NovelToon NovelToon
Takdirku Bersama Suami Mafiaku

Takdirku Bersama Suami Mafiaku

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Penyesalan Suami / Balas Dendam
Popularitas:12.6k
Nilai: 5
Nama Author: PUTRI

Zara, gadis sederhana dan polos, dipersatukan dengan Adrian Romanov — pria dingin berkuasa yang membuat hidupnya benar-benar menderita. Dituduh, disakiti, dikucilkan, ia terbelenggu takdir kematian yang mengikatnya erat, selalu membayangi setiap langkahnya.

Namun sebutir nyawa kecil yang tumbuh di dalam rahimnya yang memberi alasan untuk bertahan. Namun di balik semuanya tersembunyi rahasia besar. Nanti saat kebenaran terkuak, akankah ia lepas dari belenggu itu… atau justru terjerat makin dalam?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon PUTRI, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

sosok yang bernama Fara

“Syukurlah, berkat keberuntungan yang besar akhirnya kami menemukannya juga. Mohon berkenan melihat sendiri — cincin ini terbuat dari logam putih dengan kualitas terbaik, yang tidak akan pernah berubah warna, luntur, atau kusam meski dipakai selama puluhan tahun. Di bagian tengahnya terpasang satu batu berlian utama yang sangat jernih dan bening, tidak memiliki sedikit pun cacat atau noda, memancarkan cahaya yang berkilau indah persis seperti bintang yang paling terang di langit malam. Di sekeliling batu utamanya juga dihiasi butiran berlian asli yang dipasang dengan susunan yang sangat rapi dan presisi, menyatu sempurna sehingga tampak begitu anggun saat dikenakan. Desain ini benar-benar selaras dengan cincin Tuan Adrian, melambangkan ikatan yang kokoh, tahan lama, dan abadi sepanjang masa.”

Adrian pun mengambil cincin itu dengan lembut dari dalam kotak, lalu kembali menggenggam tanganku di tangannya. Ia menatap sejenak ke arah jariku yang terlihat ramping dengan kulit seputih susu dan halus. Dengan sangat hati-hati dan perlahan, ia menyelipkan cincin itu hingga pas melingkar di jari manis tangan kananku. Dan ternyata ukurannya benar-benar pas, seolah-olah benda itu memang sudah lama disiapkan khusus untuk jari tanganku sendiri.

Melihat hal itu, manajer toko itu menghela napas panjang lega sambil menyunggingkan senyum tulus di bibirnya. “Syukurlah sekali… terlihat sangat anggun dan menawan saat menghiasi jari Nyonya. Sungguh merupakan sebuah keberuntungan besar bagi kami bisa menemukannya tepat waktu. Sekali lagi saya ucapkan selamat — semoga pernikahan dan rumah tangga kalian senantiasa diberkahi kebahagiaan yang sejati dan langgeng selamanya.”

Kami pun berpamitan dan melangkah keluar dari toko itu. Sepanjang perjalanan melewati lorong-lorong pusat perbelanjaan yang ramai itu, mataku tak pernah lepas menatap cincin yang kini terpasang di jariku. Setiap kali terkena pantulan cahaya lampu yang beraneka warna, batu itu memancarkan kilauan yang indah dan memukau — membuat hatiku terasa hangat, namun di saat yang sama dipenuhi tanda tanya yang belum menemukan jawabannya.

Belum sempat kami melangkah menuju pintu keluar utama, Adrian tiba-tiba mengubah arah langkahnya menuju sebuah toko busana bermutu tinggi yang sangat terkenal dengan koleksi pakaiannya yang unik, elegan, dan seringkali berjumlah terbatas. Begitu kami melangkah masuk ke dalam ruangan yang sejuk itu, mataku seketika terpesona melihat deretan pakaian yang tergantung rapi dan teratur. Semuanya tampak terbuat dari bahan yang sangat halus, nyaman di kulit, serta memiliki desain yang anggun dan sederhana namun tetap terlihat mahal. Adrian duduk dengan tenang di atas kursi empuk yang diletakkan di sudut ruangan, lalu menoleh ke arahku sambil berkata singkat namun jelas: “Pilihlah apa saja yang kamu butuhkan atau yang kamu sukai. Jangan ragu untuk mengambil sebanyak yang diperlukan.”

Mendengar itu, manajer serta para pramuniaga toko segera menghampiriku dengan sikap yang sangat sopan dan ramah, mengajakku berkeliling melihat setiap koleksi terbaik yang mereka miliki sambil menjelaskan hal-hal yang aku belum pahami. Namun saat mereka menawarkanku untuk mencoba satu per satu pakaian yang dipilih, mataku tak sengaja melirik ke arah Adrian. Ia sedang sibuk berbicara lewat telepon genggamnya dengan nada yang tegas dan cepat, seolah ada begitu banyak urusan penting yang sedang menunggu penyelesaiannya sesegera mungkin. Karena tak ingin membuatnya menunggu terlalu lama hanya karena aku sibuk mencoba pakaian, akhirnya aku hanya memilih beberapa helai pakaian yang sekilas terlihat pas, sopan, dan nyaman dipakai — tanpa sempat mencobanya satu per satu di ruang pas.

Setelah semua barang yang kupilih dibungkus dengan rapi dan indah, Adrian segera mengantarku pulang kembali ke kediamannya. Kendaraan mewah itu melaju dengan tenang hingga akhirnya berhenti tepat di depan gerbang utama rumah yang besar itu — namun tidak masuk jauh ke dalam halaman seperti biasanya. Saat aku turun dan berpamitan, mobil itu segera melaju kembali meninggalkan tempat itu secepatnya. Aku hanya menatap kepergiannya sambil bergumam pelan dalam hati: Sepertinya ia memang sedang sangat terburu-buru karena banyak urusan yang harus diselesaikan…

Begitu gerbang besi yang tinggi itu terbuka lebar, salah satu penjaga keamanan segera berlari mendekat ke arahku dengan sikap hormat. “Izinkan saya membantu membawa tas-tas belanjaan itu masuk ke dalam, Nyonya Zara,” ucapnya sopan sambil berniat mengambil bungkusan itu dari tanganku. Namun saat aku baru saja melangkah masuk melewati gerbang, mataku tertuju pada sebuah kendaraan lain yang melaju perlahan masuk ke halaman luas itu dan berhenti tepat di depan pintu utama kediaman. Tak lama kemudian terlihat Yamal turun dari kursi pengemudi, lalu segera berjalan membukakan pintu sisi penumpang dengan penghormatan yang sangat tinggi dan hati-hati.

Wanita yang turun dari dalam kendaraan itu seketika menarik seluruh perhatian dan pandanganku.

Tingginya pas dan proporsional, tubuhnya ramping namun tampak tegap dan berisi. Wajahnya tirus dengan garis rahang yang lembut namun tegas, matanya besar, jernih, dan memancarkan pandangan yang penuh percaya diri sekaligus kelembutan yang alami. Kulitnya berwarna sawo matang yang halus dan bersih, tampak memancarkan kilau alami seolah senantiasa tersentuh sinar matahari. Rambutnya yang panjang berwarna cokelat keemasan terurai lurus dan rapi hingga menyentuh bahu serta punggungnya, bergerak anggun setiap kali ditiup angin pagi yang sejuk.

Ia mengenakan sehelai atasan berwarna hitam yang dirancang dengan gaya elegan dan bahu terbuka, pas menutupi bentuk tubuhnya tanpa terasa ketat atau berlebihan — yang kemudian dipadukan dengan rok panjang berwarna krem keemasan yang kainnya jatuh mengalir lembut hingga menyentuh pergelangan kakinya. Segala sesuatu yang ia kenakan dan setiap gerak-geriknya membuatnya tampak begitu anggun, berwibawa, dan memiliki pesona yang sulit untuk dipalingkan oleh siapa pun yang melihatnya.

Sementara itu Yamal segera mengambil sebuah koper besar yang terbuat dari kulit asli dari bagasi kendaraan, lalu berjalan mendampingi wanita itu menuju pintu masuk utama. Saat kami berpapasan tepat di tengah halaman yang luas itu, pandangan kami berdua terkunci satu sama lain — dan kami hanya berdiri diam saling menatap sejenak tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Hingga akhirnya suara Yamal memecah keheningan itu dengan sopan namun tegas:

“Mohon izin memperkenalkan, Nyonya Zara. Ini adalah Nyonya Fara, istri kedua Tuan Adrian.”

Lalu ia pun segera menoleh kembali ke arah wanita itu dan melanjutkan perkenalannya: “Dan Nyonya Fara, izinkan saya perkenalkan juga — ini adalah Nyonya Zara, istri pertama Tuan Adrian.”

Seketika mataku tanpa sadar melirik jatuh ke arah jari manis tangan kanan wanita itu — dan seketika rasanya jantungku seolah berhenti berdetak sejenak sebelum kembali berpacu dengan sangat kencang.

Di sana terpasang dengan indah sebuah cincin yang bentuk, ukiran, serta batu permata yang dipakainya persis sama seperti cincin tadi pagi berbeda dengan cincin yang kini melingkar di jariku. Dalam benakku bergema keras dan nyeri seketika, seolah ribuan jarum menembus dadaku:

Jadi Cincin yang disiapkan dengan begitu teliti itu memang sejak awal diperuntukkan khusus untuknya

Di sisi lain, Fara juga menatapku lekat-lekat dengan pandangan yang menyelidik namun tidak bermusuhan. Di dalam hatinya ia pun sedang berpikir cepat, mencoba memahami apa yang sebenarnya terjadi: Gadis ini terlihat begitu lembut, polos, dan cantik… namun ia tampak masih sangat muda, seolah belum cukup dewasa untuk menjadi istri seseorang seperti Adrian.

“Mohon maaf atas gangguannya, Nyonya Zara,” ucap Yamal kembali memecah kesunyian itu dengan nada yang tetap sopan dan hormat kepadaku. “Saya sekarang akan mengantar Nyonya Fara menuju kamar yang telah disiapkan untuknya.”

Aku tetap berdiri diam di tengah halaman yang luas itu, tas-tas belanjaan di tanganku terasa seketika menjadi beban yang tak sanggup kuangkat. Mataku tak beranjak dari sosok Fara yang berjalan menjauh — anggun, cantik, dicintai, dan diinginkan.

1
putmelyana
hadehhh
Putry Chan: sabar ya bentar lagi smua nya akan lebih baik hmm aku kek nya di bab 96 kali ya udh bisa senyum dikit soalnya mereka udh satu kamar 🤣
total 1 replies
터닝
kasian Zara 🤧
Putry Chan: iya tapi semua akan baik baik saja mugkin
total 1 replies
Lasa Hardianti
Nyesek bgt, rumah yang dulunya hangat sekarang berubah total karena penyerangan itu
Putry Chan: benar sekali , sebenarnya cerita aslinya tuh GK Kek gini cuman dulu gara gara aku bikin banyak kesalahan karena pemula aku bikin ulang trus aku ubah sedikit ceritanya
banyak sih aku ubah kek lebih dark lah tapi Happy ending kok walaupun
total 1 replies
Lasa Hardianti
Terus keadaan ibunya gimna?😭
Putry Chan: mereka berdua baik cuman lagi bersembunyi dulu
total 1 replies
Lasa Hardianti
Kasian bgt ibunya sampai terluka demi melindungi anak-anaknya, moga aja mereka bertiga selamat, terutama ibunya/Scowl/
Putry Chan: tentu saja ibu dan ayahnya selamat karena sebenarnya asal usul mereka itu bukan adalah salah satu keluarga bangsawan , ketemu tapi masih lama mungkin antar hidup dan mati
total 1 replies
Lasa Hardianti
Hai kak, izin kasih masukan ya. Menurutku beberapa bagian narasinya mungkin bisa lebih dipersingkat atau diberi jeda supaya bacanya lebih enak. Terus, setiap kali ada pergantian POV, mungkin bisa diberi sedikit penanda atau transisi supaya perpindahannya nggak terasa tiba-tiba dan pembaca lebih mudah mengikuti alurnya. Semangat kak💪🏻/Determined/
Putry Chan: kasian udh mampir cantik semangat ya sama sama lagi berjuang 💪
total 3 replies
Kusyg Ki
sejujurnya aku suka baca ini kadang bikin senyum sendiri tapi aku lupa klo ini darkromansa jadi sebenarnya aku suka tapi di waktu yang sama aku benci greget bgt sama suaminya ngeselin bgt sumpah harus dpt karma sih aku GK peduli apapun alasannya
Putry Chan: di semangatin dong makacihh 🥰
total 7 replies
Kusyg Ki
Zara melawan nih bagus
Kusyg Ki
punya suami kok radar radar miring ya
Putry Chan: 🤧🤧🤧🤧🤧
total 1 replies
Arham Bugis
rekomen apa lagi bab nya uah banyak
Putry Chan: 🥰🥰🥰🥰🥰
total 1 replies
Arham Bugis
baru baca lagi nih 🤭
Putry Chan: iyh kmu baru muncul lagi
total 1 replies
Wawan
Nah 🤭
Putry Chan: 🥰🥰🥰🥰🥰
total 1 replies
Wawan
Iklan dan mawar buat cerita ini 💪✍️
Wawan: Clue cerita ini menarik .... 💪✍️
total 2 replies
Rian Aan
semangat 💪
Putry Chan: makasih 🥰
total 1 replies
터닝
Maya ini jahat bgt dah
putmelyana
ini chapter berapa perginya lama banget udah greget bgt soalnya gw bacanya harus cerai mereka jangan balikan pisahhh
Putry Chan: ngk salah sih emg itu nanti bakalan terjadi tapi bukan cerai , Zara sendiri yang memilih pergi , Adrian nyebelin ya tapi ada alasannya nanti juga berubah jadi obsesi parah smpai di borgol kaki istrinya ini biar GK kabur tapi masih jauh tenang aja Zara ini wanita yang kuat nanti juga Adrian dapat karma
total 1 replies
Kiara Maulida Aizaaa
saling support KK , Semangat mau
Putry Chan: tentu maksih ya udh mampir
total 1 replies
Rian Aan
suka nih KLO gini mau ngelawan
Rian Aan
apakah akan ada cinta segitiga
Putry Chan: ntah lah 😅
total 1 replies
Rian Aan
bininya di jadiin pembantu
Putry Chan: 🤧🤧🤧🤧🤧
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!