NovelToon NovelToon
Transmigrasi: Menjadi Istri Tiga Pangeran Dingin

Transmigrasi: Menjadi Istri Tiga Pangeran Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Masuk ke dalam novel / Cinta setelah menikah
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: Diah Nation29

Author kembali dengan cerita lebih menantang,ingat ya dilarang meniru karya hasil buatan asli author. Up setiap hari dijam yang sama😍


Bagaimana jadinya jika kamu terjebak di dalam kisah tragis yang kamu tulis sendiri?

Anna, seorang penulis novel, mendadak terseret masuk ke dalam naskah terbarunya yang berjudul Transmigrasi: Menjadi Istri Tiga Pangeran Kejam. Ia terbangun dalam wujud tokoh utama wanita—seorang istri yang diabaikan, dianggap buruk rupa, dan dibenci oleh tiga pangeran berdarah dingin.

Mengetahui plot mengerikan yang menanti di depan mata, Anna harus memutar otak. Bisakah sang penulis menjinakkan tiga pangeran kejam ciptaannya, atau justru ia akan mati di tangan karakter yang ia buat sendiri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Diah Nation29, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tuduhan yang Membalikkan Keadaan

Di dalam Paviliun Jinsheng, Mo Jiu masih duduk terpaku di kursinya, menatap pintu ruangan yang baru saja tertutup setelah Xiao An—atau Tang Anning—melangkah pergi. Napasnya tidak beraturan, dan sensasi aneh masih tertinggal di pundaknya, tempat di mana pemuda asing itu menepuknya dengan santai.

"Kenapa jantungku berdebar tak karuan ketika pemuda itu menyentuh pundakku?" gumam Mo Jiu pada dirinya sendiri.

"Sialan... aku laki-laki normal. Tapi kenapa perasaan ini begitu mengganggu?" Ia merasa panik, bukan karena musuh yang menyerang, melainkan karena gejolak aneh di dalam jiwanya yang selama ini terkunci rapat.

**

Sementara itu, di Kediaman Jianwu, aku mendarat mulus di balkon kamar. Napasku masih sedikit memburu setelah menyelinap keluar. Begitu selesai melepas pakaian penyamaran dan berganti pakaian tidur, suara gedoran keras dari balik pintu membuatku tersentak.

"Tang Anning! Keluar kau sekarang juga!"

Itu suara Shen Changge. Nada bicaranya penuh dengan api kemurkaan, seolah-olah dia baru saja kehilangan harta paling berharga dalam hidupnya.

Sialan, Changge. Tidak tahu waktu! Baru saja aku kembali, dia sudah datang mencariku. Benar-benar pengganggu yang tidak punya etika, gerutuku dalam hati sambil merapikan rambutku yang sedikit berantakan.

Aku membuka pintu perlahan. Shen Changge telah berdiri di dalam, wajahnya dingin, tetapi sorot matanya menyala oleh amarah yang tak lagi bisa disembunyikan.

"Ada apa, Jenderal?" tanyaku dengan nada sedatar mungkin, mencoba menyembunyikan sarkasme di balik topeng kepolosanku.

"Kau dari mana saja, Anning? Aku sudah menunggumu di sini dari tadi, dan kau baru muncul sekarang?" Shen Changge melangkah maju, memangkas jarak di antara kami, emosinya meledak-ledak. "Di mana kau? Apa kau sengaja menghindariku untuk bertemu pria lain?"

Aku mengerjapkan mataku dengan sangat lambat, menahan tawa yang hampir meledak melihat kemarahannya yang konyol ini.

"Ah... maaf, Jenderal. Aku merasa tidak enak badan, jadi aku tertidur lebih awal. Kenapa kau marah-marah? Apa kau sedang demam?"

Shen Changge membeku sesaat, lalu jemarinya mengepal ketika melihatku tetap tenang di hadapannya.

"Jangan berani-berani membodohiku! Kau pikir aku tidak tahu? Apa kau berselingkuh? Siapa pria yang kau sembunyikan selama ini?"

Pedang Shen Changge tiba-tiba sudah berada di depan leherku. Rasa dingin dari bilahnya menyentuh kulitku, tetapi aku hanya mengangkat alis tanpa menunjukkan ketakutan.

Hah... selingkuh? Dia menuduhku berselingkuh? batinku, rasa amarah yang sesungguhnya kini mulai bangkit dari lubuk hatiku yang paling dalam.

Aku menatap langsung matanya tanpa gentar. Alih-alih mundur, aku justru melipat tangan di dada, membiarkan ujung pedang itu tetap berada di depan leherku.

"Kau pikir aku orang seperti apa?" suaraku tetap tenang. "Aku adalah putri Jenderal Tang Weiyan. Apa kau benar-benar mengira aku akan mengkhianati pernikahanku? Kalian bertiga bahkan tidak pernah menjalankan peran sebagai suamiku. Jadi sekarang, kau menyalahkanku?"

Shen Changge terdiam. Untuk pertama kalinya, wanita yang selama ini ia abaikan berdiri di hadapannya tanpa rasa takut. Bahkan kata-katanya membuatnya sulit membantah.

Aku melangkah mendekat tanpa ragu. Shen Changge terkejut hingga pedangnya mundur beberapa inci.

"Shen Changge, jangan berpura-pura tidak tahu apa-apa. Kau menyembunyikan wanita itu di Paviliun Jinsheng, bukan?"

Aku tersenyum dingin.

"Menarik. Kau mengabaikan istrimu sendiri, lalu mencari alasan untuk menyalahkanku. Apa memang lebih mudah bagimu menyalahkan orang lain daripada mengakui kesalahanmu?"

Wajah Shen Changge memucat. Pedang di tangannya perlahan turun, sementara matanya menatapku penuh keterkejutan.

"Bagaimana kau tahu tentang Yu Rou?" Suaranya terdengar panik. Tanpa sadar, ia justru mengakui kebenarannya.

Aku tertawa sinis, tawa yang terdengar sangat meremehkan. "Tidak perlu kau tahu siapa yang memberitahuku. Dunia ini sempit, Changge, dan rahasia tidak akan pernah bisa dikubur selamanya."

Aku melangkah maju, memaksanya untuk mundur selangkah demi selangkah.

"Aku tidak mengkhianati pernikahan ini. Orang yang lebih dulu menghancurkannya adalah kau."

Shen Changge berdiri mematung di tengah kamarku, napasnya tersengal, tak mampu berkata-kata. Untuk pertama kalinya, Shen Changge melihatku bukan sebagai wanita lemah yang selalu diam.

"Aku mencintainya. Biarkan aku membawanya kembali."

Perkataan Shen Changge membuatku terdiam.

"Kau ingin dia? Baik."

Aku tersenyum tipis.

"Kalau begitu, ceraikan aku, Tuan Muda Shen."

Kataku dengan santai meski hati sudah ingin menendangnya.

Di balik kemarahanku yang meluap, aku merasa puas. Ini baru permulaan. Malam ini hanyalah awal. Tang Anning yang dulu mungkin akan menerima semuanya dalam diam, tetapi wanita itu sudah tidak ada lagi.

"Pergilah," kataku dengan nada dingin yang absolut. "Sebelum aku melaporkan perilaku bejatmu ini kepada Ayahanda Jenderal. Dan jangan pernah berani menodongkan pedangmu ke arahku lagi, atau aku akan memastikan kau kehilangan lebih dari sekadar harga dirimu."

Shen Changge berbalik pergi dengan langkah berat. Aku tetap berdiri di tempat, memandang pintu yang tertutup di belakangnya.Ruangan kembali sunyi.

Di depan cermin, aku melihat wajah yang sama, tetapi sorot mata yang berbeda.

Tang Anning yang dulu selalu menunduk sudah tidak ada.

Mulai sekarang, aku tidak akan lagi membiarkan siapa pun menentukan nasibku.

1
Seven Wann
karakter fl nya terlalu menye menye
Xue Lian: aduh kak... author baru pertama kali nulis karakter fl nya menye-menye...lain kali author buat karakter nya lebih badas ya🤭🤭
total 1 replies
Xue Lian
Hai...reader!!!

Terimakasih yang sudah spam like.

author punya give away buat kalian sebagai pembaca setia.

author akan masukin nama kalian sebagai karakter didalam novel author.

bagaimana? jika kalian setuju like komen author atau balas komen author "Setuju".

pastinya seru nama kalian jadi karakter dinovel author🥰🥰

ditunggu ya😍
Xue Lian
Hai, para Readers! 👋🥰

Terima kasih sudah membaca Transmigrasi: Menjadi Istri Tiga Pangeran Dingin. Semoga kalian menikmati setiap bab yang Author tulis.

Jika kalian menyukai cerita ini, jangan lupa beri dukungan dengan like, komentar, dan vote agar Author semakin semangat melanjutkan kisah Tang Anning dan para tokohnya. 💖

Mohon maaf ya kalau untuk saat ini Author hanya bisa update 2 bab per hari. Bukan karena tidak ingin update lebih banyak, tetapi karena Author menulis cerita ini terlebih dahulu di buku tulis, lalu menyalinnya satu per satu ke aplikasi. Jadi prosesnya memang membutuhkan waktu.

Terima kasih atas kesabaran, dukungan, dan semangat yang selalu kalian berikan. Semoga kita bisa terus menikmati perjalanan cerita ini bersama. 🤗✨

Salam manis,

Author Diah Nation29 🌸
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!