NovelToon NovelToon
Suamiku Pinky Boy

Suamiku Pinky Boy

Status: tamat
Genre:Mafia / Tamat
Popularitas:191.9k
Nilai: 5
Nama Author: Sisca Nasty

"Apakah kaos kaki pink ini milik anda, Tuan?"

Rosita tidak pernah menyangka, kalau pria gagah yang ia kagumi ternyata menyukai warna pink. Walter yang kini menyandang sebagai ketua mafia Black Dragon harus menahan malu ketika Rosita memanggilnya dengan sebutan Pinky Boy.

Akankah Walter membiarkan wanita yang sudah membuatnya malu tetap hidup? Apa yang akan terjadi jika pada akhirnya, Walter yang jatuh cinta?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sisca Nasty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SPB. Bab 2

Rosita segera turun dari taksi setelah membayar ongkos. Wanita itu mendongakkan kepalanya memandang kemegahan perusahaan yang kini ada di hadapannya. Ini pertama kalinya Rosita berani menginjakkan kakinya di perusahaan ternama tersebut. Selama ini dia hanya mendengar nama perusahaan itu dari mulut ke mulut.

"Perusahaan raksasa," pujinya di dalam hati. Alisnya saling bertaut melihat mobil Walter berhenti di depan pintu masuk. Tanpa pikir panjang lagi, Rosita segera berlari agar bisa bertemu dengan Walter.

"Tuan!"

Langkah Walter terhenti ketika mendengar seseorang berteriak. Beberapa sekuriti yang ada di depan pintu masuk segera berlari untuk menghalangi Rosita mendekati Walter.

"Tuan, berhenti!" teriak Rosita lagi hingga berhasil membuat Walter memutar tubuhnya.

"Nona, apa yang anda lakukan di sini? Pergi dari sini atau kami akan mengusir anda dengan cara kami!" ancam salah satu sekuriti sambil menarik paksa tangan Rosita. Namun, Rosita memang sangat keras kepala. Wanita itu terus saja berontak agar tangan sekuriti yang memegangnya bisa terlepas.

Walter mengeryitkan dahinya. Ia memandang Rosita sambil mengingat-ingat. Jelas saja Walter tidak ingat hingga akhirnya memutuskan untuk kembali melangkah masuk ke dalam. Ia menganggap Rosita itu hanya wanita gila.

"Sial! Kenapa pria itu cuek sekali? Aku harus memikirkan cara agar bisa bekerja di perusahaan ini. Apapun itu aku harus berhasil," gumam Rosita di dalam hati.

"Tuan Walter! Saya kehilangan masa depan saya setelah anda menabrak saya!" teriaknya dengan begitu keras. Berharap Walter mau berhenti dan berbicara dengannya.

Kali ini Walter memang tidak lagi bersikap sepele. Pria itu segera memutar tubuhnya dan memandang Rosita lagi dengan saksama. "Siapa kau?"

"Saya wanita yang tadi anda tabrak!" sahut Rosita dengan cepat. Ia masih berjuang keras melepas tangan sekuriti yang kini ingin menyeretnya agar pergi.

Walter menghela napas kasar. "Biarkan dia masuk," ucap Walter sebelum memutar tubuhnya. Beberapa sekurity itu segera melepaskan tangan Rosita setelah mendapat perintah.

"Akhirnya." Rosita tersenyum bahagia. Ia mengejar Walter dan mengikutinya dari belakang.

Walter melirik langkah kaki Rosita yang terlihat begitu lincah. Tidak terlihat tanda-tanda setelah di tabrak mobil.

"Sepertinya kakimu sudah sembuh," ucap Walter sambil menunggu lift terbuka.

Rosita melirik kakinya dan tersadar. Ia memegang kakinya sambil meringis kesakitan. "Tuan, kaki saya sakit sekali. Bahkan dokter saja tidak bisa menyembuhkannya," lirihnya dengan wajah memelas. "Aku harus akting dengan sebaik mungkin," gumamnya di dalam hati.

Walter masuk ke dalam lift. Pria itu memandang Rosita dengan tatapan tajam agar segera masuk ke dalam lift.

"Sepertinya dia memintaku masuk juga. Baguslah kalau begitu," batin Rosita. Dengan kaki tertatih-tatih wanita itu melangkah masuk ke dalam lift dan berdiri di samping Walter.

"Tuan, perusahaan ini sangat besar. Apa saya bisa bekerja di perusahaan ini?" Rosita memang sudah tidak sabar. Ia ingin cepat-cepat mendapat keputusan dari Walter.

Walter masih belum mau menjawab. Pria itu lebih memilih diam sambil memandang ke depan seperti sebuah patung.

Pintu lift terbuka. Pertama kali melangkah ke luar lift, Walter sudah di sambut dengan Vera. Wanita itu mengukir senyum ramah sebelum memandang Rosita. Ekspresi berubah saat itu.

"Tuan, siapa dia?" Vera lagi-lagi memandang fisik. Penampilan wanita itu serba pink dan sangat norak menurut Vera.

"Siapkan ruang rapat," perintah Walter tanpa mau menjawab pertanyaan Vera.

"Baik, Tuan," jawab Vera sembari menundukkan kepalanya.

Walter membawa Rosita ke dalam ruang kerjanya. Sebelum masuk ke dalam ruangan luas itu, Rosita sempat di buat kagum dengan dekorasi yang ada di sana. Kaca besar yang menunjukkan pemandangan kota menjadi icon utama di lantai tersebut.

Saat mendengar Walter berdehem, Rosita segera masuk ke dalam. Wanita itu berdiri di depan meja sambil memperhatikan Walter yang kini sudah mengeluarkan dompet.

"Berapa kurangnya?" tanya Walter tanpa mau banyak basa-basi.

Rosita lagi-lagi terpaku melihat wajah tampan Walter. Jika dalam posisi berhadapan seperti ini, wajah tampan Walter memang terlihat dengan jelas. Namun, ia cepat-cepat menyadarkan dirinya sendiri. "Uang yang anda berikan tidak cukup. Saya sudah ke dokter dan dokter-"

"Berapa kurangnya?" tanya Walter sekali lagi.

Rosita diam sejenak seperti sedang memikirkan sesuatu. "Sebenarnya saya butuh kerjaan. Jika kaki saya sudah cacat seperti ini. Mana ada perusahaan yang mau menerima saya." Ia mengambil sebuah dokumen dari dalam tas dan memberikannya kepada Walter. "Anda bisa baca CV saya. Siapa tahu anda sedang mencari pekerja yang kriterianya sama seperti saya."

Walter menghela napas kasar. Ia tidak suka membuang-buang waktu seperti ini. Tapi, entah kenapa hingga detik ini ia masih meladeni wanita yang ada di hadapannya. Dengan wajah tidak bersemangat Walter mengambil dokumen itu dan membukanya. Ternyata wanita yang berdiri di hadapannya memang wanita yang berprestasi. Ia lulusan perguruan tinggi nomor satu yang ada di negara ini.

"Apa kau pernah bekerja sebelumnya?"

"Belum. Hari ini interview pertamaku. Tetapi, anda telah menghancurkan masa depanku. Kakiku jadi cacat seperti ini," dustanya dengan wajah sedih.

"Kau ingin bekerja menjadi apa?" tawar Walter.

"Anda bertanya pada saya?" Wanita itu menunjuk dirinya sendiri.

"Apa ada orang lain selain kita berdua?"

"Tuan Walter, jika anda tidak keberatan saya ingin bekerja sebagai sekretaris pribadi anda," jawab wanita itu dengan senyuman.

"Baiklah. Di terima," jawab Walter santai.

"Apa? Anda serius? Semudah itu?" Rosita melebarkan kedua matanya. Tentu saja jawaban Walter sangat jauh dari apa yang ia bayangkan. Dia sudah menyiapkan sejuta rayuan untuk membujuk Walter agar mau menerimanya. Tetapi, belum juga satu jurus dikeluarkan, Walter sudah mau menerimanya bekerja.

"Ya, mulai sekarang kau bekerja sebagai sekretaris pribadiku. Namun, ada syarat yang harus kau penuhi selama bekerja di perusahaan ini."

"Apa syaratnya, Tuan?" tanya Rosita bingung. "Jangan bilang syaratnya harus jadi istri simpanan. Aku tidak semurah itu," gumamnya di dalam hati.

"Kau harus bekerja sambil memakai semua barang berwarna pink. Jika besok aku lihat, ada barang yang warnanya berbeda. Kau akan langsung saya pecat!"

"WHAT?" Rosita melebarkan kedua matanya. "Apa ini tidak salah? Memang ada perusahaan yang seperti ini?" gumamnya lagi.

"Kenapa? Ada yang salah?"

1
Ran Aulia
👍👍👍👍👍
terimakasih author , tetep manis manis seru 😍😍😍
Tara
wah.. secara pink itu lambang kewanitaan. jangan2.. boss besar ACDC yach.. 🤭.. banyak kok orang belok yg gagah nan s3xy.. ups😅🤗🥰🙏
Novi Yantisuherman
Calon dokter Al nih mehhh Wkwkwkwk
Kiki Sulandari
Akhirnya Messy bisa terselamatksn atas bantuan dari kenalan Dokter Alfred
Walter & Rosita juga berbsha gia
Apakah Dokter Alfred & Messy berjodoh?
Kiki Sulandari
Akhirnya Walter & Messy selamat ....walaupun harus mengorbankan banyak anggota Black Dragon yg gugur karena ledakan bom....
Kiki Sulandari
Messy berhasil menyelamatkan Walter dengan menembak tangan Felix
Tapi Felix tak mati
Lalu,apa yg akan terjadi?
Penasaran.....
Kiki Sulandari
Jebakan apa yg telah dibuat Felix
untuk Wa.lter?
ApakahWalter & Messy dapat kembali dengan selamat?
Kiki Sulandari
Ternyata Felix merupakan salah satu mantan Black Dragon & mempunyai dendam pada Walter
Akankah terjadi duel antara Walter & Felix?
Kiki Sulandari
Penssaran banget sama si Felix......
Kiki Sulandari
Walter mengenal Felix
Ada persoalan apa antara Walter & Felix?
Kiki Sulandari
Siapa Felix?
Apa hubungan Messy & Felix?
Messy....kau masih misteri
Aily Nursehati
Akhirnya masih up LG cerita nya...
Aku lebih suka baca karya mu yg mafia gini Thor 🤗
Kiki Sulandari
Ternyata tujuan Messy adalah untuk menguasai harta Walter
Tapi mengapa Messy berbohong pada Rosita tentang penyebab wafatnya orang tua nereka?
Kiki Sulandari
Untung saja Rosita berani bertanya pada Walter
Apa yg akan dilakukan Walter untuk mengetahui tujuan tindakan Messy yg sebenarnya
Kiki Sulandari
Rosita,apakah kau masih ragu untuk menceritakan semuanya?
Kiki Sulandari
Tindakan Rosita pada Messy sudah benar
Apa reaksi Walter,ketika mendengar tcerita Rosita tentang peristiwa yg telsh menimpa orang tuanya?
Kiki Sulandari
Apakah benar semua hal yg dikatakan Mesy pada Rosita?
Atau Mesy memutar balikkan fakta & berbohong pada Rosita?
Kiki Sulandari
Teka teki yg belum terjawab
Apa yg terjadi dengan orang tua Mesy & Rosita?
Dan apa hubungannya dengan Walter?
Kiki Sulandari
Romantisme Walter....sungguh tak terduga❤️❤️❤️
🅰️Rion bee 🐝
wuaah welcome back babang walter..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!