Mengkisahkan seorang wanita miskin yang sangat beruntung,di cintai oleh banyak orang - orang di sekeliling nya,meski pun semua tidak selalu berjalan dengan mulus.
Begitu banyak cobaan dari ketidak sukaan orang pada nya dan pada akhirnya membuat Hidup Kinanti tidak tenang,akan kah ada hari bahagia untuk diri nya?
Yuk di baca!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shanti san, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
11 - Teguran Andre
Kinanti yang sedang mencuci gelas - gelas yang di minum oleh para Staf,tiba - tiba di kagetkan oleh kedatangan Sekertaris Andre.
"Pak Andre,ada yang bisa saya bantu pak?." Tanya Kinanti sembari mengibaskan tangan nya dari air.
"Kinanti,apa Pak Vano itu jahat menurut mu?." Tanya Andre datar.
Tentu saja pertanyaan Itu membuat Kinanti terkejut,ia sejenak terdiam memikirkan harus menjawab apa,Andre menatap Kinanti dan menunggu nya menjawab pertanyaan nya.
"Tidak pak."Balas Kinanti.
"Lalu kenapa tadi kamu mengatakan kalau Pak Vano itu jahat?." Tanya Andre lagi.
"Sa,sa - saya..."Kinanti bingung ia harus menjawab apa.
"apa jangan - jangan Tadi..."Gumam Kinanti dan mengerutkan wajah nya.
"Saya dan Pak Vano mendengar ucapan kamu tadi setelah keluar mengantar Minuman untuk pak Vano."Kata Andre.
"Sudah ku duga,mati lah kau Kinanti."Gumam Kinanti di dalam hati nya.
"Maaf kan saya pak,tolong jangan pecat saya pak,tadi saya hanya sedang kesal saja,saya janji tidak akan mengulangi nya lagi."Ucap Kinanti pada Andre.
"Kinanti,kali ini kamu di beri kesempatan,tapi kalau kamu masih ingin bekerja disini,maka bersikap lah dengan baik,jika di rasa tak perlu mengatakan hal itu,maka tidak perlu di ucapkan,lebih sedikit kata yang di keluar kan lebih baik."Tutur Andre.
"Baik Pak." Kinanti mengangguk dengan wajah merasa bersalah. Setelah anggukan Kinanti,Andre pun lekas meninggalkan Kinanti setelah di rasa tidak ada lagi yang mau di katakan.
•••
Saat jam makan siang.
Kinanti makan bersama Sofi di tempat biasa.
"Kin,tumben diam aja,Pak Vano gak ngomel ya hari ini?." Tanya Sofi.
Kinanti menoleh ke sahabat nya itu lalu mengeleng - gelengkan kepala nya tanpa menjawab.
"syukur dech,jadi kamu kerja bisa tenang,moga aja sikap nya selalu baik ya sama kita,jadi kita bisa betah kerja nya."Ujar Sofi.
"Iya."Balas Kinanti singkat.
Dari kejauhan,di lantai 2,Lagi - lagi Vano berdiri menatap Kinanti dan Sofi yang sedang makan siang,Vano melihat Kinanti dengan heran,karena wanita itu tampak diam dan tak banyak bicara,meski tak terdengar di telinga Vano,tapi Vano melihat Gerakan Mulut Kinanti yang tampak tak banyak kata di ucapkan.
Livi yang dari jauh memperhatikan Vano akhir - akhir ini sering melihat ke arah taman pun,mencoba melihat kemana arah mata Vano pergi.
"Van."Panggil Livi.
"Kamu suka sama mereka?,yang mana?." Tanya Livi.
"Maksud nya?."
"Aku perhatiin kamu setiap jam makan siang,kamu selalu melihat ke arah Kinanti dan Sofi yang sedang makan,kamu suka salah satu dari mereka?." Tanya Livi.
"Kau bicara apa,jangan sembarangan bicara." Jawab Vano sembari memperbaiki jas nya dan berjalan masuk ke ruangan nya di ikuti Livi.
"Habis nya,kamu liatin mereka terus." Kata Livi tersenyum.
"Liatin siapa?." Tanya Fira yang baru saja datang,membuat Livi dan Vano terkejut.
"Fira,Bukan apa - apa."Balas Livi menyambut wanita itu dengan senyuman nya.
"Oh."
"Vano,ayo kita makan siang di luar,aku datang ke sini untuk mengajak mu makan siang."Ajak Fira.
"Aku sedang sibuk."Jawab Vano.
"Sebentar aja." balas Fira dengan manja.
"Ya sudah."
"Fir,nanti beri tahu Andre kalau dia kembali,aku keluar makan siang sebentar."Ucap Vano pada Livi.
"Siap Van."Balas Livi.
Vano dan Fira pun keluar dari kantor untuk makan siang di luar. Livi yang melihat kedatangan Fira menghela nafas berat,ia lalu kembali keruangan nya.
Saat Keluar dari ruangan Vano,Livi menatap ke arah Kinanti dan Sofi. kembali bertanya untuk apa Vano melihat mereka.
kasihan Sham berharap SM Kinanti tp Kinanti nya sok cuek