follow igku @zariya_zaya
Bagaimana perasaanmu jika melihat calon suamimu berada di dalam kamar hotel dengan wanita lain dimalam pernikahanmu? Pasti nyesek senyesek-nyeseknya.
Itulah yang terjadi pada Kinan. Wanita malam itu dikhianati oleh calon suaminya sendiri dimalam sebelum acara pernikahan berlangsung. Alih-alih menadapat simpati karena tersakiti, Kinan malah di caci dan di cemooh karena bertubuh gendut dan berwajah pas-pasan.
Banyak hal yang tejadi dan Kinan hampir bunuh diri, tapi seorang pemuda desa menyelamatkannya dan membantu mengatasi maslahnya. Kinan mulai menjalani program pengurusan berat Badan dengan pemuda desa bernama Pram. Ia ingin membuktikan pada mantan yang mengkhianatinya, si Andra, kalau Kinan juga bisa berubah jadi cantik seperti wanita lainnya.
Apakah Kinan berhasil? Simak kisah Kinan dan ikuti terus ceritanya.
Seperti apa kisah mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Titin Supriatin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 11 Bertemu Pemuda Desa
Sebenarnya, sepupu Kinan itu tak tega meninggalkan Kinan dan jauh dari keluarganya yang lain. Tapi apa boleh buat, semua ini demi kebaikan Kinan dan ibunya. Ia berharap dua anak dan ibu itu bisa kembali move on dan bahagia selamanya terlepas dari cobaan hidup yang harus mereka jalani bersama. Selain itu, masa cuti Cecyl juga sudah habis.
"Apa tidak apa-apa jika kau kutinggal di sini?" tanya Cecyl.
"Tidak apa-apa Kak, terimakasih banyak atas semua dukungan dan bantuanmu. Sepertinya, aku dan ibu akan baik-baik saja di sini. Sekarang, ibu sudah terlihat tenang dan ia langsung tertidur pulas sekali. Ini pertama kalinya ibu tidur senyenyak itu sejak kepergian ayah." Mata Kinan berkaca-kaca karena ada perubahan baik terhadap kondisi ibunya yang lumayan lebih baik dari sebelumnya.
"Syukurlah kalau begitu. Aku lega, dan ini ..." Cecyl menggenggam tangan Kinan dan memberikannya sebuah amplop putih besar.
"Apa ini, Kak?" tanya Kinan bingung.
"Aku ada sedikit uang, kau lebih membutuhkannya daripada aku. Gunakan uang ini selama kalian tinggal di sini."
Kinan terharu sampai ia tak bisa berkata-kata. Saat ini, Kinan memang membutuhkan banyak uang, ia bahkan sempat bingung apa yang akan ia gunakan untuk makan beberapa hari ke depan. Tak disangka, Cecyl malah memberikan uang tabungannya untuk Kinan.
"Terimakasih, Kak. Sekali lagi terimakasih banyak." Kinan memeluk kakak sepupunya yang sudah banyak sekali membantu Kinan selama ia dan ibunya dalam kesusahan.
Tak hanya bantuan tenaga dan pikiran, Cecyl bahkan banyak memberikan bantuan finansial pada Kinan.
"Sama-sama, dulu paman juga sering membantuku dan keluargaku yang lain. Sudah sepantasnya aku juga membantumu saat kau butuh bantuan." Cecyl kembali memeluk adik sepupunya yang malang. Ia berharap setelah ini, Kinan bisa menjalani kehidupan barunya yang lebih baik lagi di desa ini.
Setelah berkata demikian, Cecyl langsung pamit pulang dan Kinan mengantarnya sampai ke depan pagar bambu buatan tangan Cecyl dan Kinan sendiri. Dari kejauhan, Kinan hanya bisa memandang kepergian mobil sewaan yang mengangkut kakaknya kembali ke kota.
Saat berbalik badan, Kinan terkejut karena untuk sesaat ia sempat melihat bayangan seseorang berdiri dibalik jendela rumah mewah yang bersebelahan dengan rumahnya. Awalnya, Kinan terkejut dan mengusap-usap matanya untuk meyakinkan dirinya kalau yang ia lihat itu sungguh manusia dan bukannya hantu. Namun ia yakin, barusan dirinya melihat seseorang meski tak begitu jelas. Kinan langsung bergidik ngeri karena baru sadar, kalau hari sudah malam.
"Hii ... jangan-jangan rumah itu angker," gidik Kinan merinding sendiri dan langsung masuk ke dalam rumah lalu menutup pintu rapat-rapat.
***
Keesokan paginya, Kinan merencanakan lari pagi dan membuat program menguruskan badan. Ia tidak mau dipanggil gendut oleh siapapun. Lokasi tempat ini sangat mendukung bila digunakan sebagai tempat area joging. Di pagi buta, Kinan mulai memutari pekarangan dan halaman belakang rumah Kinan sendiri demi bisa mengurangi berat badan dan menjaga kesehatan.
Sayangnya, Kinan masih belum terbiasa berolah raga pagi. Alhasil, rasa lapar yang amat sangat menyerang hebat perut Kinan. Tubuh gadis itu juga langsung lemas, padahal ia baru saja lari satu putaran. Gadis itu tak tahan dan bergegas mencari warung makan yang buka. Kinan belum sempat masak karena ia baru saja pindah dan belum tahu di mana ia harus membeli bahan makanan lain untuk di masak. Beruntung, tak jauh dari rumah Kinan, ada warung penjual gorengan.
Tanpa pikir panjang, Kinan langsung membeli banyak aneka gorengan untuk mengisi kekosongan perutnya. Ia bahkan membeli sebungkus gorengan untuk di makan di rumah. Lah kalau seperti itu, gimana bisa kurus, habis dibuang kalorinya, sekarang malah diisi dengan kalori yang jauh lebih banyak. Dasar Kinan.
"Gorengannya enak," gumam Kinan sambil berjalan pelan menuju rumahnya. Ia juga menyapa beberapa penduduk desa yang tersenyum saat berpapasan dengannya. Meski belum bisa saling bertegur sapa. "Penduduk di sini ramah, tak seperti di kota tempatku tinggal."
Sesampainya di depan rumah, Kinan tak sengaja melihat seorang pemuda desa biasa sedang mengobrak-abrik tong sampah milik rumah mewah yang ada di samping rumah Kinan. Gadis gendut itu merasa iba dan mengira kalau pemuda tersebut adalah seorang pemulung yang sedang lapar dan mencari sisa makanan.
Kinan sungguh tak tega dan berjalan mendekat ke arah pemuda desa yang tak ia kenal itu. "Jangan obrak-abrik sampah lagi, makanlah ini. Ini sangat enak," seru Kinan menghentikan aktivitas pemuda yang langsung menoleh bingung kearahnya. Kinan menyodorkan gorengannya pada pemuda itu. "Jangan lupa cuci tangan dulu sebelum makan supaya kau tidak jatuh sakit. Kesehatan itu mahal," ujar Kinan dan langsung meraih tangan pemuda desa itu tanpa izin lalu memberikan sekeresek gorengan yang tadi ia beli.
Pemuda itu semakin bingung dengan sikap Kinan sampai ia tidak tahu harus berkata apa. Tanpa banyak bicara lagi, Kinanpun tersenyum manis dan balik badan lalu melenggang pergi masuk ke dalam rumahnya. Karena ia bangun terlalu pagi, Kinan langsung tertidur pulas sekali.
***
Setelah pertemuan singkat dengan pemuda desa asing itu, Kinan menjalani hari-harinya dengan terus berolahraga, berkebun dan kegiatan-kegiatan lain yang bisa membuat Kinan sibuk. Namun, setelah lebih dari sebulan, berat badan Kinan bukannya turun, tapi naik drastis. Semakin streslah dia karena ia sudah melakukan berbagai macam cara namun tak membuahkan hasil apapun. Lah gimana bisa kurus, lemak yang sudah dibuang, malah disi lagi 2 kali libat dari yang dikeluarkan. Mungkin saja, Kinan masih belum tahu tata cara diet alami yang sehat.
Sore itu, Kinan sedang menyiram seluruh tanaman yang ia tanam di depan pekarangan rumahnya. Entah kenapa ia merasa ada yang mengamati gerak-geriknya. Tidak saja hari ini, tapi hampir setiap hari. Hanya saja ia tidak tahu siapakah yang mengawasinya, apakah manusia. atau makhluk astral tak kasat mata. Kinan benar-benar tidak tahu tapi firasatnya mengatakan kalau ia memang sedang diawasi.
Sejak ia tinggal di sini, tak sekalipun Kinan melihat penghuni rumah mewah yang menjadi tetangga satu-satunya Kinan. Ia sempat mendengar desas desus diluar tentang keadaan pemilik rumah yang misterius karena tak pernah sekalipun menampakkan batang hidungnya di desa ini. Yang lebih sering terlihat hanyalah para pelayan rumahnya yang bekerja di sana, Itupun bukan berasal dari penduduk desa sekitar.
Kinan sendiri, yang bertetangga dekat saja juga tak pernah tahu seperti apa rupa para pelayan rumah megah itu, apalagi pemiliknya. Sebab, ia sok sibuk sendiri dengan program dietnya yang bisa dibilang gagal total.
"Kau sedang apa?" tanya seseorang dari balik punggung Kinan dan sontak mengagetkan Kinan.
BERSAMBUNG
***
ceritanya Keren👏aq suka..
pengajaran: jangan pernah memandang hanya berdasarkan luaran sahaja.. sebenarnya d novel ini tuu banyak pengajaran yg bisa d ambil...
Terima kasih author udah bikin novel yg bagus ini...yg paling bikin seneng itu, HAPPY ENDING 😍💖...
#SUKSES SELALU AUTHOR ✨🌹