NovelToon NovelToon
MY HIJABI FIGHTER : Menikah Dengan Duda ES

MY HIJABI FIGHTER : Menikah Dengan Duda ES

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 5
Nama Author: Ramanda

Nayla Safira Hanin adalah siswi jenius yang lebih suka tidur di atap sekolah daripada di kelas. Namun di balik hijabnya, ia adalah petarung jalanan tak terkalahkan yang sanggup melumpuhkan lawan dalam hitungan detik. Kebebasannya terenggut saat dosa masa lalu sang ayah terungkap: setahun lalu, ayahnya tak sengaja menabrak istri seorang konglomerat hingga tewas.
Keluarga Hasyim datang bukan untuk meminta ganti rugi uang, melainkan "hutang nyawa". Nayla dipaksa menikah dengan Adnan Hasyim, pria dingin yang membenci keluarga Nayla sedalam cintanya pada mendiang istrinya. Adnan hanya butuh pengasuh untuk putrinya, Adiva, yang berhenti bicara sejak kecelakaan tragis itu.
Kini, Nayla terjebak sebagai istri dari pria yang menganggapnya beban sekaligus musuh. Adnan tak menyadari bahwa istri "kecil" yang tengil ini adalah satu-satunya pelindung yang akan mempertaruhkan nyawa saat musuh bisnis mulai mengincar keluarganya. Mampukah kepalan tangan Nayla meruntuhkan tembok kebencian Adnan,?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ramanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

TERBAKAR CEMBURU.

Kedinginan malam di Puncak tidak mampu meredam hangatnya api unggun yang berkobar di tengah lapangan Villa Merah. Dari balik rerimbunan pohon pinus, Adnan berdiri mematung. Matanya tidak lepas dari sosok gadis yang duduk di atas batang kayu tumbang sambil memeluk sebuah gitar akustik. Nayla mulai memetik senar, mengalunkan melodi lembut yang segera menyatu dengan desis angin malam.

Saat suara Nayla keluar, Adnan tertegun. Suaranya merdu, jernih, dan penuh perasaan. Ia menyanyikan lagu tentang perpisahan yang membuat suasana mendadak hening. Di antara teman-temannya yang berpakaian santai bahkan banyak yang memakai baju terbuka, Nayla nampak mencolok dengan hijab instan dan jaket kebesarannya. Ia tetap menjaga auratnya dengan teguh di tengah lingkungan yang bebas.

Deg. Dada Adnan berdenyut. Rasa bersalah tiba-tiba menghantamnya.

"Dion, lihat dia," bisik Adnan tanpa menoleh. "Dia seharusnya masih punya waktu untuk bermimpi, untuk kuliah tanpa beban, dan tertawa bersama teman-temannya. Tapi saya justru mengikatnya dengan pernikahan karena dendam yang salah sasaran."

"Bapak baru menyadarinya sekarang?" sahut Dion pelan. "Mbak Nayla itu emas, Pak. Dia menutupi semua lukanya dengan ketengilan agar Bapak tidak merasa terbebani."

Adnan terdiam. Ia ingat bagaimana ia memperlakukan Nayla di awal; penuh hinaan dan kebencian. Padahal Ibram Hanin hanyalah pion yang dijebak Prasetyo.

Namun, lamunan haru Adnan buyar seketika saat seorang pemuda jangkung berwajah tampan. Rendi, sang kapten basket sekolah, berdiri dan menghampiri Nayla. Rendi membawa seikat bunga mawar merah dan berlutut di depan Nayla di bawah sorotan cahaya api unggun.

"Nay, gue tahu ini hari terakhir kita. Tapi gue nggak mau kehilangan lo. Lo mau nggak jadi pacar gue?" suara Rendi terdengar lantang, memicu sorak-sorai "terima... terima..." dari teman-teman lainnya.

Hati Adnan serasa disiram bensin. Panas dan mendidih. Cemburu yang belum pernah ia rasakan sebelumnya meledak hebat. Sebelum bibir Nayla terbuka untuk menjawab, Adnan sudah melangkah lebar keluar dari kegelapan.

"Maaf, waktu bermainnya sudah habis," suara berat Adnan menginterupsi, dingin dan mematikan.

Nayla melongo. "Pak Es? Bapak ngapain di sini? Kok muncul kayak jelangkung?!"

Adnan tidak menjawab. Ia langsung menyambar pergelangan tangan Nayla, menariknya berdiri dengan paksa. Matanya menatap tajam ke arah Rendi yang tampak ciut seketika melihat aura dominan pria dewasa di depannya.

"Lepasin, Pak Es! Malu dilihat teman-teman! Pak, lepasin!" Nayla meronta, namun tenaga Adnan yang sedang dikuasai api cemburu jauh lebih kuat.

Adnan menyeret Nayla menuju villa pribadinya yang terletak hanya seratus meter dari villa sekolah. Begitu pintu kamar tertutup, Adnan menguncinya. Nayla berbalik dengan wajah merah padam karena marah.

"Bapak gila ya?! Bapak ngerusak momen perpisahan saya! Emangnya Bapak siapa hah..."

Kata-kata Nayla terhenti saat Adnan merengkuh wajahnya dan mencium bibirnya dengan rakus, seolah ingin menegaskan kepemilikan. Nayla membelalak, ia mencoba mendorong dada Adnan namun sia-sia. Ciuman pertama yang ia simpan rapat-rapat, kini dirampas paksa oleh sang Es Balok.

Setelah beberapa detik yang terasa selamanya, Adnan melepaskannya. Nayla terengah-engah, matanya berkaca-kaca karena marah. PLAK! Sebuah tamparan mendarat di pipi Adnan.

"Bapak jahat! Itu ciuman pertama saya! Dasar Pak Es mesum!" teriak Nayla dengan suara bergetar.

Adnan tertegun, melihat kemarahan murni di mata istrinya. Rasa bersalah kembali muncul. "Maaf... Nayla, maaf. Saya hanya... saya tidak suka pria itu menyentuhmu."

"Tetap saja nggak boleh paksa! Saya mau balik ke teman-teman!" Nayla berbalik hendak membuka pintu.

"Tidur di sini, atau motor sportmu saya jual ke tukang rongsok besok pagi!" ancam Adnan, kembali ke mode diktatornya untuk menahan Nayla.

Nayla menghentakkan kaki, menangis tanpa suara karena kesal. Akhirnya ia menyerah. Ia naik ke atas ranjang, menyusun bantal guling sebagai pembatas di tengah. "Ingat ya Pak Es! Di kontrak awal, drama istri pengganti ini nggak ada adegan ranjang! Bapak lewat garis ini, saya banting sampai tulang ekor Bapak geser!"

Adnan menepuk keningnya sendiri. Ia teringat ucapannya dulu yang menghina Nayla dan mengatakan tidak akan sudi menyentuhnya. Sekarang, ludah itu terjilat kembali. "Iya, saya ingat. Tidurlah."

Tengah malam, saat Nayla sudah mendengkur halus—kebiasaan tidurnya yang tidak estetik, membuat Adnan terjaga. Ia menatap wajah polos istrinya. Pelan-pelan, Adnan membuang pembatas guling itu. Ia menarik tubuh Nayla ke dalam dekapannya, menghirup aroma vanila dari jilbab yang masih dikenakan Nayla. Nayla menggeliat, namun malah makin merapat ke dada Adnan karena kedinginan.

Pagi hari di Puncak disambut dengan kehebohan. BUGH! BUGH!

"SAHURRR! EH, SUBURRR! BANGUN PAK ES! AYOOO LOMPAT-LOMPAT!"

Adnan terbangun karena kasurnya berguncang hebat. Ia melihat Nayla sedang melompat-lompat di atas springbed seperti anak kecil yang baru diberi gula. Rambutnya yang berantakan tertutup jilbab yang miring ke kiri.

"Nayla... ini jam empat pagi! Turun atau kasurnya jebol!" geram Adnan, meski dalam hati ia merasa gemas melihat tingkah ajaib istrinya.

"Waktunya subuh, Pak Imam! Ayo, jangan jadi pengabdi kasur!" Nayla menarik kaki Adnan sampai pria itu hampir merosot.

Setelah sholat subuh berjamaah, Nayla segera merapikan diri. "Pak, Bapak pulang gih. Kantor pasti nyariin CEO-nya yang bolos demi jadi penguntit. Saya mau naik bukit sama teman-teman, mau lihat sunrise!"

"Jangan jauh-jauh, Nayla. Lenganmu belum sembuh benar," pesan Adnan dengan nada lembut yang tidak biasa.

"Iya, bawel! Dah, Hubby!" Nayla mengecup tangan Adnan kilat lalu lari keluar kamar.

Adnan akhirnya memutuskan untuk kembali ke Jakarta karena ada rapat penting, meski hatinya masih terasa berat. Sementara itu, Nayla bergabung dengan Farah dan teman lainnya mendaki bukit di belakang villa.

Pemandangan di puncak bukit sangat indah. Kabut tipis menyelimuti lembah. Saat Nayla berdiri di pinggir tebing untuk mengambil foto, "Masyaallah, sungguh indah kebesaran-Mu ya Allah," gumam Nayla dengan mata yang berbinar melihat pemandangan bukit. Namun suasana mendadak senyap. Teman-temannya yang lain ternyata sudah menjauh dan sedang sibuk di sisi lain.

Tiba-tiba, sebuah tangan dengan sarung tangan hitam muncul dari balik semak-semak. Tanpa peringatan, tangan itu mendorong punggung Nayla dengan sangat kuat.

"AAAAAA!"

Nayla kehilangan keseimbangan. Tubuhnya terguling jatuh ke dalam jurang yang tertutup kabut tebal. Di atas sana, sosok misterius itu menatap ke bawah sejenak sebelum menghilang dengan cepat.

"Nayla?! Nayla di mana?!" teriak Farah yang baru menyadari sahabatnya tidak ada di tempatnya berdiri tadi.

Ponsel Nayla terjatuh di pinggir jurang, masih menyala, menampilkan pesan masuk dari nomor rahasia: "Kematian istri Adnan hanyalah permulaan. Sekarang giliranmu."

1
Nasiati
Akhirnya tamat sdh cerita nangis makasih thor
Titik Subekti
Brantas smua musuh nayla
smangat terus
Nurlaila Hasan
kl clarisa spupuan adnan harusnya,, hendra hasyim bisa ksih pngertian,, ini malah tambah lgi konflik,,
Nurlaila Hasan
bnyak bnget musuhnye yee,
Yuliati Soemarlina
badai yg datang silih berganti...
Yuliati Soemarlina
kekuasan n harta membuat orang buta..yg jahat ternyata kk nya sendiri...
Rully Mikela
🤣🤣 ya ampun cerita ni bikin ngakak. untung nemu
Sri S
hebat Nayla..suka sama ceritanya👍
Mien Rosaria
Akhirnya tamat juga , bagus banget ceritanya seru , mendidik & memberikan contoh baik juga ceritanya happy ending terimakasih Ka Thor semangat dan sukses selalu yaaaa 💪👍🙏
Rubi Yanti
di bab ini seruh cerita ny ad lucu ny saya g bisa berhenti tertawa🤣 lanjut
Qaisaa Nazarudin
Baru juga HUBUNGAN kalian makin dekat,udah ada aja komplik baru,komplik datang silih berganti,kapan bahagianya..?? terlalu banyak komplik,mumet pala ku..padahal ceritanya bagus lho tipe aku banget,aku suka yg jenis sat set doang,gak Bertele-tele..🙏🙏
Qaisaa Nazarudin
Harusnya kamu dengerin nasehat isteri kamu,Biasanya orang yg jago silat instingnya kuat,jangan NYESEL kamu nanti..
Qaisaa Nazarudin
MODUS itu mah..Udah biasa aku baca yg alasan awalnya kek gitu, hujung2 nya ada kepiting dibalik kuah asam manis 😋😋😅😅
Qaisaa Nazarudin
MODUS udah biasa itu mah..udah bisa ketebak..
Qaisaa Nazarudin
Mulai keluar mood posesif nya..🤣🤣
Qaisaa Nazarudin
MENGELUARKAN PELURU??? Bukan kah tadi bilang PELURUNYA DARI BELAKANG TEMBUS KE DADA DEPAN ya??itu maksudnya Pelurunya masuk dari punggung keluar di dada depan kan?? Atau aku yg salah paham? ,🤔
Qaisaa Nazarudin
Kenapa harus jadi tameng?? Kan bisa meniarap?? ckk
Qaisaa Nazarudin
Saat Adiva di culik Adanan bisa melawan dan bawak pistol juga,Eh setelah itu saat Adnan dan Nayla di kepung dijalan,Adnan gak ada kemampuan BELADIRI,Eh sekarang udah bisa lagi.. jadi bingung aku..🤔🤔🤔Apa setelah belajar dari Nayla Adnan pandai ILMU BELADIRI??
Qaisaa Nazarudin
Banyak banget kompliknya..
Qaisaa Nazarudin
Kenapa orang2 banyak yang Baperan?dan gak masuk akal alasan utk menyakiti orang lain.Aelaahh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!