NovelToon NovelToon
Sistem Kuliner Absolute Sang Raja Dapur

Sistem Kuliner Absolute Sang Raja Dapur

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Fantasi Isekai
Popularitas:14.7k
Nilai: 5
Nama Author: Nissa Safira

Arka kehilangan segalanya dalam satu malam ketika warung makan peninggalan almarhum orang tuanya dihancurkan oleh lintah darat dan kekasihnya meninggalkannya demi pria kaya yang sombong. Di ambang keputusasaan saat mencoba memasak seporsi nasi goreng terakhir di tengah puing-puing warungnya, sebuah suara mekanis misterius tiba-tiba bergema di dalam kepalanya. Berbekal Sistem Kuliner Sakti yang memberinya hadiah uang tunai dan keterampilan tingkat dewa setiap kali pelanggannya merasa puas, Arka memulai langkah balas dendamnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nissa Safira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7

Sebuah gelas anggur kristal pecah berkeping-keping menghantam dinding ruangan VIP restoran bintang lima itu.

Cairan merah pekat menetes perlahan membasahi karpet impor yang harganya puluhan juta rupiah.

Kevin berdiri dengan napas memburu dan wajah yang memerah padam menahan amarah yang meledak-ledak.

"Kau bilang apa tadi Dimas, coba ulangi sekali lagi!" Bentak Kevin sambil menunjuk tepat ke wajah manajer restorannya itu.

Dimas menelan ludahnya dengan susah payah sambil menundukkan kepalanya dalam-dalam.

"Bos Boni menelepon saya dan mengatakan bahwa hutang lima puluh juta itu sudah dibayar lunas malam ini juga." Lapor Dimas dengan suara sedikit bergetar.

"Bahkan preman pasar yang saya sewa siang tadi lari terbirit-birit setelah diancam menggunakan pisau daging oleh Arka." Tambah Dimas lagi, tidak berani menatap mata bos mudanya.

Siska yang sedang duduk di sofa kulit mewah ikut terbelalak mendengar laporan tersebut.

"Lima puluh juta? Dari mana si gembel itu bisa mendapatkan uang sebanyak itu dalam sehari?" Siska menutup mulutnya dengan tangan yang dipenuhi perhiasan emas.

"Itu juga yang membuat saya bingung Nona Siska, uang itu ditransfer langsung ke rekening Bos Boni." Jawab Dimas sambil membetulkan letak kacamatanya.

Kevin menggebrak meja makan dengan sangat keras hingga piring-piring porselen di atasnya berdenting ngeri.

Brak!

"Ini tidak masuk akal, dia pasti mencuri atau merampok bank!" Teriak Kevin tidak terima melihat mangsanya berhasil lolos dari jebakan maut.

Ia sudah membayangkan Arka akan berlutut menangis memohon belas kasihan di bawah kakinya hari ini.

Namun kenyataan justru berbalik menampar wajah kesombongan Kevin dengan sangat telak.

"Tuan Kevin, saya perhatikan warung tenda itu mendadak sangat ramai saat jam makan siang tadi." Dimas memberanikan diri untuk memberikan informasi tambahan.

"Banyak pekerja kantoran yang rela antre panas-panasan hanya untuk makan nasi goreng buatannya."

Mendengar hal itu, Kevin menyeringai sinis dengan tatapan mata yang penuh kelicikan.

"Makanannya pasti menggunakan bahan kimia berbahaya atau pesugihan, tidak mungkin makanan sampah bisa laku keras." Kevin mendengus meremehkan.

"Kita tidak boleh membiarkan warung kumuh itu merusak pemandangan dan merebut pelanggan restoran kita." Kevin berjalan mondar-mandir memikirkan rencana baru.

Ia menoleh ke arah Dimas dengan sebuah senyum iblis yang sangat licik.

"Dimas, hubungi beberapa pengulas makanan bayaran dan selebgram yang biasa kita pakai jasanya." Perintah Kevin dengan nada dingin.

"Suruh mereka datang ke warung itu besok, lalu buat ulasan palsu yang mengatakan makanan di sana mengandung belatung dan menyebabkan keracunan."

Mata Dimas langsung berbinar mendengar rencana kotor bosnya itu.

"Rencana yang sangat brilian Tuan Kevin, reputasinya pasti akan hancur lebur di media sosial." Dimas membungkuk hormat menyetujui ide tersebut.

"Setelah viral karena kasus keracunan, aku akan melaporkannya ke dinas kesehatan agar warungnya disegel selamanya." Kevin tertawa puas sambil menuangkan kembali anggur ke gelas barunya.

"Kamu memang pintar sayang, biarkan saja si miskin itu merasa menang sebentar malam ini." Siska memeluk lengan Kevin dengan manja.

Mereka bertiga tertawa bersama di dalam ruangan mewah itu tanpa menyadari keajaiban apa yang sebenarnya sedang terjadi di seberang jalan.

Sementara itu, di bawah tenda warung yang sederhana, Arka sedang duduk bersila di atas tikar plastik yang baru dibelinya.

Malam sudah sangat larut dan jalanan kota telah kembali sepi dari hiruk pikuk kendaraan.

Arka menatap layar biru transparan dari Sistem Kuliner Sakti yang mengambang di depannya.

"Sistem, tolong jelaskan padaku apa kehebatan dari Resep Rahasia Bumbu Serbaguna ini." Arka bertanya dengan penuh rasa penasaran.

[Ding!]

[Resep Rahasia Bumbu Serbaguna adalah campuran dari dua belas rempah pilihan yang diolah dengan teknik pengeringan khusus.]

[Bumbu ini dapat meningkatkan cita rasa umami pada semua jenis masakan hingga tiga ratus persen tanpa merusak rasa asli bahan utama.]

Mata Arka langsung berbinar membaca penjelasan sistem yang sangat luar biasa itu.

"Berarti aku bisa menggunakan bumbu ini untuk membuat menu baru selain nasi goreng tanpa perlu membeli resep baru dulu?" Tanya Arka memastikan.

[Tepat sekali Host, bumbu ini adalah fondasi dasar untuk menguasai ratusan menu masakan pinggir jalan.]

[Pengetahuan cara pembuatan bumbu akan ditransfer ke ingatan Host sekarang.]

Tiba-tiba kepala Arka kembali merasakan sensasi hangat yang sangat nyaman.

Berbagai informasi tentang takaran ketumbar, jintan, merica putih, hingga teknik pemanggangan rempah masuk ke dalam otaknya.

Arka langsung berdiri dan melihat ke arah bahan-bahan sisa yang masih ada di dalam gerobaknya.

"Untung saja aku masih punya beberapa rempah dasar dan sisa mie telur basah." Arka tersenyum lebar.

Ia menyalakan kompor kecilnya dan meletakkan sebuah wajan tanah liat yang bersih di atas api kecil.

Srenggg.

Arka memasukkan ketumbar, jintan, dan beberapa rempah lainnya ke dalam wajan tanpa menggunakan minyak sama sekali.

Ia sedang melakukan teknik sangrai untuk mengeluarkan minyak esensial rahasia dari dalam rempah-rempah tersebut.

Aroma harum yang sangat eksotis dan menghangatkan tubuh langsung menguar memenuhi udara malam yang dingin.

"Wanginya sangat menenangkan, pantas saja ini disebut resep tingkat dewa." Arka memejamkan matanya menikmati aroma tersebut.

Setelah warnanya berubah kecokelatan sempurna, Arka mengangkat rempah itu dan memasukkannya ke dalam cobek batu.

Srek srek srek.

Arka menumbuk rempah-rempah yang sudah disangrai itu dengan penuh tenaga namun tetap menjaga ritmenya.

Tidak butuh waktu lama, rempah-rempah itu berubah menjadi bubuk halus berwarna cokelat keemasan yang sangat wangi.

"Sekarang mari kita uji coba bumbu ajaib ini ke dalam masakan sederhana." Arka bersemangat untuk melihat hasil akhirnya.

Ia memutuskan untuk membuat satu porsi mie goreng jawa menggunakan sisa mie telur dan sayuran kol yang ada.

Arka memanaskan wajan bajanya dan memasukkan sedikit minyak bawang ke dalamnya.

Wushhh!

Api menyala besar saat Arka memasukkan telur, irisan kol, dan mie basah secara bersamaan.

Ia menaburkan setengah sendok teh bubuk Bumbu Serbaguna itu tepat ke atas mie yang sedang digoreng.

Seketika itu juga, kepulan asap tebal yang membawa aroma magis meledak ke udara.

Wanginya jauh lebih kompleks dan menggoda dibandingkan saat ia memasak nasi goreng tadi siang.

"Astaga, wanginya sampai membuat perutku yang sudah kenyang berbunyi lagi." Arka menelan ludahnya sendiri.

Klang klang klang!

Arka mengayunkan wajannya dengan cepat, memastikan bumbu ajaib itu meresap sempurna ke dalam setiap helai mie.

Setelah matang, ia menuangkan mie goreng yang tampak mengkilap dan berwarna sangat cantik itu ke atas piring.

Asap panas masih mengepul, membawa aroma gurih rempah yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata.

Arka mengambil garpu dan menggulung sedikit mie goreng itu lalu memasukkannya ke dalam mulut.

Nyam.

Ledakan rasa yang luar biasa dahsyat langsung menyerang seluruh indera pengecap Arka.

Rasa gurih yang sangat dalam, perpaduan manis dan asin yang seimbang, serta wangi rempah yang menghangatkan tenggorokan terasa begitu sempurna.

Mie itu terasa sangat kenyal dan bumbunya benar-benar menyatu seolah-olah mie itu sendiri terbuat dari bumbu.

"Ini gila, ini seratus kali lipat lebih enak dari mie goreng mana pun di dunia!" Arka berseru histeris hingga hampir tersedak.

Bumbu ini benar-benar tidak merusak rasa asli mie telur, justru mengangkat potensinya hingga batas maksimal.

Dengan bumbu ini, Arka yakin ia bisa membuat ayam goreng, sate, atau bahkan tumisan sayur menjadi hidangan sekelas restoran bintang lima.

"Mulai besok, aku akan menambah menu mie goreng spesial dan ayam goreng krispi ke dalam daftarku." Arka merencanakan strateginya sambil mengunyah mienya dengan rakus.

Hanya dalam waktu dua menit, sepiring mie goreng itu habis tak bersisa.

Saat Arka sedang menjilati sisa bumbu di bibirnya, suara sistem kembali bergema di kepalanya.

[Ding!]

[Host telah berhasil menguasai Resep Rahasia Bumbu Serbaguna dengan sempurna.]

[Misi Utama Kedua Diberikan!]

[Misi: Jual 100 porsi menu baru menggunakan Bumbu Serbaguna dan dapatkan ulasan positif dari seorang Food Vlogger dengan lebih dari seratus ribu pengikut.]

[Batas Waktu: 72 Jam.]

[Hadiah Misi: Rp. 100.000.000,- dan Peningkatan Gerobak Bintang Tiga.]

[Hukuman Jika Gagal: Bumbu Serbaguna akan ditarik kembali dan akun bank Host dibekukan selamanya.]

Arka membelalakkan matanya membaca syarat misi kedua yang jauh lebih sulit dari sebelumnya.

"Menjual seratus porsi menu baru mungkin bisa kulakukan dengan mudah karena ada Bumbu Serbaguna ini." Arka menganalisis misinya.

"Tapi mendapatkan ulasan positif dari food vlogger terkenal? Bagaimana caranya aku mengundang mereka ke warung kaki lima ini?" Arka menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

Biasanya para pembuat konten makanan terkenal hanya mau mengulas tempat makan yang sudah punya nama atau dibayar mahal untuk promosi.

Arka sama sekali tidak punya koneksi ke dunia selebgram atau pembuat konten kuliner mana pun di kota ini.

"Yah, mau bagaimana lagi, aku akan pikirkan caranya sambil jalan besok." Arka menghela napas panjang dan memilih untuk tidak terlalu stres.

Ia merapikan peralatan masaknya dan menutup gerobaknya dengan terpal biru yang baru ia beli.

Malam itu, Arka tidur beralaskan tikar tipis di bawah tenda warungnya dengan senyum yang mengembang.

Meskipun besok tantangan yang lebih berat menantinya, ia tidak lagi merasa takut atau putus asa seperti malam-malam sebelumnya.

Dengan saldo lima belas juta di bank dan kemampuan dari sistem, ia siap menghadapi badai apa pun.

Ia tidak tahu bahwa di seberang jalan sana, Kevin dan Dimas juga sedang merencanakan badai besar untuk menghancurkan reputasinya besok pagi.

1
Ponny Sagita
serius thor? restoran mahal pake kursi plastik?
Ponny Sagita
kok masih pinggir jalan? othor niiih yaaa
Nissa Safira: mungkin iyaa outdoor kak, soalnya si Arka lagi proses membangun restoran mewahnya sendiri kak🤣
total 1 replies
Ponny Sagita
masak nasinya kan baru pagi pagi, kok bisa didinginkan semalaman?
Nissa Safira: hahaha dari semalem nasi nya belum habis kak gara2 malem nya di datengi preman🤣
total 1 replies
Wega Luna
keterlaluan udah hutang bunga tempat dagang dirusak ,itu bisa dilaporkan, loh
Nissa Safira: hahahaa namanya juga utang sama rentenir sadis kak😅
total 1 replies
Mohd Harmizi
berhasil jual 3 ribu kok poin kepuasan hanya 500?
Nissa Safira: iyaa juga iyaa.. kelupaan kak🤣
total 1 replies
m_reynaldi
mantapp.. update bab yg banyak thorr 😍
Fariq Banafsaj
lanjut🤩
Dewa Naga 🐲🐉
mantappp.. lanjut...💪👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!