Setelah Raja Surya Buana menyampaikan maksud di adakan jamuan makan keluarga, satu persatu anggota kerajaan buana memperkenalkan diri, dan kemudian Baginda Raja Surya Buana meminta putri Dayang Suri untuk memperkenalkan diri.
Suri berdiri mematung sorot matanya kosong dan dia berdiri tanpa berkata apa apa. Melihat itu sadarlah Baginda Raja Surya Buana bahwa Putri Dayang Suri telah kena ilmu pukau Pangeran Indra Buana
Raja Surya menatap tajam pada Pangeran Indra dan berkata "Kalian semua lanjutkan acara makan malamnya".
Dayang Melati antarkan Putri Dayang Suri ke paviliunnya, siapkan makan untuknya disana" "Menjunjung titah baginda" dayang Melati yang sedari tadi berdiri di belakang Dayang Suri segera membimbing Putri menuju Paviliunnya, Suri hanya berjalan patuh tanpa ekspresi.
"Dan kau ananda Pangeran Indra, tunggu ayahanda di perpustakaan, ayahanda ingin bicara" "menjunjung titah ayahanda" Pangeran Indra segera berundur meninggalkan jamuan yang seharusnya berjalan meriah, tetapi karena kecerobohannya semua menjadi kacau.
"Bodohnya aku, ayahanda pasti marah besar dengan apa yang telah kulakukan, bagaimana jika ayahanda menarik kembali restunya? aku tak ingin kehilangan Suri" Pangeran Indra berjalan menuju perpustakaan istana dengan fikiran yang berkecamuk.
Pangeran tahu jika Raja Surya murka tak ada yang bisa melawannya, Pangeran Indra bergidik ngeri jika Ayahandanya menggunakan ilmu pelebur sukma tingkat dewa miliknya sebuah kerajaan dalam sekejab akan menjadi debu bersih tanpa sisa.
Apalagi hanya menghilangkan satu nyawa hanya semudah menjentikkan jari.
Tak lama menunggu Paduka Raja Surya Buana datang dengan langkah cepat di ikuti empat orang pengawal setianya.
"Tunggu diluar" perintah raja pada pengawalnya "menjunjung titah baginda" pengawal membungkuk hormat dan menutup rapat pintu perpustakaan.
"Apa yang ananda lakukan? Bukankah ananda katakan bahwa ananda dan putri saling mencintai? jika itu benar mengapa putri Dayang Suri harus dipukau begitu? Raja Surya berkata dengan wajah sangat kesal dan mata berapi api.
"Maafkan ananda ayahanda, sebenarnya Suri belum menerima ananda untuk menjadi kekasihnya, apalagi menikah dengan ananda, tetapi ayahanda, ananda hanya ingin menikah dengan Suri bukan yang lain" pangeran Indra berkata dengan kepala tertunduk, pangeran tahu jika baginda murka maka fatal akibatnya.
"Aku tahu kau sangat mencintainya dan ingin memilikinya tapi bukan begini caranya, alam kita akan murka jika kau menentangnya, tak ada yang bisa masuk ke dunia kita jika bukan dirinya sendiri yang menginginkannya, bukankah ananda tahu akibatnya jika Suri menolak, tubuhnya akan musnah selamanya, apa itu yang ananda inginkan?" Raja Surya berkata lagi sambil menatap sinis.
"Maafkan ananda ayahanda, ananda mengaku salah, ananda tadi hanya tidak ingin Suri bertindak tidak sesuai dengan kemahuan ananda di jamuan makan, tak lebih dari itu" "jika Suri tidak mencintai ananda, ananda akan mengejar cintanya ayahanda, ananda yakin Suri akan mencintai ananda, semua hanya soal waktu, ananda bersumpah demi matahari dan bulan Suri akan mencintai ananda dari hati".
"meskipun ananda harus menunggu seribu tahun lagi, ananda akan menunggu" Pangeran bersimpuh di hadapan Raja Indra, "beri ananda kesempatan ayahanda" "baiklah, ayahanda beri ananda kesempatan kedua, jika ananda tidak berhasil maka ananda harus bersedia menikahi putri Shema Putri dari Kerajaan Gunung Ledang".
"Baiklah ayahanda ananda setuju". Izinkan hamba mengantar Suri pulang karena di alam sana hari telah senja" Pangeran menghatur sembah pada ayahandanya, dan Raja Surya mengangguk memberi izin.
Pangeranpun bergegas ke paviliun mawar putih untuk menemui Dayang Suri.
Hai reader terima kasih telah membaca mohon dukungannya ya supaya bisa lebih baik, hari ini aku up 2 bab sebagai ganti 3 hari belom up, pegel banget. semoga suka, tq so much more n i love you so muach more3x😘😘😘
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 127 Episodes
Comments
Penggemar
mereka beda alam kah thor.....
2022-09-21
0