Delapan tahun pernikahan membuat Naura rela mengorbankan segalanya demi keluarga. Ia melahirkan dua anak, meninggalkan kariernya, dan diam-diam membantu suaminya membangun kerajaan bisnis hingga menjadi konglomerat.
Namun setelah tubuh Naura berubah gemuk usai dua kali melahirkan, Erwin justru menganggapnya sebagai aib dan memilih wanita lain.
Diceraikan, dihina, bahkan dipisahkan dari anak-anaknya, Naura memilih bangkit daripada terus terpuruk. Ia kembali pada identitas yang selama ini disembunyikan sebagai pewaris keluarga kaya. Di saat yang sama, takdir mempertemukannya kembali dengan pria dari masa lalunya, yang membantunya mengubah hidup sekaligus mengembalikan tubuhnya menjadi sehat dan ideal.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rere ernie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab²⁸
Dahlia menutup album foto itu perlahan. Tatapannya kosong, tetapi pikirannya dipenuhi kenangan bertahun-tahun silam.
"Rina... maafkan Kakak. Aku memang gagal menepati janjiku."
Suara lirih itu menghilang di antara sunyinya rumah sederhana yang telah menjadi tempat Tania tumbuh dewasa.
Dahlia masih mengingat hari ketika Tania berusia delapan belas tahun. Gadis itu tanpa sengaja menemukan surat-surat peninggalan Rina yang selama ini ia sembunyikan. Di situlah Tania mengetahui bahwa Sakti Ardynata adalah ayah kandungnya.
Saat itu, Tania menangis semalaman.
"Jadi... Papa masih hidup? Kenapa Papa nggak pernah mencariku?"
Dahlia tidak mampu menjawab. Namun sejak hari itu, hati Tania mulai dipenuhi tanda tanya. Mengapa Naura hidup bergelimang kasih sayang dan kemewahan, sedangkan dirinya harus menjalani hidup serba kekurangan?
Pertanyaan itu perlahan berubah menjadi kecemburuan.
Melihat perubahan keponakannya, Dahlia yang selama ini memendam dendam justru semakin terbakar. Ia mulai mencari cara agar Tania mendapatkan pengakuan sebagai anak keluarga Ardynata. Hingga akhirnya, delapan tahun lalu, ia bertemu seseorang yang bekerja di laboratorium tempat pemeriksaan DNA dilakukan. Dengan imbalan uang yang tidak sedikit, orang itu bersedia mengubah laporan hasil pemeriksaan.
Sampel DNA milik Sakti tetap digunakan apa adanya, karena memang tidak ada yang perlu diubah, Tania memang anak kandung Sakti. Yang diubah adalah data pembanding milik Miranda. Laporan akhir dibuat seolah-olah Tania juga merupakan anak kandung Miranda, sehingga kesimpulan yang keluar menyatakan Tania adalah putri kandung pasangan Sakti dan Miranda.
Sementara hasil pemeriksaan terhadap Naura sengaja dibuat sebaliknya, seakan-akan tidak memiliki hubungan darah dengan keduanya. Begitu laporan itu keluar, keluarga Ardynata mempercayainya tanpa sedikit pun mencurigai adanya rekayasa.
Dahlia mengembuskan napas panjang. "Semuanya berjalan sesuai rencana..."
Ia masih ingat bagaimana Miranda menangis memeluk Tania karena yakin putri kandungnya telah kembali. Di sisi lain, Naura yang berkali-kali mencoba menjelaskan justru dianggap iri kepada Tania.
Perlahan-lahan, Naura kehilangan tempatnya di dalam keluarga sendiri. Dan saat itu, ia melihat Tania semakin haus akan pengakuan. Bukan hanya ingin diakui sebagai anak keluarga Ardynata, tetapi juga Tania ingin memiliki seluruh harta, jabatan, bahkan kasih sayang yang dimiliki Naura.
Di saat yang sama, di Mansion Ardynata, tim penyelidik keluarga kembali membawa hasil pemeriksaan terbaru.
"Kami menemukan sesuatu, Tuan. Rumah sakit tempat Nona Tania dilahirkan masih menyimpan arsip lama." Pria itu menyerahkan beberapa lembar salinan dokumen. "Di dalam arsip tersebut tercatat nama ibu kandung Nona Tania memang adalah Bu Rina."
"Lalu?"
"Pada kolom ayah memang dikosongkan. Tetapi..." Penyelidik itu menarik napas pelan. "Kami juga menemukan catatan antenatal milik Bu Rina. Di sana tertulis bahwa pasien pernah menyebut nama ayah bayi kepada dokter."
Semua orang menunggu dengan tegang.
Penyelidik itu membuka halaman terakhir. "Nama yang tertulis adalah... Sakti Ardynata."
Sakti menatap dokumen itu dengan tangan gemetar, pria itu memejamkan mata beberapa saat. "Jadi... selama ini Tania benar-benar anakku."
"Aku tidak marah Mas, karena Tania ada sebelum kita menikah." Miranda menggenggam tangan suaminya, air matanya mulai jatuh dan suaranya bergetar. "Aku hanya sedih... karena seseorang menggunakan fakta itu untuk menghancurkan keluarga kita."
"Kalau begitu semuanya mulai masuk akal." Naura yang sejak tadi diam akhirnya angkat bicara, semua mata menatapnya. “Tania memang anak kandung Papa, tapi dia bukan anak Mama. Itulah sebabnya hasil DNA delapan tahun lalu harus dipalsukan. Karena kalau hanya menunjukkan hubungan Papa dan Tania, tidak akan pernah ada alasan untuk mengusirku dari keluarga ini.“
Naura menarik napas dalam-dalam. “Tapi sayangnya, dulu aku tidak cukup kuat untuk bertahan. Aku memilih pergi karena takut semakin terluka, takut kehilangan tempat di keluarga ini. Terutama ketika Mama dan Papa selalu memilih membela Tania setiap kali terjadi masalah."
Kakek Guntur mengangguk pelan. "Kalau saat itu hasil tes menunjukkan Tania hanya anak kandung Sakti, kalian berdua justru akan diterima sebagai saudara. Tidak akan ada perebutan identitas."
"Berarti tujuan pelaku sejak awal bukan mencari kebenaran, melainkan membuat keluarga Ardynata percaya bahwa Naura bukan anak kandung Om dan Tante." Alaska yang sejak tadi memperhatikan akhirnya menyela.
"Dan itu berarti..." Tatapan Kakek Guntur berubah tajam. "Kita tidak hanya mencari siapa yang memalsukan hasil DNA. Kita juga harus mencari siapa yang selama delapan tahun mengendalikan Tania dari balik layar."
Di tempat lain, Dahlia yang sedang memandangi hujan dari balik jendela tiba-tiba merasakan firasat buruk. Ponselnya berdering, nama Tania muncul di layar.
Dengan tangan sedikit gemetar, ia mengangkat panggilan itu.
"Ma... orang-orang Ardynata mulai menemukan semuanya." Suara Tania terdengar tergesa-gesa.
Dahlia memejamkan mata, ia tahu delapan tahun kebohongan yang mereka bangun perlahan mulai runtuh. Dan kali ini, tidak ada lagi cara mudah untuk menghentikan kebenaran yang sedang bergerak menuju mereka.
"Tania, tetap tenang. Serahkan semuanya pada Mama. Tugasmu hanya satu, tetap bersikap seperti biasa di depan keluarga Ardynata. Jangan sampai mereka mencurigai perubahan apa pun."
"Baik, Ma. Aku mengerti."
Dahlia tahu ia harus bergerak lebih dulu. Selama Naura dan kedua anaknya masih hidup, jalan Tania untuk menguasai seluruh warisan keluarga Ardynata tidak akan pernah benar-benar terbuka. Jika mereka bertiga lenyap, Tania akan menjadi satu-satunya pewaris yang tersisa.
Namun Dahlia tidak boleh gegabah, semua harus dirancang dengan sangat rapi. Kematian Naura, Laura, dan Lionel harus terlihat sebagai sebuah kecelakaan tragis, bukan pembunuhan yang disengaja. Dengan begitu, tidak akan ada seorang pun yang mencurigainya.
🤭🤭
krn ibu ny Tania sendiri yg gx kasih tau klo dy lgi hamil ank ny sakti ,,
dulu juga aq pernah ngalamin sama Kya kk ,,
sampe gx bisa dduk terlalu lama ,,
Itu menurutku ya🤭🙏🏻
😂😂😂😂😂😂😂😂😂