Mendengar Suri sakit pangeran langsung menuju cermin mustika sakti miliknya, cermin yang bisa memperlihatkan keadaan Suri di kerajaannya.
Pangeran terpejam, komat kamit merafal mantra, seketika terlihatlah Suri yang terbaring, terbujur kaku tak bergerak. Pangeran mengepalkan tinjunya, rahangnya mengeras menahan marah, melihat pujaannya jatuh sakit tak berdaya.
Pangeran kembali memejamkan mata, dan komat kamit merafal mantra, seketika pangeran menemui Suri di alam mimpi.
"Dalam mimpinya Suri merasa sedang berada di paviliun Mawar Putih, berdiri di taman, menutup mata menikmati harumnya bunga mawar putih.
"Adinda, Pangeran Indra memangil Suri dengan lembut, Suri membuka matanya dan melihat Pangeran Indra Sudah ada di depan matanya.
Suri yang melihat pangeran Indra langsung memeluknya, "Pangeran" Pangeran Indra sangat terkejut melihat Suri yang tiba tiba memeluknya, "Maafkan aku pangeran" lirih terdengar suara Suri dipelukan pangeran Indra.
"Tidak dinda, kanda yang harus meminta maaf, maafkan kanda karena melanggar janji untuk menunggu dinda hingga hari ke 7".
Pangeran indra berbicara sambil perlahan melepaskan pelukan Suri dan menangkup kedua pipi Suri dengan kedua tangannya, mereka saling berpandangan.
"Kanda sudah tahu apa yang telah terjadi pada dinda semalam, oleh karena itu kanda menemui dinda". Apa dinda sudah punya jawaban untuk kanda?".
Suri terdiam, hening beberapa saat hingga akhirnya Suri menggangguk, "ya pangeran aku memilihmu" senyum bahagia terpancar di wajah pangeran Indra begitu pula Suri.
Pangeran mengecup kening Suri, merengkuh tubuh Suri dalam pelukannya dan berbisik "terima kasih adinda, kanda tidak akan membiarkan siapapun merebut dinda dari kanda, untuk sekarang bersabarlah kuatkan hati dinda, dinda harus sehat, 7 hari kedepan kanda akan menjemput dinda di perbatasan".
Suri mengangguk, "dan satu lagi jangan panggil kanda pangeran", Suri tersenyum kemudian dengan malu malu Suri menjawab "baiklah Kanda".
"Apa?, ulangi lagi, aku tidak mendengarnya", Suri mencubit pangeran yang menggodanya dan berlari meninggalkan pangeran.
"Aww! pangeran pura-pura kesakitan, dan berlari mengejar Suri, mereka berkejaran sambil tertawa bersama, hingga akhirnya Suri tertangkap dan mereka jatuh bergulingan di rerumputan.
Pangeran mengecup kening, pipi dan perlahan mengecup bibir Suri. "Pulanglah, tunggu aku", bisik pangeran.
Pangeran memejamkan mata dan merafal mantra, selesai pangeran membaca mantra pangeran melihat dari cermin mustika sakti Suri telah bangun.
Pangeran tersenyum puas, merafal mantra dan sesaat kemudian bayangan Suri pun lenyap dari Cermin.
Kembali ke kediaman Suri
Dayang Melati melihat Suri sudah bangun, "Panglima, putri sudah siuman" Panglima yang sedari tadi hanya mondar mandir di depan paviliun segera berlari masuk.
"Suri, syukurlah ananda susah sadar", panglima memeluk Suri, "Ananda tidak apa-apa ayahanda tidak perlu khawatir" Suri menjawab dengan suara lirih nyaris tak terdengar.
"Bagaimana bisa ananda mengatakan ananda tidak apa-apa, ananda sudah 1 hari tidak sadarkan diri", suara panglima sedikit meninggi, Suri yang melihat ayahnya mulai emosi, langsung tersenyum.
Timbul niat menggoda ayahandanya. Aku baru siuman tetapi ayahanda sudah memarahiku, kalau begini, adinda pingsan lagi saja, Suri melepas pelukan ayahandanya, dan pura pura pingsan lagi.
"Panglima yang melihat itu langsung mencubit pipi Suri, "Bisa bisanya ananda bercanda dalam keadaan seperti ini, dasar jahil" Panglima menggelitiki Suri, dan Suri pun tertawa menahan geli.
"He3x... ampun ayahanda ampun", merekapun tertawa bersama. Pengawal dan dayang hanya tersenyum melihat kemesraan ayah dan anak itu, tak terlihat panglima yang terkenal kejam dan pemberani hanya seorang ayah biasa yang sangat menyayangi putrinya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 127 Episodes
Comments