Arion Pov
Sebenarnya gue malu untuk mengatakan hal ini, tapi dalam hati gue yang paling dalam gue tidak suka melihat kedekatan Bima dengan Lio sahabat gue.
Dan sepertinya kata sabahat sudah tidak bermakna lagi karna gue udah memutuskan persahabatan kami secara kejam dan dengan bo*dohnya gue membentak serta berkata kasar padanya.
Gue akui gue bo*doh! tapi gue melakukan itu tentu ada maksud dan tujuan dan kalian tidak perlu tau cukup gue saja yang tau.
Selama gue bersahabat dengan Lio, gue sudah melihat dan tau semua hal tentangnya bahkan gue udah hafal tanggal berapa dia datang bulan (jangan bilang gue cabul).
Gue berpacaran dengan Bella hanya untuk menutupi apa yang ada dalam benak gue agar semuanya tidak berantakan seperti yang gue perkiraan.
Dan saat gue melihat kedekatan nya dengan Bima terlebih saat mereka makan di kantin sekolah sambil berbincang rasa sakit di hati gue teramat dalam, mungkin tidak sebanding dengan rasa sakit di hati nya. Haruskah gue mengakatan yang sebenarnya?
Baiklah, kalian yang memaksa gue untuk jujur. Sebenarnya gue melakukan hal bo*doh ini untuk memberikan nya kejutan karna sebentar lagi umurnya akan bertambah, tapi sepertinya rencana yang gue susun akan hancur melihat Bima yang semakin dekat dengan Lio. Hati gue berkata agar segera menghentikan permainan gi*la ini, tapi berbeda dengan otak gue yang mengatakan sebaliknya dan sekarang gue menyesal melakukan hal ini dan harus berlapang dada menerima apabila Lio tidak mau melihat gue lagi.
Rasa bersalah gue pada Lio semakin hari semakin besar karna setiap dia lewat di depan gue, dia selalu menunduk dengan raut wajah yang kentara terlihat sedih tentu saja penyesalan gue begitu banyak karena sudah membuat dia menangis.
Sebenarnya gue tau dia suka sama gue dan tau juga dia berusaha keras untuk menjauhkan rasa suka itu terhadap gue dan gue dengan sengaja membuat alasan itu untuk memutuskan persahabat kami, apa gue terlihat kejam?
Ada satu rahasia yang sampai sekarang tidak pernah gue beritahu pada Lio, gue berencana akan memberitahukan rahasia besar gue ini pada Lio saat Study Tour ke Bali nanti dan semoga akan berhasil.
Arion Pov off
********
Liora Pov
Hatiku terasa sakit saat mendengar bentakan dan ucapan kasar Arion tapi itu semua memang salah ku karena sudah berani menyukainya.
Sudah hampir 3 minggu kami tidak pernah saling menyapa membuat ku semakin merasa bersalah padanya, aku merasa perasaan suka ku padanya membawa masalah besar pada persahabatan kami berdua.
Bahkan tadi saat di kantin sekolah, aku melihatnya makan sambil berbicara dengan Bella yang kini menjadi kekasihnya dan mereka terlihat mesra, hatiku sakit melihatnya terlebih Arion seperti menjauh dariku dan seperti menganggap aku tidak ada di sekeliling nya.
Seharusnya aku tidak memendam rasa suka ini padanya agar persahabatan kami tetap baik, tetapi nasi telah menjadi bubur akibat rasa suka ku padanya persahabat kami rusak begitu saja. Andai waktu bisa di putar kembali aku ingin menghilangkan rasa suka ini agar persahabatan kami baik-baik saja.
Liora Pov off
***
Setelah mata pelajaran selesai, Lio pulang kerumah menggunakan Bis seperti biasanya.
Sesampai di rumah, Lio melihat Leo yang baru saja menaiki tangga menuju lantai dua dimana kamarnya dan kamar Leo berada.
Lio juga menaiki tangga dan bergegas menuju kamar Leo.
Tok... Tok.. Tok..
Pintu kamar Leo terbuka menampilkan pemilik kamar yang kini hanya mengenakan kaos hitam polos dan celana sekolah yang masih melekat.
'Ada apa?" tanya Leo cuek
'Umm.. aku mauuu... ak.. aku mau bicara sebentar, apa boleh?" Lio bertanya dengan wajah gugup
'Lo masuk dulu" sambil masuk ke dalam kamar
Lio mengikuti Leo dan menatap kamar Leo yang terlihat elegan jika di bandingkan dengan kamarnya yang biasa saja.
'Lo mau bicara apa?" tanya Leo to the point
'Umm..i..itu" gugup Lio
'Katakan Saja" ucap Leo bingung melihat kegugupan Lio
'I..itu a..apa kamu punya uang lebih?" Lio begitu gugup sekarang karna Leo hanya diam saja tanpa mau menjawab
'Tidak jadi, aku pamit dulu" sambung Lio segera beranjak pergi tapi langkahnya terhenti saat Leo menarik lengannya
'Lo butuh berapa?" Leo meneliti wajah Lio yang terlihat pucat
'Memangnya kamu punya?" Lio bertanya dengan wajah polosnya
Kadang mereka berdua sulit dibedakan siapa yang menjadi kakak diantara keduanya karna Leo terlihat lebih dewasa dibanding Lio.
'Sebutin saja nominalnya, nanti gue bilang sama mama dan papa" ucap Leo sambil memainkan ponselnya
Lio terenyak karna terkejut mendengar ucapan Leo, dia berpikir percuma meminta pada kedua orangtua nya karna mereka tidak akan memberikan sepersen pun uang padanya.
'Tidak usah, a..ku tadi cuma bertanya kok hehe" bohong Lio sambil menunduk sedih memikirkan apa yang baru saja terpikir di otaknya
'Aku pergi, permisi dan maaf udah mengganggu" pamit Lio segera beranjak pergi menuju kamarnya
Dikamar yang bernuansa putih polos itu Lio mengganti seragamnya dengan kaos berwarna putih polos dipadukan dengan jins hitam.
Setelah berganti pakaian Lio segera beranjak keluar dari kamarnya, saat menuruni tangga Lio berpapasan dengan Leo yang sepertinya juga akan keluar karna dia terlihat rapi.
'Lo mau kemana?" Leo bertanya karna bingung melihat penampilan Lio yang terlihat rapi juga
'Umm..itu, aku mau kerja, aku duluan ya" pamit Lio segera menuruni tangga
Leo yang di tinggal barusan oleh Lio menatap nanar saudara kembarnya itu, dia menatap penampilan Lio dari belakang yang berpakaian seadanya bahkan harga pakaian yang Lio pakai tidak sebanding dengan uang jajannya setiap hari.
Leo membuang nafas kasar setelahnya dia juga menuruni tangga menuju garasi untuk mamakai motor yang baru saja di belikan oleh ayahnya sendiri.
Lio berjalan dengan langkah sedikit linglung karna perutnya belum terisi, saat dikantin sekolah pun dia hanya memakan sedikit karna tidak bernafsu.
Matanya mengadah ke atas menatap langit yang cerah kemudian sejenak dia memejamkan kedua matanya berharap rasa sakit yang ada di dalam hatinya segera hilang.
Dia ingin sekali ikut Study Tour itu karna selama dia hidup belum pernah dia ikut acara sekolah karena dia tidak punya uang, terlebih dia tidak pernah mendapat izin tanda tangan kedua orang tuanya.
Lio menarik nafasnya dalam-dalam, dia sudah membuat keputusan untuk tidak ikut karena bagaimana pun nanti apabila dia gajian uang itu akan dia pergunakan untuk kuliahnya yang sudah di depan mata.
Setelah berjalan kurang lebih 20 menit, akhirnya Lio sampai pada tempat kerjanya yang berada di toko buku.
'Selamat siang kak Manda" sapa Lio pada Manda salah satu penjaga toko buku itu
'Siang juga, tumben kamu datangnya kecepatan?" Manda mengerutkan keningnya
'Hehe..itu kak, buku yang semalam baru datang belum selesai Lio susun, Lio susun dulu ya kak" Lio beranjak menuju rak buku yang baru semalam di datangnya
'Oke, yang rapi ya" goda Manda terkekeh
'Siap" Lio ikut terkekeh juga
Lio merapikan dus besar yang berisi buku-buku baru dan menempatkannya sesuai dengan urutan buku.
🌻🌻🌻
Haiiii....kembali lagi dengan saya hehe...
OH iya kalau kalian suka jangan lupa buat like dan komen ya.
riri-can
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 88 Episodes
Comments
Alejandra
Bukankah banyak cara yang bisa dilakukan untuk memberi kejutan tanpa harus melukai seperti ini...
2023-08-29
1
Berlian Sihombing
jd mewek baca ceritanya,, kasihan ama Lio apa ia ada ortu gitu y😭
2022-08-14
0
Salmah
sedik thor mewek. kok ada orang tua kyak gitu
2021-12-23
0