Pergi

Xavier berjalan kearah Lio dan membungkukkan tubuhnya disamping Lio kemudian mengecup lembut kening Lio.

'Kenapa menangis?" Xavier mengelus pipi kanan Lio kemudian mengelus rambut panjang Lio

'Apa kamu sudah siap untuk pergi darling? aku sudah menyuruh Ben menyiapkan semuanya" terang Xavier

Lio menatap Xavier bimbang, dia masih ingin mendapatkan kasih sayang dari keluarganya tetapi dia juga tau bahwa kasih sayang itu tidak akan pernah dia dapatkan.

'Ayolah jawab darl, aku menunggu kepastian mu" Xavier menatap wajah sayu Lio dengan tatapan sedih

Setelah sekian lama tidak merasakan yang namanya cinta, sekarang tuhan mempertemukan dirinya dengan gadis Asia yang sangat cantik dan imut tetapi gadis pujaannya sangatlah menderita.

Dengan ragu Lio mengangguk membuat Xavier tersenyum puas.

'Bersiaplah darl, kita akan segera berangkat" Xavier menelpon perawat laki laki yang memasang kembali kantong darah pada Lio

Tidak beberapa lama perawat laki laki itu datang membawa kursi roda dan mencabut semua kabel kabel yang melekat pada Lio karena Lio sudah lebih baikan.

Setelah itu Xavier menggendong Lio dan meletakkannya di kursi roda kemudian pergi meninggalkan ruangan itu.

Lio menutup matanya setelah memutuskan apa yang telah dia pilih yaitu pergi bersama Xavier meski mereka hanya baru kenal beberapa hari ini.

Xavier mengangkat tubuh mungil Lio dan mendudukkannya di kursi penumpang di belakang dan duduk disampingnya  karena sekretaris Ben tengah mengemudi di depan.

'Selamat tinggal semuanya, mungkin memang benar tuhan tidak menakdirkan aku untuk bahagia disini tetapi di tempat lain, aku bakalan rindu pada papa, mama, kak Ley dan Leon. Aku tidak tau apa yang akan terjadi kedepannya akan tetapi jika tuhan tetap menakdirkan aku tidak bahagia maka tidak apa apa, aku ikhlas karena aku pernah juga bahagia bersama Bima dan Delisa karena mereka sudah membuatku bahagia, terimakasih tuhan atas kebesaranmu selama ini" bati Lio sembari menutup matanya

Xavier menatap Lio lembut dan mencium ubun ubun Lio kemudian menatap sekretaris Ben yang melirik mereka sedari tadi.

Sekretaris Ben kaget melihat tuan mudanya meliriknya tajam, dia tau dia salah karena sudah berani mengintip apa yang tuan muda dan calon nonanya lakukan.

Sekretaris Ben berdehem pelan untuk mengatur pernapasannya yang sedikit sesak setelah itu kembali fokus pada setirannya.

Mobil itu berhenti di bandara tepat pesawat pribadinya landing.

Sekretaris Ben membuka pintu untuk tuan mudanya seperti biasa, sedangkan Xavier mengangkat tubuh gadisnya dengan sayang bahkan dia tidak perduli orang orang yang melihatnya yang penting gadisnya nyaman dan aman.

Mereka disambut baik oleh pemilik bandara itu dan pramugari milik Xavier yang sudah berbaris di depan pintu pesawat.

'Selamat datang tuan muda, semoga tuan selamat sampai tujuan dan saya mengungkapkan banyak terimakasih karena tuan sudah berkenan untuk mendaratkan pesawat pribadi Tuan di bandara kecil saya ini" pemilik bandara tersenyum senang

'Ya, Ben urus semuanya" perintah Xavier

'Baik tuan muda" sekretaris Ben memberikan sebuah map kepada pemilik bandara

Pemilik bandara menatap map itu bingung kemudian dia membukanya dengan cepat, saat di buka map itu berisi surat kerja sama dan buru buru dia menandatangani nya.

'Terima kasih tuan muda Xavier" pemilik bandara sangat senang

'Hmm" Xavier hanya berdehem saja kemudian masuk kedalam pesawat

Xavier membawa Lio kedalam kamar miliknya dan membaringkannya dengan pelan.

'Istirahat lah darling, aku ada disini jadi jangan khawatir" Xavier ikut berbaring juga sembari memiringkan tubuhnya kearah Lio

'Jangan memandangiku begitu tuan" Lio tidak nyaman dipandangi intens oleh Xavier

Xavier terkekeh pelan kemudian menggemgam tangan kecil Lio dan mengecupnya agak kama.

'Kamu harus terbiasa darling, bahkan aku akan memandangi setiap saat jadi jangan bosan darling" Xavier menyingkirkan rambut nakal yang menutup setengah wajah Lio

Entah sudah berapa jam mereka berada di dalam pesawat bahkan Lio hanya istirahat saja atas perintah Xavier agar dia cepat sembuh.

Mereka mendarat di bandara besar milik Xavier, mereka disambut hangat oleh pengurus bandara.

'Ben langsung kerumah" perintah Xavier

Sekretaris Ben menuntun tuan mudanya yang menggendong calon nona mudanya menuju mobil yang sudah disiapkan anak buahnya setelah itu melajukan nya menuju mansion mewah milik Xavier.

Xavier membawa Lio menuju kamarnya yang berada di mansion miliknya setelah perjalanan yang sangat jauh, dia juga sangat kelelahan tetapi dia tidak mau memperlihatkan nya pada gadis mungilnya itu.

'Tidurlah darling" ucap Xavier lembut

'Aku sudah bosan tidur tuan" rengek Lio tidak tahan lagi

'Baiklah, bagaimana kalau kamu mandi biar aku mandikan" goda Xavier

'TIDAK!" tolak Lio mentah mentah

Dia masih mengingat selama di pesawat Xavier mengambil banyak untung darinya dan dia rugi banyak, mentang mentang dia  tengah sakit dan Xavier malah meraup untung di tengah penderitaan nya.

'Ayolah darling, apa kamu tidak merasa ada aroma tidak sedap disekitar sini" Xavier masih menggoda gadisnya yang kini memasang wajah garang tidak seperti biasanya yang hanya menampilkan raut wajah sedih dan sendu, dia lebih suka melihat raut wajah marah itu daripada sebelumnya

'Aku hanya bercanda, nanti akan ada pelayan yang membantumu darl, aku tinggal sebentar" Xavier mengecup lama kening Lio setelah itu pergi keluar

Tidak beberapa lama 2 pelayan datang membawa sebuah gantungan baju lengkap dengan bajunya yang berjejer rapi.

'Mari saya bantu nona" pelayan itu melemparkan senyum manis pada calon nona muda mereka karena sudah mendengar dari sekretaris Ben agar memperlakukan calon nona muda mereka dengan baik.

'Kalian siapa? dan sepertinya kalian lebih tua dariku kalian bisa memanggil ku Lio saja" Lio tersenyum ramah

'Nona sangat cantik dan baik pantas tuan muda menyukai nona begitu pun kami" batin pelayan A

'Tidak salah tuan memilih nona menjadi istri tuan muda, masih muda dan sangat cantik satu lagi nona sangatlah baik" batin pelayan B

Setelah membersihkan tubuh Lio dan memakaikan bluss lengan panjang kedua pelayan itu meninggalkan Lio yang masih bingung sendirian.

Dia sangat bingung sekarang pasalnya tadi saat mandi dia tidak merasa sakit di bagian ginjal yang telah diambil bahkan luka jahitan pada operasi terlihat tidak begitu dalam, Membuatnya bertanya tanya karena logikanya berjalan.

'Tidak mungkinkan setelah operasi pengambilan ginjal baru dua hari saja sudah merasa baikan? Bahkan bekas operasi terlihat tidak begitu dalam, apa mungkin perut aku tipis? Ahh tidak mungkin sudah jelas perut itu tebal, tetapi kenapa aku tidak merasakan sakit yang luar biasa padahal ginjalku di ambil" monolog Lio pada dirinya sendiri

CEKLEK.

Pintu terbuka memperlihatkan Xavier yang kini sudah beganti baju bahkan wajahnya sudah terlihat lebih segar dari sebelumnya.

'Apa kamu lapar darling?" Xavier duduk disamping Lio

'Sedikit tapi masih bisa aku tahan"  Lio menatap Xavier kagum

'Jangan ditahan darling, kamu menginginkan apa? katakanlah biar pelayan siapkan" ucap Xavier memperingati

'Aku mau nasi goreng" cicit Lio pelan

'Kamu habis operasi darling jadi tidak boleh memakan makanan pedas" Xavier memperingati

Seketika Lio sadar, dia masih bingung dengan bekas operasi nya.

'Kamu kenapa darling?" Xavier menatap raut wajah bingung Lio

'Umm aku bingung, kok bekas operasi aku tidak terlalu sakit bahkan Aku merasa seperti tidak pernah melakukan operasi?" bingung Lio menatap Xavier bertanya-tanya

Xavier hanya tersenyum menanggapi pertanyaan Lio.

'Cukup aku yang tau saja darling, sudah cukup kamu menderita selama ini dan sekarang kamu harus senang" batin Xavier tersenyum puas dalam hatinya

'Itu hanya perasaan mu saja darling, bagaimana kalau kamu makan bubur kacang hijau saja, itu bagus untuk usus mu darling" tawar Xavier

'Mungkin iya juga, itu juga gapapa deh hehe makasih" Lio tertawa renyah membuat Xavier senang

'Aku suka melihat senyuman mu darling, aku harap seterusnya hanya senyum itu yang terbit, apabila aku melihat kesedihan lagi maka orang yang pertama aku salahkan adalah diriku sendiri" bayi Xavier sambil menghela nafas pelan

'Baiklah mari kita turun" Xavier kembali menggendong Lio menuju lantai bawah

Sesampai dilantai bawah tepatnya di meja makan terlihat perempuan cantik tengah cemberut menatap ponselnya.

Dia adalah Emillya adik satu satunya Xavier, dia sedih karena tidak ada notifikasi dari pujaannya.

Saat mendengar suara langkah matanya menatap kakanya yang menggendong perempuan dan mendudukkannya di samping kursinya.

Emillya bingung melihat perempuan muda disampingnya, dia sedikit iri melihat wajah cantik bercampur manis bahkan imut dari perempuan di depannya.

'Dia siapa kak?" Emillya bertanya menggunakan bahasa negara P

'Dia calon istriku" Xavier mengucapkan nya dengan percaya diri membuat Emillya terkejut terlebih beberapa pelayan yang mendengar nya terkejut

Lio hanya diam saja mendengarkan karena dia tidak tau apa yang mereka ucapkan.

'Kakak jangan bercanda, dia sepertinya masih bocah" Emillya meneliti Lio dari atas hingga pinggang Lio dan menurutnya semua datar kecuali wajah sempurna itu

'Dia datar kak" frontal Emillya membuat Xavier kesal karena Emillya berani meneliti gadisnya sembarangan

'Jaga matamu Emillya!" tegas Xavier membuat Emillya kicep

'Iyadeh iya akhirnya tuan yang dingin jatuh cinta pada bocah" ejek Emillya

'Dia sebentar lagi 18" elak Xavier tidak suka karena ucapan Emillya yang mengatakan gadisnya bocah secara tidak langsung Emillya mengatakan dirinya tua

'WHAT! Jangan bercanda kak, bahkan dia lebih muda dariku" Emillya tidak percaya

'Apa aku terlihat bercanda" Xavier menatap kesal adik nakal nya itu

'Astaga! sepertinya dunia mau runtuh karena tuan Xavier yang anti akan kata 'CINTA" mendadak bucin pada bocah" ejek Emillya pada kakak nya

Sebenarnya dia masih kesal pada kakaknya yang tidak merestui dirinya dengan sahabat kakak nya itu tetapi sekarang dia sadar ucapan kakak nya benar, meskipun mereka sahabat belum tentu mereka memperlakukannya baik dan ternyata benar sahabat kakaknya sekarang sudah bertunangan membuatnya mundur saja dan kabar baiknya dia tengah dekat dengan pria satu kampusnya.

'Aku ti..

'Diamlah, sedari tadi kamu terlalu banyak bicara" potong Xavier

'Darling kenalkan dia adikku namanya Emillya" sambung Xavier memperkenalkan Emillya pada Lio dengan lembut

Emillya terbengong menatap kakak nya karena baru kali ini dia mendengar nada lembut yang terucap dari mulut kakaknya, dia saja yang berstatus adik kandung tidak pernah mendapat nada lembut tetapi bocah di depannya malah mendapatkan, entah sihir apa yang diperbuat Lio pada kakaknya tetapi dia harus segera belajar pada calon kakak iparnya itu.

'Sepertinya dia baik, tidak ada salahnya berteman dengannya" batin Emillya menatap Lio

'Kenapa sedari tadi dia selalu menatapku? apa aku terlihat kampungan ya atau ada yang salah pada wajahku?" batin Lio risih melihat tatapan Emillya

'Emillya! jaga pandangan mu itu" Xavier sadar ketidaknyamanan gadisnya

'Iyadeh iya, maaf. Oke aku Emillya panggil aja Emil" Emillya memperkenalkan dirinya

Lio bingung karena tidak mengerti ucapan Emillya dia hanya menangkap kalau perempuan cantik di depannya bernama Emillya.

Xavier menghela nafas panjang karena melihat interaksi di depannya.

'Dia tidak mengerti Emillya, gunkanlah bahasa inggris" perintah Xavier dan di angguki Emillya

Xavier cukup terkejut melihat respon adik nakalnya itu, biasanya dia akan banyak bertanya.

'Sorry, nama saya Emillya panggil aja Emil, nama kamu siapa?" Emillya tersenyum hangat pada Lio

'Aku Liora Greensya panggil aja Lio" sambut Lio juga tersenyum manis

'Oke, untuk kedepannya kita akan bersama jadi aku harap kamu tahan akan kekanakanku dan satu lagi kamu harus tahan pada Es itu" Emillya terkekeh melirik Xavier dan Lio juga tertawa pelan

Sedangkan Xavier hanya diam dan bodo amat dengan interaksi Lio dan Emillya.

🌻🌻🌻

Helooo.... Author minta maaf ya karena tiga hari ini author tidak update soalnya lagi sibuk ngurus proposal sama jurnal, jadi sebagai gantinya author udah up sebanyak 8 chapter ini, semoga kalian suka yaa ini sebagai permohonan maaf dari author untuk kalian.

riri-can

Terpopuler

Comments

Sue Salmi

Sue Salmi

blouse* author

2024-09-08

0

Nova Angel

Nova Angel

Keren thor lanjut 👍👍👍

2022-12-03

0

Lia Makka

Lia Makka

vier .keren dia pasti sdh menyelamatkn liona dari oprasi itu

2022-02-12

1

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 Berangkat Bersama
3 Perubahan Arion dan Teman Baru
4 ????
5 Persaan Bersalah
6 Study Tour 1
7 Study Tour 2
8 Pertemuan pertama
9 JATUH CINTA? 1
10 Jatuh Cinta? 2
11 Jatuh Cinta? 3
12 Kecemburuan Xavier
13 Kecurigaan Bima
14 Bertemu Leon
15 Kemarahan Xavier
16 Ciuman Pertama
17 Leon Kecelakaan
18 Donor Ginjal Buat Leon
19 Balas Budi
20 Pergi
21 Sebelum Operasi (Flashback)
22 Penyesalan Tuan Alfa
23 Ciuman Lembut
24 Ungkapan Cinta
25 Di Goda
26 Nasi Goreng
27 Belajar Menari
28 Kerapuhan tuan Alfa
29 Pencarian Liora
30 Xa-Li (Xavier-Liora)
31 Meminta Restu 1
32 Meminta Restu 2
33 Meminta Restu 3
34 Rasa Rindu yang Membuncah
35 Mamah Tidak Pernah Salah
36 Lamaran Xavier
37 Xavier vs Leon
38 Sekolah
39 Penolakan
40 Kehangatan
41 Pengganggu 1
42 Pengganggu 2
43 Pengganggu 2
44 Hati Yang Kotor
45 Aleysa
46 Nasi Goreng 2
47 Bungkam
48 Jebakan Yang Gagal Total
49 Kebohongan Yang Berakibat Fatal
50 Cemburu
51 Kelulusan
52 Menikah
53 Ikhlas
54 Mencicil
55 Kembali ke Negara P
56 Malam Pertama yang Tertunda 1
57 Malam Pertama yang Tertunda 2
58 Masih Berlanjut
59 Belajar dari Emillya
60 Kehamilan
61 Surat Nyasar
62 Sisi Lain
63 Ngidam
64 Teror
65 Khawatir
66 Gagal
67 Leon dan Lea
68 Wanita selalu BENAR tetapi Pria lebih CERDIK
69 Pernikahan Emillya dan sekretaris Ben
70 Pesta (Insiden)
71 Melahirkan
72 Geoff Johns Addrisson Xavier
73 Super Daddy
74 Ben dan Emillya
75 Xavier dan sekretaris Ben
76 Dendam
77 Cemburuan
78 Wanita masa Lalu
79 Berdamai dengan Masa Lalu
80 Like Father Like Son
81 Anak Perempuan
82 Penculikan 1
83 Penculikan 2
84 Penculikan 3
85 Penculikan 4
86 Flashback
87 Kembali Normal
88 Akhir yang Bahagia??
Episodes

Updated 88 Episodes

1
Prolog
2
Berangkat Bersama
3
Perubahan Arion dan Teman Baru
4
????
5
Persaan Bersalah
6
Study Tour 1
7
Study Tour 2
8
Pertemuan pertama
9
JATUH CINTA? 1
10
Jatuh Cinta? 2
11
Jatuh Cinta? 3
12
Kecemburuan Xavier
13
Kecurigaan Bima
14
Bertemu Leon
15
Kemarahan Xavier
16
Ciuman Pertama
17
Leon Kecelakaan
18
Donor Ginjal Buat Leon
19
Balas Budi
20
Pergi
21
Sebelum Operasi (Flashback)
22
Penyesalan Tuan Alfa
23
Ciuman Lembut
24
Ungkapan Cinta
25
Di Goda
26
Nasi Goreng
27
Belajar Menari
28
Kerapuhan tuan Alfa
29
Pencarian Liora
30
Xa-Li (Xavier-Liora)
31
Meminta Restu 1
32
Meminta Restu 2
33
Meminta Restu 3
34
Rasa Rindu yang Membuncah
35
Mamah Tidak Pernah Salah
36
Lamaran Xavier
37
Xavier vs Leon
38
Sekolah
39
Penolakan
40
Kehangatan
41
Pengganggu 1
42
Pengganggu 2
43
Pengganggu 2
44
Hati Yang Kotor
45
Aleysa
46
Nasi Goreng 2
47
Bungkam
48
Jebakan Yang Gagal Total
49
Kebohongan Yang Berakibat Fatal
50
Cemburu
51
Kelulusan
52
Menikah
53
Ikhlas
54
Mencicil
55
Kembali ke Negara P
56
Malam Pertama yang Tertunda 1
57
Malam Pertama yang Tertunda 2
58
Masih Berlanjut
59
Belajar dari Emillya
60
Kehamilan
61
Surat Nyasar
62
Sisi Lain
63
Ngidam
64
Teror
65
Khawatir
66
Gagal
67
Leon dan Lea
68
Wanita selalu BENAR tetapi Pria lebih CERDIK
69
Pernikahan Emillya dan sekretaris Ben
70
Pesta (Insiden)
71
Melahirkan
72
Geoff Johns Addrisson Xavier
73
Super Daddy
74
Ben dan Emillya
75
Xavier dan sekretaris Ben
76
Dendam
77
Cemburuan
78
Wanita masa Lalu
79
Berdamai dengan Masa Lalu
80
Like Father Like Son
81
Anak Perempuan
82
Penculikan 1
83
Penculikan 2
84
Penculikan 3
85
Penculikan 4
86
Flashback
87
Kembali Normal
88
Akhir yang Bahagia??

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!