NovelToon NovelToon
Apotheosis Of The Solitary Hunter: Highschool Of The Dead

Apotheosis Of The Solitary Hunter: Highschool Of The Dead

Status: tamat
Genre:Evolusi dan Mutasi / Reinkarnasi / Action / Zombie / Hari Kiamat / Antagonis / Tamat
Popularitas:861
Nilai: 5
Nama Author: mamang to get her....

"Kecantikan tak bisa memakan racun kiamat, dan jabatan tak bisa membendung gigitan mayat."

Bereinkarnasi satu tahun sebelum bencana wabah The Them pecah, Thomas—seorang pria asal Indonesia—memilih jalan kelam demi bertahan hidup. Bergabung dengan sindikat perdagangan manusia, ia membiarkan tangannya berlumuran darah, memburu wanita-wanita Jepang untuk dijual kepada para pejabat demi satu tujuan: mengumpulkan modal tanpa batas.

Seluruh uang haram itu ia sulap menjadi sebuah Fortress Mansion bernilai miliaran yen di puncak pegunungan dekat SMA Fujimi—benteng pertahanan baja mandiri yang dilengkapi teknologi tinggi, stok logistik melimpah, dan persenjataan lengkap yang dapat dioperasikan seorang diri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mamang to get her...., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 16 Puncak Tier 2

Langkah kaki Thomas begitu ringan saat ia mendaki kembali jalur tersembunyi menuju Fortress Mansion. Di dalam kantung taktisnya, Kristal Zombie Tier 2 dari dada sang beruang mutan terasa begitu hangat, memancarkan denyut energi yang begitu kuat hingga dapat ia rasakan menembus kain rompinya.

Di belakangnya, kegelapan hutan pegunungan menyelimuti sisa-sisa jeritan dan ketakutan kelompok SMA Fujimi. Thomas sama sekali tidak memikirkan apakah Takashi, Rei, atau Saya akan bertahan hidup hingga fajar tiba. Di matanya, mereka adalah bagian dari masa lalu yang rapuh dan sudah mati.

BZZZT... KLIK!

Gerbang baja benteng terbuka dan terkunci kembali dengan empat selot hidrolik. Thomas melangkah masuk ke dalam ruangan sterilisasi, membersihkan machete hitamnya yang bernoda darah kental beruang mutan, lalu berjalan lurus ke ruang meditasi dan latihan di dalam safe room.

Ia meletakkan Kristal Tier 2 itu di atas meja stainless steel.

Ukurannya sebesal kepalan tangan anak kecil, berwarna ungu pekat dengan pendaran cahaya yang jauh lebih jernih dan kuat dibandingkan kristal Tier 1 sebelumnya. Cahaya itu berkedip-kedip bagaikan detak jantung.

"Saatnya melangkah ke tahap berikutnya," gumam Thomas dingin.

Ia melepaskan rompi taktisnya, duduk bersila di lantai latihan, lalu mengambil kristal tersebut dengan kedua telapak tangan telanjangnya.

BZZZZZZZZT!

Seketika itu juga, arus energi raksasa meledak menembus telapak tangannya! Ini bukan lagi sekadar sensasi dingin dan hangat biasa; energi Tier 2 terasa bagaikan lahar mendidih yang dipaksakan masuk menembus seluruh jaringan pembuluh darahnya.

Otot-otot di seluruh tubuh Thomas berkontraksi hebat. Urat-urat di leher, lengan, dan dadanya menonjol keluar berwarna keunguan. Thomas memejamkan mata, mengencangkan rahangnya hingga berderit. Rasa sakitnya luar biasa, seolah-olah seluruh serat dagingnya disayat, dihancurkan, lalu ditata kembali menjadi struktur yang sepuluh kali lebih padat.

DUM! DUM! DUM!

Detak jantungnya meraung seperti mesin diesel berat. Dari pori-pori kulitnya, cairan hitam pekat berbau amis tajam menyembur keluar—proses purifikasi dan penataan ulang genetik skala besar.

Satu jam penuh siksaan fisik itu berlangsung.

Ketika kristal ungu raksasa itu akhirnya hancur menjadi debu abu-abu dan menguap, Thomas membuka matanya. Pupil matanya memancarkan kilatan cahaya keunguan yang sangat tipis sebelum kembali menjadi hitam pekat yang tajam.

Ia berdiri tegak. Tubuhnya kini tampak lebih tegap, padat, dan dipenuhi oleh kekuatan murni yang luar biasa.

Thomas berjalan mendekati Samsak Pasir Baja yang sebelumnya sudah melesak. Ia mengepalkan tangan, lalu melemparkan pukulan lurus dengan kecepatan yang bahkan sulit ditangkap oleh mata telanjang.

BOOOOOOM!

Pukulan itu menghantam samsak baja dengan dentuman dahsyat bagaikan ledakan granat! Samsak berbobot 150 kilogram itu putus dari rantai gantungan bajanya, terlempar menembus ruangan, dan hancur berantakan menghantam dinding beton. Pasir baja dan kulit sintetisnya terhambur di lantai.

Evolusi Tier 2: Puncak Kekuatan Fisik Manusia & Peningkatan Ketahanan Kulit.

Kulit Thomas kini begitu keras dan elastis, sanggup menahan tebasan pisau biasa tanpa tergores sedikit pun. Refleks, kecepatan pergerakan, dan daya tahan tubuhnya telah melompat jauh meninggalkan batas maksimal spesies manusia biasa.

"Sempurna," bisik Thomas sembari mengepalkan jarinya.

Ia melangkah ke ruang kontrol utama, membersihkan tubuhnya di shower dekontaminasi, lalu duduk di depan layar monitor. Tangannya dengan cepat membuka peta digital wilayah Fujimi dan area pesisir pantai.

Layar monitor menampilkan peta topografi yang menunjukkan lokasi Akuarium Raksasa & Kebun Binatang Laut Fujimi—sebuah fasilitas megah di tepi pantai yang memelihara ribuan spesies laut langka dari seluruh belakangan dunia.

"Tier 2 dari beruang darat baru memberi kekuatan dan ketahanan fisik," batin Thomas sembari memperbesar gambar fasilitas akuarium raksasa tersebut. "Tetapi untuk menghadapi ancaman kiamat yang makin gila dan bermutasi... aku butuh kemampuan eksklusif dari predator laut yang langka."

Ia membayangkan mutasi yang terjadi di dalam akuarium raksasa itu: hiu putih besar, gurita raksasa, ubur-ubur beracun, dan ikan-ikan predator purba. Jika makhluk-makhluk itu telah bermutasi dan menghasilkan kristal Tier tinggi, kemampuan eksklusif seperti pernapasan air/amfibi, pertahanan sisik baja, racun syaraf, atau sensor impuls listrik bisa menjadi kemampuan miliknya.

"Saatnya meninggalkan benteng untuk sementara," gumam Thomas dingin dengan senyum tipis di bibirnya. "Perburuan di samudra baru saja dimulai."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!