"Huaaaaaa kenapa kepala suami ku hilang? "
Jeritan melengking di sebuah rumah karena ia telah kehilangan sosok suami tercinta, kapan itu terjadi diri nya sama sekali tidak tau
Kampung menjadi heboh karena mereka sama sekali tidak menyangka bahwa kepala manusia bisa hilang dari tubuh nya dan tidak tau kemana.
Siapa pelaku itu?
kenapa ia mencuri kepala di setiap malam bulan purnama?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 02. Masih misteri
Pak rt yang melihat kejadian itu tentu saja menjadi bingung serta ketakutan juga, rumah keluarga Bu Endang menjadi ramai Bukan main karena para warga banyak yang penasaran kenapa mendadak saja ada tragedi seperti ini, Ulya sudah tidak sanggup bergerak karena dia begitu syok atas apa yang telah menimpa sang suami dan dia juga merasa sangat kebingungan.
Tidak peduli dengan berbagai macam pertanyaan yang keluar dari mulut para warga namun wanita itu tetap saja diam karena dia tidak tahu juga mau menjawab apa, meski memang dia ada di sebelah sang suami namun tetap Ulya tidak tahu karena saat itu dia tertidur lelap dan baru akan terbangun saat ingin buang air besar.
Sementara para warga merasa tidak percaya kalau Ulya memang di sebelah sang suami maka dia pasti bisa mendengar apa yang telah terjadi, karena tidak mungkin bila Auzar dibunuh oleh seseorang tanpa menimbulkan suara sepatah kata saja dan tidak ada suara tulang yang menggema.
Polisi juga sudah datang untuk menyelidiki kasus ini dan tersangka utama justru jatuh kepada Ulya, istri pria itu sendiri yang menjadi tersangka karena dia adalah orang terdekat bagi Auzar dan sekarang dia harus memberikan berbagai macam penjelasan agar semua ini terasa masuk akal dan polisi juga bisa mencari jejak pelaku.
''Kan memang aneh kalau Ulya tidak mendengar Karena sekarang lihat saja itu darah sangat banyak di atas kasur.'' cetus para warga.
''Tapi kepala Auzar disimpan di mana sehingga belum ketemu sampai sekarang?'' tanya yang lain dengan nada penasaran.
''Astaga, Kenapa bisa ada orang yang tega seperti itu memotong kepala manusia lain.'' para warga menjadi merinding tidak karuan.
''Tapi tentu saja aku yakin itu bukan ulah Ulya sendiri.'' Intan menggeleng karena dia tidak yakin.
''Ah tentu saja itu bukan ulah Ulya, tidak mungkin dia membunuh suami dia sendiri.'' Salsa juga setuju dengan ucapan Intan.
''Kalau menurut aku sangat gila ketika ada warga yang menuduh bahwa Ulya adalah pelaku!'' Intan berkata dengan sangat sewot.
''Nanti polisi pasti akan tahu karena tidak mungkin Ulya bisa dengan sangat rapi menyembunyikan bahwa dia memang pelaku.'' Salsa percaya dengan hal itu.
''Kok ya Aneh sekali dia itu tidak bisa mendengar kalau suami sedang dibunuh.'' ujar Ijah.
Semua mengangguk setuju karena memang letak aneh ada di sana ketika mereka semua mendengar pengakuan dari Ulya bahwa dia tidak ada mendengar walau hanya sedikit saja, sedangkan memotong kepala manusia bukan hal yang mudah dan membutuhkan waktu yang cukup lama bila dia menggunakan senjata kecil.
Kecuali bila pelaku menggunakan senjata besar maka masih bisa didengar dengan lantang karena jarak juga yang begitu berdampingan, namun Ulya dengan tegas mengatakan bahwa dia memang sama sekali tidak ada mendengar suara dan Bahkan dia juga tidak mendengar ketika Auzar berteriak kesakitan, jadi semua masih menjadi misteri besar dan mereka tidak tahu harus mengungkap dari mana.
''Apa ada seseorang yang punya pesugihan sehingga membutuhkan tumbal kepala seperti itu?'' Salsa mendadak saja kepikiran ke arah sana.
''Ya kan bisa Jadi kalau pelaku pesugihan itu adalah keluarga Ulya sendiri.'' Iis berkata dengan sangat lantang.
''Kepala bapak kau itu!'' bentak Intan karena dia merasa sangat tidak suka kepada wanita itu.
''Kau kalau bicara memang tak perlu memperhatikan perasaan orang lain, seolah kau saja yang paling benar di muka bumi ini.'' Salsa sudah berkacak pinggang.
''Otak dia kan sudah tidak bisa berpikir dengan normal lagi, yang ada hanya Bagaimana cara mendapatkan uang dari para pria hidung belang!'' Intan berkata dengan sangat sadis.
Iis yang mendengar hal itu tentu saja menjadi buang muka karena apa yang dikatakan oleh Intan memang benar, meski dia berstatus sebagai gadis namun tetap saja dia sudah bukan gadis suci lagi karena selama ini dirinya banyak menjual diri dengan kedok berpacaran dengan orang tersebut sehingga membuat tetangga merasa sangat muak dengan tingkah laku dia.
...****************...
''Ini gimana kok malah Kakak mu yang jadi tersangka, Na?'' Bu Endang menangis karena dia memang sangat Kehilangan.
''Polisi kan masih menyelidiki dan sebentar lagi mereka juga akan tahu kalau Kak Ulya sama sekali tidak bersalah.'' Ina berusaha untuk menenangkan.
Bu Endang Sudah menangis sejak tadi malam dan sampai saat ini Ulya memang belum kembali karena dia masih dimintai keterangan oleh para polisi, mayat Auzar juga sedang diselidiki oleh polisi tersebut sehingga saat Ini rumah mereka masih terlihat sepi saja tidak ada acara penguburan sampai nanti mayat Auzhar akan pulang kembali.
''Bu, Sampeyan tidak beranggapan kalau Ulya melakukan hal itu juga kan?'' Bu Endang bertanya kepada sang besan yang masih ada di sana.
''Entah lah, namun menurut saya janggal saja bila Ulya sama sekali tidak mendengar.'' Bu Rara berkata dengan suara pelan.
''Loh jadi secara tidak langsung Bu Rara juga percaya kalau Ulya adalah pelaku?!'' Bu Endang kaget sekali mendengar hal itu.
Bu Rara hanya menarik nafas panjang Karena dia tidak tahu harus menjawab apa dan menurutnya dia juga belum bisa memiliki pikiran tersendiri, Semua masih dalam kebingungan dan dia juga begitu tertekan akibat kehilangan sosok anak yang sangat dia cintai itu.
Auzar adalah anak pertama dalam keluarga mereka dan sekarang harus menjadi kematian pertama juga yang harus mereka terima, tentu saja sebagai orang tua Bu Rara tidak sanggup menerima kenyataan pahit tersebut sehingga dia terus menangis dan terdiam dalam kesedihan yang begitu pilu karena ingin terus bersama dengan sang anak.
Tidak Peduli orang mau berkata apa saja namun yang jelas dia memang merasakan kesedihan yang begitu menyakitkan hati, Ulya bila dipenjara maka masih bisa keluar dan dia masih memiliki nyawa, sementara anak dia sendiri tidak mungkin bisa kembali lagi ke dunia ini dan bahkan untuk melihat jasad saja dirinya sudah tidak sanggup.
''Kita semua harus dalam keadaan tenang dan jangan terlalu di pikirkan.'' Pak Basuki juga bingung namun dia masih berusaha netral.
''Mau tenang bagaimana? sementara Anak kita sudah mati dalam keadaan yang begitu parah sekali.'' Bu Rara berkata dengan emosi yang sangat tinggi.
''Iya, kamu tolong jangan emosi dulu karena nanti malah tensi kamu tambah tinggi.'' bujuk Pak Basuki.
Bu Rara memang memiliki tensi yang sangat tinggi dan bila sudah kumat Maka nanti akan sakit kepala, terlebih lagi Ini masalah yang sangat berat karena menyangkut kehilangan sosok nyawa sehingga pasti dia memiliki tekanan yang begitu besar dan bingung harus mengambil sikap apa.
Selama sore, jangan lupa like dan komentar kalian semua buat cerita autor Novita Jungkook ya.
aku menanti si Iis kena banting sm mba pur😏