NovelToon NovelToon
Identitas Tersembunyi Gadis Gunung

Identitas Tersembunyi Gadis Gunung

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Crazy Rich/Konglomerat / Identitas Tersembunyi
Popularitas:98.2k
Nilai: 5
Nama Author: Nike Julianti

Seorang gadis berusia menjelang 16 tahun, tinggal dan tumbuh di gunung sejak usianya 3 tahun. Tinggal bersama sng kakek, setelah kedua orang tua nya meninggal karena kecelakaan.

Qaisara Aulia Syahrizky, gadis yang memiliki 2 sahabat makhluk tak kasat mata. Memiliki banyak keahlian, menyembunyikan identitasnya.

Happy Reading All🥰🥰🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nike Julianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hari Keberangkatan

Seminggu sebelum Aulia masuk sekolah, ia kini tengah berada di kebun tanaman herbal nya. Aulia terlihat lesu, ia malas-malasan menyiram tanaman miliknya itu.

'Kamu terlihat tidak bersemangat' ucap Kia

"Menurutmu?" tanya Aulia malas

'Masih berat meninggalkan kakek?' tanya Bilal, Aulia mengangguk

"Bagiku... kakek adalah segalanya, hartaku yang paling berharga setelah kedua orang tua ku. Ini kali pertama aku harus jauh dari kakek, rasanya seperti ada batu besar di hati." jawab Aulia, ia mendudukkan diri di atas tanah. Tak peduli kotor, tak peduli basah.

"Kalian tau bukan, kalo kakek sudah mengurusku sejak usia ku 3 tahun. Aku yang saat itu melihat, dengan mata kepalaku sendiri. Bagaimana kecelakaan itu terjadi, aku yang di peluk erat oleh ibuku. Agar nyawaku, tetap berada di dalam ragaku. Membuat mereka tiada, sedangkan aku koma selama 3 bulan. Kejadian itu, takkan pernah aku lupakan." Aulia menghembuskan nafas panjang

"Meski pelaku sudah di adili dan mendapatkan hukuman mati, tapi rasa trauma itu takkan pernah benar-benar hilang. Tapi... kasih sayang yang kakek berikan padaku, sudah cukup menggantikan orang tuaku. Kakek akan melakukan apa pun untukku, kakek akan selalu ada di garda paling depan, saat aku membutuhkannya. Jadi... kalian paham kan maksud ku?" Bilal dan Kia mengangguk

'Dari koma mu, kamu bisa melihat kami berdua. Dan juga... melihat mereka' ucap Kia, Aulia mengangguk

"Mata batin ku terbuka, aku juga tau. Kalo sebenarnya, kalian bukan hanya sekedar arwah. Tapi... kalian adalah penjaga keluarga ku, secara turun temurun. Hanya saja, saat ayah ku.... kalian tidak ada di dekat nya. Bukan... tapi, semuanya sudah takdir." balas Aulia, membuat Bilal dan Kia terkejut

'Sejak kapan kamu tau?' tanya Bilal

"Mmm... sejaaaakkk... usiaku 5 tahun? Aku melihat kalian pergi dari kamar, kamu... berubah menjadi seekor singa." jawab Aulia, seraya menunjuk Bilal

"Dan kamu... seekor serigala putih." tunjuk Aulia pada Kia

Kedua sosok itu, tak bisa mengelak lagi. Karena apa yang di katakan Aulia, adalah sebuah kebenaran.

'Baguslah kalo kamu sudah tau' ucap Kia

'Sebaiknya... kamu segera pergi ke kota, urusan di sini ada aku yang mengurus nya.' ucap Bilal

"Ck... kamu mengusirku" ucap Aulia, ia menyipitkan kedua matanya

'YA' Aulia bangun, ia pergi dengan menghentakkan kaki. Ia pergi meninggalkan taman, melalui jalan samping rumah.

'Kamu ini..' tegur Kia, seraya menggelengkan kepalanya

'Dia memang harus sedikit di kerasi, kalo tidak akan semakin sulit.' balas Bilal

'Kamu sangat menginginkan Aulia pergi?' tanya Kia, Bilal mengangguk

'Ya, benar apa kata Pamir. Anak itu harus melihat dunia luar, agar tak terkurung di dalam dunia kecil ini.' jawab Bilal, seraya menapakkan kaki ke tanah. Lalu ia melangkahkan kakinya, menuju ke dalam rumah. Saat di palang pintu, ia menepuk pelan pundak kakek Pamir.

"Terima kasih" ucap kakek Pamir

'Sudahlah, aku hanya membantumu sedikit. Karena aku tak tau, kapan kamu akan mati.' balas Bilal, seraya berlalu pergi meninggalkan kakek Pamir.

Selama ini, kakek Pamir bisa melihat Bilal dan Kia. Hanya saja, di depan Aulia... dia berpura-pura tak melihat keduanya.

'Benar, waktu ku tak banyak. Sebelum aku pergi, aku ingin Aulia mendapatkan seseorang yang bisa ia percaya. Yang bisa menjaga dan menyayanginya, entah itu teman atau calon pendamping. Yang pasti Aulia tak sendiri, saat aku pergi nanti.' ucap kakek Pamir dalam hati.

.

.

Hari keberangkatan pun tiba, 3 hari sebelum masuk ajaran baru. Kini Aulia sedang memeluk erat sang kakek, ia menangis sesenggukan.

"Kakek yakin, kakek tidak apa-apa Aulia tinggal?" tanya Aulia, kakek Pamir mengusap sayang kepala cucunya.

"Ada kakek Fauzi, ada para pegawai juga. Kakek tidak sendiri di sini sayang, kamu harus bisa jaga diri. Karena di sana hanya bertiga, dengan ibu Ulfa dan suaminya." jawab kakek Pamir, Aulia melerai pelukannya

"Kakek harus janji, sering-sering hubungi Aulia. Kalo kakek absen, Aulia akan langsung kembali ke sini." ancam Aulia, kakek tersenyum dan menggelengkan kepalanya

"Kalo kakek lupa bagaimana? Kamu tau kan, usia kakek sudah tak muda lagi." balas kakek Pamir

"Aulia yang akan menghubungi kakek" ucap Aulia, membuat kakek Pamir tertawa

"Kalo kakek tidak bisa menghubungimu karena sibuk, kakek akan menghubungi ibu Ulfa dan pak Amir. Jangan khawatirkan kakek, kakek banyak yang menemani di sini." kakek Pamir terus meyakinkan Aulia

"Sebenarnya untuk apa Aulia kembali ke SMA, semua pelajaran sudah Aulia kuasai. Untuk apa ijazah Sarjana dan master, kalo akhirnya harus kembali ke tingkat SMA?" keluh Aulia

"Untuk membangun sosialisasi mu, dengan orang lain. Sudah sana berangkat, helikopter sudah menunggu sejak tadi. Nanti akan mendarat di atas rooftop perusahaan, kamu memakai masker bila ingin menyembunyikan identitas." kakek Pamir mendorong Aulia

"Ya sudah, Aulia berangkat. Assalamu'alaikum" Aulia mencium punggung tangan kakek Pamir dan kakek Fauzi, lanjut bu Ulfa dan pak Amir. Mereka pun berpamitan, juga meminta kakek Pamir agar menjaga diri.

Kakek Pamir menatap punggung sang cucu, yang terlihat semakin jauh. Ia menghembuskan nafas panjang, akhirnya sang cucu mau turun gunung.

"Sudah sudah, ayo masuk. Cucumu sudah menurut, giliran tuan yang harus menurut." ucap pak Fauzi

"Cerewet kamu, ku kira telinga ini akan sedikit tenang. Setelah kepergian Aulia, ternyata ada penggantinya." gerutu kakek Pamir, pak Fauzi tertawa

Sedangkan di pintu, masih ada Bilal yang menatap sendu gadis kecil nya. Kia melambaikan tangan, Bilal tersenyum.

'Semoga kamu mendapatkan orang-orang, yang tulus berteman denganmu.' ucap Bilal, lalu ia pun menghilang

.

.

"Non Lia mau makan?" tanya ibu Ulfa, Aulia menggelengkan kepalanya

"Ibu, sekarang ibu dan bapak berperan sebagai orang tua Aulia. Masa masih manggil non sih, lagian Aulia kan ga suka ibu dan bapak manggil nona." jawab Aulia, sepasang suami istri itu saling tatap.

"Kalo ibu sama bapak ga nurut, pulang sana. Ga usah ikut Aulia, biarin Aulia sendirian." ucap Aulia

"Tidak tidak nona, ahh... m-maksudnya Lia. Jangan pulangkan ibu dan bapak, kami sudah berjanji akan menjaga Lia." ucap bu Ulfa, Aulia tersenyum

"Nah... gitu kan enak dengernya, Aulia mau tidur ya bu. Kalo udah sampe, bangunin aja Lia." ibu Ulfa mengangguk

Aulia menyandarkan punggungnya, pada sandaran kursi helikopter. Ia memejamkan kedua matanya, terbuai ke alam mimpi. Mungkin karena terlalu banyak menangis, saking tak mau berpisah dengan sang kakek. Sehingga kelopak matanya, terasa begitu berat.

Bu Ulfa mengambil selimut, dari dalan tas yang ia bawa. Lalu ia tutupi tubuh Aulia, ia merapihkan rambut Aulia dan tersenyum.

"Kita harus menjaga noan Aulia, bu. Tuan besar dan nona Aulia, sudah banyak membantu keluarga kita. Terutama kedua putra kita, yang kini kuliah dengan full beasiswa daru tuan besar." ucap pak Amir

"Tentu saja pak, meski nyawa taruhannya. Ibu akan menjaga non Lia, dengan sangat baik." balas ibu Ulfa

...****************...

Seperti biasa ya, untuk awal 3 bab. Tapi buat selanjutnya 1 bab per hari, karena aku ga ada tabungan. Tadinya ga akan rilis dulu, tapi gemasssss😆

Jangan lupa jadiin favorit, kasih like, komen, gift dan vote nya yaaaaa....

1
nisa
lanjuttt ,,,
votenya emak🥰
nisa
kapok mu kpn y skrng hancur2 sdh kebohongan yg kau sembunyikan slma bertahun tahun akhirnya boom 😡
Noey Aprilia
Mngkn saat ni dhira msih blm bs mmaafkn emaknya,tp emng wjar....skian thn d abaikn,d skiti...spa jg yg bs dgn mdah mmafkn...tp mngkn suatu saat nnti,dhira mau mmaafkn mreka....
Ayuk Witanto
ikut nyesek 😭😭
Tini Uje
aaaaa..lagi thor 😄
Ayuk Witanto
bener Dhira udah enek...gak respek ma mereka
mama_im
😭😭😭😭😭 kok aq ikut nyesek ya 🥹🥹🥹
Ayuk Witanto
emang...kalau gak bodoh apa iya anak sendiri di trlantarin
Ayuk Witanto
ya ampun dan....jadi gak seru ini ngerekamnya🤣
Ayuk Witanto
ikutan jijik
Ayuk Witanto
panas....
E F
tq thor🙏😍
lanjuttttt yg bykkkk🤭😄💪
Ayuk Witanto
ya ampun🤣🤣
Ela Jutek
huh kasus Dhira selesai, mayan berat juga ya Aul tapi semua selesai dengan lancar
Ela Jutek: belom tahap ketemu sama om om itu kah mak
total 4 replies
_bunda@dlan_
😀😀😀😀 tdk prnh puas sy stiap bca novel ini
kaylla salsabella
mpus deh lo🤣🤣🤣
kaylla salsabella
kyaaaaaa... siapa kalian.... 🤣🤣🤣
kaylla salsabella
🤣🤣🤣🤣 ayo liat aku juga penasaran🤣🤣🤣
kaylla salsabella
🤣🤣🤣🤣🤣
Noey Aprilia
Ayo hajar smp bbak belur...abs tu arak kliling jln ,trs lmpar pke telur busuk dn smpah yg bau.....😡😡😡
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!