Hingga tergelincir matahari Suri tak juga membuka mata, Panglima semakin resah, "Kenapa Suri belum juga siuman, tak mungkin hanya demam biasa"
Panglima berkata dalam hati.
"Pengawal!" panglima berteriak "Hamba tuanku" pengawal yang berjaga di pintu segera datang dan membungkuk hormat" "Panggil tabib" panglima memerintah, "menjunjung titah tuanku", pengawal bergegas memanggil tabib.
Sejam kemudian baru tabib tiba di kediaman panglima. Tabib membungkuk hormat, tak berani menatap wajah panglima yang murka. "Apa yang kau lakukan kenapa lama sekali!".
Panglima menatap tajam pada tabib Daulay, Tabib Istana yang terkenal handal di seantero Swarnabumi, "Ampun tuanku ampun beribu-ribu ampun hamba sedang merawat Putra Mahkota yang juga tiba tiba sakit.
Mendengar itu panglima yang ingin marah jadi menahan diri. Tabib Daulay segera memeriksa Suri, memeriksa denyut nadinya, ekspresi wajahnya berubah ubah, menarik nafas panjang dan terlihat bingung.
Panglima yang memperhatikan semakin gelisah, menutupi kegelisahannya panglima jadi berjalan mondar-mandir.
Selesai tabib Daulay memeriksa Suri, Panglima langsung bertanya pada tabib, "Apa yang terjadi pada Putriku kenapa dia belum sadar juga?"
"Hmmmm... maafkan hampa panglima, hamba tidak tahu apa yang menyebabkan putri belum sadar, setelah hamba periksa putri Dayang Suri baik baik saja.
"Sama seperti kondisi Putra Mahkota yang tiba tiba jatuh sakit tanpa sebab, hamba akan segera mencari tahu panglima, untuk sementara jagalah putri dengan baik, hamba akan kembali lagi nanti"
"Hamba mohon diri Panglima" tabib membungkuk hormat dan tergesa gesa kembali ke istana untuk mencari tahu penyebab sakitnya Putri Dayang Suri dan Putra Mahkota.
Sementara itu di Kerajaan Buana, Angin Bayu segera menemui Pangeran Indra Buana untuk melaporkan apa yang telah dia saksikan di kerajaan Swarnabumi.
Pengawal yang bersiaga di depan pintu segera memberitahukan kedatangan Angin Bayu, "masuklah Angin Bayu, aku sudah menunggu kedatanganmu" Angin Bayu masuk dan membungkuk hormat.
"Katakan padaku apa saja yang dilakukan Adindaku, jangan ada yang kau lupakan" Pangeran tak sabar mendengar laporan Angin Bayu, Angin Bayu hanya diam, menarik nafas panjang, ragu-ragu untuk memulai laporannya.
"Ampun tuanku, maaf jika laporan hamba ini akan membuat tuanku sedih" Angin Bayu menunduk. Pangeran Indra yang tadinya berseri-seri, tiba-tiba langsung berubah gusar, "Ada apa Bayu? apa yang terjadi pada adindaku?"
"Tadi malam Putri Dayang Suri telah resmi bertunangan dengan Putra Mahkota Kerajaan Swarnabumi Pangeran Mulyawarman".
Pangeran Indra yang mendengar laporan Angin Bayu langsung murka, matanya berapi-api mengebrak meja marmer di hadapannya hingga pecah menjadi dua. "Kenapa Suri tega menghianatiku" pangeran mengepal tangannya menahan marah.
"Putri Dayang Suri tidak menghianati Pangeran" Angin Bayu menjawab gumaman Pangeran Indra, "Apa yang kau katakan Bayu? jelas-jelas dia sudah menghianatiku!"
Pangeran berkata dengan marah mendengar Angin Bayu membela Suri. "Putri tidak mengetahui bahwa ia akan ditunangkan pangeran"
"Hamba melihat Putri sangat sedih, tetapi tak berani menolak, karena akan fatal akibatnya jika menolak lamaran putra mahkota".
Pangeran Indra yang mendengar itu, tiba-tiba tersenyum amarahnya yang semula berapi-api seketika padam.
"Jadi begitu, adindaku tidak menghianatiku Bayu" Pangeran menatap Bayu tajam. "Ya Pangeran hamba rasa begitu, Setelah pertunangan itu Putri terus menangis dipaviliunnya, Putri marah pada dayangnya yang merahasiakan pertunangannya Tuanku".
"Jika putri tahu akan ditunangkan malam itu, mungkin putri tak akan kembali ke kerajaannya, putri sangat merana tuanku, hingga putri langsung jatuh sakit".
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 127 Episodes
Comments