Sesampainya di Paviliun mawar putih pangeran bergegas masuk, dilihatnya Suri sedang makan seperti robot, makan dengan tatapan kosong. Pangeran Indra menunggu hingga Suri selesai makan dan memberi perintah pada dayang dayang untuk meninggalkan mereka.
Pangeran membimbing Suri ke peraduan dan berbisik "sadarlah" seketika Suri tersentak "pangeran, apa yang kau lakukan padaku!" Suri bangkit dan langsung memasang kuda kuda siap menyerang pangeran Indra.
Matanya tajam melihat setiap gerak gerak pangeran Indra, Suri sangat takut kecolongan lagi, "cukup sekali pangeran, aku tak akan terkecoh lagi" Suri berbicara dalam hati dia lupa pangeran bisa membaca fikirannya. Pangeran yang mendengar Suri berbicara dalam hati hanya bisa tersenyum miris".
"Maafkan kanda, kanda tidak bermaksud menyakitimu, itu kanda lakukan semata mata karena kanda mencintai dinda" pangeran Indra berkata dengan sungguh sungguh tapi Suri tidak bergeming tetap pada posisi siap menyerang.
"Ayolah dinda, mari kita bicara di taman kanda akan jelaskan semuanya" pangeran Indra terus berusaha membujuk Suri. Pangeran berkata lagi, "Tolonglah dinda, izinkan kanda untuk menjelaskannya, kanda berjanji setelah ini tidak akan mengganggu dinda lagi".
Suri menatap tajam lurus ke manik mata pangeran Indra, dilihatnya tidak ada kebohongan disana, "baiklah aku bersedia, tapi jangan coba coba untuk membohongiku lagi" Suri menatap pangeran Indra dengan pandangan sinis.
"Aku pangeran Indra bersumpah jika aku berbohong aku akan menjadi batu" pangeran mengangkat tangan kanannya, dan seketika itu juga terdengar petir menggelegar, Suri jatuh tersungkur karena terkejut, Suri berdiri kembali menepuk nepuk bokongnya pura pura membersihkan debu di pakaiannya.
Pangeran yang melihat apa yang dilakukan Suri hanya tersenyum, "sungguh bijak, padahal aku tahu dia takut, tapi pura pura tidak terjadi apa apa, Suri.. Suri...aku makin tergila gila padamu" pangeran berkata dalam hati.
"Bagaimana? apakah dinda bersedia mendengar penjelasan kanda?" pangeran Indra bertanya lagi pada Suri. "Siapapun yang telah bersumpah di kerajaan ini tidak akan berani melanggarnya dinda, karena sumpahnya akan langsung jadi kenyataan jika dia melanggarnya".
Pangeran Indra berkata lagi. Suri yang diajak bicara masih diam, "hmmmm... baiklah pangeran", Suri mendengus kesal.
"Ayo kita ke taman" pangeran mengulurkan tangannya ingin mengandeng Suri, tapi di acuhkan saja oleh Suri. pangeran mengalah dan segera berjalan menuju taman di belakang Paviliun mawar.
Mereka melangkah beriringan menuju taman, Suri berjalan di belakang pangeran Indra sambil terus waspada pada setiap gerak gerik pangeran Indra, pangeran Indra membiarkan saja Suri yang terus memperhatikannya dia terus menatap ke depan pura pura tidak tahu.
Mereka duduk di tengah taman, dibawah gazebo putih, yang dihiasi mawar putih dikelilingnya, di setiap sudutnya juga dihiasi pas keramik yang berwarna putih yang penuh dengan bunga mawar putih, lantainya ditutupi karpet bulu bewarna putih.
Harum mawar memenuhi udara, membuat tenang setiap orang yang duduk disana tapi tidak dengan Suri, Suri duduk dengan gelisah menunggu pangeran Indra memulai pembicaraan, tapi yang ditunggu masih diam, dengan tenang pangeran Indra menuangkan minuman dan mempersilahkan Suri untuk meminumnya.
"minumlah adinda, tenangkan dirimu" pangeran berkata dengan suara lemah lembut. "Tidak usah basa basi pangeran, langsung saja" "Suri menjawab sinis, dan berkata dalam hati, jangan-jangan nanti aku minum malah pingsan, tidak lagi pangeran, aku akan waspada"
"hhhhmmmm... " pangeran hanya menarik nafas panjang mendengar bisikan hati Suri. "Baiklah dinda, sejujurnya kanda sudah jatuh cinta pada dinda sejak pertama kita bertemu.
Terima kasih para reader sudah mau membaca hasil karyaku terima kasih juga buat silent reader, sama seperti kalian aku juga auka silent reader, author berharap ada yang mau like dan koment supaya bisa lebih baik, btw tq so much more, all the best for you,n i love muach3x 😘😘😘
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 127 Episodes
Comments