NovelToon NovelToon
Sistem Keuntungan Usaha

Sistem Keuntungan Usaha

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel / Sistem / Mengubah Takdir
Popularitas:4.4k
Nilai: 5
Nama Author: Sistem One

Setelah lelah menjalani hidup yang penuh kegagalan, Arga memutuskan berhenti dari pekerjaannya. Namun, ironisnya ia tewas.

Saat membuka mata, ia kembali ke masa SMA, titik awal kehidupan buruknya. Bedanya, kini ia memperoleh Sistem Keuntungan Usaha yang membuat setiap bisnis yang berhasil memberinya hadiah melimpah.

Di kehidupan kedua ini, Arga bertekad mengubah nasib dan membangun kerajaan bisnisnya sejak masih berseragam sekolah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sistem One, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12: Wkwk

Hendra menoleh dengan wajah ketus. "Adiknya Devan?! Kamu lagi, kamu lagi! Dasar penguntit sialan!"

​Arga terkekeh pelan. "Daripada jadi psikopat gak waras? Wkwk. Aku cuma kebetulan lewat, dan ternyata ini warung orang tua Dimas. Sudah kuduga pasti bakal diganggu sama cecurut kayak kalian."

​Hendra mengepalkan tangannya kuat-kuat. "Cari mati ya kamu?!"

​"Mana ada cari mati. Yang ada mati datang sendiri," sahut Arga santai. Ia merogoh saku celananya, mengeluarkan kotak rokok yang sudah lecek. "Yah... tinggal satu batang lagi. Habis ini terpaksa beli lagi," gumamnya.

​Melihat tingkah Arga yang kelewat santai dan sama sekali tidak ada takutnya, Hendra langsung menunjuknya dengan emosi. "Hajar dia! Si Devan gak bakal marah juga!"

​Empat orang antek Hendra langsung maju. Arga mengangkat kedua tangannya sambil mundur perlahan, dengan sebatang rokok yang sudah menyala di bibir.

​"Santai, santai. Kalian pikir aku ini karakter game apa? Aku gak bisa gelut kalau dikeroyok begini..."

​Begitu berhasil memancing mereka sampai ke area luar warung, Arga langsung mengangkat jari tengahnya tinggi-tinggi. "Maju sini, bangsat!"

​Keempat orang itu langsung merangsek maju untuk menghajar Arga. Namun, Arga tidak bodoh.

Karena kalah jumlah, ia langsung mencari apa saja di sekitarnya yang bisa dijadikan senjata darurat.

​Dengan gerakan cepat, ia menjegal kaki satu orang sampai tersungkur, lalu berlari mundur.

Begitu melihat ada batu, ia melemparkannya. Ketika kakinya menginjak area berpasir, ia langsung menendang pasir itu tepat ke arah wajah lawan-lawannya.

​Dua orang antek Hendra langsung berguling-guling di tanah sambil memegangi mata mereka yang kemasukan pasir.

​"Sialan...!"

"Argh! Mataku...!"

​Sekarang hanya tinggal satu orang yang tersisa di depan Arga. Arga mengembuskan asap rokoknya dengan tenang. "Dikeroyok empat orang saja masih kalah. Dongo, haha...!"

​"Curang! Kalau berani jangan pakai alat dong!" tantang orang terakhir itu dengan napas memburu.

​Di belakang mereka, Hendra tampak makin geram. "Gak guna kalian semua! Menghajar satu orang saja tidak becus! Sini kuajarin gimana caranya mukul!"

​Hendra maju dengan kasar, mendorong temannya sendiri sampai jatuh.

Arga yang melihat itu hanya tersenyum tipis. "Wow, anak manja berani maju sendiri nih? Gak takut kalah? Nanti pulang-pulang ngadu ke orang tua sambil bilang, 'Mah, Pah, aku digebukin Arga,' hahaha!"

​"Bangsat kamu, Arga!"

​Hendra berlari kencang, melompat, lalu melayangkan pukulan terarah.

Namun, Arga dengan cekatan langsung melangkah mundur sebelum tinju itu mengenainya.

Hendra tidak menyerah, ia kembali merangsek maju dan berusaha menghajar Arga bertubi-tubi.

​Arga mulai menyadari bahwa Hendra ternyata bisa dasar-dasar bela diri, walaupun gerakannya tidak terlalu mahir. 'Waduh! Bisa berabe nih kalau sampai kena pukul sekali,' batin Arga waspada.

​"Pengecut sekali jadi manusia! Cuma bisa mundur!" teriak Hendra frustrasi.

​Arga terus mundur mendekati tempat sampah kecil di pinggir jalan. Karena tidak ada benda tajam atau batu lagi, ia langsung mengangkat tong sampah plastik itu dan melemparkannya tepat ke arah Hendra.

​Hendra melotot kaget dan tidak sempat menghindar.

​Brak!

​Seketika bau busuk langsung menguar. Wajah dan tubuh Hendra terhalang oleh kantong plastik dan sisa-sisa sampah kotor.

​Dimas dan kedua orang tuanya yang menonton dari ambang pintu warung langsung melongo syok. Mereka benar-benar kehabisan kata-kata melihat kenekatan Arga.

​Sementara Arga? Dia malah tertawa terbahak-bahak. "Hahaha! Sampah memang cocoknya sama sampah ya? Pembully itu cuma sampah pengecut gak guna yang beraninya keroyokan!"

​Tanpa membuang waktu selagi Hendra masih sibuk menyingkirkan sampah dari wajahnya, Arga mengambil ancang-ancang.

Ia berlari kencang, melompat tinggi, lalu melayangkan tendangan tepat ke arah perut Hendra.

​"Rasain nih!!!"

​Bugh!

​Tubuh Hendra terpental ke belakang dan ambruk ke aspal jalanan. Kepalanya terbentur cukup keras hingga ia langsung pingsan di tempat.

​Teman-teman Hendra yang sudah kembali bisa melihat langsung berdiri dengan panik dan geram. "Apa yang kamu lakukan?! Bagaimana kalau dia mati?!"

​"Mati? Mana ada begitu saja mati. Makanya cepat bawa dia pergi! Nanti dia malah mati beneran gara-gara kalian telat bawa ke rumah sakit. Gak tahu apa kalau anak manja kayak dia ini fisiknya lemah," sahut Arga acuh tak acuh.

​Mendengar itu, mereka saling pandang dengan cemas. Sambil berdecak kesal, mereka terpaksa menggotong tubuh Hendra bersama-sama.

​"Sial! Bau banget nih anak!"

"Hei, goblok! Kalau nanti dia dengar pas sadar gimana? Habis kita!"

"Ya maaf, tapi emang bau sampah! Sialan banget, nyusahin orang saja. Kalau bukan karena dia kaya, ogah aku berteman sama dia."

​Arga hanya menggeleng-gelengkan kepala melihat kepergian mereka. "Nyia-nyiain waktu santai siangku saja," gumamnya.

1
Raka Ar
sempurna 🌟
Sistem one: Terima kasih banyak😍😍😍👍pantengin terus kak
total 1 replies
Jujun Adnin
lemah
GHEAN RAKHENZA
g seru
Sistem one: Thank you kak👍
total 1 replies
Jujun Adnin
lanjut
Jujun Adnin
uang nya di buang terus
Sistem one: hehe, nanti di tabung kak/Smile/🙏
total 1 replies
Jujun Adnin
lanjut
Sistem one: siapp kak🙏
total 1 replies
Jujun Adnin
lagi
Jujun Adnin
ok
Wega Luna
🤣🤣🤣🤣🤣ngadepin orang kayak mereka emang harus licik🤣🤣🤣🤣
Wega Luna: mantap👍
total 2 replies
Jujun Adnin
up yang banyak
Jujun Adnin
lanjut
Zzzz: 🥳/Coffee/
total 1 replies
Gege
yoklaah Arga... putar balikkan keadaan dengan sistem milikmuuh..🤣🤭 cari Luna di laut siapa tau bikin restoran lagi..😄🤭
Sistem one: gak ada si dugong Luna di sini wkwk😂
total 1 replies
Gege
ada duyungnya engga ini Thor.. itu duyung belom di temukan lagi kah Thor..
Sistem one: sudah tamat kok yang duyung wkwk. sudah ketemu lagi di Bab bonus.
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!