Seorang Dokter Jenius terlahir kembali menjadi Yang Yang, seorang gadis kecil 7 tahun yang sangat lucu, Menjadi kesayangan Ayah CEO yang dingin dan Kakak yang sangat jenius. Kemampuan medis yang dimilikinya dapat menyembuhkan Keluarganya dan orang-orang disekitarnya. Yang Yang selalu menjadi kebanggaan keluarga. Sementara itu ibu tiri dan saudari tirinya yang selalu berniat jahat kepada Yang Yang selalu gagal.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahmawati18, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 8
Malam itu Yang Yang sedang berada di dalam kamarnya. Ia memeriksa semua barang-barang yang diberikan Dokter Arya padanya. Ada banyak obat-obatan herbal yang dokter Arya berikan kepada Yang Yang, juga beberapa peralatan untuk membuat obat.
"Muridku Si Arya ini sungguh murah hati banget. Ia memberiku banyak peralatan dan bahan obat-obatan herbal, ditambah lagi ada buku panduan pembuatan obat" Ucap Yang Yang.
"Dengan semua ini aku bisa membuat kakak berjalan lagi" Gumamnya.
Yang Yang lagi sibuk meracik beberapa obat, terutama obat untuk penyembuhan kaki Devin. Waktu terus berlalu, suara dentuman jarum jam semakin terdengar. Sekarang sudah pukul 21.00, Yang Yang masih meracik obat-obatannya.
"Adik, Apa kamu belum tidur?" Suara Devin terdengar dari balik pintu.
Yang Yang pun bergegas membukakan pintu untuk Devin.
"Kenapa Kakak kesini?" tanya Yang Yang.
Devin masuk ke dalam kamar adiknya itu. Ia melihat ada banyak ramuan-ramuan herbal.
"Adik, semua ini untuk apa?" tanya Devin.
"Yang Yang ingin membuat beberapa ramuan obat kak. Salah satunya obat untuk kakak, agar kakak segera bisa sembuh" jelas Yang Yang.
"Memangnya kamu bisa, dik?" Devin tidak percaya.
"Iya Kak, Yang Yang bisa membuat Kakak berdiri lagi" ucap Yang Yang.
"Apa? Adik, kamu yakin? Beberapa dokter ahli pun sudah angkat tangan untuk menyembuhkan ku, Dokter hebat Arya pun sudah menyerah. Kaki kakak sudah tidak ada harapan lagi tidak bisa lagi disembuhkan" jelas Devin dengan wajah putus asa.
"Percayalah padaku Kakak, sekarang aku akan mengakupuntur mu lagi" ucap Yang Yang. Ia mengambil satu buah jarum kemudian menusukkan pada kaki Devin.
"Sekarang coba Kakak berdiri" perintah Yang Yang.
Devin pun perlahan mengangkat kakinya turun dari sandaran kaki kursi rodanya secara perlahan. Ia mencoba berdiri dengan berpegangan pada kursi rodanya itu. Tangannya gemetar menahan beban tubuhnya. Devin mencoba beberapa kali untuk berdiri namun tetap terjatuh kembali ke kursi rodanya. Dia mencoba berdiri sekali lagi dan tentu saja kali ini ia berhasil berdiri tanpa berpegangan pada kursi rodanya lagi.
"Adik, kamu benar. Kakak sudah bisa berdiri" Ucap Devin dengan raut wajah bahagia. Sudah 1 tahun lebih ia duduk di kursi roda itu.
"Ayo kakak duduk lagi, kakak tidak boleh banyak bergerak dulu. Harus banyak istirahat dulu. Oiya, ini ramuan yang aku buat untuk mengurangi rasa nyeri di kakinya kakak. Ini di minumnya sebelum tidur setelah makan ya kakak" jelas Yang Yang.
"Adikku ini sangat jenius, wajahnya cantik dan sangat lucu. Aku menyesal sudah bersikap buruk padanya. Kali ini akan ku balas dengan kebaikan berkali-kali lipat" batin Devin sambil menatap adiknya itu.
"Yang Yang, apa kamu tidak marah sama kakak? Waktu kamu pertama kali datang ke rumah ini sikap kakak selalu buruk padamu" ucap Devin.
"Kakak itu kakak kandungku, mana bisa aku marah sama kakak. Lagian kakak bersikap buruk padaku kan pasti cuman pura-pura biar tidak ketahuan" ucap Yang Yang.
"Adik, kamu tahu kalau kakak pura-pura? Gagal sudah semua rencanaku. kalau kamu tahu aku pura-pura, pasti Lu Xie dan Zhuzhu juga tahu kalau aku hanya berpura-pura bersikap buruk padamu" Devin menepuk jidat dengan telapak tangannya.
"Kakak, kali ini kakak tidak usah pura-pura lagi. Kita harus menghadapi mereka sama-sama. Kita harus menaklukkan dunia ini" ucap Yang Yang.
"Selama ini kakak pura-pura hanya untuk menyelidiki tentang kecelakaan kakak dulu" ucap Devin.
"Kakak harus segera sembuh. Kita harus menyingkirkan benalu itu dari rumah Pratama" ucap Yang Yang.
"Ya sudah, kamu istirahat sudah larut malam" perintah Devin.
"Baik, kakak juga ya. Obatnya jangan lupa di minum" Yang Yang mengingatkan.
Keesokan harinya, Yang Yang sudah berada di dapur. Ia membuat jamu untuk Nenek Sari.
"Nenek, ini jamu untuk Nenek. Ini bisa menambah stamina Nenek, menghilangkan rasa pegal-pegal di badan dan bisa membuat tidur nyenyak" Ucap Yang Yang.
"Anak ini baik sekali, dia perhatian sama aku. Rasanya Kalau Yang Yang tetap disini, hidup ku rasanya tidak akan sia-sia" batin Nenek Sari.
"Nenek, sini biar Yang Yang pijitin" ucap Yang Yang sembari memijit lembut kepala dan pundak Neneknya itu.
"Yang Yang, pijitan tanganmu lembut sekali seperti tangan dewa. Rasanya Nenek ingin tertidur" ucap Nenek Sari memuji.
Lagi-lagi Lu Xie dan Zhuzhu datang.
"Nenek, biar Zhuzhu pijit kakinya Nenek" Zhuzhu langsung memukul-mukul betis wanita tua itu dengan kepalan tangannya.
"Aduh, aduh, aduh. Sudah, sudah! Rasanya sakit sekali. Kepalan tangan mu seperti palu, keras sekali" ucap Nenek tua itu yang membuat Zhuzhu berhenti memijitnya.
"Ibu, Zhuzhu perhatian sama ibu, kok ibu tidak menghargainya" Ucap Lu Xie membela putrinya itu.
"Zhuzhu, sana pijit ibu mu saja" ucap Nenek Sari sambil menikmati pijitan Yang Yang.
Devin pun datang dengan kursi rodanya. Ia membawa sebuah lukisan indah di tangannya.
"Adik, ini hadiah dari kakak, kemarin kakak belum sempat memberimu hadiah waktu pertama datang ke rumah ini" Devin memberikan lukisan itu kepada Yang Yang.
"Wah ini indah sekali kakak" Yang Yang memuji lukisan kakaknya itu.
Lagi-lagi Zhuzhu terbakar api cemburu. Wajahnya menunjukkan kekesalan.
"Kakak, Lukisan untuk Zhuzhu mana? Kenapa hanya Yang Yang yang dapat?" ucap Zhuzhu dengan wajah cemberut.
"Teman-teman ku di sekolah tidak percaya kalau aku adiknya Devin. Kalau kak Devin memberikan ku satu lukisannya, pasti akan aku pamerkan kepada teman-teman ku" batin Zhuzhu.
"Sejak kecelakaan itu, Devin tidak pernah lagi merilis karyanya. Mana lukisan ini pasti kalau terjual harganya bisa sampai miliaran" batin Lu Xie.
"Devin, mereka berdua itu adikmu. Bagaimana kalau kamu memberikan satu lukisan mu juga kepada Zhuzhu, supaya adil" ucap Lu Xie.
"Hm, Adik kandung dan adik beda ibu, jelas tidak sama" Balas Devin.
"Devin!! Ibu lihat dia! Apa yang dia katakan" Lu Xie emosi mendengar ucapan Devin.
"Yang dikatakan Devin ada benarnya juga" balas Nenek Sari.
"Nenek, ayo minta kakak buat berikan aku satu lukisannya" ucap Zhuzhu memohon kepada Neneknya.
"Adik, kamu mau lukisan Kakak tapi mendesak Nenek meminta untuk mu. Apa itu sopan? Apa gurumu tidak mengajarkan mu sopan santun?" jelas Yang Yang.
"Wah, adikku ini bukan hanya bisa membuat obat-obatan, tapi dia juga hebat dalam melawan, keren banget" batin Devin.
"Ibu, dia menindas ku" Aduh Zhuzhu pada ibunya.
Lu Xie pun berdiri dengan wajah penuh amarah.
"Dasar anak kampung, tidak punya ibu. Akan ku beri pelajaran kau, berani-beraninya menindas putriku" Lu Xie hendak menampar Yang Yang namun tangannya di tahan oleh wanita tua itu.
"Lu Xie, jaga sikap mu. Jangan pernah kau berani menyentuh Yang Yang sehelai rambut pun" Ucap Nenek Sari.
"Pergi dari sini" tegas Nenek Sari lagi.
"Kalian,,! Ayo pergi" Lu Xie menarik tangan putrinya dan pergi dari hadapan mereka.
lanjut up lagi thor