"Dinda berbeda dengan puteri puteri lain yang pernah kanda kenal mereka manja, suka curi curi perhatian kadang kadang sering berlebihan, kanda tidak suka perempuan yang seperti itu mengejar ngejar lelaki, berbeda dengan dinda, saat pertama kita bertemu kanda langsung suka, dinda malah memarahi kanda, sebelum ini tak ada yang berani melakukannya".
Pangeran Indra berhenti sejenak menatap Suri yang hanya diam mendengarkan penjelasannya. "Sejak bertemu dinda, kanda terus memikirkan dinda, kanda tak bisa melupakan pertemuan kita, maafkan kanda jika hadir dalam mimpi mimpi dinda, itu kanda lakukan supaya dinda tahu apa yang kanda rasakan"
Untuk dinda ketahui, tak ada yang bisa masuk ke kerajaan ini jika tidak kami izinkan, dan yang masuk juga harus dengan kerelaan hatinya, jika tidak dia akan musnah seketika setelah melewati gerbang hutan larangan, karena ayahanda telah bersumpah tidak ada yang bisa melewati gerbang itu tanpa izin kerajaan Buana, dan tanpa kerelaan hatinya.
Pangeran menatap Suri lagi, tapi Suri masih diam saja, pangeran meneruskan penjelasannya. "Sebenarnya kanda hampir putus asa menunggu dinda datang, setiap hari kanda menunggu di gerbang hutan, tapi dinda tak kunjung datang, hingga hari ini dinda datang kanda sangat senang sekali, sehingga kanda lupa, kanda tidak boleh memaksakan kehendak kanda, semua harus atas kerelaan hati dinda".
"Semua sudah kanda katakan, jadi bagaimana keputusan dinda, kanda berharap dinda memberi kanda kesempatan, kanda berjanji tidak akan memaksa dinda untuk mencintai kanda, walaupun nanti dinda tidak memilih kanda, kanda rela. "Bagaimana dinda? sudikah dinda memberi kanda kesempatan?".
"hmmmmmm... Suri berdiri berjalan maju dua langkah dan menatap pangeran Indra, "pangeran aku belum tahu, beri aku waktu untuk menjawabnya, semua yang kulewati hari ini seperti mimpi saja"
Pangeran Indra menatap Suri dengan kecewa, "baiklah dinda, kanda harap tidak terlalu lama, 7 hari dari sekarang kanda ingin dinda sudah punya jawabannya, Kanda akan menunggu setiap hari di gerbang hutan larangan".
"jika sampai hari ke tujuh dinda tidak datang berarti dinda menolak kanda, kanda tidak akan mengganggu dinda lagi" Pangeran Indra berkata dengan penuh wibawa, tetapi tidak berhasil menyembunyikan kekecewaannya.
Pangeran berdiri mendekati Dayang Suri dan menyentuh kedua pipi Suri, menatap kedua matanya, Suri yang ditatap pangeran Indra hanya diam, dalam hati dia berkata "mau apa pangeran, kenapa ini sama dengan mimpiku kemarin?".
Suri hanya diam tak berani bicara, ketika pangeran mencium keningnya, matanya terpejam, merasakan kecupan pangeran, yang perlahan turun ke hidungnya, dan kemudian mencium bibirnya, tiba tiba Suri tersadar, dan langsung menepis tangan pangeran. "Pangeran, apa yang kau lakukan!"
"Maaf, maafkan kanda, kanda tak bisa menahan diri. Suri berlari ke Pavilun Pangeran Indra mengejarnya sambil terus meminta maaf. Sampai di dalam paviliun pangeran tidak bisa menghentikan Suri yang langsung membanting pintu.
"Suri, maafkan kanda, kanda mohon buka pintunya, hari telah larut kita harus segera pulang. Mendengar perkataan pangeran Indra, Suri tersadar bahwa dia sudah terlalu lama disini.
Suri segera mengganti pakaiannya dengan pakaian miliknya, baju kurung melayu berwarna hitam, lengkap dengan sampin dan tanjak. Selesai berganti pakaian Suri langsung membuka pintu.
"Tidak usah diantar aku bisa pulang sendiri" Suri menatap sinis pada Pangeran Indra. "Jangan dinda, sangat berbahaya, kanda tidak mau terjadi apa apa pada dinda, suka atau tidak kanda akan mengantar dinda"
"Pengawal siapkan 2 ekor kuda, dan naikkan kijang buruan tadi ke kudaku" perintah pangeran pada pengawal di luar paviliun "menjunjung titah pangeran" pengawal segera beranjak pergi.
Tidak lama kemudian pengawal tadi kembali, "sudah selesai pangeran" pengawal menunduk hormat.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 127 Episodes
Comments