Dinzy tumbuh di sebuah panti asuhan di pesisir Ibukota. Ia tidak mengenal siapa Ayah dan Ibunya. Meskipun ia sangat penasaran, tapi pihak panti juga tidak bisa membantu Dinzy karena saat itu, Ibunya Dinzy hanya menyerahkan Dinzy begitu saja dan meninggalkan Dinzy di panti asuhan tersebut. Hanya nama yang Dinzy terima dari Ibunya, nama pemberian dari sang Ibu...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yayalifeupdate, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

9

3 bulan telah berlalu, Dinzy tidak pernah lagi bertemu dengan Luca setelah pertemuan terakhirnya saat Luca membatunya menyeberang jalan. Tidak tahu apa yang sedang Dinzy rasakan, hanya saja tiba-tiba terlintas tentang Luca di benaknya.

 

"Pak Luca" batinnya

 

"Ngelamun aja nih" goda Hendra

 

"Mas Hendra... Maaf ya mas" ucap Dinzy

 

"Santai. Tolongin ya Din, aku mau meeting dulu sama manager"

"Siap Mas"

 

Hendra meninggalkan meja Dinzy, kemudian pergi bersama Siska menuju ruang meeting. Dinzy memang karyawan baru, tapi cara kerja Dinzy bisa diandalkan oleh seniornya.

 

"Udah jam istirahat, Mbak Siska dan Mas Hendra kok belum balik ya?"

 

"Iya Mbak, ada masalah atau bagaimana?"

 

"Semoga gak deh. Dinzy mau lunch sekarang atau nanti?"

 

"Nanti aja Mbak, nunggu Mbak Siska"

 

"Oke deh. Titip berkas ini ya kalau Mbak Siska balik"

 

"Baik Mbak"

 

Satu per satu staff meninggalkan ruangan tersebut, hanya tersisa Dinzy seorang diri yang masih setia menunggu Siska dan Hendra kembali.

 

Dinzy mengambil camilan dari laci mejanya untuk mengisi perutnya, sambil menunggu kedatangan seniornya.

 

Waktu sudah menujukan pukul 12.30 tapi tidak ada tanda-tanda kedatangan Siska dan Hendra. Dinzy segera keluar dari ruangan dan membeli makanan di dekat kantornya untuk dirinya, Siska dan Hendra.

 

Setelah mendapatkan makanannya, Dinzy masuk ke dalam lobby kantor dan menuju lift karyawan.

 

Saat Dinzy menuju lift karyawan, matanya melihat sosok yang ia kenal. Pria itu terlihat berwibawa, bersama pimpinan direksi di kantornya.

 

Namun tidak ingin terlihat sedang memperhatikan, Dinzy segera menuju lift karyawan. Lift terlihat ramai, mereka mengantri satu sama lain untuk menggunakan lift tersebut.

 

Luca yang tidak sengaja menatap Dinzy dari jauh, bibirnya tersenyum tipis. Dia memperhatikan gadis itu sedang membawa makanan dan mengantri gilirannya untuk menggunakan lift.

 

"Pak Luca, di dekat sini ada restaurant yang sangat oke. Mungkin Pak Luca berkenan?" tanya seseorang di samping Luca

 

Tidak menjawab pertanyaan tersebut, Luca masih tetap menatap kearah Dinzy. Hingga beberapa orang ikut menatap ke arah Dinzy.

 

"Pak Luca" ucap Rosa

 

"Iya?" jawab Luca

 

"Bapak berkenan makan siang di restaurant yang di tentukan oleh Pak Adam?" tanya Rosa

 

"Oke. Sorry Pak Adam" ucap Luca

 

"Tidak masalah Pak. Mari Pak, kita bisa makan siang sekarang"

 

Tim Luca dan jajaran direksi dari kantor Dinzy meninggalkan kantor dan menuju ke restaurant untuk makan siang.

 

Sementara Dinsy, yangbaru sampai ruangan ia segera menuju meja Siska dan Hendra lalu memberikan makan siang kepada mereka.

 

"Dinzy, kenapa repot-repot?" tanya Siska

 

"Gak repot Mbak, aku tahu Mbak Siska dan Mas Hendra pasti lapar. Dan juga jam istirahat hampir selesai. Aku gak tahu kesukaan Mbak dan Mas, semoga ini enak ya"

 

"Dinzy terimaksih banyak ya. Kita ke pantry sekarang, sebelum jam kerja" ucap Hendra

 

Ketiganya menuju pantry kemudian menikmati makan siangnya bersama sambil bercerita tentang meeting bersama investor baru di kantor mereka.

 

Siska menyebut nama Luka, yang membuat Dinzy begitu terkejut. Namun ekspresi itu tidak bisa Siska ataupun Hendra baca.

 

Sebenarnya tidak ada yang spesial diantara mereka, hanya saja beberapa kali mereka bertemu dan mereka memiliki momen yang cukup baik untuk diingat.

 

Setelah makan mereka segera kembali keruangannya, sementara Siska dan Hendra kembali meetingbersama manager departemennya dan juga tim investor.

1
falea sezi
jangan percaya🤣 uda sering cek. in dia sis
falea sezi
lanjjtt
𝓮𝓵𝓯𝓪𝓷𝓪𝔂𝓪 ₳ⱤⱤ₣₳₳ 🕸🌪
wah bisa nih foto nya dikirim ke istrinya alvin biar mampus si moza ditangan istrinya alvin 🤭
Wahyuni Abuzar
iihh bisa yaa gitu tanpa babibu main sp aja...🤪
Scd: Iya ihhh kesel kan🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!