Sementara pangeran Indra berdiri di depan cermin mustika sakti, Angin Bayu hanya diam memperhatikan dari jauh apa yang dilakukan pangerannya.
Saat pangeran Indra menoleh, pangeran sedikit terkejut ternyata Angin Bayu masih ada di paviliunnya. "Kau? "Ya pangeran" hamba masih disini, ada 1 hal lagi yang hamba rasa pangeran perlu tahu.
"Apa itu? katakanlah Bayu" pangeran memperhatikan Bayu dengan seksama. "Ada seseorang yang sangat mencintai Putri Dayang Suri, tetapi dia tak pernah mengatakannya pangeran".
Bayu sengaja menahan informasinya, memperhatikan reaksi pangeran Indra "Siapa dia?" tanya pangeran sinis, tidak suka mendengar ada pria lain yang mencintai wanitanya.
"Namanya Hang Nadim putra perdana menteri kerajaan Swarnabumi, dia teman Putri sejak kecil". Bayu menunduk hormat memberi tanda bahwa informasi darinya selesai.
"Baiklah, terima kasih, kembalilah ketempatmu" pangeran memerintah. Angin Bayu segera memberi hormat dan mundur, meninggalkan paviliun Elang.
Sepeninggal Angin Bayu Pangeran kembali berkonsentrasi di depan cermin mustika sakti, merafal mantra dan seketika terlihatlah putra mahkota di istana Swarnabumi.
Putra mahkota sedang tertidur pulas, Pangeran Indra tersenyum devil, berkomat kamit membaca mantra dan pangeran Indra masuk ke dalam mimpi putra mahkota.
Di dalam mimpinya pangeran mulyawarman merasa sedang berada di padang rumput yang luas, seluas mata memandang hanya hamparan padang rumput hijau.
Belum hilang kebingungannya, Pangeran Indra muncul di hadapannya, Putra mahkota terkejut, mundur beberapa langkah, siap siaga jika orang tak dikenal dihadapannya melakukan serangan tiba tiba.
"Si..si.siapa kau?", tanya Putra Mahkota dengan gugup. "Aku pangeran Indra, Putra Mahkota Kerajaan Buana Gemilang, kekasih putri Dayang Suri". Pangeran Indra berkata dengan lantang sambil menatap tajam pada Putra mahkota Mulyawarman.
"Ha3x.... lelucon apa yang sedang kau sampaikan pangeran, apa kau sedang bermimpi? atau berhalusinasi?", Putra mahkota tertawa terbahak bahak.
Pangeran Indra hanya tersenyum "Aku tahu pangeran baru saja bertunangan dengan Suri kekasihku, tapi apa pangeran tahu, bahwa Suri tak pernah ingin menikahimu? dia tak mencintaimu, pernikahan yang dilandasi keterpaksaan hanya akan membuat menderita, jadi lepaskanlah dia".
"Hei pangeran antah berantah! Apa pedulimu, jika aku tak bahagia, aku bisa mencari selir, bukankah hal biasa bagi seorang raja untuk memiliki lebih dari seorang istri?" Putra mahkota tertawa lagi dan tersenyum licik penuh kemenangan.
Pangeran Indra yang mendengar ucapan Putra Mahkota Mulyawarnan, tak dapat lagi menahan emosi. Tangannya terkepal sementara mulutnya komat kamit merafal ajian.
Tiba-tiba tangannya memerah "Lahar neraka!" pangeran berseru sambil mengarahkankan pukulan ke arah Pangeran Mulyawarman, Pangeran Mulyawarman yang tak menyangka akan mendapat serangan tiba tiba hanya sempat berkelit ke samping.
Namun terlambat, pukulan Pangeran Indra terlalu cepat, Pukulan Lahar Neraka level akhir berhasil mengenai dadanya,jika tadi pangeran tidak berkelit maka pukulan pangeran Indra pasti sudah bersarang tepat dijantungnya.
Jangankan Pangeran Mulyawarnan yang manusia biasa, Pangeran-pangeran di kerajaan Buana Gemilangpun tak akan mampu menahan serangan Pangeran Indra.
"Uukhuk...ukhuk.. Putra Mahkota tersungkur, menahan dadanya yang sakit, dan mengeluarkan darah segar dari mulutnya, Putra mahkota mengalami luka dalam.
Pangeran Indra tersenyum penuh kemenangan, "Apa kau masih tetap pada keputusanmu? jika iya, kau sudah sekarat dan akan mati disini, berani sekali kau menghinaku, cuh!" pangeran Indra meludah.
Putra mahkota tersenyum tipis, terbaring lemah, darah terus mengalir dari sudut bibirnya, "ka..kau ha...nya... a..da ..da..lam mim...pi..ku, ka..kau tak nya..ta.." Putra mahkota menjawab dengan terbata bata.
"Apa kau ingin ini menjadi nyata? kuberi kau satu kesempatan pangeran, tinggalkan Suri, jika tidak terimalah ajalmu, bukan hanya kau tapi seluruh kerajaanmu akan musnah.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 127 Episodes
Comments