Melihat Suri masih cemberut dan melotot seakan ingin memangsanya, Pangeran Indra Buana menghentikan tawanya, wajahnya yang senang tiba tiba langsung berubah serius.
Suri terkejut melihat perubahan pangeran yang sangat tiba-tiba itu Suri berkata dalam hati "aneh, dasar pangeran aneh, tadi tertawa begitu kencangnya, sekarang begitu sangarnya seperti ingin memakanku"
Pangeran tersenyum mendengar Suri bicara dalam hati, karena semua keturunan Raja Buana memiliki ilmu membaca fikiran, "kenapa adinda menyebut kanda aneh", Suri makin terkejut, "astaga dia bisa membaca fikiranku,matilah aku Suri membekap mulutnya yang ingin menjerit karena kaget.
Tidak usah heran adinda, di Istana ini kami bisa membaca fikiran orang, karena itu tidak ada yang berani berbohong, hukuman bagi pembohong adalah hukuman mati.
Suri menunduk, tak berani berkata lagi, "sudahlah, tidak usah adinda fikirkan, nanti lama-kelamaan adinda juga akan terbiasa. "mmmma..maksud pangeran? hamba makin tidak mengerti? terbata bata Suri menjawab. "Adinda calon istri kanda, jadi lama-lama pasti terbiasa.
"Apa?calon istri!" Suri berteriak marah, "lancang sekali!" Suri ingin melayangkan tinjunya ke wajah pangeran Indra tapi segera di tangkap oleh Pangeran Indra, dia menatap tajam ke manik mata Suri dan berkata "Kau kekasihku, hanya kekasihku" dan Suri langsung terdiam, seperti di hipnotis Suri hanya mengangguk.
Dan pangeran berkata lagi, "mari menemui ayahanda dan bunda, kasihan mereka sudah menunggu lama", seperti robot Suri mengangguk dan mengikuti langkah pangeran yang mengandeng tangannya menuju ruang makan istana Buana Gemilang.
Setibanya di ruang makan, seluruh keluarga Buana sudah hadir mengelilingi ruang makan yang sangat besar dengan meja utama yang bisa memuat 100 orang tetapi kali ini hanya di isi keluarga inti saja.
Permaisuri Intan Buana sengaja mengumpulkan keluarganya untuk memperkenalkan Putri Dayang Suri sebagai calon putri mahkota yang kelak akan menggantikannya menjadi ratu di kerajaan Buana Gemilang.
Raja Surya Buana duduk dengan berwibawa di sisi meja paling depan di kursi khusus yang dibuat untuk raja, kursi yang sama dengan singgasananya hanya saja ukurannya lebih kecil kursi jati yang sangat indah berhias ukiran kepala burung rajawali disisi kanan dan kirinya makin menambah gagah sang raja.
Disisi kiri duduk Permaisuri Intan Buana, disebelahnya duduk berurutan Pangeran kedua pangeran Arya Buana dan Putri ke tiga Putri Berliana, disisi kanan Raja Surya Buana duduk Adik kedua Raja Indra Buana Pangeran Gading Buana dan istrinya Putri Pinang Masak.
Fisamping Putri duduk Pangeran Anangga Buana dan adiknya Putri Jelita mereka putra dan putri Pangeran Gading dan Putri Pinang Masak.
Ruang makan yang riuh seperti dengungan lebah tiba tiba sunyi. Pengawal mengumumkan kedatangan Pangeran Indra Buana dan Putri Pinang masak semua mata tertuju pada mereka berdua. Dalam hati mereka bergumam sungguh serasi pangeran tampan bersanding dengan putri yang cantik.
Pangeran Indra Buana dan Putri Dayang Suri memberi hormat pada Raja Surya Buana, Raja Surya Buana mengangkat tangan dan mengangguk mempersilahkan Pangeran Indra dan Putri Dayang Suri untuk duduk.
Ratu Intan memberi Isyarat pada Pangeran Arya Buana dan Putri Berliana untuk bergeser memberi tempatnya pada Pangeran Indra Buana dan Dayang Suri.
Raja Surya berdiri dan bertepuk tangan 3 kali, "Baiklah karena seluruh keluarga telah hadir beta umumkan bahwa jamuan makan malam ini di peruntukkan bagi Putri Dayang Suri, calon Istri Ananda beta Pangeran Indra Buana" Raja Indra berkata dengan penuh wibawa.
Hai readers terima kasih sudah membaca karyaku, mohon dukungannya dengan like dan komen yg baik2 aja ? ditunggu lo supaya aku bisa semangat nulis dan bisa lebih baik lagi, i love you so much more muach3x😘😘😘
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 127 Episodes
Comments