NovelToon NovelToon
Yan Kai

Yan Kai

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Kelahiran kembali menjadi kuat / Balas dendam dan Kelahiran Kembali
Popularitas:6.4k
Nilai: 5
Nama Author: DANTE-KUN

Sejak berusia sepuluh tahun, Yan Kai hidup sebagai pelayan di Sekte Hutan Bambu setelah kehilangan kedua orang tuanya. Karena memiliki akar spiritual yang sangat lemah, ia tidak pernah diterima sebagai murid dan selama delapan tahun hanya menjadi sasaran penghinaan, perundungan, serta siksaan dari para murid sekte. Hidupnya dipenuhi penderitaan, hingga suatu hari sebuah tugas sederhana membersihkan perpustakaan kuno mengubah takdirnya selamanya.

Sebuah buku misterius membawanya ke Dimensi Tak Berujung, tempat seekor Naga Kegelapan kuno disegel sejak ribuan tahun lalu akibat perang besar antara ras naga dan para dewa. Yan Kai mendapatkan secuil kekuatan naga itu hingga mengubah akar spiritualnya yang sebelumnya cacat menjadi fondasi yang luar biasa. Tanpa mengetahui rahasia besar yang kini tersembunyi dalam dirinya, Yan Kai memulai perjalanan kultivasinya menuju puncak kekuatan sejati.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DANTE-KUN, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21

Tatapan wanita bercadar itu berubah semakin dingin. Bila sebelumnya ia hanya ingin menyingkirkan seseorang yang dianggap mencurigakan, kini niat membunuhnya benar-benar telah muncul.

Di matanya, seorang kultivator Jalan Iblis adalah ancaman bagi seluruh dunia kultivasi. Mereka dikenal menggunakan teknik-teknik terlarang, mengorbankan manusia tak berdosa demi mempercepat kultivasi, bahkan tidak segan membantai satu desa hanya untuk memperoleh kekuatan.

Karena itulah, setiap sekte aliran lurus memiliki satu aturan yang sama: bila bertemu kultivator Jalan Iblis, bunuh tanpa memberi kesempatan.

Wanita itu mengangkat pedangnya perlahan. Aura es yang semula hanya menyelimuti beberapa meter kini meluas hingga puluhan meter. Tanah mulai membeku, rumput-rumput berubah menjadi kristal es, bahkan dedaunan yang jatuh dari pepohonan langsung membeku sebelum menyentuh tanah.

Yan Kai merasakan hawa dingin itu dan langsung memasang kewaspadaan. "Wanita ini... akhirnya serius."

Wanita bercadar itu mengayunkan pedangnya dengan lembut. "Teknik Pedang Seratus Kelopak Teratai Salju."

Dalam sekejap, ratusan kelopak bunga teratai yang seluruhnya terbentuk dari es bermunculan di udara, masing-masing memancarkan cahaya biru yang indah. Namun di balik keindahan itu tersembunyi niat membunuh yang mengerikan.

Whusss!

Ratusan kelopak itu melesat bersamaan. Langit seakan dipenuhi hujan bunga es. Yan Kai dapat merasakan bahwa setiap kelopak memiliki kekuatan yang cukup untuk melukai kultivator Ranah Pemurnian Qi. Jika seluruhnya mengenai tubuhnya, ia pasti akan mati.

Tanpa berpikir panjang, Yan Kai langsung mengangkat pedangnya. Energi api mengalir ke sisi kanan bilah pedang, sementara energi kegelapan menyelimuti sisi kirinya. Dua kekuatan yang bertolak belakang itu berpadu tanpa saling bertabrakan.

Yan Kai menarik napas panjang, lalu mengayunkan pedangnya sekuat tenaga. "Teknik Pedang Bayangan!"

Whusss!

Bayangan hitam bercampur kobaran api langsung menyapu ke depan. Puluhan bayangan pedang muncul bersamaan.

Boom! Boom! Boom!

Kelopak-kelopak es mulai pecah satu demi satu. Uap putih memenuhi seluruh medan pertempuran akibat benturan antara api dan es.

Namun serangan wanita itu terlalu kuat. Meski berhasil menahan sebagian besar kelopak es, masih ada beberapa yang berhasil menembus pertahanannya.

Slash! Slash!

Beberapa luka baru muncul di bahu dan punggung Yan Kai. Namun ia sama sekali tidak berhenti. Sejak awal, tujuannya memang bukan untuk menang, melainkan mencari kesempatan melarikan diri.

Begitu tabrakan energi memenuhi seluruh area dan pandangan wanita itu sedikit terhalang oleh kabut putih, Yan Kai langsung memutar tubuhnya.

Whusss!

Ia mengerahkan seluruh kekuatannya menuju kedua kaki. Tubuhnya melesat ke dalam hutan dengan kecepatan penuh. "Aku tidak mungkin menang melawannya. Kalau terus bertarung, aku pasti mati." Ia sama sekali tidak merasa malu untuk mundur. Baginya, bertahan hidup jauh lebih penting daripada harga diri.

Kabut putih perlahan menghilang. Wanita bercadar itu segera menyadari bahwa lawannya telah menghilang. Tatapannya langsung mengarah ke jejak kaki yang menghilang di antara pepohonan.

"Melarikan diri..."

Ia menggenggam pedangnya lebih erat. "Tidak akan kubiarkan."

Dalam pikirannya, Yan Kai telah dipastikan sebagai seorang kultivator Jalan Iblis. Bila orang seperti itu dibiarkan hidup, cepat atau lambat akan terjadi bencana.

Ia pernah melihat sendiri sebuah desa yang seluruh penduduknya dibantai oleh kultivator Jalan Iblis demi menyempurnakan teknik terlarang. Ratusan nyawa melayang dalam semalam. Sejak saat itu, ia bersumpah akan membasmi siapa pun yang berjalan di jalan sesat tersebut.

Tanpa sedikit pun keraguan, wanita bercadar itu langsung melesat mengejar Yan Kai.

Whusss!

Tubuhnya bergerak begitu ringan di antara pepohonan. Kecepatannya bahkan beberapa kali lebih tinggi daripada Yan Kai. Tatapannya tetap terkunci pada jejak aura yang ditinggalkan pemuda itu.

"Aku tidak boleh kehilangan jejaknya. Jika seorang kultivator Jalan Iblis berhasil lolos, bukan tidak mungkin akan ada banyak warga tak berdosa yang menjadi korban di masa depan."

Sementara itu, di depan sana, Yan Kai terus berlari tanpa mengetahui bahwa wanita berjubah putih tersebut sama sekali tidak berniat menghentikan pengejarannya.

Sebuah kesalahpahaman yang belum sempat dijelaskan, kini justru berkembang menjadi perburuan hidup dan mati.

...

Yan Kai terus berlari tanpa berani menoleh ke belakang. Suara langkah kaki wanita bercadar itu terus terdengar, semakin lama semakin dekat. Setiap kali ia mencoba memperlebar jarak, wanita itu selalu mampu mengejarnya kembali.

"Kecepatannya terlalu tinggi... kalau terus begini, cepat atau lambat aku pasti akan tersusul."

Yan Kai menggertakkan giginya. Pikirannya bekerja cepat mencari jalan keluar. Tiba-tiba, matanya menangkap sebuah kawasan hutan yang dipenuhi pepohonan besar dengan akar-akar menjulur ke permukaan tanah. Sebuah ide langsung terlintas di benaknya.

"Aku tidak bisa mengalahkannya. Tapi aku bisa menghambatnya."

Tanpa memperlambat langkah, Yan Kai diam-diam mengalirkan energi kegelapan ke telapak tangannya. Dengan gerakan yang nyaris tak terlihat, ia menanamkan gumpalan-gumpalan kecil energi kegelapan di beberapa titik sepanjang jalur yang dilewatinya. Energi itu menyatu dengan bayangan pepohonan sehingga hampir mustahil terlihat dengan mata biasa.

Sesaat kemudian, Yan Kai mempercepat langkahnya dan melompat melewati sebuah akar pohon besar. Ia terus berlari tanpa menoleh sedikit pun.

Beberapa detik kemudian, wanita bercadar itu tiba di lokasi yang sama. Tatapannya hanya tertuju pada jejak Yan Kai. Ia sama sekali tidak menyadari adanya perubahan kecil pada bayangan di bawah kakinya.

Tepat ketika ia menginjak salah satu titik...

Wuuung!

Seluruh energi kegelapan yang tersembunyi langsung aktif. Bayangan di bawah tanah berubah menjadi rantai-rantai hitam yang melesat keluar dengan kecepatan tinggi.

"Apa?!"

Wanita itu terkejut. Rantai-rantai tersebut langsung melilit kedua kaki dan salah satu lengannya. Dalam waktu bersamaan, puluhan bayangan hitam lain muncul dari balik pepohonan, berusaha mengikat tubuhnya.

"Teknik seperti ini... benar-benar licik!"

Ia segera mengerahkan Qi elemen es.

Crack!

Lapisan es langsung membungkus rantai-rantai hitam itu. Namun energi kegelapan Yan Kai mampu bertahan beberapa saat sebelum akhirnya mulai retak.

Boom!

Dengan ledakan energi spiritual yang kuat, seluruh rantai bayangan akhirnya hancur berkeping-keping. Namun di saat yang sama...

Brakk!

Hembusan energi dari ledakan itu menerpa tubuh wanita tersebut. Cadar biru muda yang menutupi wajahnya ikut terlepas dan terbawa angin. Kain tipis itu melayang beberapa meter sebelum jatuh ke tanah.

Yan Kai yang tanpa sadar menoleh ke belakang untuk memastikan jebakannya berhasil, seketika terdiam. Untuk pertama kalinya, ia melihat wajah wanita itu tanpa penutup.

Wajah yang begitu sempurna seakan dipahat oleh langit. Kulitnya seputih salju, alisnya halus dan anggun. Sepasang mata sebening danau memancarkan ketegasan sekaligus ketenangan.

Hidungnya mancung, sementara bibirnya yang merah muda tampak begitu indah meski sedang menampilkan ekspresi dingin. Rambut hitam panjangnya berkibar lembut tertiup angin.

Sesaat, bahkan Yan Kai lupa bahwa dirinya sedang dikejar.

"Indah sekali..." gumamnya tanpa sadar.

Namun detik berikutnya ia langsung tersadar. "Bukan saatnya memikirkan itu!" Ia segera membalikkan badan dan kembali berlari sekuat tenaga.

Sementara di belakangnya, wanita itu berhasil melepaskan seluruh sisa jebakan. Tatapannya semakin dingin ketika menyadari cadarnya telah terlepas. Belum pernah ada pria asing yang melihat wajahnya secara langsung. Dan kini, seorang yang ia yakini sebagai kultivator Jalan Iblis telah melihatnya.

Meski begitu, ia tidak membuang waktu untuk memikirkan hal tersebut. Ia segera mengambil kembali cadarnya dan mengenakannya dengan cepat.

Ketika kembali mendongak, jejak aura Yan Kai sudah semakin menjauh. Wanita itu langsung mengejarnya sekali lagi. Namun kali ini, jebakan Yan Kai telah memberinya waktu yang sangat berharga.

Yan Kai terus berlari tanpa henti hingga pepohonan mulai berkurang. Tak lama kemudian, di hadapannya terbentang sebuah jalan utama yang lebar.

Jalan batu yang menghubungkan berbagai kota besar di Kerajaan Awan Suci akhirnya muncul di depan matanya.

Yan Kai segera melompat keluar dari dalam hutan dan memasuki jalan tersebut. Di sana tampak beberapa kereta dagang dan rombongan pengelana sedang melintas.

Melihat banyaknya orang di jalan utama, Yan Kai akhirnya menghela napas lega. Setidaknya, wanita itu tidak mungkin menyerangnya secara terang-terangan di hadapan begitu banyak saksi.

Ia menoleh sekali ke arah hutan yang baru saja ditinggalkannya, lalu kembali mengarahkan pandangannya ke selatan. Di ujung jalan itulah tujuan berikutnya telah menunggunya.

Kota Perak.

1
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ...........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ..........
Anna
aku suka cerita nya mudahan ada lanjutannya
kay
semangat rhor💪 izin promosi🙏saya buat novel juga kalo tertarik mampir aja
Dante-Kun
👍🤲
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ..........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ...........
Riski Kurniawan
Very Nice Thor..
BOIEL-POINT .........
very very niCe Thor ............
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ...........
BOIEL-POINT .........
very very very niCe Thor .........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ............
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ............
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ..........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ...........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ..........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ............
yos helmi
💪💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!