"Huaaaaah", Dayang Suri menguap lebar sambil merebahkan tubuh di ranjangnya yg empuk, selesai makan malam bersama ayahandanya Suri langsung minta izin untuk beristirahat dia lelah sekali setelah berburu hari ini.
Belum lagi insiden yang terjadi tadi sungguh menguras tenaganya, tak lama kemudian terdengar dengkuran halus Suri yang sudah terlelap dalam pelukan mimpi.
Dalam mimpinya Suri merasa berada di tengah taman yang indah, sekeliling taman bernuansa putih, penuh bunga mawar putih, wangi mawar menyebar di udara, Suri memetik sekuntum mawar lalu menciumnya, "hmmmm harum sekali" Suri berkata dalam hati.
Suri berjalan menuju tengah taman yang terdapat gazebo dengan meja dan kursi juga berwarna putih, sekeliling gazebo di hiasi tirai berwarna putih dengan mawar putih dimana mana.
Sangat romantis, tak lama kemudian Suri merasa bahunya disentuh seseorang, Suri berbalik menatap tak berkedip, seorang pangeran tampan sedang tersenyum menatapnya.
"Siapakah gerangan pangeran tampan ini, apa aku mengenalnya?". Sang pangeran tampan masih saja tersenyum menatap Suri, menggenggam tangannya, mengecup keningnya, matanya, turun ke hidungnya, dan mengecup lembut bibir suri yang merah merekah.
"Aku menunggumu sayangku, kekasihku" pangeran berbisik lembut di telinga Suri, namun sesaat kemudian pangeranpun menghilang. Suri terjaga dari tidurnya, ternyata hari sudah pagi.
Cahaya matahari dari celah jendela begitu menyilaukan, Suri menyandarkan punggungnya ke samping ranjang, menarik selimutnya dengan mata masih mengantuk Suri pun tersenyum, wajah pangeran tampan dalam mimpinya masih terbayang.
Ciumannya seakan-akan nyata, Suri menyentuh bibirnya, dan tiba-tiba saja wajahnya memerah menahan malu, "astaga kenapa aku memikirnya, bodoh bodoh bodoh" Suri mengutuk dirinya.
Suri baru ingat bahwa pangeran dalam mimpi itu adalah pangeran Indra Buana, pangeran tampan yang menyebalkan. Suri bergegas mandi, tiba-tiba saja Suri teringat harus latihan pagi bersama ayahandanya.
Memang setiap pagi Suri selalu berlatih ketangkasan dengan ayahandanya, selain untuk meningkatkan ketangkasannya juga baik untuk kesehatan, Ayahandanya selalu mengatakan itu sejak Suri mulai berlatih di usia 3 tahun.
Jika Suri malas bangun pagi, dan dayang pengasuhnya tidak berhasil membangunkan Suri, ayahandanya tak segan-segan menyiramnya, Suri dididik tak ubahnya seorang pria yang akan menjadi kesatria gagah yang siap berlaga di medan perang.
Karena didikan ayahandanya Suri tumbuh menjadi wanita yang keras kepala juga sedikit nakal. Tak jarang kenakalannya membuat ayahandanya harus menghukum Suri.
Tak lama berselang terdengar suara teriakan "Hiyaaaaat, Hiyaaaat" terlihat Suri terduduk di tanah, pedangnya terpental jauh, dan pedang panglima terhunus ke leher Suri.
Panglima menarik pedangnyanya memasukkannya kembali ke warangkanya, kemudian panglima mengulurkan tangannya membantu Suri berdiri, "Apa yang ananda fikirkan?" sepertinya ada hal yang sedang mengganggu fikiran ananda?". Panglima bertanya penuh selidik.
"Ti..ti.. tidak ada ayahanda", Suri tergagap dan menunduk malu, panglima tersenyum menatap Suri, "baiklah sekiranya ananda ingin mengatakannya, ayahanda ada di ruang kerja", panglima berkata sambil berlalu meninggalkan Suri yang masih tertunduk, "Pangeran sialan, kenapa harus muncul dalam mimpiku, gara-gara dia aku jadi tidak fokus, ayahanda pasti marah jika aku terus begini, Suri terus berperang dengan bathinnya sambil berjalan menuju kediamannya.
Tiba di kediamannya dayang Melati menyongsong kedatangan Suri, "Air mandi sudah siap putri, apakah putri akan mandi sekarang?" Melati berbicara sambil menunduk hikmat pada Suri, "tidak Melati, sebentar lagi, aku masih berkeringat hendak beristirahat sebentar agar hilang keringatku", Suri menjawab tanpa melihat Melati.
"Baiklah putri hamba menunggu di luar" Dayang Melati meninggalkan Suri yang sudah memejamkan matanya. Tanpa disadari Suri tertidur pulas, mimpi yang sama kembali hadir.
Suri tersentak bangun, "Astaga, mimpi itu lagi, kenapa mimpi yang sama? oh Tuhan pertanda apa ini?", Suri gusar dan segera beranjak dari peraduannya.
terima kasih sudah mampir jangan lupa 2L 1C ya😊
warangka \= sarung pedang
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 127 Episodes
Comments