NovelToon NovelToon
MY HIJABI FIGHTER : Menikah Dengan Duda ES

MY HIJABI FIGHTER : Menikah Dengan Duda ES

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:2.4M
Nilai: 5
Nama Author: Ramanda

Nayla Safira Hanin adalah siswi jenius yang lebih suka tidur di atap sekolah daripada di kelas. Namun di balik hijabnya, ia adalah petarung jalanan tak terkalahkan yang sanggup melumpuhkan lawan dalam hitungan detik. Kebebasannya terenggut saat dosa masa lalu sang ayah terungkap: setahun lalu, ayahnya tak sengaja menabrak istri seorang konglomerat hingga tewas.
Keluarga Hasyim datang bukan untuk meminta ganti rugi uang, melainkan "hutang nyawa". Nayla dipaksa menikah dengan Adnan Hasyim, pria dingin yang membenci keluarga Nayla sedalam cintanya pada mendiang istrinya. Adnan hanya butuh pengasuh untuk putrinya, Adiva, yang berhenti bicara sejak kecelakaan tragis itu.
Kini, Nayla terjebak sebagai istri dari pria yang menganggapnya beban sekaligus musuh. Adnan tak menyadari bahwa istri "kecil" yang tengil ini adalah satu-satunya pelindung yang akan mempertaruhkan nyawa saat musuh bisnis mulai mengincar keluarganya. Mampukah kepalan tangan Nayla meruntuhkan tembok kebencian Adnan,?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ramanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SYUKURAN.

Matahari sore Jakarta mulai meredup saat Nayla melangkah keluar dari gedung fakultasnya. Di sana, tepat di depan lobi, sebuah mobil mewah berwarna hitam sudah terparkir dengan gagah. Adnan berdiri di samping pintu penumpang, nampak sangat berwibawa dengan kemeja yang lengannya digulung hingga siku. Senyum Nayla langsung merekah. Gadis itu berlari kecil menghampiri suaminya, mengabaikan tatapan iri dari mahasiswi lain yang lewat.

"Tepat waktu ya, By! Byby sudah kayak sopir taksi langganan yang paling setia," goda Nayla saat Adnan membukakan pintu untuknya.

Adnan terkekeh pelan sambil mengelus-elus kepala Nayla sebelum menutup pintu. "Saya tidak mau diprotes oleh bos kecil saya kalau sampai terlambat satu menit saja. Bagaimana kuliahmu? Ada yang mengganggu?"

"Aman, By! Otak saya encer banget hari ini. Mungkin karena asupan perhatian dari Byby yang berlebihan," jawab Nayla sambil menyengir lebar.

Begitu mobil melaju, Adnan menoleh ke arah istrinya. "Kamu mau makan di mana? Saya sudah lapar, dan saya rasa kamu juga butuh tambahan tenaga."

Nayla tampak berpikir sejenak, lalu matanya berbinar. "Saya mau makan, tapi makannya di Rumah Singgah Myma saja, By! Kita beli makanan yang banyak untuk anak-anak panti. Boleh ya?"

Adnan tersenyum tipis. Ia memang sudah merencanakan hal ini sebagai bentuk rasa syukur atas keselamatan Nayla. "Dion, singgah di restoran Padang langganan dan satu restoran ayam goreng. Pesan masing-masing seratus porsi untuk dibawa ke panti."

"Siap, Pak," sahut Dion dari balik kemudi.

Perjalanan menuju panti diwarnai dengan candaan tengil Nayla. Setelah makanan siap, mereka langsung meluncur ke Rumah Singgah Myma. Begitu mobil berhenti di depan gerbang, Nayla sempat terdiam. Ia turun dari mobil dan memandangi bangunan yang kini nampak jauh lebih rapi, catnya baru, dan halamannya terlihat lebih luas serta tertata.

"Loh? ByBy, ini beneran panti saya? Kok jadi keren begini? Byby pakai sihir apa?" tanya Nayla terheran-heran.

Adnan berjalan di sampingnya, sengaja tidak menceritakan detail serangan Arifin yang sempat merusak sebagian bangunan panti. "Saya hanya menyuruh orang untuk merapikannya sedikit. Saya pikir, siapa tahu nanti ada anak terlantar lagi yang butuh tempat luas. Lagipula, ini tempat kesayanganmu, kan?"

Nayla merasa hatinya menghangat. Tanpa memedulikan tatapan Dion dan para pengawal, Nayla langsung menghambur ke pelukan Adnan. Ia memeluk pinggang suaminya dengan erat, menyembunyikan wajahnya di dada Adnan.

"Terima kasih banyak, By. Byby baik banget. Saya jadi makin susah mau marah-marah sama Byby," bisik Nayla tulus.

Adnan membalas pelukan itu dengan lembut, mengelus kepala Nayla yang tertutup hijab. Ia merasa sangat bahagia karena Nayla sudah tidak lagi membangun dinding di antara mereka. Pelukan ini terasa jauh lebih berharga daripada semua aset perusahaan yang ia miliki.

Anak-anak panti langsung berhamburan keluar menyambut mereka dengan sorak-sorai. Di aula panti yang kini sudah dipasangi pendingin ruangan, mereka berkumpul. Adnan berdiri di depan anak-anak dengan wajah yang lebih ramah dari biasanya.

"Terima kasih untuk adik-adik semua yang sudah mendoakan Kak Nayla. Berkat doa kalian, Kak Nayla bisa kembali sehat. Hari ini, kita makan enak bersama sebagai rasa syukur," ucap Adnan.

Suasana makan bersama itu sangat hangat. Nayla sibuk menyuapi anak-anak yang paling kecil, sementara Adnan duduk di sampingnya, nampak menikmati kesederhanaan yang jarang ia temukan di dunianya. Namun, ketika matahari sudah benar-benar tenggelam, Adnan mengajak Nayla untuk pulang.

"Ayo, Sayang kita pulang."

"Nanti dulu, By! Saya masih kangen sama mereka," rengek Nayla.

"Nayla, dengar dulu. Malam ini Papa mengadakan syukuran besar di rumah utama. Keluarga besar dari luar negeri juga datang. Kita harus ada di sana sebagai tuan rumah," bujuk Adnan.

Nayla akhirnya mengalah. Ia berpamitan pada anak-anak panti dengan janji akan kembali lagi besok. Sesampainya di mansion, Adiva sudah menunggu dengan gaun merah jambu yang sangat cantik. Rambutnya dikuncir dua dengan pita senada.

"Myma! Kita mau ke rumah Opah!" seru Adiva sambil memeluk kaki Nayla.

"Iya sayang, Myma ganti baju dulu ya. Diva tunggu sebentar sama Papa," jawab Nayla lembut.

Satu jam kemudian, keluarga kecil itu sampai di rumah mewah milik Hendra Hasyim. Suasana di sana sangat ramai. Lampu kristal besar menyala terang, dan banyak orang dengan pakaian formal berlalu-lalang. Hendra dan istrinya menyambut mereka dengan pelukan hangat.

"Selamat datang, Nayla. Senang sekali melihatmu sudah pulih total," ujar Hendra tulus.

Namun, suasana tenang itu tiba-tiba pecah ketika seorang gadis cantik dengan gaun merah yang sangat berani dan potongan terbuka di bagian bahu berlari menghampiri mereka. Gadis itu memiliki wajah campuran blasteran yang sangat menawan.

"Kak Adnan!" teriak gadis itu dengan suara manja. Tanpa ragu, ia langsung memeluk Adnan dengan sangat erat di depan semua orang. "I miss you so much, Kak! Sudah lama sekali kita tidak bertemu!"

Nayla yang berdiri di samping Adnan seketika mematung. Senyumnya hilang dalam sekejap. Matanya menatap tajam pada tangan gadis itu yang melingkar di leher suaminya.

"Clarissa? Kapan kamu sampai dari London?" tanya Adnan nampak sedikit terkejut namun tetap sopan. Ia perlahan melepaskan pelukan itu.

"Tadi pagi, Kak! Aku sengaja datang buat syukuran kepulangan kakak ipar, tapi sebenarnya aku kangen sama Kak Adnan," jawab Clarissa sambil melirik Nayla dengan tatapan menilai yang nampak meremehkan.

Ibu Clarissa, yang merupakan adik dari Hendra, mendekat sambil tertawa. "Aduh Adnan, lihat Clarissa sekarang sudah dewasa ya. Kalian ingat tidak? Waktu kecil dulu, kalian berdua ini hampir saja kami jodohkan secara resmi. Untung saja Adnan keburu sibuk dengan kuliah bisnisnya."

Hati Nayla mencelos mendengarnya. Kalimat "pernah dijodohkan" berdengung di telinganya seperti suara lebah yang sangat mengganggu. Nayla merasa dadanya sesak, rasa cemburu yang belum pernah ia rasakan sebelumnya kini meledak-ledak.

Adnan yang menyadari perubahan raut wajah istrinya mencoba mendekat. Ia hendak merangkul pundak Nayla untuk menenangkannya. "Nayla, perkenalkan ini Clarissa, sepupu saya..."

Namun, sebelum tangan Adnan menyentuhnya, Nayla mundur satu langkah. Ia menatap Adnan dengan tatapan sinis yang belum pernah ia tunjukkan sebelumnya.

"Jangan sentuh-sentuh saya, By! Byby bau tahu! Bau parfum wanita itu!" ucap Nayla dengan suara yang cukup keras hingga beberapa orang di sekitar mereka menoleh.

"Nayla, ada apa? Saya tidak..." Adnan berusaha membela diri.

"Bau! Pokoknya Byby bau! Sana dekat-dekat saja sama sepupu Mas yang seksi itu! Saya mau cari Adiva saja!" Nayla langsung berbalik dan melangkah pergi dengan langkah cepat, meninggalkan Adnan yang terpaku di tengah kerumunan keluarga besarnya.

Clarissa hanya tersenyum simpul, nampak senang melihat keributan kecil itu. Sementara Adnan menatap punggung Nayla dengan rasa frustrasi sekaligus bingung. Ia tahu, malam syukuran ini tidak akan berjalan semudah yang ia bayangkan. Ternyata, menghadapi musuh bisnis jauh lebih mudah daripada menghadapi istri yang sedang terbakar api cemburu.

"Nayla, tunggu!" panggil Adnan, namun Nayla sudah menghilang di balik kerumunan tamu.

1
Yosephine Nidya Ayu Puspajati
Kak ganti panggilan dong jangan saya, aku kamu atau sayang
Umi Maryam
thor ini cerita isi nya penyerangan mulu sih penghianatan berebut harta kapan tenang nya sih,?
Reni Setia
makasih author untuk novelnya yab
Umi Maryam
minta di komen aku komen ga di snggap.
Umi Maryam
kenapa sih komen aku ga pernah masuk iih sebel deh..
Umi Maryam
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Umi Maryam
aku duka nih kalau cewe nya badas plus cerdas ga menye2 yg bisa nya mewek di pojokan ,cuus aah thor semangat.
Yanti Parera
puas bangeet aq baca nya semangat trs ya thor untk krya2 selnjut nys👍
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒃𝒂𝒈𝒖𝒔 𝒄𝒆𝒓𝒊𝒕𝒂𝒏𝒚𝒂 👍👍👍👏👏👏😘😘😘
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒉𝒂𝒑𝒑𝒚 𝒆𝒏𝒅𝒊𝒏𝒈😘😘😘
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝑨𝒍𝒉𝒂𝒎𝒅𝒖𝒍𝒊𝒍𝒍𝒂𝒉 𝒔𝒆𝒍𝒂𝒎𝒂𝒕 𝒅𝒂𝒏 𝒔𝒆𝒉𝒂𝒕 𝒌𝒆𝒅𝒖𝒂𝒏𝒚𝒂 😘😘
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒂𝒚𝒂𝒉 𝑰𝒃𝒓𝒂𝒎 𝒑𝒂𝒔𝒕𝒊 𝒃𝒂𝒏𝒈𝒈𝒂 𝒍𝒊𝒂𝒕 𝒌𝒂𝒎𝒖 𝒔𝒌𝒓𝒏𝒈 𝑵𝒂𝒚𝒍𝒂 𝒘𝒂𝒍𝒂𝒖𝒑𝒖𝒏 𝒓𝒂𝒈𝒂 𝒅𝒊𝒂 𝒔𝒅𝒉 𝒕𝒅𝒌 𝒂𝒅𝒂 𝒍𝒈 😭😘
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒔𝒘𝒆𝒆𝒕𝒏𝒚𝒂 😘😘
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒔𝒌𝒓𝒏𝒈 𝑵𝒂𝒚𝒍𝒂 𝒉𝒓𝒔 𝒃𝒊𝒔𝒂 𝒋𝒂𝒈𝒂 𝒂𝒎𝒂𝒏𝒂𝒉 𝒂𝒚𝒂𝒉 𝑰𝒃𝒓𝒂𝒎 𝒖𝒏𝒕𝒖𝒌 𝒋𝒂𝒈𝒂 𝒑𝒂𝒏𝒕𝒊 𝒂𝒔𝒖𝒉𝒂𝒏 𝒎𝒊𝒍𝒊𝒌𝒏𝒚𝒂 💪💪
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒕𝒆𝒓𝒉𝒂𝒓𝒖 😭😭😭
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒕𝒆𝒓𝒏𝒚𝒂𝒕𝒂 𝑵𝒂𝒚𝒍𝒂 𝒉𝒂𝒎𝒊𝒍 𝒍𝒈 𝒆𝒎𝒂𝒏𝒈 𝒈𝒂𝒌 𝒅𝒊 𝒌𝒃 𝒌𝒂𝒔𝒊𝒉𝒂𝒏 𝒔𝒊 𝒌𝒆𝒎𝒃𝒂𝒓 𝒎𝒔𝒉 𝒌𝒆𝒄𝒊𝒍 𝒉𝒓𝒔 𝒑𝒖𝒏𝒚𝒂 𝒂𝒅𝒊𝒌 𝒚𝒈 𝒏𝒂𝒏𝒕𝒊 𝒋𝒂𝒓𝒂𝒌𝒏𝒚𝒂 𝒈𝒂𝒌 𝒋𝒂𝒖𝒉 𝒖𝒎𝒖𝒓𝒏𝒚𝒂 𝒅𝒓 𝒔𝒊 𝒌𝒆𝒎𝒃𝒂𝒓
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒑𝒆𝒓𝒄𝒖𝒎𝒂 𝒏𝒚𝒆𝒔𝒆𝒍 𝒋𝒈 𝒌𝒂𝒓𝒏𝒂 𝒂𝒚𝒂𝒉 𝑰𝒃𝒓𝒂𝒎 𝒈𝒂𝒌 𝒂𝒌𝒂𝒏 𝒉𝒊𝒅𝒖𝒑 𝒍𝒈 😏😏 𝒅𝒂𝒏 𝒑𝒆𝒏𝒚𝒆𝒔𝒂𝒍𝒂𝒏 𝑵𝒂𝒚𝒍𝒂 𝒂𝒌𝒂𝒏 𝒕𝒓𝒖𝒔 𝒕𝒆𝒓𝒕𝒂𝒏𝒂𝒎 𝒅𝒊 𝒉𝒂𝒕𝒊𝒏𝒚𝒂 𝒔𝒆𝒍𝒂𝒎𝒂 𝒅𝒊𝒂 𝒉𝒊𝒅𝒖𝒑 😔😏 𝑨𝒅𝒏𝒂𝒏 𝒌𝒂𝒎𝒖 𝒆𝒈𝒐𝒊𝒔
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒌𝒂𝒔𝒊𝒉𝒂𝒏 𝒂𝒚𝒂𝒉 𝑰𝒃𝒓𝒂𝒎 𝒔𝒆𝒍𝒂𝒎𝒂 𝑵𝒂𝒚𝒍𝒂 𝒏𝒊𝒌𝒂𝒉 𝒔𝒂𝒎𝒂 𝑨𝒅𝒏𝒂𝒏 𝒄𝒖𝒎𝒂 𝒌𝒆𝒕𝒆𝒎𝒖 𝒃𝒓𝒑 𝒌𝒂𝒍𝒊 𝒂𝒋𝒂 𝒕𝒓𝒖𝒔 𝒚𝒈 𝒍𝒃𝒉 𝒌𝒂𝒔𝒊𝒉𝒂𝒏 𝒍𝒈 𝒅𝒊𝒎𝒂𝒏𝒂 𝒂𝒋𝒂𝒍 𝒎𝒆𝒏𝒋𝒆𝒎𝒑𝒖𝒕 𝒂𝒚𝒂𝒉 𝑰𝒃𝒓𝒂𝒎 𝒃𝒂𝒓𝒖 𝒑𝒆𝒓𝒕𝒂𝒎𝒂 𝒌𝒆𝒕𝒆𝒎𝒖 𝒔𝒂𝒎𝒂 𝒃𝒂𝒃𝒚 𝒕𝒘𝒊𝒏𝒔 𝒏𝒚𝒂 𝑵𝒂𝒚𝒍𝒂 😭😭 𝒌𝒐𝒌 𝒃𝒊𝒔𝒂 𝑵𝒂𝒚𝒍𝒂 𝒈𝒂𝒌 𝒑𝒆𝒓𝒏𝒂𝒉 𝒋𝒆𝒏𝒈𝒖𝒌 𝒂𝒚𝒂𝒉𝒏𝒚𝒂 𝒔𝒌𝒓𝒏𝒈 𝒅𝒂𝒉 𝒑𝒆𝒓𝒈𝒊 𝒔𝒆𝒍𝒂𝒎𝒂𝒏𝒚𝒂 𝒂𝒚𝒂𝒉 𝑰𝒃𝒓𝒂𝒎 𝒃𝒂𝒓𝒖 𝒔𝒆𝒅𝒊𝒉 𝒅𝒂𝒏 𝒏𝒚𝒆𝒔𝒆𝒍 𝑵𝒂𝒚𝒍𝒂 😏😏 𝒊𝒕𝒖 𝒋𝒈 𝒔𝒊 𝑨𝒅𝒏𝒂𝒏 𝒑𝒐𝒔𝒆𝒔𝒊𝒇𝒏𝒚𝒂 𝒌𝒆𝒃𝒂𝒏𝒈𝒆𝒕𝒂𝒏 𝒔𝒂𝒎𝒑𝒂𝒊 𝒈𝒂𝒌 𝒃𝒐𝒍𝒆𝒉𝒊𝒏 𝑵𝒂𝒚𝒍𝒂 𝒌𝒆𝒕𝒆𝒎𝒖 𝒂𝒚𝒂𝒉𝒏𝒚𝒂 𝒔𝒆𝒏𝒅𝒊𝒓𝒊 𝒑𝒅𝒉𝒍 𝒅𝒂𝒉 𝒕𝒉 𝒌𝒍 𝒂𝒚𝒂𝒉 𝑵𝒂𝒚𝒍𝒂 𝒈𝒂𝒌 𝒔𝒂𝒍𝒂𝒉 😔😏 𝒋𝒖𝒋𝒖𝒓 𝒅𝒊 𝒑𝒂𝒓𝒕 𝒊𝒏𝒊 𝒃𝒊𝒌𝒊𝒏 𝒏𝒚𝒆𝒔𝒆𝒌 𝒉𝒂𝒕𝒊 𝒔𝒂𝒚𝒂 𝒔𝒆𝒅𝒊𝒉 𝒍𝒊𝒂𝒕 𝒔𝒆𝒐𝒓𝒂𝒏𝒈 𝒂𝒚𝒂𝒉 𝒚𝒈 𝒔𝒖𝒔𝒂𝒉 𝒌𝒆𝒕𝒆𝒎𝒖 𝒂𝒏𝒂𝒌𝒏𝒚𝒂 𝒑𝒅𝒉𝒍 𝒅𝒊𝒂 𝒌𝒂𝒚𝒂 𝒓𝒂𝒚𝒂 𝒅𝒂𝒏 𝒑𝒂𝒔 𝒌𝒆𝒕𝒆𝒎𝒖 𝒂𝒏𝒂𝒌𝒏𝒚𝒂 𝒉𝒂𝒏𝒚𝒂 𝒔𝒃𝒏𝒕𝒓 𝒌𝒂𝒓𝒏𝒂 𝒔𝒅𝒉 𝒘𝒂𝒌𝒕𝒖𝒏𝒚𝒂 𝒃𝒆𝒓𝒑𝒖𝒍𝒂𝒏𝒈 😭😭
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒑𝒓𝒆𝒎𝒂𝒏 𝒃𝒖𝒏𝒈𝒂 𝒃𝒊𝒌𝒊𝒏 𝒏𝒈𝒂𝒌𝒂𝒌 😂😂
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒌𝒆𝒕𝒆𝒓𝒍𝒂𝒍𝒖𝒂𝒏 𝒔𝒊 𝑨𝒅𝒏𝒂𝒏 𝒎𝒂𝒔𝒂 𝑨𝒅𝒊𝒗𝒂 𝒈𝒂𝒌 𝒃𝒍𝒉 𝒍𝒊𝒂𝒕 𝒅𝒂𝒏 𝒎𝒂𝒊𝒏 𝒔𝒂𝒎𝒂 𝒂𝒅𝒊𝒌𝒏𝒚𝒂 𝒌𝒍 𝒈𝒊𝒕𝒖 𝒏𝒂𝒏𝒕𝒊 𝑨𝒅𝒊𝒗𝒂 𝒃𝒊𝒔𝒂 𝒃𝒆𝒏𝒄𝒊 𝒔𝒂𝒎𝒂 𝒂𝒅𝒊𝒌"𝒏𝒚𝒂 𝒅𝒂𝒏 𝒏𝒂𝒏𝒕𝒊 𝒅𝒊𝒂 𝒎𝒆𝒓𝒂𝒔𝒂 𝒕𝒆𝒓𝒔𝒊𝒔𝒊𝒉𝒌𝒂𝒏 𝒅𝒊 𝒌𝒆𝒍𝒖𝒂𝒓𝒈𝒂 𝑯𝒂𝒔𝒚𝒊𝒎 😏😠😠
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!